Siapakah Yusuf? Apa Tanda yang Ditunjukkannya?

Surah Yusuf (Surah 12 – Yusuf) menceritakan kisah Hazrat Yusuf. Yusuf adalah anak Hazrat Ya’qub, anak Hazrat Ishaq, anak Hazrat Ibrahim. Ya’qub memunyai dua belas anak, dan salah satunya adalah Yusuf. Kesebelas saudara Yusuf bersepakat melawan dia dan rencana perlawanan mereka ini membentuk kisah Yusuf. Cerita ini pertama kali dicatat dalam Taurat Musa lebih dari 3500 tahun yang lalu. Lihat cerita lengkapnya dalam Taurat di sini dan cerita dalam Surah Yusuf (Surah 12 – Yusuf) di sini. Surah Yusuf memberitahu kita bahwa ini bukanlah sekedar cerita, tetapi:

Sungguh, dalam (kisah) Yusuf dan saudara-saudaranya terdapat tanda-tanda (kekuasaan Allah) bagi orang yang bertanya

Surah Yusuf 12:7

Dalam cerita Yusuf dan saudara-saudaranya, apa yang menjadi ‘tanda’ bagi mereka yang sedang mencari kebenaran? Untuk memahami ‘tanda-tanda’ ini, mari kita tinjau kembali ceritanya dalam Taurat dan Surah Yusuf.

Sujud di hadapan …?

Satu tanda yang jelas adalah mimpi Yusuf yang ia ceritakan kepada ayahnya, Ya’qub, seperti yang tertulis dalam surah berikut:

(Ingatlah), ketika Yusuf berkata kepada ayahnya, “Wahai ayahku! Sungguh, aku (bermimpi) melihat sebelas bintang, matahari dan bulan; kulihat semuanya sujud kepadaku.”

Surah Yusuf 12:4

Pada akhir ceritanya, kita melihat bahwa

Dan dia menaikkan kedua orang tuanya ke atas singgasana. Dan mereka (semua) tunduk bersujud kepadanya (Yusuf). Dan dia (Yusuf) berkata, “Wahai ayahku! Inilah takwil mimpiku yang dahulu itu. Dan sesungguhnya Tuhanku telah menjadikannya kenyataan. Sesungguhnya Tuhanku telah berbuat baik kepadaku, ketika Dia membebaskan aku dari penjara dan ketika membawa kamu dari dusun, setelah setan merusak (hubungan) antara aku dengan saudara-saudaraku. Sungguh, Tuhanku Mahalembut terhadap apa yang Dia kehendaki. Sungguh, Dia Yang Maha Mengetahui, Mahabijaksana.

Surah Yusuf 12:100

Dalam Alquran, kata ‘sujud’ disebutkan berkali-kali. Namun, kata itu hanya digunakan untuk menjelaskan sujud kepada Allah yang Mahakuasa, dalam doa, di Ka’bah, atau di hadapan mujizat Allah (seperti para ahli sihir Mesir dengan Musa). Namun, di sini ada satu pengecualian, yaitu sujud yang diberikan kepada manusia (Yusuf). Satu-satunya kejadian yang serupa terjadi ketika para malaikat diperintahkan untuk ‘bersujud’ di hadapan Hazrat Adam (Ta-Ha 116 dan Al-Araf 11). Akan tetapi, malaikat bukanlah manusia, peraturan umumnya adalah, manusia hanya sujud kepada Tuhan.

ahai orang-orang yang beriman! Rukuklah, sujudlah, dan sembahlah Tuhanmu; dan berbuatlah kebaikan, agar kamu beruntung.

Al-Hajj 22:77

Apa yang membuat Yusuf mendapat pengecualian sehingga ayahnya, Ya’qub, dan saudara-saudaranya bersujud di hadapannya?

Anak Manusia

 Historical Timeline showing Prophet Daniel and other prophets of Zabur

Kerangka Sejarah menunjukkan Nabi Daniel bersama dengan nabi-nabi lain Kitab Zabur

Likewise in the Bible we are commanded to only prostrate before, or worship, the LORD, but there is also an exemption.  The prophet Daniel received a vision which looked far forward in time to when the Kingdom of God would be established and in his vision he saw a ‘Son of Man’.

Alkitab juga memberi perintah yang sama, yaitu manusia hanya bersujud atau menyembah TUHAN saja, namun ada juga pengecualian. Nabi Daniel menerima penglihatan tentang masa jauh di depan saat Kerajaan Allah didirikan, dan dalam penglihatan itu, ia melihat seorang ‘Anak Manusia’.

13 *Aku terus memperhatikan penglihatan pada malam hari itu. Tampak seorang seperti Anak Manusia datang dengan awan-awan langit. Ia sampai kepada Yang Abadi dan dibawa ke hadirat-Nya.

14 *Lalu, dikaruniakan kepada-Nya kekuasaan, kemuliaan, dan kerajaan sehingga orang-orang dari segala suku, bangsa, dan bahasa beribadah kepada-Nya. Kekuasaan-Nya adalah kekuasaan kekal yang tidak akan dicabut dan kerajaan-Nya tidak akan binasa.

(Daniel 7:13-14)

Dalam penglihatan itu, manusia bersujud di hadapan ‘anak manusia’ sama seperti keluarga Yusuf bersujud di hadapan Yusuf.

‘Anak Manusia’ adalah gelar yang paling sering dipakai oleh Isa Almasih AS untuk menyebut dirinya sendiri. Selama di bumi, dia memang menunjukkan kuasanya yang agung saat mengajar, – saat menyembuhkan, dan saat menaklukkan alam. Namun, dia tidak datang ‘dalam awan-awan surga’ seperti yang dinyatakan dalam ramalan penglihatan Daniel, karena penglihatan itu menunjukkan masa yang lebih jauh dari masa akan datang. Penglihatan itu melewati masa kedatangannya yang pertama sampai pada kedatangannya yang kedua – masa di mana dia kembali lagi ke bumi untuk menghancurkan Dajjal (seperti nubuat yang dinyatakan kepada Hazrat Adam) dan mendirikan Kerajaan Allah.

Kedatangannya yang pertama, lahir melalui perawan Maryam, adalah untuk menebus umat manusia sehingga mereka bisa menjadi warga Kerajaan Allah. Namun, pada saat itu pun, dia telah menyatakan bahwa dia, Sang Anak Manusia, akan memisahkan umat manusia ketika dia datang kembali dalam awan-awan. Dia menubuatkan semua bangsa akan datang dan sujud di hadapannya seperti halnya saudara-saudara Yusuf datang bersujud di hadapan Yusuf. Lihat apa yang diajarkan Sang Masih berikut:

31 *“Pada saatnya nanti apabila Anak Manusia datang kembali dengan kemuliaan-Nya disertai para malaikat-Nya, Ia akan duduk di takhta kemuliaan-Nya.

