Hari 3 & 4 – Isa al Masih meramalkan masa depan dan kedatangannya kembali

Apa kesamaan pohon ara dengan bintang? Keduanya merupakan tanda-tanda akan datangnya peristiwa besar dan diberikan sebagai peringatan-peringatan bagi yang tidak siap. Surah At-Tin dimulai dengan:

Demi (buah) Tin dan (buah) Zaitun,

Surat At-Tin95: 1

Menandakan kedatangan

Sungguh, Kami telah menciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik-baiknya,kemudian Kami kembalikan dia ke tempat yang serendah-rendahnya

Surat At-Tin95: 4-5

Surat al-Mursalat (Para Utusan), Surah at-Takwir (Yang Menggulingkan), dan Surah al-Infitar (Membelah) berulang kali menyatakan bintang-bintang akan redup, dan ini menandakan kedatangan sesuatu yang menakjubkan:

Maka apabila bintang-bintang dihapuskan,dan apabila langit terbelahdan apabila gunung-gunung dihancurkan menjadi debu,

Surat al-Mursalat77: 8-10

 Apabila matahari digulung,dan apabila bintang-bintang berjatuhan,dan apabila gunung-gunung dihancurkan()

Surat at-Takwir81: 1-3

 Apabila langit terbelah,dan apabila bintang-bintang jatuh berserakan,dan apabila lautan dijadikan meluap,

Surat al-Infitar82: 1-3

Apa artinya ini? Nabi Isa al Masih AS menjelaskan dalam minggu terakhirnya. Pertama, sebuah ulasan singkat.

Setelah memasuki Yerusalem pada hari Minggu tanggal 9 Nisan menurut nabi Daniel dan Zakharia, dan kemudian memasuki Rumah Suci pada hari Senin tanggal 10 Nisan sesuai dengan peraturan Nabi Musa AS di Taurat untuk dipilih sebagai domba Allah, Nabi Isa al Masih AS ditolak oleh para pemimpin Yahudi. Bahkan, ketika dia sedang membersihkan Rumah Suci, mereka mulai merencanakan bagaimana cara membunuhnya. Injil mencatat apa yang nabi Isa al Masih lakukan selanjutnya:

Mengutuk Pohon Ara

Dan dia meninggalkan mereka (para pemimpin Yahudi di Rumah Suci pada hari Senin Hari 2, tanggal 10 Nisan) dan pergi ke luar kota ke tempat dia bermalam.

Pagi-pagi sekali (Selasa 11 Nisan, Hari 3), ketika Yesus sedang dalam perjalanan kembali ke kota, ia lapar. Melihat pohon ara di tepi jalan, dia pergi ke sana tetapi tidak menemukan apa pun di sana kecuali daun-daun. Kemudian dia berkata, “Semoga kamu tidak pernah berbuah lagi!” Segera pohon itu layu.

Matius 21: 17-19

Banyak yang bertanya-tanya mengapa Isa al Masih berbicara dan melayukan pohon ara. Injil tidak secara langsung menjelaskan, tetapi para nabi sebelumnya dapat membantu kita memahami. Para nabi ini, ketika peringatan akan datangnya hukuman akan sering menggunakan gambaran pohon ara yang layu. Perhatikan bagaimana gambar pohon ara yang layu digunakan oleh para nabi sebelumnya dalam peringatan mereka:

12 Pohon anggur sudah kering dan pohon ara sudah merana; pohon delima, juga pohon korma dan pohon apel, segala pohon di padang sudah mengering. Sungguh, kegirangan melayu dari antara anak-anak manusia.

Yoel1: 12

   9 “Aku telah memukul kamu dengan hama dan penyakit gandum, telah melayukan taman-tamanmu dan kebun-kebun anggurmu, pohon-pohon ara dan pohon-pohon zaitunmu dimakan habis oleh belalang, namun kamu tidak berbalik kepada-Ku,” demikianlah firman TUHAN.

Amos4: 9

apakah benih masih tinggal tersimpan dalam lumbung, dan apakah pohon anggur dan pohon ara, pohon delima dan pohon zaitun belum berbuah? Mulai dari hari ini Aku akan memberi berkat!”

Hagai 2: 19

   4 Segenap tentara langit akan hancur, dan langit akan digulung seperti gulungan kitab, segala tentara mereka akan gugur seperti daun yang gugur dari pohon anggur, dan seperti gugurnya daun pohon ara.

Yesaya 34: 4

   13 Aku mau memungut hasil mereka, demikianlah firman TUHAN, tetapi tidak ada buah anggur pada pohon anggur, tidak ada buah ara pada pohon ara, dan daun-daunan sudah layu; sebab itu Aku akan menetapkan bagi mereka orang-orang yang akan melindas mereka.”

Yeremia8: 13

Nabi Hosea AS melangkah lebih jauh, menggunakan pohon ara sebagai metafora Israel dan kemudian mengucapkan kutukan:

  9:10 Seperti buah-buah anggur di padang gurun Aku mendapati Israel dahulu; seperti buah sulung sebagai hasil pertama pohon ara Aku melihat nenek moyangmu. Tetapi mereka itu telah pergi kepada Baal-Peor dan telah membaktikan diri kepada dewa keaiban, sehingga mereka menjadi kejijikan sama seperti apa yang mereka cintai itu.

9:11 Kemuliaan Efraim terbang seperti burung: tiada yang melahirkan, yang hamil dan yang mengandung!

9:12 Sekalipun mereka membesarkan anak-anaknya, Aku akan membuat mereka bulus, sehingga tidak ada manusia lagi. Sungguh, celakalah juga mereka pada waktu Aku menjauh dari pada mereka!

9:13 Efraim, seperti yang Aku lihat, telah membuat anak-anaknya menjadi binatang perburuan; Efraim terpaksa menyerahkan anak-anaknya kepada si pembunuh.

9:14 Berilah kepada mereka, ya TUHAN–apakah yang hendak Kauberi? Berilah kepada mereka kandungan yang mandul dan buah dada yang kering.

9:15 Segala kejahatan mereka terjadi di Gilgal, sungguh, di sana Aku mulai membenci mereka. Oleh karena jahatnya perbuatan-perbuatan mereka Aku akan menghalau mereka dari rumah-Ku. Aku tidak akan mengasihi mereka lagi, semua pemuka mereka adalah pemberontak.

9:16 Efraim telah dipukul, akarnya telah menjadi kering, mereka tidak akan menghasilkan buah. Bahkan sekalipun mereka melahirkan anak, Aku akan mematikan buah kandungannya yang berharga.

9:17 Allahku akan membuang mereka, sebab mereka tidak mendengarkan Dia, maka mereka akan mengembara di antara bangsa-bangsa.

Hosea 9: 10-12, 16-17; catatan Ephraim = Israel

Kutukan ini terpenuhi ketika Yerusalem pertama kali dihancurkan pada 586 SM (lihat di sini untuk sejarah orang Yahudi). Ketika nabi Isa al Masih melayukan pohon ara, ia secara simbolis meramalkan kehancuran Yerusalem dan pengasingan Yahudi yang akan datang dari tanah itu.

Setelah mengutuk pohon ara, Isa al Masih melanjutkan ke Kuil, mengajar orang-orang dan berdebat dengan para pemimpin Yahudi. Dia memberi banyak peringatan tentang Penghakiman Allah. Injil mencatat ajaran-ajaran itu dan semuanya ada di sini.

Nabi Meramalkan Tanda-Tanda Kedatangannya Kembali

Nabi Isa al Masih kemudian menyimpulkan dengan nubuat kelam tentang kehancuran Kuil Yahudi di Yerusalem. Pada waktu itu, kuil ini adalah salah satu bangunan paling mengesankan di seluruh Kekaisaran Romawi. Tetapi Injil mencatat bahwa dia melihat kehancurannya. Ini memulai diskusi tentang kedatangannya kembali ke bumi, dan tanda-tanda kedatangannya kembali. Injil mencatat ajarannya

  24:1 Sesudah itu Yesus keluar dari Bait Allah, lalu pergi. Maka datanglah murid-murid-Nya dan menunjuk kepada bangunan-bangunan Bait Allah.

24:2 Ia berkata kepada mereka: “Kamu melihat semuanya itu? Aku berkata kepadamu, sesungguhnya tidak satu batupun di sini akan dibiarkan terletak di atas batu yang lain; semuanya akan diruntuhkan.”

24:3 Ketika Yesus duduk di atas Bukit Zaitun, datanglah murid-murid-Nya kepada-Nya untuk bercakap-cakap sendirian dengan Dia. Kata mereka: “Katakanlah kepada kami, bilamanakah itu akan terjadi dan apakah tanda kedatangan-Mu dan tanda kesudahan dunia?”

Matius24: 1-3

Nabi mulai dengan memprediksi kehancuran total Rumah Suci Yahudi. Kita tahu dari sejarah bahwa ini terjadi pada tahun 70 SM. Kemudian pada malam hari [i] dia meninggalkan Rumah Allah dan berada di Bukit Zaitun di luar kota Yerusalem. Sejak hari Yahudi dimulai saat matahari terbenam, sekarang adalah awal dari hari ke-4 dalam minggu itu, Rabu tanggal 12 Nisan, ketika dia menjawab pertanyaan mereka dan mengajarkan tentang akhir zaman dan kedatangannya kembali.

  24:4 Jawab Yesus kepada mereka: “Waspadalah supaya jangan ada orang yang menyesatkan kamu!

24:5 Sebab banyak orang akan datang dengan memakai nama-Ku dan berkata: Akulah Mesias, dan mereka akan menyesatkan banyak orang.

24:6 Kamu akan mendengar deru perang atau kabar-kabar tentang perang. Namun berawas-awaslah jangan kamu gelisah; sebab semuanya itu harus terjadi, tetapi itu belum kesudahannya.

24:7 Sebab bangsa akan bangkit melawan bangsa, dan kerajaan melawan kerajaan. Akan ada kelaparan dan gempa bumi di berbagai tempat.

24:8 Akan tetapi semuanya itu barulah permulaan penderitaan menjelang zaman baru.

24:9 Pada waktu itu kamu akan diserahkan supaya disiksa, dan kamu akan dibunuh dan akan dibenci semua bangsa oleh karena nama-Ku,

24:10 dan banyak orang akan murtad dan mereka akan saling menyerahkan dan saling membenci.

24:11 Banyak nabi palsu akan muncul dan menyesatkan banyak orang.

24:12 Dan karena makin bertambahnya kedurhakaan, maka kasih kebanyakan orang akan menjadi dingin.

24:13 Tetapi orang yang bertahan sampai pada kesudahannya akan selamat.

24:14 Dan Injil Kerajaan ini akan diberitakan di seluruh dunia menjadi kesaksian bagi semua bangsa, sesudah itu barulah tiba kesudahannya.”

24:15 “Jadi apabila kamu melihat Pembinasa keji berdiri di tempat kudus, menurut firman yang disampaikan oleh nabi Daniel–para pembaca hendaklah memperhatikannya–

24:16 maka orang-orang yang di Yudea haruslah melarikan diri ke pegunungan.

24:17 Orang yang sedang di peranginan di atas rumah janganlah ia turun untuk mengambil barang-barang dari rumahnya,

24:18 dan orang yang sedang di ladang janganlah ia kembali untuk mengambil pakaiannya.

24:19 Celakalah ibu-ibu yang sedang hamil atau yang menyusukan bayi pada masa itu.

24:20 Berdoalah, supaya waktu kamu melarikan diri itu jangan jatuh pada musim dingin dan jangan pada hari Sabat.

24:21 Sebab pada masa itu akan terjadi siksaan yang dahsyat seperti yang belum pernah terjadi sejak awal dunia sampai sekarang dan yang tidak akan terjadi lagi.

24:22 Dan sekiranya waktunya tidak dipersingkat, maka dari segala yang hidup tidak akan ada yang selamat; akan tetapi oleh karena orang-orang pilihan waktu itu akan dipersingkat.

24:23 Pada waktu itu jika orang berkata kepada kamu: Lihat, Mesias ada di sini, atau Mesias ada di sana, jangan kamu percaya.

24:24 Sebab Mesias-mesias palsu dan nabi-nabi palsu akan muncul dan mereka akan mengadakan tanda-tanda yang dahsyat dan mujizat-mujizat, sehingga sekiranya mungkin, mereka menyesatkan orang-orang pilihan juga.

24:25 Camkanlah, Aku sudah mengatakannya terlebih dahulu kepadamu.

24:26 Jadi, apabila orang berkata kepadamu: Lihat, Ia ada di padang gurun, janganlah kamu pergi ke situ; atau: Lihat, Ia ada di dalam bilik, janganlah kamu percaya.

24:27 Sebab sama seperti kilat memancar dari sebelah timur dan melontarkan cahayanya sampai ke barat, demikian pulalah kelak kedatangan Anak Manusia.

24:28 Di mana ada bangkai, di situ burung nazar berkerumun.”

24:29 “Segera sesudah siksaan pada masa itu, matahari akan menjadi gelap dan bulan tidak bercahaya dan bintang-bintang akan berjatuhan dari langit dan kuasa-kuasa langit akan goncang.

24:30 Pada waktu itu akan tampak tanda Anak Manusia di langit dan semua bangsa di bumi akan meratap dan mereka akan melihat Anak Manusia itu datang di atas awan-awan di langit dengan segala kekuasaan dan kemuliaan-Nya.

24:31 Dan Ia akan menyuruh keluar malaikat-malaikat-Nya dengan meniup sangkakala yang dahsyat bunyinya dan mereka akan mengumpulkan orang-orang pilihan-Nya dari keempat penjuru bumi, dari ujung langit yang satu ke ujung langit yang lain.

Matius24: 4-31

Di sini nabi Isa al Masih memandang melewati penghancuran Rumah Suci yang akan datang. Dia mengajarkan bahwa periode dari penghancuran Rumah Suci hingga kedatangnnya kembali akan ditandai dengan meningkatnya kejahatan, gempa bumi, kelaparan, perang, dan penganiayaan terhadap para pengikutnya. Meski begitu, ia meramalkan bahwa Injil akan ‘diajarkan di seluruh dunia’ (ayat 14). Ketika dunia mempelajari tentang al Masih, akan ada semakin banyak nabi palsu dan klaim palsu tentang dia dan kedatangannya kembali. Tanda sebenarnya dari kedatangannya di tengah-tengah perang, kekacauan, dan kesusahan adalah gangguan yang tak terbantahkan terhadap matahari, bulan, dan bintang-bintang. Entah bagaimana mereka akan menjadi gelap.

Kita bisa melihat bahwa perang, kesusahan dan gempa bumi meningkat – sehingga waktu kedatangannya kembali semakin dekat. Tetapi masih belum ada kekacauan di surga – jadi dia belum kembali. Tapi seberapa dekat kita? Untuk menjawab pertanyaan ini, Isa al Masih melanjutkan


24:32 Tariklah pelajaran dari perumpamaan tentang pohon ara: Apabila ranting-rantingnya melembut dan mulai bertunas, kamu tahu, bahwa musim panas sudah dekat.

24:33 Demikian juga, jika kamu melihat semuanya ini, ketahuilah, bahwa waktunya sudah dekat, sudah di ambang pintu.

24:34 Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya angkatan ini tidak akan berlalu, sebelum semuanya ini terjadi.

24:35 Langit dan bumi akan berlalu, tetapi perkataan-Ku tidak akan berlalu.

Matius24: 32-35

Ingat pohon ara, lambang Israel, yang telah ia kutuk dan layu sehari sebelumnya? Ketika Rumah Suci dihancurkan pada tahun 70 M, pelayuan Israel terjadi dan tetap layu selama ribuan tahun. Nabi memberi tahu kita untuk mencari pucuk-pucuk hijau dan dedaunan yang keluar dari pohon ara – dan kemudian kita akan tahu waktunya akan “dekat”. Dalam 70 tahun terakhir kita semua telah menyaksikan ‘pohon ara’ ini mulai menghijau dan menumbuhkan daun lagi. Ini dimulainya kelahiran kembali Israel modern, dan berlanjut ketika orang-orang Yahudi mulai kembali ke Israel, memulai irigasi dan lahan pertanian lagi. Memang benar, ini telah menambah perang, kesusahan dan kesulitan bagi banyak orang di zaman kita, tetapi ini seharusnya tidak mengejutkan kita karena nabi telah memperingatkan tentang hal ini dalam pengajarannya. Dalam banyak hal, masih ada kematian pada ‘pohon’ ini, tetapi daun pohon ara mulai menghijau.

Ini seharusnya membuat kita berhati-hati dan waspada di zaman kita karena Nabi memperingatkan kita dari kelalaian dan keacuhan mengenai kedatangnnya kembali.

24:36 Tetapi tentang hari dan saat itu tidak seorangpun yang tahu, malaikat-malaikat di sorga tidak, dan Anakpun tidak, hanya Bapa sendiri.”

24:37 “Sebab sebagaimana halnya pada zaman Nuh, demikian pula halnya kelak pada kedatangan Anak Manusia.

24:38 Sebab sebagaimana mereka pada zaman sebelum air bah itu makan dan minum, kawin dan mengawinkan, sampai kepada hari Nuh masuk ke dalam bahtera,

24:39 dan mereka tidak tahu akan sesuatu, sebelum air bah itu datang dan melenyapkan mereka semua, demikian pulalah halnya kelak pada kedatangan Anak Manusia.

24:40 Pada waktu itu kalau ada dua orang di ladang, yang seorang akan dibawa dan yang lain akan ditinggalkan;

24:41 kalau ada dua orang perempuan sedang memutar batu kilangan, yang seorang akan dibawa dan yang lain akan ditinggalkan.

24:42 Karena itu berjaga-jagalah, sebab kamu tidak tahu pada hari mana Tuhanmu datang.

24:43 Tetapi ketahuilah ini: Jika tuan rumah tahu pada waktu mana pada malam hari pencuri akan datang, sudahlah pasti ia berjaga-jaga, dan tidak akan membiarkan rumahnya dibongkar.

24:44 Sebab itu, hendaklah kamu juga siap sedia, karena Anak Manusia datang pada saat yang tidak kamu duga.”

24:45 “Siapakah hamba yang setia dan bijaksana, yang diangkat oleh tuannya atas orang-orangnya untuk memberikan mereka makanan pada waktunya?

24:46 Berbahagialah hamba, yang didapati tuannya melakukan tugasnya itu, ketika tuannya itu datang.

24:47 Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya tuannya itu akan mengangkat dia menjadi pengawas segala miliknya.

24:48 Akan tetapi apabila hamba itu jahat dan berkata di dalam hatinya:

24:49 Tuanku tidak datang-datang, lalu ia mulai memukul hamba-hamba lain, dan makan minum bersama-sama pemabuk-pemabuk,

24:50 maka tuan hamba itu akan datang pada hari yang tidak disangkakannya, dan pada saat yang tidak diketahuinya,

24:51 dan akan membunuh dia dan membuat dia senasib dengan orang-orang munafik. Di sanalah akan terdapat ratapan dan kertakan gigi.”

Matius24: 36-51

Isa al Masih terus mengajarkan dalam Injil tentang kedatangannya kembali dan kaitannya ada di sini.

Ringkasan Hari 3 dan Hari 4

Garis waktu yang diperbarui menunjukkan bagaimana nabi Isa al Masih mengutuk pohon ara pada Hari 3 – Selasa – menjelang perdebatan panjang dengan para pemimpin Yahudi. Tindakan ini secara simbolis adalah ramalan Israel. Kemudian, pada hari Rabu, Hari 4, ia menggambarkan tanda-tanda kedatangannya kembali – yang terbesar adalah gelapnya semua benda langit.

https://lh4.googleusercontent.com/_7ssXyysDcR87DqdgJCDmYfTT0eqbVcDGJdIvjcLuCq01ZolCyyRTpP6xWeQw-0QOFlgU_q4qh_N-UVJCowcdp4CqtRzV2DrwEh5ZjmIR_WVW8LvjlVXdGcIAuAJBBp6AfZ_E8ts

Tanda-tanda Isa al Masih pada Hari 3 dan 4 dari minggu terakhirnya dibandingkan dengan peraturan Taurat

Kemudian dia memperingatkan kita semua untuk berhati-hati mengawasi kedatangannya kembali. Karena sekarang kita dapat melihat pohon ara menjadi hijau lagi, kita harus hidup dengan hati-hati dan waspada.