32 Kemudian, semua suku bangsa akan dikumpulkan dan dibawa ke hadapan-Nya. Ia akan memisahkan mereka satu demi satu, seperti seorang gembala yang memisahkan domba-domba dari kambing-kambing.

33 Domba-domba akan Ia tempatkan di sebelah kanan-Nya, tetapi kambing-kambing di sebelah kiri-Nya.

34 Setelah itu, Sang Raja akan bersabda kepada mereka yang ada di sebelah kanan-Nya, ‘Marilah, hai kamu yang mendapat berkah dari Bapa-Ku. Terimalah warisanmu, yaitu kerajaan yang disediakan bagimu sejak dunia dijadikan.

35 Karena ketika Aku lapar, kamu memberi Aku makan. Ketika Aku haus, kamu memberi Aku minum. Ketika Aku datang sebagai orang asing, kamu memberi Aku tumpangan.

36 Ketika Aku telanjang, kamu memberi Aku pakaian. Ketika Aku sakit, kamu menengok Aku, dan ketika Aku di penjara, kamu mengunjungi Aku.’

37 Lalu, orang-orang saleh itu akan menjawab, ‘Ya Junjungan, kapankah kami melihat Sang Junjungan dalam keadaan lapar sehingga kami memberi Junjungan makan, atau kapankah kami melihat Sang Junjungan dalam keadaan haus sehingga kami memberi Junjungan minum?

38 Kapankah kami melihat Sang Junjungan datang sebagai orang asing sehingga kami memberi Junjungan tempat untuk menumpang, atau kapankah kami melihat Sang Junjungan dalam keadaan telanjang sehingga kami memberi Junjungan pakaian?

39 Kapan pulakah kami melihat Sang Junjungan dalam keadaan sakit atau di penjara sehingga kami menjenguk Junjungan?’

40 Kemudian, sabda Sang Raja kepada mereka, ‘Sesungguhnya, Aku berkata kepadamu, ketika kamu melakukan hal-hal itu untuk salah seorang saudara-Ku yang hina ini, kamu telah melakukannya untuk-Ku.’

41 Lalu, Ia akan berkata pula kepada orang-orang yang ada di sebelah kiri-Nya, ‘Hai orang-orang yang terkutuk, enyahlah kamu dari hadapan-Ku dan masuklah ke api yang kekal, yang telah disediakan bagi Iblis dan para utusannya.

42 Karena ketika Aku lapar, kamu tidak memberi Aku makan. Ketika Aku haus, kamu tidak memberi Aku minum.

43 Ketika Aku datang sebagai orang asing, kamu tidak memberi Aku tempat untuk menumpang. Ketika Aku telanjang, kamu tidak memberi Aku pakaian. Ketika Aku sakit dan di penjara, kamu tidak mengunjungi Aku.’

44 Lalu, mereka pun akan bertanya, ‘Ya Junjungan kami, kapankah kami melihat Sang Junjungan dalam keadaan lapar, kehausan, datang sebagai orang asing, telanjang, sakit, atau di penjara, dan kami tidak memperhatikan Junjungan?’

45 Sabda Sang Raja kepada mereka, ‘Sesungguhnya, Aku berkata kepadamu, ketika kamu tidak melakukan hal-hal itu untuk salah seorang saudara-Ku yang paling hina ini, kamu pun tidak melakukannya untuk-Ku.’

46 *Mereka ini akan dimasukkan ke tempat siksaan yang kekal, tetapi orang-orang saleh itu akan masuk ke dalam hidup yang kekal.”

(Matius 25: 31-46)

Hazrat Yusuf dan Isa Al-Masih

Selain pengecualian bahwa manusia lain akan bersujud di hadapan mereka, Hazrat Yusuf dan Isa Almasih juga menjalani beberapa pola dan kejadian yang sama dalam hidup mereka. Perhatikanlah berbagai situasi yang menunjukkan persamaan dalam hidup mereka:

Peristiwa-peristiwa dalam hidup Hazrat Yusuf Peristiwa-peristiwa dalam hidup Isa Al-Masih

 

Saudara-saudaranya, yang kemudian menjadi 12 suku Israil, membenci Yusuf dan menolaknya. Orang Yahudi, sebagai suatu bangsa yang terdiri atas berbagai suku, membenci Isa Al-Masih dan menolaknya sebagai Sang Al-Masih.
given by God)Yusuf menyatakan kepada Israil (nama Ya’qub yang diberikan oleh Allah) bahwa saudara-saudaranya akan bersujud kepadanya di masa depan. Isa Al-Masih menyatakan kepada bangsa Israil bahwa saudara-saudaranya (sesamanya orang Yahudi) akan bersujud kepadanya di masa depan (Markus 14:62).
Yusuf diutus oleh Ya’qub, ayahnya, kepada saudara-saudaranya, tetapi mereka menolaknya dan bersepakat untuk membunuhnya. Isa Almasih diutus oleh Bapa-Nya kepada saudara-saudaranya, orang Yahudi, tetapi “umat kepunyaannya tidak menerimanya.” (Yahya 1:11) dan mereka “bersepakat untuk membunuhnya” (Yahya 11:53)

 

Mereka melemparkannya ke dalam sumur tanah yang dalam.

 

Isa Al-Masih turun ke kedalaman bumi.
Yusuf disingkirkan dengan dijual dan diserahkan kepada orang asing. Isa Al-Masih disingkirkan dengan dijual dan diserahkan kepada orang asing.

 

Dia dibawa jauh supaya saudara-saudara dan ayahnya berpikir bahwa dia sudah mati. Israil dan saudara-saudaranya, orang Yahudi, berpikir bahwa Isa Al-Masih masih dalam keadaan mati.

 

Yusuf direndahkan sebagai seorang hamba.

 

Isa Al-Masih mengambil “rupa sebagai seorang hamba” dan ‘merendahkan dirinya’ sampai mati. (Filipi 2:7)

 

Yusuf dituduh melakukan dosa. Bangsa Yahudi “menuduhnya mengenai banyak hal”. (Markus 15:3)

 

Yusuf dimasukkan ke dalam penjara sebagai seorang budak. Di sana, dia menubuatkan bebasnya seorang tawanan dari kegelapan penjara bawah tanah (tukang roti).

 

Isa Al-Masih diutus “… untuk membalut hati yang hancur, memaklumkan kebebasan bagi para tawanan dan kelepasan bagi para tahanan…”. (Yesaya 61:1)
Yusuf naik menuju takhta Mesir, mengatasi semua penguasa lain, langsung di bawah Firaun sendiri. Orang-orang yang datang kepadanya bersujud di hadapannya.