Injil mencatat selanjutnya bagaimana Setan (Iblis) bergerak melawan nabi pada Hari 5, yang kita lihat selanjutnya.

[i] Menggambarkan setiap hari dalam minggu itu, kitab Lukas merangkum bahwa:

Lukas21: 37

Hari 2: Isa al Masih dipilih – di mana Al-Aqsa dan Kubah Batu berada saat ini

Mengapa lokasi Al-Aqsa (Masjid al-Aqṣa atau Baytul Maqdis) dan Kubah Batu (Qubbat al-Sakhrah) di Yerusalem begitu istimewa? Banyak peristiwa suci telah terjadi di sana tetapi sedikit yang tahu apa yang terjadi pada nabi Isa al Masih AS di tempat suci ini.

Untuk lebih memahami tantangan yang dihadapi Nabi Isa al Masih AS di Yerusalem kita membandingkannya dengan tantangan yang dihadapi Nabi Muhammad SAW di Mekah. Surah Al-Fath [48] mengatakan tentang orang-orang Quraisy yang menjaga pintu masuk ke Ka’bah.

 Merekalah orang-orang kafir yang menghalang-halangi kamu (masuk) Masjidilharam dan menghambat hewan-hewan kurban sampai ke tempat (penyembelihan)nya. Dan kalau bukanlah karena ada beberapa orang beriman laki-laki dan perempuan yang tidak kamu ketahui, tentulah kamu akan membunuh mereka yang menyebabkan kamu ditimpa kesulitan tanpa kamu sadari. Karena Allah hendak memasukkan siapa yang Dia kehendaki ke dalam rahmat-Nya. Sekiranya mereka terpisah, tentu Kami akan mengazab orang-orang yang kafir di antara mereka dengan azab yang pedih.

Surat Al-Fath 48:25

Orang Quraisy menghalangi nabi SAW dan para pengikutnya dari Masjid Suci dan tempat pengorbanan di Mekah. Di Kuil suci dan tempat pengorbanan di Yerusalem sesuatu yang serupa terjadi pada zaman Isa al Masih AS. Para pemimpin agama telah menciptakan sistem jual-beli hewan kurban, yang membutuhkan pertukaran uang untuk para penyembah yang datang dari jauh. Ini menghambat ibadah sejati di Kuil. Tetapi Rumah Suci telah dibangun untuk membuat TUHAN dikenal di antara bangsa-bangsa – tidak menyembunyikan Dia dari mereka. Isa al Masih AS meneruskan untuk memperbaiki situasi, yang mengakibatkan dia menghadapi tantangan orang-orang kafir yang diceritakan dalam Surah At Taghabun [64].

Nabi baru saja memasuki Yerusalem pada hari yang tepat dinubuatkan ratusan tahun sebelumnya, mengungkapkan dirinya sebagai al-Masih dan cahaya bagi bangsa-bangsa. Tanggal itu, dalam kalender Yahudi, adalah hari Minggu, tanggal 9 Nisan, hari pertama Minggu Suci. Karena peraturan di Taurat, hari berikutnya, tanggal 10 Nisan, adalah hari yang unik dalam kalender Yahudi. Jauh sebelumnya, Taurat mencatat Nabi Musa (AS) mempersiapkan gangguan yang ke-10 melawan Firaun ketika ia diarahkan oleh Allah:

  12:1 Berfirmanlah TUHAN kepada Musa dan Harun di tanah Mesir:

12:2 “Bulan inilah akan menjadi permulaan segala bulan bagimu; itu akan menjadi bulan pertama bagimu tiap-tiap tahun.

12:3 Katakanlah kepada segenap jemaah Israel: Pada tanggal sepuluh bulan ini diambillah oleh masing-masing seekor anak domba, menurut kaum keluarga, seekor anak domba untuk tiap-tiap rumah tangga.

Keluaran 12: 1-3

Pada waktu itu Nisan adalah bulan pertama tahun Yahudi. Jadi, setiap 10 Nisan sejak nabi Musa, setiap keluarga Yahudi akan memilih seekor domba untuk festival Paskah yang akan datang – itu hanya bisa dilakukan hari itu. Pada zaman Nabi Isa al Masih orang-orang Yahudi memilih domba Paskah di Kuil mereka di Yerusalem – lokasi yang sama di mana 2000 tahun sebelum Nabi Ibrahim (AS) telah diuji dalam pengorbanan putranya. Sekarang, ini adalah lokasi Masjid Al-Aqsa dan Kubah Batu. Jadi di suatu lokasi tertentu (di mana Al-Aqsa dan Kubah Batu berada hari ini dan di mana Kuil Yahudi berada pada zaman nabi Isa al Masih), pada satu hari khusus tahun Yahudi (Nisan 10), orang-orang Yahudi akan memilih domba Paskah untuk setiap keluarga (orang miskin akan memilih merpati). Seperti yang Anda bayangkan, banyaknya orang dan hewan, kebisingan para penukar barang, pertukaran mata uang asing (karena orang-orang Yahudi datang dari banyak lokasi) akan menjadikan Kuil pada tanggal 10 Nisan seperti pasar yang hiruk pikuk. Injil mencatat apa yang dilakukan Nabi Isa al Masih pada hari itu. Ketika bagian ini merujuk pada ‘hari berikutnya’ ini adalah hari setelah kerajaannya masuk ke Yerusalem, tanggal 10 Nisan – hari yang tepat ketika domba Paskah dipilih di Rumah Suci.


11:11 Sesampainya di Yerusalem Ia masuk ke Bait Allah. Di sana Ia meninjau semuanya, tetapi sebab hari sudah hampir malam Ia keluar ke Betania bersama dengan kedua belas murid-Nya.

11:12 Keesokan harinya sesudah Yesus dan kedua belas murid-Nya meninggalkan Betania, Yesus merasa lapar.

11:13 Dan dari jauh Ia melihat pohon ara yang sudah berdaun. Ia mendekatinya untuk melihat kalau-kalau Ia mendapat apa-apa pada pohon itu. Tetapi waktu Ia tiba di situ, Ia tidak mendapat apa-apa selain daun-daun saja, sebab memang bukan musim buah ara.

11:14 Maka kata-Nya kepada pohon itu: “Jangan lagi seorangpun makan buahmu selama-lamanya!” Dan murid-murid-Nyapun mendengarnya.

11:15 Lalu tibalah Yesus dan murid-murid-Nya di Yerusalem. Sesudah Yesus masuk ke Bait Allah, mulailah Ia mengusir orang-orang yang berjual beli di halaman Bait Allah. Meja-meja penukar uang dan bangku-bangku pedagang merpati dibalikkan-Nya,

11:16 dan Ia tidak memperbolehkan orang membawa barang-barang melintasi halaman Bait Allah.

11:17 Lalu Ia mengajar mereka, kata-Nya: “Bukankah ada tertulis: Rumah-Ku akan disebut rumah doa bagi segala bangsa? Tetapi kamu ini telah menjadikannya sarang penyamun!”

Markus 11: 11-17

Pada tingkat manusia, nabi Isa al Masih pergi ke Rumah Suci pada hari Senin (Hari ke-2 dari minggu suci), Nisan 10, dan menghentikan kegiatan komersial. Jual-beli telah menciptakan penghalang bagi doa ke surga, khususnya bagi bangsa-bangsa lain. Nabi adalah Cahaya bagi bangsa-bangsa ini, maka ia mematahkan penghalang antara bumi dan surga dengan menghentikan kegiatan komersial. Tetapi sesuatu yang tak terlihat juga terjadi pada saat bersamaan. Kita bisa memahami ini dari sebutan yang telah diberikan Nabi Yahya (AS) kepada Isa al Masih. Dalam mengumumkannya, Nabi Yahya telah mengatakan:

1:29 Pada keesokan harinya Yohanes melihat Yesus datang kepadanya dan ia berkata: “Lihatlah Anak domba Allah, yang menghapus dosa dunia.

Yohanes1: 29

Nabi Isa al Masih adalah ‘Anak Domba Allah’. Dalam pengorbanan Ibrahim, Allah adalah orang yang telah memilih domba untuk Ibrahim yang menggantikan putranya dengan menangkapnya di semak-semak. Inilah sebabnya Idul Adha dirayakan hari ini. Kuil itu berada di lokasi ini di mana domba itu telah dipilih – di mana al-Aqsa dan Kubah Batu berada saat ini. Ketika Nabi Isa al Masih pergi ke Rumah Suci pada tanggal 10 Nisan ia dipilih oleh Allah sebagai Domba Paskah-Nya. Dia harus berada di Rumah Suci pada hari yang tepat ini untuk dipilih – dan memang dia disana.

Tujuan Isa sebagai Domba Paskah

Untuk apa ia dipilih sebagai domba Paskah? Ajaran Isa memberikan jawabannya. Ketika dia berkata, “Rumahku akan disebut rumah doa untuk semua bangsa”, ia mengutip dari Nabi Yesaya (AS). Inilah bagian lengkapnya (apa yang dikatakan nabi ditandai dengan warna merah).

  
56:6 Dan orang-orang asing yang menggabungkan diri kepada TUHAN untuk melayani Dia, untuk mengasihi nama TUHAN dan untuk menjadi hamba-hamba-Nya, semuanya yang memelihara hari Sabat dan tidak menajiskannya, dan yang berpegang kepada perjanjian-Ku,

56:7 mereka akan Kubawa ke gunung-Ku yang kudus dan akan Kuberi kesukaan di rumah doa-Ku. Aku akan berkenan kepada korban-korban bakaran dan korban-korban sembelihan mereka yang dipersembahkan di atas mezbah-Ku, sebab rumah-Ku akan disebut rumah doa bagi segala bangsa.

Yesaya56: 6-7
https://lh6.googleusercontent.com/xkev6TCoITl9fkHSg1S038Q6DHv2r1JbhkiwMW3bNPQKhn5d_HvkhXvKoOHI00R6dA_RhotKW3DPvsUx6E2ngKFPzr7mGcLT1GhzBrvQWMpMLPEVRZ0SYssruHBqjm1J_F1vomJz

Garis Waktu Sejarah Nabi Yesaya (AS) dengan beberapa nabi lainnya di Zabur

‘Gunung Suci’ yang ditulis oleh Yesaya adalah Gunung Moriah, tempat Nabi Ibrahim mengorbankan domba yang dipilih oleh Allah sebagai ganti putranya. ‘Rumah doa’ adalah Kuil yang dimasuki Isa al Masih pada tanggal 10 Nisan. Bagi orang Yahudi, lokasi dan tanggal festival menggabungkan pengorbanan Ibrahim dan Paskah Musa. Namun, hanya orang Yahudi yang bisa berkorban di Kuil dan merayakan Paskah. Tetapi Yesaya telah menulis bahwa ‘orang asing’ (non-Yahudi) suatu hari akan melihat bahwa ‘korban bakaran dan pengorbanan mereka akan diterima’. Dengan mengutip nabi Yesaya, Isa mengumumkan bahwa pekerjaannya akan mendapatkan sebuah penerimaan untuk orang non-Yahudi. Dia tidak menjelaskan pada titik ini bagaimana dia akan melakukan ini. Tetapi ketika kita melanjutkan kisah itu, kita akan belajar bahkan ketika kita tahu sekarang bahwa Allah mempunyai rencana untuk memberkati Anda dan saya.

Hari-hari berikutnya di Pekan Suci

Setelah orang-orang Yahudi memilih domba-domba mereka pada tanggal 10 Nisan, peraturan dalam Taurat memerintahkan mereka untuk:


12:6 Kamu harus mengurungnya sampai hari yang keempat belas bulan ini; lalu seluruh jemaah Israel yang berkumpul, harus menyembelihnya pada waktu senja.

Keluaran 12: 6

Setelah Paskah pertama pada zaman nabi Musa, orang-orang Yahudi mengorbankan domba-domba Paskah mereka setiap tanggal 14 Nisan. Kita tambahkan ‘menjaga domba-domba’ dan pengorbanan mereka ke Peraturan Taurat dalam garis waktu selama seminggu. Di bagian bawah garis waktu, kita tambahkan kegiatan nabi untuk Hari ke-2 minggu ini – pembersihan Rumah Suci dan pilihannya sebagai domba Paskah Allah.

https://lh5.googleusercontent.com/Jmcts8nFsCY2IJsW33r-dXgBuxFS43jYG8lNzXDoTfnXf71z-1g5R7i_3vLtMGuFeEC4DO5o6jVKq0NQp2sJLBtwNYa8Ak_uf24Dy9O3sDzg4qydTrM5Xro17C7fGiiWFIk0QecV

Kegiatan Nabi Isa al Masih pada hari Senin – Hari 2 – dibandingkan dengan peraturan-peraturan di Taurat

Ketika nabi Isa al Masih AS masuk dan membersihkan Rumah Suci, ini juga berdampak pada tingkat manusia. Injil berlanjut dengan menyatakan:


11:18 Imam-imam kepala dan ahli-ahli Taurat mendengar tentang peristiwa itu, dan mereka berusaha untuk membinasakan Dia, sebab mereka takut kepada-Nya, melihat seluruh orang banyak takjub akan pengajaran-Nya.

Markus 11:18

Dalam membersihkan Kuil dia menjadi target para pemimpin Yahudi untuk dibunuh.

Mereka mulai dengan menantang nabi. Injil menceritakan bahwa pada hari berikutnya …


11:27 Lalu Yesus dan murid-murid-Nya tiba pula di Yerusalem. Ketika Yesus berjalan di halaman Bait Allah, datanglah kepada-Nya imam-imam kepala, ahli-ahli Taurat dan tua-tua,

11:28 dan bertanya kepada-Nya: “Dengan kuasa manakah Engkau melakukan hal-hal itu? Dan siapakah yang memberikan kuasa itu kepada-Mu, sehingga Engkau melakukan hal-hal itu?”

Markus 11: 27-28

Surat at-Taghabun mengingatkan kita bahwa tantangan semacam ini diberikan kepada para nabi pada saat itu.

Apakah belum sampai kepadamu (orang-orang kafir) berita orang-orang kafir dahulu? Maka mereka telah menerima akibat buruk dari tindakannya dan mereka memperoleh azab yang pedihYang demikian itu karena kompilasi rasul-rasul datang kepada mereka (membawa) keterangan-ke-terangan lalu mereka berkata, “Apakah manusia dapat mencari bantuan kepada kami?” Lalu mereka ingkar dan berpaling; padahal Allah tidak membutuhkan (mereka). Dan Allah Mahakaya, Maha Terpuji.Orang-orang yang kafir mengira, bahwa mereka tidak akan dibangkitkan. Katakanlah (Muhammad), “Tidak demikian, demi Tuhanku, kamu pasti dibangkitkan, kemudian diberitakan semua yang telah kamu kerjakan.” Dan yang demikian itu mudah bagi Allah.

Surat at-Taghabun: 64: 5-7

Isa al Masih AS, harus membuktikan wewenagnya (otoritasnya) dengan ujian terberat, ujian yang sering dilakukan oleh orang-orang yang tidak beriman dalam menantang para nabi, sebagaimana Surah at-Taghabun ceritakan. Ini akan menjadi Tanda Jelas yang menunjukkan bahwa nabi itu tidak hanya bertindak dengan wewenang ‘manusia biasa’. Sebagaimana at-Taghabun perjelas, ujian itu yiatu harus dibangkitkan dari kematian. Tetapi pertama-tama, beberapa peristiwa lagi harus terjadi pada minggu yang amat penting itu.

Kita ikuti bagaimana persekongkolan-persesengkolan dari pihak berwenang, tindakan nabi, dan peraturan dari Taurat yang digabung bersama ketika kita lihat peristiwa pada Hari 3 & 4 berikutnya.

Hari 1: Isa al Masih – Cahaya bagi Bangsa-Bangsa

Masuknya Minggu pra-Paskah Isa al Masih ke Yerusalem memulai minggu terakhirnya. Surat Al-Anbiya’ [21] memberi tahu kita bahwa:

Dan (ingatlah kisah Maryam) yang memelihara kehormatannya, lalu Kami tiupkan (roh) dari Kami ke dalam (tubuh)nya; Kami jadikan dia dan anaknya sebagai tanda (kebesaran Allah) bagi seluruh alam.

Surat Al-Anbiya’ 21: 91

Surat Al-Anbiya’ dengan jelas mengatakan bahwa Allah menjadikan Isa al Masih AS sebagai tanda untuk semua orang, bukan hanya untuk sebagian orang seperti Kristen atau Yahudi. Bagaimana nabi Isa al Masih membuat ‘tanda’ bagi kita semua? Penciptaan dunia oleh Allah adalah universal untuk semua orang. Jadi pada setiap hari minggu terakhir ini Isa al Masih AS berbicara dan bertindak dengan cara yang menunjuk kembali ke enam hari Penciptaan (Al-Qur’an dan Taurat mengajarkan bahwa Allah menciptakan segalanya dalam enam hari).

Kita mulai jalani setiap hari di minggu terakhir Isa al Masih, dengan memperhatikan bagaimana semua pengajaran dan tindakannya mengarah pada tanda-tanda penciptaan. Ini akan menunjukkan bahwa peristiwa setiap hari dalam minggu ini telah ditakdirkan oleh Allah sejak awal waktu – bukan oleh gagasan manusia karena manusia tidak dapat mengoordinasikan peristiwa yang dipisahkan dalam rentang ribuan tahun. Kita mulai pada hari Minggu – Hari Pertama.

Hari Pertama – Cahaya dalam Kegelapan

Surah An-Nur [24] memberikan perumpamaan ‘Cahaya’. Ini menyatakan:

Allah (pemberi) cahaya (kepada) langit dan bumi. Perumpamaan cahaya-Nya, seperti sebuah lubang yang tidak tembus, yang di dalamnya ada pelita besar. Pelita itu di dalam tabung kaca (dan) tabung kaca itu bagaikan bintang yang berkilauan, yang dinyalakan dengan minyak dari pohon yang diberkahi, (yaitu) pohon zaitun yang tumbuh tidak di timur dan tidak pula di barat, yang minyaknya (saja) hampir-hampir menerangi, walaupun tidak disentuh api. Cahaya di atas cahaya (berlapis-lapis), Allah memberi petunjuk kepada cahaya-Nya bagi orang yang Dia kehendaki, dan Allah membuat perumpamaan-perumpamaan bagi manusia. Dan Allah Maha Mengetahui segala sesuatu.

Surah An-Nur24: 35

Perumpamaan ini merujuk kembali pada Hari Pertama Penciptaan ketika Allah menciptakan Cahaya. Taurat menyatakan:

  1:1 Pada mulanya Allah menciptakan langit dan bumi.

1:2 Bumi belum berbentuk dan kosong; gelap gulita menutupi samudera raya, dan Roh Allah melayang-layang di atas permukaan air.

1:3 Berfirmanlah Allah: “Jadilah terang.” Lalu terang itu jadi.

1:4 Allah melihat bahwa terang itu baik, lalu dipisahkan-Nyalah terang itu dari gelap.

1:5 Dan Allah menamai terang itu siang, dan gelap itu malam. Jadilah petang dan jadilah pagi, itulah hari pertama.

1:6 Berfirmanlah Allah: “Jadilah cakrawala di tengah segala air untuk memisahkan air dari air.”

Kejadian1: 3-6

Allah berfirman Cahaya menjadi ada pada Hari Pertama Penciptaan untuk menghilangkan kegelapan. Sebagai tanda untuk menunjukkan bahwa peristiwa-peristiwa pada jam itu direncanakan sejak Hari Pertama Penciptaan, Al Masih berbicara tentang dirinya sebagai Cahaya yang mengusir kegelapan.

Cahaya bersinar pada bangsa-bangsa lain (yang bukan Yahudi)

Nabi Isa al Masih AS baru saja memasuki Yerusalem menunggang seekor keledai sebagaimana nabi Zakharia AS telah ramalkan 500 tahun sebelumnya, melakukannya pada hari yang tepat sesuai dengan ramalan nabi Daniel PBUH 550 tahun sebelumnya. Orang-orang Yahudi telah datang dari banyak negara untuk festival Paskah yang akan datang sehingga Yerusalem dipenuhi oleh peziarah Yahudi (seperti Mekah pada saat musim haji). Karena itu, kedatangan nabi telah menimbulkan kegemparan di antara orang-orang Yahudi. Tetapi bukan hanya orang-orang Yahudi yang memperhatikan kedatangan Isa al Masih. Injil mencatat apa yang terjadi tepat setelah ia memasuki Yerusalem.