 

“Allah sangat menjunjungnya (Almasih) tinggi dan menganugerahkan kepadanya nama di atas segala nama supaya di dalam nama Isa semua akan bertekuk lutut, baik yang ada di langit, di bumi, maupun yang ada di bawah bumi,…”. (Filipi 2:9-11)

 

provide themSementara ia masih ditolak dan dipercaya telah mati oleh saudara-saudaranya, bangsa-bangsa datang kepada Yusuf untuk mendapatkan roti yang bisa ia sediakan bagi mereka. Sementara Dia masih ditolak dan dipercaya telah mati oleh saudara-saudara sebangsanya, orang Yahudi, bangsa-bangsa datang kepada Isa Almasih untuk mendapatkan roti hidup yang hanya bisa disediakan oleh-Nya.
Yusuf menyampaikan pengkhianatan yang dilakukan oleh saudara-saudaranya.

 

(Kejadian 50: 19-20)

 

Isa Al-Masih menyampaikan bahwa pengkhianatan yang dilakukan oleh saudara-saudara sebangsanya, orang Yahudi, adalah kehendak Allah dan melaluinya banyak jiwa akan diselamatkan.

 

(Yahya 5:24)

Saudara-saudaranya dan bangsa-bangsa bersujud di hadapan Yusuf. Nubuat Daniel tentang Anak Manusia adalah, “semua bangsa dan kaum, dengan setiap bahasanya, akan menyembahnya”

 

Banyak Pola – Banyak Tanda

Hampir semua nabi dalam Taurat memiliki hidup yang terpola dengan Isa Almasih – pola-pola ini telah tertata ratusan tahun sebelum kedatangan-Nya. Hal ini terjadi untuk menunjukkan bahwa kedatangan Sang Masih merupakan murni rencana Allah, bukan gagasan manusia, karena manusia tidak tahu apa yang akan terjadi jauh di masa depan.

Mulai dari Hazrat Adam sudah ada nubuat mengenai Sang Masih. Alkitab menyatakan bahwa Hazrat Adam

…. adalah gambaran dia yang akan datang (yaitu Isa Almasih)

14 Padahal, maut telah merajalela sejak zaman Nabi Adam sampai zaman Nabi Musa, bahkan atas orang-orang yang tidak melakukan pelanggaran yang sama seperti pelanggaran yang dilakukan oleh Adam. Adam adalah gambaran dari Dia, yang akan datang.

(Rum 5:14)

Meskipun pada akhirnya Yusuf menerima sujud dari saudara-saudaranya, yang menjadi penekanan utama dalam hidupnya bukanlah sujud itu, melainkan penolakan, pengorbanan, dan pengasingannya dari saudara-saudaranya. Penekanan pada pengorbanan Sang Masih juga bisa dilihat dalam pola pengorbanan Nabi Ibrahim. Setelah masa Yusuf, kedua belas anak Ya’qub menjadi dua belas suku Israil yang kemudian dipimpin oleh Nabi Musa AS keluar dari Mesir. Cara ia melakukannya juga menunjukkan sebuah pola yang menubuatkan detail-detail pengorbanan Sang Masih. Sebenarnya, dalam Kitab Taurat terdapat banyak tanda mendetail yang ditulis ribuan tahun sebelum kedatangan Sang Masih. Kitab Zabur dan Kitab Nabi-Nabi lainnya, yang berisi detail-detail lebih lanjut yang ditulis ratusan tahun sebelum Sang Masih, menekankan penolakan dalam nubuat tentang Hamba yang Menderita. Tidak ada satu orang pun yang bisa mengetahui apa yang akan terjadi pada ratusan tahun ke depan. Lalu, bagaimana nabi-nabi itu mengetahui detail-detail ini? Tentu Allah sendirilah yang mengilhamkannya kepada mereka. Jika demikian adanya, maka penolakan yang dialami oleh Isa Al-Masih dan pengorbanannya pastilah merupakan rencana Allah.

Sebagian besar pola atau nubuat ini berhubungan dengan kedatangan pertama Sang Masih di mana dia mempersembahkan dirinya sendiri supaya kita bisa diselamatkan dan dapat memasuki Kerajaan Allah.

Namun demikian, gambaran Yusuf juga merujuk lebih jauh pada masa ketika Kerajaan Allah akan didirikan dan semua bangsa akan bersujud saat Isa Almasih datang kembali ke dunia. Sekarang kita hidup pada masa ketika kita diundang untuk masuk ke dalam Kerajaan Allah. Janganlah kita menjadi seperti orang bodoh dalam Surah Al-Ma’arij yang menunda sampai Hari Penghakiman dalam mencari Sang Penebus – dan terlambat. Pelajari sekarang  hidup yang ditawarkan Sang Al-Masih bagi Anda.

Sang Al-Masih mengajarkan bahwa kedatangannya yang kedua akan seperti ini:

1 *“Pada waktu itu Kerajaan Surga dapat diibaratkan dengan sepuluh gadis yang mengambil pelita mereka, lalu pergi untuk menyongsong mempelai pria.

2 Lima orang di antaranya bodoh dan lima orang lainnya bijaksana.

3 Gadis-gadis yang bodoh membawa pelita mereka, tetapi tidak membawa minyak.

4 Sedangkan gadis-gadis yang bijaksana membawa minyak persediaan dalam suatu tempat bersama-sama dengan pelita mereka.

5 Karena sang mempelai terlambat datang, maka mengantuklah mereka dan kemudian tertidur.

6 Pada tengah malam terdengarlah suara orang berseru, ‘Lihat, sang mempelai datang! Pergilah kamu untuk menyongsongnya.’

7 Lalu, para gadis itu pun bangun dan mempersiapkan pelita mereka masing-masing.

8 Kemudian, kata gadis-gadis yang bodoh itu kepada gadis-gadis yang bijaksana, ‘Bagikanlah minyakmu itu kepada kami karena pelita kami akan padam.’

9 Jawab gadis-gadis yang bijaksana itu, ‘Tidak, sebab mungkin tidak akan cukup untuk kami dan untuk kamu. Lebih baik kamu pergi ke penjual minyak dan membelinya untuk dirimu sendiri.’

10 Sementara gadis-gadis yang bodoh itu pergi untuk membeli minyak, datanglah mempelai itu, dan gadis-gadis yang telah siap sedia, masuk bersama-sama dengan sang mempelai ke perjamuan nikah. Setelah itu, pintunya pun dikunci.

11 *Tidak lama kemudian gadis-gadis yang bodoh itu datang dan berkata, ‘Tuan, Tuan, bukakan kami pintu!’

12 Jawab tuan itu, ‘Sesungguhnya, Aku berkata kepadamu, aku tidak mengenal kamu.’

13 Sebab itu, berjaga-jagalah, karena kamu tidak tahu kapan hari atau waktunya tiba.”

14 “Hal itu pun dapat digambarkan dengan seseorang yang hendak bepergian, lalu memanggil para hambanya dan mempercayakan hartanya kepada mereka.

15 Kepada yang seorang dipercayakan lima talenta,a kepada yang lain dua talenta, dan kepada yang lainnya lagi satu talenta sesuai dengan kadar kemampuan masing-masing. Setelah itu, pergilah tuan itu.

16 Hamba yang menerima lima talenta segera pergi dan menjalankan uangnya, lalu ia mendapatkan keuntungan sebanyak lima talenta.

17 Begitu juga halnya dengan hamba yang menerima dua talenta. Ia memperoleh keuntungan sebanyak dua talenta.

18 Sedangkan hamba yang menerima satu talenta pergi menggali lubang, lalu menyembunyikan uang perak milik tuannya itu.

19 Setelah sekian lama, tuan dari hamba-hamba itu pulang dan mengadakan perhitungan dengan mereka.

20 Kemudian, datanglah hamba yang menerima lima talenta dengan membawa serta lima talenta hasil usahanya, katanya, ‘Tuan, inilah lima talenta yang pernah Tuan percayakan kepadaku. Lihatlah, aku sudah memperoleh keuntungan sebanyak lima talenta juga.’

21 Jawab sang tuan kepadanya, ‘Baik sekali ikhtiarmu itu, hai hamba yang baik dan setia! Engkau telah memperlihatkan kesetiaanmu dalam hal yang kecil. Oleh karena itu, aku akan mempercayakan kepadamu hal yang besar. Masuklah engkau ke dalam kebahagiaan Tuanmu.’

22 Lalu, datanglah hamba yang menerima dua talenta. Ia berkata, ‘Tuan, inilah dua talenta yang pernah Tuan percayakan kepadaku. Lihatlah, aku sudah memperoleh keuntungan sebanyak dua talenta juga.’

23 Kata tuannya itu, ‘Baik sekali ikhtiarmu itu, hai hamba yang baik dan setia! Engkau telah memperlihatkan kesetiaanmu dalam hal yang kecil. Oleh karena itu, aku akan mempercayakan kepadamu hal yang besar. Masuklah engkau ke dalam kebahagiaan Tuanmu.’

24 Setelah itu, datanglah pula hamba yang hanya menerima satu talenta, lalu berkata, ‘Tuan, aku mengenal Tuan sebagai seorang yang keras tabiatnya. Tuan menuai di tempat yang tidak pernah Tuan taburi dan memungut di tempat yang tidak pernah Tuan tebari.

25 Itulah sebabnya, aku merasa takut sehingga aku pergi mengubur talenta Tuan. Lihatlah, aku mengembalikan milik Tuan.’

26 Jawab tuan itu kepadanya, ‘Hai hamba yang jahat dan malas! Engkau tahu bahwa aku menuai di tempat yang tidak pernah aku taburi dan mengumpulkan sesuatu di tempat yang tidak pernah aku tebari.

27 Seharusnya engkau menyerahkan uangku itu pada orang-orang yang dapat menjalankannya sehingga jika aku datang, aku dapat menerima uangku beserta dengan bunganya. 28 Jadi, ambillah talenta itu dari dia dan berikanlah kepada hamba yang mempunyai sepuluh talenta.

29 *Karena siapa mempunyai, kepadanya akan ditambahkan sehingga ia mempunyainya berlimpah-limpah. Tetapi, siapa tidak mempunyai, maka apa yang ada padanya pun akan diambil kembali.

30 *Setelah itu, campakkanlah hamba yang tidak berguna ini ke tempat yang paling gelap. Di tempat itu ada ratapan dan kertak gigi.’”

(Matius 25:1-30)

Quran & Sejarah: Apakah Isa Al-Masih wafat di kayu salib?

Kita periksa pertanyaan ini secara rinci, menggunakan hilangnya Hajar Aswad dari Ka’bah (tahun 318 H) untuk menggambarkan masalah ini.

Mereka yang menyangkal bahwa Isa Al-Masih AS wafat di salib biasanya mengutip Ayat An- Nisa’ 157.

Dan Kami hukum juga mereka karena ucapan mereka, “Sesungguhnya kami telah membunuh Al-Masih, Isa putra Maryam,” yang mereka ejek dengan menamainya Rasul Allah padahal mereka tidak beriman kepadanya. Mereka mengatakan telah membunuhnya, padahal mereka tidak membunuhnya dan tidak pula menyalibnya, tetapi diserupakan bagi mereka orang yang dibunuh itu dengan Nabi Isa. Sesungguhnya mereka yang berselisih pendapat tentangnya, yakni tentang Nabi Isa, benar-benar dalam keragu-raguan tentang hal, yakni pembunuhan, itu. Mereka tidak mempunyai sedikit pun pengetahuan menyangkut hal itu, yakni tentang pembunuhan Nabi Isa, dan apa yang mereka katakan kecuali mengikuti persangkaan belaka, dan mereka tidak membunuhnya dengan yakin.

Surah An- Nisa’ 4: 157

Apakah Isa Al-Masih dibunuh?

Perhatikan ini tidak mengatakan bahwa Isa Al-Masih tidak mati. Dikatakan orang Yahudi ‘tidak membunuhnya …’ itu berbeda. Injil mencatat orang-orang Yahudi menangkap Nabi, dan Kayafas, Imam Besar menginterogasi dia tapi

28 Kemudian, mereka membawa Isa dari rumah Kayafas ke tempat pengadilan pemerintah. Waktu itu masih pagi sekali. Tetapi, orang-orang Israil tidak turut masuk ke tempat pengadilan itu supaya mereka tidak menjadi najis karena mereka hendak makan Paskah.

(Yahya 18:28)

Pilatus adalah gubernur Romawi. Karena berada di bawah pendudukan Romawi, orang-orang Yahudi tidak memiliki wewenang untuk menghukum mati. Pilatus kemudian menyerahkan nabi itu kepada prajurit Romawi.

16a Akhirnya Pilatus menyerahkan Isa kepada mereka untuk disalibkan.
16b Lalu, mereka pun membawa Isa.

(Yahya 19:16)

Jadi pemerintah Romawi dan tentara Romawi adalah orang-orang yang menyalibnya – bukan orang Yahudi. Tuduhan murid-murid nabi kepada para pemimpin Yahudi yaitu

13 *Tuhan Ibrahim, Ishak, dan Yakub, yaitu Tuhan nenek moyang kita, sudah memuliakan Sang Anak yang datang daripada-Nya, yaitu Isa yang kamu serahkan dan kamu tolak di hadapan Pilatus, padahal Pilatus memutuskan untuk melepaskan Dia.

(Kisah Para Rasul 3:13)

Orang-orang Yahudi menyerahkannya kepada orang-orang Romawi dan mereka menyalibnya. Setelah dia mati di kayu salib, tubuhnya ditempatkan di sebuah kuburan

41 Di situ, di tempat Isa disalibkan, ada sebuah taman. Dalam taman itu ada sebuah makam baru yang belum pernah dipakai.

42 Karena hari itu adalah hari persiapan orang Israil dan karena makam itu dekat dari situ, jenazah Isa mereka makamkan di sana.