   12:20 Di antara mereka yang berangkat untuk beribadah pada hari raya itu, terdapat beberapa orang Yunani.

12:21 Orang-orang itu pergi kepada Filipus, yang berasal dari Betsaida di Galilea, lalu berkata kepadanya: “Tuan, kami ingin bertemu dengan Yesus.”

12:22 Filipus pergi memberitahukannya kepada Andreas; Andreas dan Filipus menyampaikannya pula kepada Yesus.

Yohanes 12: 20-22

Penghalang antara orang Yunani dan Yahudi pada zaman Nabi

Sangat tidak lumrah bagi orang Yunani, (yaitu orang-orang yang bukan Yahudi), berada di sebuah festival Yahudi. Orang-orang Yunani dan Romawi pada waktu itu, karena mereka percaya pada banyak tuhan (politeis), dianggap najis dan dijauhi oleh orang Yahudi. Dan kebanyakan orang Yunani hanya menganggap agama Yahudi yang percaya satu Tuhan (yang tak terlihat) dan festivalnya menjadi bodoh. Pada saat itu, hanya orang Yahudi yang percaya satu tuhan (monoteis). Jadi orang-orang ini secara teratur tetap terpisah satu sama lain. Karena masyarakat non-Yahudi, berlipat kali lebih besar daripada masyarakat Yahudi, orang-orang Yahudi hidup dalam semacam isolasi dari sebagian besar dunia. Agama mereka yang berbeda, pola makan halal, buku kenabian yang eksklusif telah menciptakan penghalang antara orang Yahudi dan orang bukan Yahudi, yang mana masing-masing pihak saling memusuhi.

Di zaman kita sekarang, yang mana politeisme dan penyembahan berhala telah ditolak oleh sebagian besar dunia, kita dapat dengan mudah melupakan betapa berbedanya hal ini pada masa Nabi ini. Bahkan, pada zaman Ibrahim AS, hampir semua orang selain nabi itu sendiri adalah penyembah berhala. Pada masa Nabi Musa AS, semua bangsa menyembah berhala, yang mana Firaun sendiri menyatakan sebagai salah satu tuhan. Bangsa Israel adalah ibarat sebuah pulau kecil monoteisme di lautan penyembahan berhala dari semua bangsa di sekitarnya. Tetapi nabi Yesaya AS (750 SM) telah diizinkan untuk melihat ke masa depan dan dia meramalkan perubahan untuk semua bangsa ini. Dia telah menulis:

  49:1 Dengarkanlah aku, hai pulau-pulau, perhatikanlah, hai bangsa-bangsa yang jauh! TUHAN telah memanggil aku sejak dari kandungan telah menyebut namaku sejak dari perut ibuku.

49:2 Ia telah membuat mulutku sebagai pedang yang tajam dan membuat aku berlindung dalam naungan tangan-Nya. Ia telah membuat aku menjadi anak panah yang runcing dan menyembunyikan aku dalam tabung panah-Nya.

49:3 Ia berfirman kepadaku: “Engkau adalah hamba-Ku, Israel, dan olehmu Aku akan menyatakan keagungan-Ku.”

49:4 Tetapi aku berkata: “Aku telah bersusah-susah dengan percuma, dan telah menghabiskan kekuatanku dengan sia-sia dan tak berguna; namun, hakku terjamin pada TUHAN dan upahku pada Allahku.”

49:5 Maka sekarang firman TUHAN, yang membentuk aku sejak dari kandungan untuk menjadi hamba-Nya, untuk mengembalikan Yakub kepada-Nya, dan supaya Israel dikumpulkan kepada-Nya–maka aku dipermuliakan di mata TUHAN, dan Allahku menjadi kekuatanku–,firman-Nya:

49:6 “Terlalu sedikit bagimu hanya untuk menjadi hamba-Ku, untuk menegakkan suku-suku Yakub dan untuk mengembalikan orang-orang Israel yang masih terpelihara. Tetapi Aku akan membuat engkau menjadi terang bagi bangsa-bangsa supaya keselamatan yang dari pada-Ku sampai ke ujung bumi.”

Yesaya 49: 1, 5-6

  60:1 Bangkitlah, menjadi teranglah, sebab terangmu datang, dan kemuliaan TUHAN terbit atasmu.

60:2 Sebab sesungguhnya, kegelapan menutupi bumi, dan kekelaman menutupi bangsa-bangsa; tetapi terang TUHAN terbit atasmu, dan kemuliaan-Nya menjadi nyata atasmu.

60:3 Bangsa-bangsa berduyun-duyun datang kepada terangmu, dan raja-raja kepada cahaya yang terbit bagimu.

Yesaya 60: 1-3

Jadi nabi Yesaya telah menubuatkan bahwa ‘hamba’ Tuhan yang akan datang, kendati Yahudi (‘suku-suku Yakub’) akan menjadi ‘cahaya bagi bangsa-bangsa lain’ yang bukan Yahudi dan cahaya ini akan sampai ke ujung-unjung bumi. Tetapi bagaimana ini bisa terjadi dengan adanya penghalang antara orang-orang Yahudi dan orang-orang bukan Yahudi yang berlangsung ratusan tahun?

Hari itu ketika nabi Isa memasuki Yerusalem cahaya mulai menarik orang-orang bukan Yahudi yang kita lihat beberapa orang mendekati nabi. Di sini, di festival Yahudi ini orang-orang Yunani telah melakukan perjalanan ke Yerusalem untuk belajar tentang nabi Isa al Masih AS. Tetapi apakah mereka, yang dianggap haram oleh orang-orang Yahudi, dapat melihat nabi? Mereka bertanya kepada teman-teman Isa, yang membawa permintaan itu kepada nabi. Apa yang akan dia katakan? Apakah dia akan mengizinkan orang-orang Yunani ini, yang tahu sedikit tentang agama yang baik, untuk bertemu dengannya? Injil berlanjut

12:23 Tetapi Yesus menjawab mereka, kata-Nya: “Telah tiba saatnya Anak Manusia dimuliakan.

12:24 Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya jikalau biji gandum tidak jatuh ke dalam tanah dan mati, ia tetap satu biji saja; tetapi jika ia mati, ia akan menghasilkan banyak buah.

12:25 Barangsiapa mencintai nyawanya, ia akan kehilangan nyawanya, tetapi barangsiapa tidak mencintai nyawanya di dunia ini, ia akan memeliharanya untuk hidup yang kekal.

12:26 Barangsiapa melayani Aku, ia harus mengikut Aku dan di mana Aku berada, di situpun pelayan-Ku akan berada. Barangsiapa melayani Aku, ia akan dihormati Bapa.

12:27 Sekarang jiwa-Ku terharu dan apakah yang akan Kukatakan? Bapa, selamatkanlah Aku dari saat ini? Tidak, sebab untuk itulah Aku datang ke dalam saat ini.

12:28 Bapa, muliakanlah nama-Mu!” Maka terdengarlah suara dari sorga: “Aku telah memuliakan-Nya, dan Aku akan memuliakan-Nya lagi!”

12:29 Orang banyak yang berdiri di situ dan mendengarkannya berkata, bahwa itu bunyi guntur. Ada pula yang berkata: “Seorang malaikat telah berbicara dengan Dia.”

12:30 Jawab Yesus: “Suara itu telah terdengar bukan oleh karena Aku, melainkan oleh karena kamu.

12:31 Sekarang berlangsung penghakiman atas dunia ini: sekarang juga penguasa dunia ini akan dilemparkan ke luar;

12:32 dan Aku, apabila Aku ditinggikan dari bumi, Aku akan menarik semua orang datang kepada-Ku.”

12:33 Ini dikatakan-Nya untuk menyatakan bagaimana caranya Ia akan mati.

12:34 Lalu jawab orang banyak itu: “Kami telah mendengar dari hukum Taurat, bahwa Mesias tetap hidup selama-lamanya; bagaimana mungkin Engkau mengatakan, bahwa Anak Manusia harus ditinggikan? Siapakah Anak Manusia itu?”

12:35 Kata Yesus kepada mereka: “Hanya sedikit waktu lagi terang ada di antara kamu. Selama terang itu ada padamu, percayalah kepadanya, supaya kegelapan jangan menguasai kamu; barangsiapa berjalan dalam kegelapan, ia tidak tahu ke mana ia pergi.

12:36 Percayalah kepada terang itu, selama terang itu ada padamu, supaya kamu menjadi anak-anak terang.” Sesudah berkata demikian, Yesus pergi bersembunyi dari antara mereka.

12:37 Dan meskipun Yesus mengadakan begitu banyak mujizat di depan mata mereka, namun mereka tidak percaya kepada-Nya,

12:38 supaya genaplah firman yang disampaikan oleh nabi Yesaya: “Tuhan, siapakah yang percaya kepada pemberitaan kami? Dan kepada siapakah tangan kekuasaan Tuhan dinyatakan?”

12:39 Karena itu mereka tidak dapat percaya, sebab Yesaya telah berkata juga:

12:40 “Ia telah membutakan mata dan mendegilkan hati mereka, supaya mereka jangan melihat dengan mata, dan menanggap dengan hati, lalu berbalik, sehingga Aku menyembuhkan mereka.”

12:41 Hal ini dikatakan oleh Yesaya, karena ia telah melihat kemuliaan-Nya dan telah berkata-kata tentang Dia.

12:42 Namun banyak juga di antara pemimpin yang percaya kepada-Nya, tetapi oleh karena orang-orang Farisi mereka tidak mengakuinya berterus terang, supaya mereka jangan dikucilkan.

12:43 Sebab mereka lebih suka akan kehormatan manusia dari pada kehormatan Allah.

12:44 Tetapi Yesus berseru kata-Nya: “Barangsiapa percaya kepada-Ku, ia bukan percaya kepada-Ku, tetapi kepada Dia, yang telah mengutus Aku;

12:45 dan barangsiapa melihat Aku, ia melihat Dia, yang telah mengutus Aku.

12:46 Aku telah datang ke dalam dunia sebagai terang, supaya setiap orang yang percaya kepada-Ku, jangan tinggal di dalam kegelapan.

12:47 Dan jikalau seorang mendengar perkataan-Ku, tetapi tidak melakukannya, Aku tidak menjadi hakimnya, sebab Aku datang bukan untuk menghakimi dunia, melainkan untuk menyelamatkannya.