(Yahya 19: 41-42)

An- Nisa’ 157 menyatakan bahwa orang-orang Yahudi tidak menyalibkan Isa al Masih. Itu betul. Orang-orang Romawilah yang melakukannya.

Surat Maryam dan kematian nabi

Surat Maryam mengklarifikasi apakah Isa al Masih mati atau tidak.

Dan kesejahteraan semoga dilimpahkan kepadaku, pada hari kelahiranku, pada hari wafatku, dan pada hari aku dibangkitkan hidup kembali.”Itulah Isa putra Maryam, (yang mengatakan) perkataan yang benar, yang mereka ragukan kebenarannya.

Surat Maryam 19: 33-34

Ini dengan jelas menyatakan bahwa Isa al Masih meramalkan dan berbicara tentang kematiannya yang akan datang, sebagaimana dicatat oleh Injil.

Teori ‘Yudas yang malah membunuh’

Ada disebutkan teori yang tersebar luas bahwa Yudas berubah terlihat seperti Isa al Masih. Kemudian orang-orang Yahudi menangkap Yudas (yang sekarang tampak seperti Isa), orang-orang Romawi menyalibkan Yudas (masih menyerupai Isa), dan akhirnya Yudas dimakamkan (masih terlihat seperti Isa). Dalam teori ini Isa al Masih pergi langsung ke surga tanpa mati. Meskipun baik Quran maupun Injil di manapun tidak menggambarkan skema rumit seperti itu, itu dipromosikan secara luas. Jadi mari kita periksa teori ini.

Isa Al-Masih dalam catatan sejarah

Sejarah sekuler mencatat beberapa referensi tentang Isa al Masih dan kematiannya. Mari kita lihat dua. Sejarawan Romawi Tacitus merujuk Isa al Masih ketika mencatat bagaimana Kaisar Romawi Nero menganiaya pengikut pertama nabi Isa pada 65 M. Tacitus menulis:

‘Nero.. menghukum dengan siksaan-siksaan yang sangat dahsyat, orang-orang yang biasa disebut Kristen, yang dibenci karena kebesaran mereka. Kristus, pendiri nama itu, dihukum mati oleh Pontius Pilate, perwakilan menguasa Yudea pada masa pemerintahan Tiberius; tetapi takhayul yang merusak, yang tertahan untuk suatu waktu, pecah kembali, tidak hanya melalui Yudea, tempat kejahatan itu berasal, tetapi melalui kota Roma juga.Tacitus. 

Sejarah XV. 44

Tacitus menegaskan bahwa Isa al Masih adalah:

  • 1) orang bersejarah;
  • 2) dieksekusi oleh Pontius Pilatus;
  • 3) para pengikutnya memulai gerakan mereka di Yudea (Yerusalem) setelah kematian nabi Isa al Masih ,
  • 4) pada tahun 65 M (zaman Nero) mereka telah menyebar dari Yudea ke Roma sehingga Kaisar Romawi merasa dia harus menghentikannya.

Yosefus adalah seorang pemimpin/sejarawan militer Yahudi yang menulis tentang sejarah Yahudi pada abad pertama. Dengan melakukan hal itu ia melingkupi kehidupan Isa al Masih dengan kata-kata ini:

‘Pada saat ini ada seorang yang bijak … Yesus. … baik, dan … berbudi luhur. Dan banyak orang dari antara orang-orang Yahudi dan bangsa-bangsa lain menjadi muridnya. Pilatus mengutuk Dia untuk disalibkan dan mati. Dan mereka yang telah menjadi murid-muridnya tidak meninggalkan pemuridannya. Mereka melaporkan bahwa Dia telah menampakkan diri kepada mereka tiga hari setelah penyaliban dan bahwa Dia hidup

Josephus. 90 AD. Barang antik xviii. 33

Yosefus menegaskan bahwa:

  • 1) Isa Al-Masih ada,
  • 2) Dia adalah seorang guru agama,
  • 3) Pilatus, gubernur Romawi, mengeksekusinya,
  • 4) Murid-muridnya secara terbuka mengumumkan kebangkitan Isa al Masih setelah itu.

Tampaknya dari catatan-catatan sejarah ini terlihat bahwa kematian nabi adalah peristiwa yang terkenal dan tak terbantahkan, dengan kebangkitannya yang diberitakan kepada dunia Romawi oleh para muridnya.

Latar Belakang Sejarah – dari Alkitab

Di sini disebutkan bagaimana kitab Kisah Para Rasul dalam Alkitab mencatat apa yang terjadi ketika para murid memproklamirkan kebangkitan Isa al Masih di Yerusalem, di Kuil, beberapa minggu setelah penyalibannya.

1 Sementara Petrus dan Yahya berbicara dengan orang banyak, datanglah imam-imam dan kepala pengawal Bait Allah serta orang-orang Saduki.

2 Mereka sangat marah karena kedua rasul itu mengajar orang-orang dan memberitakan bahwa dalam Isa ada kebangkitan dari antara orang mati.

3 Karena itu, mereka menangkap dan memasukkan kedua rasul itu ke dalam rumah tahanan sampai keesokan harinya sebab hari sudah malam.

4 Tetapi, di antara orang-orang yang mendengar apa yang diajarkan oleh kedua rasul itu, banyak yang menjadi percaya. Maka, jumlah laki-laki dalam kelompok mereka menjadi kira-kira lima ribu orang.

5 Esoknya, para pemimpin bani Israil, para tua-tua dan ahli-ahli Kitab Suci Taurat mengadakan sidang di Yerusalem 6 bersama Hanas, yaitu Imam Besar, juga Kayafas, Yahya, Iskandar, dan semua orang lain yang termasuk keturunan Imam Besar.

7 Petrus dan Yahya dihadapkan kepada mereka dan diperiksa. Mereka bertanya, “Dengan kuasa apa dan atas nama siapa kamu melakukan hal itu?”

8 Petrus, yang dikuasai Ruh Allah, menjawab, “Hai pemimipin-pemimpin bangsa dan juga para tua-tua,

9 kami diperiksa hari ini karena kami melakukan sesuatu yang baik terhadap seorang yang lumpuh dan kami harus menerangkan bagaimana ia disembuhkan.

10 Ketahuilah, hai pemimpin-pemimpin bangsa, para tua-tua, juga semua orang Israil bahwa orang ini berdiri di sini, di depan kamu semua, dalam keadaan sehat karena kuasa dari nama Isa Al-Masih, orang Nazaret itu, yang kamu salibkan, tetapi yang dibangkitkan dari antara orang mati oleh Allah.

11 *Dialah Batu yang dibuang oleh kamu, tukang-tukang bangunan,
namun yang telah menjadi batu terpenting.

12 Tidak ada keselamatan melalui seorang lain pun karena di kolong langit ini tidak ada satu nama lain pun yang diberikan kepada manusia sehingga melalui nama itu kita dapat diselamatkan.”