12:48 Barangsiapa menolak Aku, dan tidak menerima perkataan-Ku, ia sudah ada hakimnya, yaitu firman yang telah Kukatakan, itulah yang akan menjadi hakimnya pada akhir zaman.

12:49 Sebab Aku berkata-kata bukan dari diri-Ku sendiri, tetapi Bapa, yang mengutus Aku, Dialah yang memerintahkan Aku untuk mengatakan apa yang harus Aku katakan dan Aku sampaikan.

12:50 Dan Aku tahu, bahwa perintah-Nya itu adalah hidup yang kekal. Jadi apa yang Aku katakan, Aku menyampaikannya sebagaimana yang difirmankan oleh Bapa kepada-Ku.”

Yohanes 12: 23-50

Dalam pertukaran dramatis ini, termasuk bahkan suara dari surga, Nabi berkata bahwa ia akan ‘diangkat’ dan ini akan menarik ‘semua orang’ – bukan hanya orang Yahudi – kepada dirinya. Banyak orang Yahudi, meskipun mereka hanya menyembah satu Tuhan, tidak mengerti apa yang dikatakan nabi. Nabi Yesaya telah mengatakan itu karena hati mereka yang keras – ketidaksediaan mereka untuk tunduk berserah diri kepada Allah – yang merupakan akar masalahnya, bahkan ketika orang-orang lain secara diam-diam karena ketakutan.

Nabi Isa al Masih dengan berani mengklaim bahwa ia telah ‘datang ke dunia sebagai cahaya’ (ayat 46) yang ditulis oleh para nabi sebelumnya akan menyinari semua bangsa. Pada hari ketika dia memasuki Yerusalem, cahaya pertama mulai bersinar pada bangsa-bangsa lain. Apakah cahaya ini akan menyebar ke semua bangsa? Apa yang dimaksud nabi dengan ‘diangkat’? Kita lanjutkan minggu terakhir ini untuk memahami pertanyaan-pertanyaan ini.

Bagan berikut menelusuri setiap hari dalam minggu ini. Pada hari Minggu, hari pertama dalam minggu itu dia menggenapi tiga nubuat berbeda yang diberikan oleh tiga nabi sebelumnya. Pertama-tama dia memasuki Yerusalem dengan menunggang keledai seperti yang dinubuatkan oleh Zakharia. Kedua, dia melakukannya pada waktu yang dinubuatkan oleh Daniel. Ketiga, pesan dan mukjizatnya mulai menerangi minat orang-orang bukan Yahudi – yang

nabi Yesaya telah menubuatkan akan bersinar sebagai cahaya bagi bangsa-bangsa dan tumbuh lebih terang bagi orang-orang di seluruh dunia

https://lh3.googleusercontent.com/10Dq2fpG3pOwJZZfovM7EzDvXNfSn9QJa6tXB7kRG0kjKgefPMkRjNA7o2qjbJgO3SqvP5y-rQGSmfug8U5J99Wl2rsCiFGS9gCb4NJXCPPBsIm7126rJWP_jpJ-5zr_Bu99VU4H

Isa al Masih menyatakan Jihad – dengan cara yang menakjubkan, ke musuh yang berbeda, pada waktu yang tepat

Surah At-Taubah [9] menghasilkan diskusi sejak membahas Jihad, atau perjuangan. Ayat ini memberikan panduan untuk pertempuran fisik sehingga ada penafsiran yang berbeda oleh berbagai sarjana. Ayat dari Surah At-Taubah yang membahas ini adalah:

Berangkatlah kamu baik dengan rasa ringan maupun dengan rasa berat, dan berjihadlah dengan harta dan jiwamu di jalan Allah. Yang demikian itu adalah lebih baik bagimu jika kamu mengetahui.Sekiranya (yang kamu serukan kepada mereka) ada keuntungan yang mudah diperoleh dan perjalanan yang tidak seberapa jauh, niscaya mereka mengikutimu, tetapi tempat yang dituju itu terasa sangat jauh bagi mereka. Mereka akan bersumpah dengan (nama) Allah, “Jikalau kami sanggup niscaya kami berangkat bersamamu.” Mereka membinasakan diri sendiri dan Allah mengetahui bahwa mereka benar-benar orang-orang yang berdusta.

Surat At-Taubah 9: 41-42

Teguran di At-Taubah 42 datang karena jika perjalanan ke pertempuran itu mudah, mereka akan mengikuti, tetapi mereka yang mau ‘berjuang’ menghilang ketika itu sulit. Ayat berikutnya mencatat alasan dan diskusi dari pengikut yang setengah hati ini. Surah At-Taubah kemudian memberikan pengingat ini

Katakanlah (Muhammad), “Tidak ada yang kamu tunggu-tunggu bagi kami, kecuali salah satu dari dua kebaikan (menang atau mati syahid). Dan kami menunggu-nunggu bagi kamu bahwa Allah akan menimpakan azab kepadamu dari sisi-Nya, atau (azab) melalui tangan kami. Maka tunggulah, sesungguhnya kami menunggu (pula) bersamamu.”

Surat At-Taubah 9:52

Peringatan datang karena biasanya ada dua hasil yang mungkin: Kematian (Kesyahidan) atau kemenangan. Tetapi bagaimana jika perjuangan itu begitu besar sehingga KEDUA hasil terjadi – baik sebagai syahid DAN kemenangan. Ini adalah perjuangan yang dihadapi Nabi Isa al Masih AS dalam perjalanan panjangnya ke Yerusalem – dengan kedatangannya di sana diatur oleh bulan sabit atau bulan hilal untuk memenuhi ramalan yang diberikan ratusan tahun sebelumnya oleh para nabi Zabur.

Pintu Masuk ke Yerusalem

Surah Al-Isra’ [17] terkenal karena menggambarkan perjalanan malam (Isra’ Mi’raj) Nabi Muhammad SAW, di mana ia datang sendirian dari Mekah pada malam hari mengendarai Buraq

Mahasuci (Allah), yang telah memperjalankan hamba-Nya (Muhammad) pada malam hari dari Masjidilharam ke Masjidil Aqsa yang telah Kami berkahi sekelilingnya agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian tanda-tanda (kebesaran) Kami. Sesungguhnya Dia Maha Mendengar, Maha Melihat

Surat Al-Isra’17: 1

Isa al Masih AS akan pergi ke tempat yang sama persis dengan Perjalanan Malam (Isra’ Mi’raj). Tetapi Isa al Masih memiliki tujuan yang berbeda. Alih-alih ditunjukkan Tanda, Isa al Masih memasuki Yerusalem untuk menunjukkan Tanda. Jadi dia datang secara terbuka di siang hari, bukan di malam hari, dan naik keledai bukan Buraq. Meskipun kita mungkin tidak berpikir bahwa sama mengesankannya dengan mengendarai Buraq bersayap, kedatangannya ke Yerusalem ke Kuil pada hari itu dengan seekor keledai adalah Tanda yang Jelas bagi orang-orang. Kami jelaskan caranya.

Nabi Isa al Masih (AS) telah mengungkapkan misinya dengan membangkitkan Lazarus untuk hidup dan sekarang ia sedang dalam perjalanan ke Yerusalem (Al Qudus). Cara dia akan tiba telah dinubuatkan ratusan tahun sebelumnya. Injil menjelaskan:

 
12:12 Keesokan harinya ketika orang banyak yang datang merayakan pesta mendengar, bahwa Yesus sedang di tengah jalan menuju Yerusalem,

12:13 mereka mengambil daun-daun palem, dan pergi menyongsong Dia sambil berseru-seru: “Hosana! Diberkatilah Dia yang datang dalam nama Tuhan, Raja Israel!”

12:14 Yesus menemukan seekor keledai muda lalu Ia naik ke atasnya, seperti ada tertulis:

12:15 “Jangan takut, hai puteri Sion, lihatlah, Rajamu datang, duduk di atas seekor anak keledai.”

12:16 Mula-mula murid-murid Yesus tidak mengerti akan hal itu, tetapi sesudah Yesus dimuliakan, teringatlah mereka, bahwa nas itu mengenai Dia, dan bahwa mereka telah melakukannya juga untuk Dia.

12:17 Orang banyak yang bersama-sama dengan Dia ketika Ia memanggil Lazarus keluar dari kubur dan membangkitkannya dari antara orang mati, memberi kesaksian tentang Dia.

12:18 Sebab itu orang banyak itu pergi menyongsong Dia, karena mereka mendengar, bahwa Ia yang membuat mujizat itu.

12:19 Maka kata orang-orang Farisi seorang kepada yang lain: “Kamu lihat sendiri, bahwa kamu sama sekali tidak berhasil, lihatlah, seluruh dunia datang mengikuti Dia.”

Yohanes 12: 12-19

Masuknya Isa al Masih – menurut Dawud

Dimulai dengan Dawud (AS), para raja Yahudi kuno setiap tahun akan menunggang kuda kerajaan mereka dan memimpin prosesi orang ke Yerusalem. Isa al Masih memberlakukan kembali tradisi ini ketika ia memasuki Yerusalem dengan menunggang keledai pada hari yang dikenal sebagai Hari Minggu sebelum Paskah. Orang-orang menyanyikan lagu yang sama dari Zabur untuk Isa al Masih seperti yang mereka lakukan untuk Dawud:


118:25 Ya TUHAN, berilah kiranya keselamatan! Ya TUHAN, berilah kiranya kemujuran!

118:26 Diberkatilah dia yang datang dalam nama TUHAN! Kami memberkati kamu dari dalam rumah TUHAN.

118:27 Tuhanlah Allah, Dia menerangi kita. Ikatkanlah korban hari raya itu dengan tali, pada tanduk-tanduk mezbah.

Mazmur118: 25-27

Orang-orang menyanyikan lagu kuno yang ditulis untuk para Raja karena mereka tahu  Isa telah membangkitkan Lazarus, dan karena itu mereka senang saat kedatangannya ke Yerusalem. Kata mereka berteriak, ‘Hosanna’ berarti ‘selamat’ – persis seperti yang telah ditulis Mazmur 118: 25 jauh sebelumnya. Dari mana dia akan ‘menyelamatkan’ mereka? Nabi Zakharia memberi tahu kita.