13 Para anggota Mahkamah itu heran melihat keberanian Petrus dan Yahya karena mereka tahu bahwa kedua rasul itu adalah orang biasa yang tak berpendidikan. Mereka pun mengenal keduanya sebagai orang yang selalu bersama-sama dengan Isa.

14 Akan tetapi, mereka tidak dapat membantah sedikit pun karena mereka melihat orang yang sudah disembuhkan itu berdiri di situ, dekat kedua rasul itu.

15 Jadi, mereka menyuruh kedua rasul itu keluar dari ruang sidang, lalu mulailah mereka berunding.

16 Mereka berkata, “Hendak kita apakan orang-orang ini? Sudah nyata bagi semua orang di Yerusalem bahwa kedua orang inilah yang telah mengadakan tanda ajaib yang mencolok ini. Kita tidak dapat menyangkalnya.

17 Akan tetapi, supaya berita tentang hal itu tidak semakin tersebar luas di antara rakyat, sebaiknya kita mengancam dan melarang mereka supaya mereka tidak lagi berbicara kepada siapa pun dengan memakai nama itu.”

(Kisah Para Rasul 4: 1-17)

17 Imam Besar dan semua pengikutnya, yaitu orang-orang dari mazhab Saduki, memutuskan untuk bertindak karena mereka sangat dengki kepada rasul-rasul.

18 Mereka menangkap rasul-rasul itu dan memasukkan mereka ke dalam penjara kota.

19 Akan tetapi, pada malam itu malaikat utusan Tuhan membuka pintu-pintu penjara dan membawa rasul-rasul itu keluar. Malaikat itu berkata,

20 “Pergilah, berdirilah di Bait Allah dan beritakanlah kepada orang-orang di situ semua perkataan mengenai hidup yang baru ini.”

21 Rasul-rasul menuruti kata-kata malaikat itu. Pada waktu subuh, mereka pergi ke Bait Allah dan mulai mengajar di situ. Sementara itu, Imam Besar dan pengikut-pengikutnya memanggil semua tua-tua bani Israil serta anggota Majelis untuk berkumpul mengadakan sidang. Mereka mengutus orang ke penjara untuk membawa rasul-rasul itu menghadap.

22 Akan tetapi, ketika petugas-petugas itu tiba di penjara, mereka tidak menemukan rasul-rasul itu di situ. Jadi, mereka kembali dan memberitahukan hal itu kepada Mahkamah Agama. Mereka berkata,

23 “Kami dapati penjara itu terkunci dengan baik dan semua pengawal berada di tempatnya di depan pintu. Tetapi, ketika kami membuka pintu penjara itu, kami tidak menemukan seorang pun di dalamnya!”

24 Pada waktu kepala pengawal Bait Allah dan imam-imam kepala mendengar laporan itu, mereka bingung mengenai rasul-rasul itu dan bertanya-tanya apa yang bakal terjadi.

25 Kemudian, datanglah seseorang ke tempat sidang itu memberitahukan, “Dengar! Orang-orang yang kamu masukkan ke dalam penjara itu sekarang ada di dalam Bait Allah dan sedang mengajar orang banyak!”

26 Maka, pergilah kepala pengawal Bait Allah bersama orang-orangnya dan membawa kembali rasul-rasul itu. Tetapi, mereka tidak menggunakan kekerasan sebab mereka takut kalau-kalau orang-orang akan melempari mereka dengan batu.

27 Rasul-rasul itu dibawa menghadap Mahkamah Agama, lalu Imam Besar mulai memeriksa mereka. Ia berkata,

28 *“Kami melarang kamu dengan keras supaya tidak lagi mengajar orang-orang dengan memakai nama itu. Akan tetapi, sekarang, lihat! Kamu sudah menyebarkan ajaranmu itu di seluruh Yerusalem dan kamu mau melemparkan tanggung jawab atas kematian orang itu ke atas kami.”

29 Tetapi, Petrus dan rasul-rasul lainnya menjawab, “Kita harus lebih taat kepada Allah daripada kepada manusia!

30 Isa yang kamu tangkap untuk dibunuh, sudah dibangkitkan dari kematian oleh Allah, Tuhan nenek moyang kita.

31 Allah sendiri telah meninggikan Dia dengan memberi tempat terhormat di sebelah kanan-Nya untuk menjadi Pemimpin dan Penyelamat supaya orang Israil dapat bertobat dan diampuni dosa-dosanya.

32 Kamilah saksi dari semuanya itu—kami, dan juga Ruh Allah, yang dikaruniakan Allah kepada semua orang yang menuruti perintah-Nya.”

33 Pada waktu para anggota Mahkamah Agama mendengar apa yang dikatakan oleh rasul-rasul itu, mereka merasa sakit hati sehingga mereka membuat rencana untuk membunuh rasul-rasul itu.

34 Akan tetapi, di antara para anggota Mahkamah Agama itu ada seorang dari mazhab Farisi bernama Gamaliel. Ia juga seorang pengajar hukum Taurat, yaitu hukum yang terdapat dalam Kitab Suci Taurat, dan sangat dihormati oleh semua orang. Ia berdiri dan meminta supaya rasul-rasul itu disuruh keluar sebentar.

35 Sesudah itu, ia berkata kepada sidang Mahkamah, “Hai orang-orang Israil, berhati-hatilah dengan apa yang hendak kamu lakukan terhadap orang-orang ini!

36 Beberapa waktu yang lalu muncul Teudas, yang mengaku diri seorang yang hebat dan mempunyai sekitar empat ratus orang pengikut. Namun, ia dibunuh sehingga tercerai-berailah semua pengikutnya dan lenyaplah pula pergerakan itu.

37 Setelah itu, pada waktu ada sensus penduduk, muncul pula Yuda, orang Galilea. Ia juga menarik banyak orang untuk mengikutinya. Akan tetapi, ia juga terbunuh dan semua pengikutnya tercerai-berai.

38 Karena itu, sekarang dalam perkara ini, aku menasihati kamu semua, biarkan saja orang-orang ini. Sebab, kalau maksud dan usaha mereka ini berasal dari manusia, pasti akan lenyap.

39 Akan tetapi, kalau itu berasal dari Allah, kamu tidak mungkin dapat menghentikan mereka. Sebaliknya, justru kamu akan kedapatan melawan Allah!”

40 Nasihat itu diterima. Rasul-rasul itu dipanggil, lalu disesah, kemudian diperintahkan dengan keras untuk tidak lagi mengajar dengan memakai nama Isa. Sesudah itu, baru mereka dilepaskan.

41 Rasul-rasul itu meninggalkan Mahkamah dengan gembira sebab mereka merasa dianggap layak menderita penghinaan demi nama Isa.

(Kisah Para Rasul 5: 17-41)

Perhatikan bagaimana para pemimpin Yahudi berusaha keras untuk menghentikan pesan mereka. Seperti pemerintah-pemerintah sekarang yang takut akan gerakan baru, mereka menangkap, mengancam, memukul dan akhirnya membunuh (beberapa) murid dengan maksud untuk mencoba menghentikan mereka. Para murid ini memproklamirkan pesan mereka di Yerusalem – kota yang sama di mana hanya beberapa minggu sebelumnya seseorang dengan penampilan Isa al Masih telah dieksekusi dan dimakamkan di depan umum. Tapi siapa yang dieksekusi? Nabi? Atau Yudas yang dibuat agar terlihat seperti dia?

Mari kita lihat kemungkinan alternatifnya dan lihat yang mana yang masuk akal.

Tubuh Isa Al-Masih dan makam

Hanya ada dua pilihan tentang kuburan. Entah kuburan itu kosong atau masih berisi mayat yang tampak seperti nabi. Tidak ada pilihan lain.

Mari kita asumsikan teori bahwa Yudas dibuat agar terlihat seperti nabi, telah disalibkan alih-alih dia, dan kemudian mayatnya (menyerupai nabi) ditempatkan di dalam kubur. Sekarang pikirkan tentang peristiwa selanjutnya yang kita tahu terjadi menurut sejarah. Yosefus, Tacitus dan Kisah Para Rasul semuanya memberi tahu kita bahwa para murid memulai pesan mereka di Yerusalem dan pihak berwenang di sana mengambil tindakan keras untuk menentang pesan para murid sesaat setelah penyaliban (Yudas yang mirip nabi – karena kita mengasumsikan teori ini). Tetapi teori ini menerima bahwa Yudas tetap mati. Dalam teori ini, mayat tetap berada di dalam kubur (tetapi masih berubah agar terlihat seperti nabi). Para murid, pemerintah, Tacitus, Yosefus – semua orang – akan secara keliru mengira mayat itu adalah milik nabi tetapi itu benar-benar mayat Yudas (tampak seperti nabi).

Ini menimbulkan pertanyaan. Mengapa para pemimpin Romawi dan Yahudi di Yerusalem harus mengambil langkah-langkah kuat seperti itu untuk menghentikan cerita kebangkitan jika mayat ini masih di dalam kubur, tepat di samping pesan-pesan publik para murid tentang nabi yang bangkit dari kematian? Jika mayat Yudas (terlihat seperti Isa al Masih) masih di dalam kubur itu, maka akan menjadi masalah sederhana bagi pihak berwenang untuk menunjukkan mayat ini kepada semua orang dan dengan demikian menyangkal para murid (yang mengatakan dia telah bangkit) tanpa harus memenjarakan, menyiksa dan akhirnya membunuh mereka. Alasan mereka tidak melakukannya adalah karena tidak ada mayat untuk ditunjukkan – makam itu kosong.

Hajar Aswad, Ka’bah, dan Masjid-masjid di Mekah dan Madinah sebagai gambaran perbandingan

Pada 930 M (318 H), Hajar Aswad dicuri dan disingkirkan dari Ka’bah di Mekah oleh kelompok Syiah yang menentang penguasa Abbasiyah pada waktu itu. Itu hilang selama 23 tahun sebelum kembali ke Ka’bah. Hajar Aswad bisa hilang.

Bayangkan situasi seperti itu di mana sekelompok orang secara terbuka menyatakan kepada orang banyak di Masjidil Haram Mekah bahwa Hajar Aswad tidak lagi berada di sudut timur Ka’bah. Pesan mereka begitu meyakinkan sehingga para peziarah di Masjid mulai percaya bahwa Hajar Aswad sudah hilang. Bagaimana mungkin Penjaga Dua Masjid Suci (Khādamal-Ḥaramayn aš-Šarīfayn) memerangi pesan seperti itu? Jika pesan itu salah dan Hajar Aswad masih ada di Ka’bah, cara terbaik bagi Penjaga untuk menghentikan pesan ini adalah dengan memperlihatkan kepada publik bahwa Hajar Aswad masih berada di Ka’bah seperti yang berlangsung selama berabad-abad. Maka ide ini akan didiskreditkan secara langsung. Kedekatan Hajar Aswad dengan Masjid di Mekah memungkinkan ini terjadi. Sebaliknya, jika Penjaga tidak dapat menunjukkan Hajar Aswad untuk menyangkal ide ini, maka itu benar-benar telah hilang seperti pada 318 H.   

Namun, jika kelompok ini berada di Masjid Nabawi di Madinah mengumumkan bahwa Hajar Aswad telah hilang dari Ka’bah di Mekah (450 km jauhnya) maka akan lebih sulit bagi Penjaga Dua Masjid Suci untuk menyangkal cerita mereka, karena lebih sulit untuk menunjukkan kepada orang-orang di Madinah Hajar Aswad yang begitu jauh.

Kedekatan objek suci dengan sengketa tentang hal itu membuatnya mudah untuk menyangkal atau membuktikan klaim tentang hal itu karena dekat untuk diperiksa. 

Pemimpin Yahudi yang menentang pesan kebangkitan tidak membantahnya dengan mayat

Prinsip ini berlaku untuk mayat Yudas/Isa di Yerusalem. Makam tempat mayat Yudas yang tampak (tampak seperti Isa) berbaring hanya beberapa meter dari Kuil tempat para murid Isa al Masih berteriak kepada orang banyak bahwa nabi telah bangkit dari kematian. Seharusnya mudah bagi para pemimpin Yahudi untuk mendiskreditkan pesan kebangkitan mereka hanya dengan menunjukkan mayat (tampak seperti Isa) di dalam kubur. Adalah fakta bahwa pesan kebangkitan (yang bisa dibantah dengan mayat yang masih ada di dalam kubur) dimulai di dekat kubur itu sendiri, di mana bukti dapat dilihat oleh semua orang. Para pemimpin Yahudi tidak membantah pesan mereka dengan menunjukkan mayat, karena tidak ada mayat untuk ditampilkan.

Ribuan orang percaya pesan kebangkitan di Yerusalem

Ribuan orang bertobat untuk mempercayai kebangkitan fisik Isa al Masih di Yerusalem pada saat ini. Jika Anda adalah salah satu dari orang-orang di kerumunan yang mendengarkan Petrus, bertanya-tanya apakah pesannya benar, apakah Anda tidak akan setidaknya mengambil istirahat makan siang untuk pergi ke makam dan melihat sendiri apakah masih ada mayat sana? Jika mayat Yudas (terlihat seperti nabi Isa Al-Masih) masih di dalam kubur, tidak ada yang akan percaya pada pesan para rasul. Tetapi sejarah mencatat bahwa mereka memperoleh ribuan pengikut mulai di Yerusalem. Itu tidak mungkin dengan tubuh yang tampak seperti nabi yang masih ada di Yerusalem. Tubuh Yudas yang tersisa di makam menyebabkan kemustahilan. Ini tidak masuk akal.

Teori tubuh Yudas tidak bisa menjelaskan kuburan yang kosong.  