Jalan Masuk yang Diramalkan oleh Zakharia

Meskipun Isa al Masih memberlakukan kembali apa yang telah dilakukan oleh para raja sebelumnya ratusan tahun sebelumnya, dia melakukannya secara berbeda. Nabi Zakharia AS, yang telah menubuatkan nama Masih yang akan datang, juga telah bernubuat bahwa Masih akan memasuki Yerusalem dengan menunggang seekor keledai. Garis waktu di bawah ini menunjukkan Nabi Zakharia dalam sejarah, bersama dengan nabi-nabi lain yang meramalkan peristiwa Minggu sebelum Paskah.

https://lh6.googleusercontent.com/9p_vdtSgd0ncgcMB5BQ3UbtsMD9OQvEzuts5MkzuWxhOCXRa_hGTOBfRXe5qPb4EFjudmZLbwfvhiOp4SKsmHih1o-OuNiDlkoy1RSEXYpsy3Lm8CeltDh8UMa9JwvuS6Pk2GdUj

        Para Nabi yang meramalkan masuknya Isa ke Yerusalem pada hari Minggu sebelum Paskah

Bagian dari ramalan itu dikutip dalam Injil Yohanes di atas (dalam teks biru). Nubuat lengkap Zakharia ada di sini:

 
9:9 Bersorak-soraklah dengan nyaring, hai puteri Sion, bersorak-sorailah, hai puteri Yerusalem! Lihat, rajamu datang kepadamu; ia adil dan jaya. Ia lemah lembut dan mengendarai seekor keledai, seekor keledai beban yang muda.

9:10 Ia akan melenyapkan kereta-kereta dari Efraim dan kuda-kuda dari Yerusalem; busur perang akan dilenyapkan, dan ia akan memberitakan damai kepada bangsa-bangsa. Wilayah kekuasaannya akan terbentang dari laut sampai ke laut dan dari sungai Efrat sampai ke ujung-ujung bumi.

9:11 Mengenai engkau, oleh karena darah perjanjian-Ku dengan engkau, Aku akan melepaskan orang-orang tahananmu dari lobang yang tidak berair.

Zakharia9: 9-11

Raja yang dinubuatkan oleh Zakharia ini akan berbeda dari raja-raja lainnya. Dia tidak akan menjadi Raja dengan menggunakan ‘kereta’, ‘prajurit perang’ dan ‘busur pertempuran’. Kenyataanya Raja ini akan menghapus senjata-senjata ini dan sebagai gantinya akan memproklamirkan perdamaian kepada bangsa-bangsa. Namun, Raja ini masih harus berjuang untuk mengalahkan musuh. Dia harus berjuang seperti dalam jihad yang paling hebat.

Ini jelas ketika kita mengenali musuh yang harus dihadapi raja ini. Biasanya, musuh raja adalah raja lain dari negara lawan, atau tentara lain, atau pemberontakan dari rakyatnya, atau orang-orang yang menentangnya. Tetapi nabi Zakharia menulis bahwa Raja yang diungkapkan diatas ‘keledai’ dan ‘memproklamirkan perdamaian’ akan ‘membebaskan para tahanan dari lubang tanpa air‘ (v11). ‘Lubang’ itu adalah cara Ibrani untuk menyebut kuburan, atau kematian. Raja ini akan membebaskan mereka yang ada di tahanan itu, bukan diktator, politisi korup atau terjebak di penjara buatan manusia, tetapi mereka yang menjadi ‘tahanan’ kematian. [1]

Ketika kita berbicara tentang menyelamatkan orang dari kematian, maksudnya kita menyelamatkan seseorang sehingga kematian tertunda. Kita dapat, misalnya, menyelamatkan seseorang yang sedang tenggelam, atau menyediakan obat yang menyelamatkan nyawa seseorang. ‘Penyelamatan’ ini hanya menunda kematian karena orang yang diselamatkan akan mati kemudian. Tetapi Zakharia tidak bernubuat tentang menyelamatkan orang-orang ‘dari kematian’ tetapi tentang menyelamatkan mereka yang dipenjara oleh kematian – mereka yang sudah mati. Raja datang dengan seekor keledai yang dinubuatkan oleh Zakharia adalah untuk menghadapi dan mengalahkan kematian itu sendiri – membebaskan para tahanannya. Ini akan membutuhkan perjuangan besar – jihad yang belum pernah terlihat sebelumnya. Sarjana terkadang merujuk pada ‘jihad yang lebih besar’ terhadap perjuangan dalam diri kita (menahan hawa nafsu) dan ‘jihad yang lebih rendah’ terhadap perjuangan dari luar diri kita. Dalam menghadapi ‘lubang’ tersebut Raja ini akan mengalami kedua jihad dalam dan luar.

Senjata apa yang akan digunakan Raja dalam jihad atau perjuangan dengan kematian ini? Nabi Zakharia menulis bahwa Raja ini hanya akan membawa “darah perjanjian-Ku dengan kamu” ke pertempurannya di lubang. Darahnya sendiri akan menjadi senjata yang dengannya Dia akan menghadapi kematian.

Dengan memasuki Yerusalem dengan keledai, Isa menyatakan dirinya sebagai Raja ini – Al Masih.

Mengapa Isa al Masih AS menangis dengan sedih

Pada hari Minggu sebelum Paskah ketika Isa al Masih memasuki Yerusalem (juga dikenal sebagai Jalan Masuk Kemenangan) para pemimpin agama menentangnya. Injil Lukas menggambarkan tanggapan Isa al Masih terhadap oposisi mereka.


19:41 Dan ketika Yesus telah dekat dan melihat kota itu, Ia menangisinya,

19:42 kata-Nya: “Wahai, betapa baiknya jika pada hari ini juga engkau mengerti apa yang perlu untuk damai sejahteramu! Tetapi sekarang hal itu tersembunyi bagi matamu.

19:43 Sebab akan datang harinya, bahwa musuhmu akan mengelilingi engkau dengan kubu, lalu mengepung engkau dan menghimpit engkau dari segala jurusan,

19:44 dan mereka akan membinasakan engkau beserta dengan pendudukmu dan pada tembokmu mereka tidak akan membiarkan satu batupun tinggal terletak di atas batu yang lain, karena engkau tidak mengetahui saat, bilamana Allah melawat engkau.”

Lukas 19: 41–44

Isa al Masih mengatakan secara khusus bahwa para pemimpin seharusnya ‘mengakui waktu kedatangan Tuhan’ pada ‘hari ini’. Apa yang dia maksud? Apa yang mereka lewatkan?

Para Nabi telah Menubuatkan ‘Hari itu’

Berabad-abad sebelum nabi Daniel (AS) telah menubuatkan bahwa Masih akan datang 483 tahun setelah dekrit untuk membangun kembali Yerusalem. Kami telah hitung tahun yang diharapkan Daniel menjadi 33 M – tahun ketika Isa al Masih memasuki Yerusalem dengan seekor keledai. Memprediksi tahun masuknya, ratusan tahun sebelum itu terjadi, sangat menakjubkan. Tetapi rentangan waktu tersebut dapat dihitung sampai pada hitungan hari. (Harap tinjau di sini terlebih dahulu saat kita mengembangkannya).

Nabi Daniel telah meramalkan 483 tahun menggunakan 360 hari setahun sebelum pengungkapan Al Masih. Dengan demikian, jumlah hari adalah:

483 tahun * 360 hari / tahun = 173880 hari

Dalam hal kalender internasional modern dengan 365.2422 hari / tahun, ini adalah 476 tahun dengan 25 hari tambahan. (173 880 / 365.24219879 = 476 sisanya 25)

Kapan dekrit untuk memulihkan Yerusalem yang memulai penghitungan ini? Itu diberikan:

Pada bulan Nisan pada tahun kedua puluh Raja Artahsasta…

Nehemia 2: 1

Hari yang mana dari Nisan (satu bulan dalam kalender Yahudi) tidak diberikan, kemungkinan Nisan 1 karena dimulainya Tahun Baru, memberikan alasan bagi Raja untuk berbicara dengan Nehemia dalam perayaan itu. Nisan 1 juga akan menandai bulan baru dalam sistem kalender bulan (seperti kalender Islam). Bulan-bulan baru ditentukan dengan cara Muslim tradisional – yang mana orang-orang yang dikenal mengamati bulan sabit baru (hilal). Dengan astronomi modern kita tahu kapan bulan baru yang menandai tanggal 1 Nisan 444 SM pertama kali terlihat. Kesulitannya adalah untuk mengetahui apakah bulan sabit pertama benar-benar dilihat oleh pengamat hari itu atau jika itu terlewatkan maka awal Nisan tertunda satu hari. Perhitungan astronomis menempatkan bulan sabit Nisan 1 tahun ke-20 Kaisar Persia Artahsasta pada pukul 10 malam pada tanggal 4 Maret, 444 SM dalam kalender modern [2]. Jika penampilan bulan sabit terlewatkan, tanggal 1 Nisan akan menjadi hari berikutnya 5 Maret 444 SM. Bagaimanapun juga, keputusan Persia untuk memulihkan Yerusalem dikeluarkan 4 Maret atau 5 Maret 444 SM.

Menambahkan 476 tahun dari waktu yang dinubuatkan Daniel pada tanggal ini membawa kita pada 4 atau 5 Maret, 33 M. (Tidak ada tahun 0, kalender modern berubah dari 1 SM ke 1 M dalam satu tahun sehingga aritmatiknya adalah -444 + 476 + 1 = 33). Menambahkan 25 hari tersisa dari waktu yang dinubuatkan Daniel pada 4 atau 5 Maret, 33 M memberi kita tanggal 29 atau 30, 33 M, yang digambarkan dalam garis waktu di bawah ini. 29 Maret, 33 M, adalah hari MingguMinggu sebelum Paskah – hari ketika Isa AS memasuki Yerusalem dengan keledai, mengklaim sebagai Al Masih. Kita tahu ini karena Jumat yang akan datang adalah Paskah – dan Paskah selalu pada tanggal 14 Nisan. 14 pada 33 M adalah 3 April. Menjadi 5 hari sebelum Jumat 3 April, Minggu sebelum Paskah adalah 29 Maret.

Dengan memasuki Yerusalem pada 29 Maret 33 M, duduk di atas keledai, nabi Isa AS menggenapi ramalan Zakharia dan ramalan Daniel – sampai hari itu. Ini digambarkan dalam garis waktu di bawah ini.

https://lh5.googleusercontent.com/_SBWvt6PmXjQEUlRaLjf4uPRizRPvdNdXGSQdTlqc21-q_MZnTvx_6RfH5CSdhFXfl_f8FCtciPGacZnYOzZ03U1FGEAqBMzfsam3wxu-A2fmBfwdc7TdnD-2yQDs2h_aqaRXMED

Daniel memperkirakan 173.880 hari sebelum mengungkapkan Masih; Nehemia telah memulai waktunya.

Itu berakhir pada 29 Maret 33M ketika Isa memasuki Yerusalem pada hari Minggu Palem

Banyak ramalan yang terwujud di suatu hari menunjukkan tanda-tanda yang jelas bahwa Allah dulu mengungkapkan rencana-Nya tentang al Masih. Tetapi kemudian pada hari yang sama Isa al Masih menggenapi nubuat lain dari Nabi Musa AS. Dengan melakukan hal itu ia menggerakkan berbagai peristiwa yang akan mengarah ke jihadnya dengan ‘lubang’ – musuhnya kematian. Kita lihat disini lanjutannya.


[1] Beberapa contoh tentang bagaimana ‘lubang’ berarti kematian bagi para nabi:

15 Sebaliknya, ke dalam dunia orang mati engkau diturunkan, ke tempat yang paling dalam di liang kubur.

Yesaya14: 15

18 Sebab dunia orang mati tidak dapat mengucap syukur kepada-Mu, dan maut tidak dapat memuji-muji Engkau; orang-orang yang turun ke liang kubur tidak menanti-nanti akan kesetiaan-Mu.

Yesaya38: 18

:22 sampai nyawanya menghampiri liang kubur, dan hidupnya mendekati mereka yang membawa maut.

Ayub33: 22

8 Engkau diturunkannya ke lobang kubur, engkau mati seperti orang yang mati terbunuh di tengah lautan.

Yehezkiel28: 8

23 Kuburnya ditentukan pada bagian yang terdalam dari liang dan kumpulan pengikutnya terdapat sekeliling kuburnya; mereka semuanya mati terbunuh, rebah oleh pedang, yaitu yang menimbulkan ketakutan di dunia orang-orang hidup.

Yehezkiel32: 23

(Mazmur 30: 3)[2] Untuk konversi antara kalender kuno dan modern (mis. Nisan 1 = 4 Maret 444 SM) dan perhitungan bulan baru dalam kalender kuno saya menggunakan karya Dr. Harold W. Hoehner, Aspek Kronologis Kehidupan Kristus. 1977. 176pp.

Nabi Isa al Masih (SAW) menyelamatkan seorang pengkhianat yang ‘tesesat’

Surat Asy-Syura [42] memberi tahu kita

   Diharamkan atas kamu (menikahi) ibu-ibumu, anak-anakmu yang perempuan, saudara-saudaramu yang perempuan, saudara-saudara ayahmu yang perempuan, saudara-saudara ibumu yang perempuan, anak-anak perempuan dari saudara-saudaramu yang laki-laki, anak-anak perempuan dari saudara-saudaramu yang perempuan, ibu-ibumu yang menyusui kamu, saudara-saudara perempuanmu sesusuan, ibu-ibu istrimu (mertua), anak-anak perempuan dari istrimu (anak tiri) yang dalam pemeliharaanmu dari istri yang telah kamu campuri, tetapi jika kamu belum campur dengan istrimu itu (dan sudah kamu ceraikan), maka tidak berdosa kamu (menikahinya), (dan diharamkan bagimu) istri-istri anak kandungmu (menantu), dan (diharamkan) mengumpulkan (dalam pernikahan) dua perempuan yang bersaudara, kecuali yang telah terjadi pada masa lampau. Sungguh, Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang.

Surat Asy-Syura 42:23

Allah hendak menerangkan (syariat-Nya) kepadamu, dan menunjukkan jalan-jalan (kehidupan) orang yang sebelum kamu (para nabi dan orang-orang shalih) dan Dia menerima tobatmu. Allah Maha Mengetahui, Mahabijaksana.

Surat Asy-Syura 42:26

Demikian juga Surah Al-Qasas [28] menyatakan

 Maka adapun orang yang bertobat dan beriman, serta mengerjakan kebajikan, maka mudah-mudahan dia termasuk orang yang beruntung.

Surat Al-Qasas 28:67

Tetapi bagaimana jika kita belum ‘mengerjakan kebajikan’, melakukan ‘perbuatan benar’ dan gagal dalam memberikan pelayanan yang baik? Hukum Musa menjelaskan kepatuhan mutlak yang diperlukan danhukuman mengerikan‘ bagi siapa pun yang gagal mematuhi, yang ditegaskan oleh ayat-ayat dalam Surat Asy-Syura dan Surat Al-Qasas. Kabar gembira dari Nabi Isa al Masih AS adalah untuk orang-orang yang kehilangan dalam kebajikan seperti yang dijelaskan dalam ayat-ayat ini. Apakah Anda orang yang tidak mengerjakan kebajikan dengan sempurna? Kemudian bacalah pertemuan Isa al Masih dengan seorang pria yang tidak melakukan kebajikan – yang bahkan seorang pengkhianat.

Nabi Isa al Masih (AS) telah membangkitkan kembali Lazarus dari kematian – mengungkapkan tujuan misinya – untuk menghancurkan kematian itu sendiri. Sekarang dia sedang dalam perjalanan ke Yerusalem untuk menyelesaikan misinya. Dalam perjalanan ia melewati Yerikho (yang sekarang terletak di Tepi Barat Palestina). Karena banyak mukjizat dan ajarannya, banyak orang keluar untuk melihatnya. Di antara kerumunan itu ada seorang yang kaya tetapi dihina – Zakheus. Dia kaya karena dia adalah pemungut pajak untuk orang-orang Romawi yang menduduki Yudea dengan kekuatan militer. Dia memungut lebih banyak pajak dari rakyat daripada yang dibutuhkan Roma – dan menyimpan tambahan untuk dirinya sendiri. Dia dihina oleh orang-orang Yahudi karena, meskipun dia sendiri orang Yahudi, dia bekerja untuk penjajah Romawi dengan cara ini dan menipu rakyatnya sendiri. Dia dipandang sebagai pengkhianat bagi rakyatnya.

Jadi Zakheus, yang pendek, tidak dapat melihat Nabi Isa al Masih (AS) di tengah kerumunan orang banyak, dan tidak ada seorang pun di sana yang mau membantunya. Injil mencatat bagaimana dia bertemu Nabi dan apa yang dikatakan:

19:1 Yesus masuk ke kota Yerikho dan berjalan terus melintasi kota itu.

19:2 Di situ ada seorang bernama Zakheus, kepala pemungut cukai, dan ia seorang yang kaya.

19:3 Ia berusaha untuk melihat orang apakah Yesus itu, tetapi ia tidak berhasil karena orang banyak, sebab badannya pendek.

19:4 Maka berlarilah ia mendahului orang banyak, lalu memanjat pohon ara untuk melihat Yesus, yang akan lewat di situ.

19:5 Ketika Yesus sampai ke tempat itu, Ia melihat ke atas dan berkata: “Zakheus, segeralah turun, sebab hari ini Aku harus menumpang di rumahmu.”

19:6 Lalu Zakheus segera turun dan menerima Yesus dengan sukacita.

19:7 Tetapi semua orang yang melihat hal itu bersungut-sungut, katanya: “Ia menumpang di rumah orang berdosa.”

19:8 Tetapi Zakheus berdiri dan berkata kepada Tuhan: “Tuhan, setengah dari milikku akan kuberikan kepada orang miskin dan sekiranya ada sesuatu yang kuperas dari seseorang akan kukembalikan empat kali lipat.”

19:9 Kata Yesus kepadanya: “Hari ini telah terjadi keselamatan kepada rumah ini, karena orang inipun anak Abraham.

19:10 Sebab Anak Manusia datang untuk mencari dan menyelamatkan yang hilang.”

Lukas19: 1-10

Orang-orang tidak menyukai apa yang telah dilakukan nabi – mengundang dirinya ke rumah Zakheus. Zakheus berperangai buruk dan semua orang tahu itu. Tetapi Zakheus mengakui bahwa ia adalah orang yang berdosa. Sebagian besar dari kita menyembunyikan dosa kita, menutupinya atau berpura-pura bahwa kita tidak memiliki dosa. Tapi tidak dengan Zakheus. Dia menyadari bahwa apa yang dia lakukan salah. Namun ketika dia mengambil langkah pertama untuk bertemu Nabi, tanggapan Isa al Masih begitu hangat sehingga mengejutkan semua orang.

Isa al Masih (AS) ingin Zakheus bertobat, berpaling dari dosa, dan berbalik kepadanya sebagai ‘Masih’. Ketika Zakheus melakukan ini, dia mendapati bahwa Nabi (AS) mengampuninya – menyatakan bahwa dia ‘diselamatkan‘ dari ‘kesesatan’.

Bagaimana dengan Anda dan saya? Kita mungkin belum melakukan hal memalukan seperti Zakheus. Tetapi karena kita tidak begitu buruk, kita berpikir bahwa, seperti Adam, kita dapat menyembunyikan, menutupi atau berpura-pura berpaling dari ‘dosa kecil’ dan ‘kesalahan’ yang kita lakukan. Kita berharap dapat melakukan cukup banyak hal baik untuk membayar perbuatan buruk kita. Itulah yang dipikirkan kebanyakan orang yang datang untuk melihat nabi. Karena itu, Isa tidak mengundang dirinya sendiri ke rumah mereka, atau menyatakan bahwa ada di antara mereka yang ‘diselamatkan’ – hanya Zakheus. Jauh lebih baik bagi kita untuk mengakui dosa kita di hadapan Allah dan tidak berusaha menyembunyikannya. Kemudian kita sendiri meraih rahmat Isa al Masih kita akan menemukan bahwa  pema’afan dan pengampunan akan diberikan kepada kita melampaui apa yang dapat kita bayangkan.

Tetapi bagaimana bisa tindakan buruk Zakheus dihapus sehingga ia bisa memiliki jaminan pengampunan sejak saat itu – tanpa menunggu Hari Pembalasan? Kita ikuti Isa al Masih (AS) saat ia melanjutkan ke Yerusalem untuk menyelesaikan misinya.