Masalah dengan teori Yudas yang diubah agar menyerupai Isa Al-Masih dan kemudian disalibkan dan dimakamkan sebagai gantinya, berakhir dengan sebuah kuburan yang ditempati. Tetapi kuburan kosong adalah satu-satunya penjelasan bagi para murid untuk dapat memulai, hanya beberapa minggu kemudian pada hari Pentakosta, sebuah gerakan yang didasarkan pada kebangkitan nabi di kota yang sama dengan eksekusi.

Hanya ada dua pilihan, satu dengan mayat Yudas yang tampak seperti nabi yang tersisa di kuburan, dan kebangkitan Isa Al-Masih dengan kuburan kosong. Karena mayat yang tersisa di kuburan mengarah pada kemustahilan, maka Isa Al-Masih pasti mati di tangan orang-orang Romawi dan bangkit dari kubur seperti yang dinyatakan dengan jelas, menawarkan kepada kita anugrah hidupnya.

Untuk lebih lanjut menggali pertanyaan ini, peneliti Cumming meninjau pemahaman literatur Sunni oleh para ulama dan para cendekiawan.

Bagaimana Rut & Boas merupakan kisah cinta yang unik?

Jika Anda mau menyebuktan nama-nama besar tentang kisah cinta, Anda mungkin menyarankan yaitu antara Nabi Muhammad (SAW) dan Siti Khadijah, atau antara Nabi (SAW) dan istri kesayangannya Siti Aisyah, atau tentang Ali dan Siti Fatima. Dalam film dan sastra, Anda mungkin berpikir tentang: Romeo & Juliet, Beauty & the Beast, Ali dan Jasmin dalam film Aladdin, atau mungkin Cinderella & Prince Charming. Di dalamnya, sejarah, budaya pop, dan fiksi romantis bersatu dalam menawarkan kisah cinta penuh gairah yang memikat hati, emosi, dan imajinasi kita.

Hebatnya, cinta yang tumbuh antara Rut & Boas terbukti jauh lebih abadi dan mulia daripada semua hubungan cinta ini, dan nyatanya, masih mempengaruhi kehidupan miliaran dari kita yang hidup hari ini – lebih dari tiga ribu tahun setelah kekasih ini bertemu.

Surat Al Ma’un, Surat Adh-Dhuha, Surat Al Insyirah & Surat Al Mumtahanah dicontohkan pada Rut & Boas

Kisah Rut dan Boas menggambarkan prinsip-prinsip abadi dalam Surat-surat ini. Boas, dengan kebaikan kecilnya kepada Rut, adalah seorang pria yang sangat berlawanan sifat dengan orang jahat yang diperingatkan dalam Surat al- Ma’un [107]

Maka itulah orang yang menghardik anak yatim,dan tidak mendorong memberi makan orang miskin.

Surat al-Ma’un 107: 2-3

dan enggan (memberikan) bantuan

Surat al-Ma’un 107: 7

Rut adalah seorang contoh sempurna dari pengalaman yang dijelaskan dalam Surat Adh – Dhuha [93]

dan Dia mendapatimu sebagai seorang yang bingung, lalu Dia memberikan petunjuk,dan Dia mendapatimu sebagai seorang yang kekurangan, lalu Dia memberikan kecukupanMaka terhadap anak yatim janganlah engkau berlaku sewenang-wenang.Dan terhadap orang yang meminta-minta janganlah engkau menghardik(nya).Dan terhadap nikmat Tuhanmu hendaklah engkau nyatakan (dengan bersyukur).

Surat Adh- Dhuha 93: 7-11

Pengalaman Naomi, ibu mertua dalam kisah Rut merupakan penggambaran yang jelas dari prinsip-prinsip yang diberikan dalam Surat Al- Insyirah [94]

Bukankah Kami telah melapangkan dadamu (Muhammad)?dan Kami pun telah menurunkan bebanmu darimyang memberatkan punggungmu,dan Kami tinggikan sebutan (nama)mu bagimu.Maka sesungguhnya beserta kesulitan ada kemudahan,sesungguhnya beserta kesulitan itu ada kemudahan

.Surat Al-Inshirah 94: 1-6

Cara di mana Boas memeriksa pengungsi Rut yang dipercaya adalah contoh dalam mengamalkan prinsip-prinsip Surat Al- Mumtahanah [60]

Wahai orang-orang yang beriman! Apabila perempuan-perempuan mukmin datang berhijrah kepadamu, maka hendaklah kamu uji (keimanan) mereka. Allah lebih mengetahui tentang keimanan mereka; jika kamu telah mengetahui bahwa mereka (benar-benar) beriman maka janganlah kamu kembalikan mereka kepada orang-orang kafir (suami-suami mereka). Mereka tidak halal bagi orang-orang kafir itu dan orang-orang kafir itu tidak halal bagi mereka. Dan berikanlah kepada (suami) mereka mahar yang telah mereka berikan. Dan tidak ada dosa bagimu menikahi mereka apabila kamu bayar kepada mereka maharnya. Dan janganlah kamu tetap berpegang pada tali (pernikahan) dengan perempuan-perempuan kafir; dan hendaklah kamu minta kembali mahar yang telah kamu berikan; dan (jika suaminya tetap kafir) biarkan mereka meminta kembali mahar yang telah mereka bayar (kepada mantan istrinya yang telah beriman). Demikianlah hukum Allah yang ditetapkan-Nya di antara kamu. Dan Allah Maha Mengetahui, Mahabijaksana

Surat Al- Mumtahanah 60:10

Rut & Boas untuk hari ini

Romansa mereka juga merupakan gambaran cinta mistis dan spiritual yang ditawarkan kepada Anda dan saya oleh Allah. Kisah Rut dan Boas berhubungan dengan cinta lintas budaya & terlarang, imigrasi dan hubungan antara pria yang kuat dan wanita yang rentan – berlaku di era # MeToo saat ini. Ini terkait dengan hubungan Yahudi-Arab kuno. Itu menjadi cetak biru bagi kita bagaimana membangun pernikahan yang sehat. Dengan salah satu tolak ukur ini, kisah cinta Rut & Boas layak untuk diketahui.

Cinta mereka dicatat dalam Buku Rut di dalam Alkitab. Ini adalah buku pendek – panjangnya hanya 2.400 kata – dan sangat layak untuk dibaca (di sini ). Ini terjadi sekitar 1150 SM, menjadikannya yang tertua dari semua kisah cinta yang dicatat. Itu telah dibuat menjadi beberapa film.

Film Hollywood yang menggambarkan kisah Cinta Rut

Kisah Cinta Rut

Naomi dan suaminya, keduanya orang Yahudi, bersama kedua putranya meninggalkan Israel untuk menghindari kekeringan dan menetap di dekat negara Moab (sekarang Yordania). Setelah menikahi wanita lokal, kedua putranya meninggal, begitu pula suami Naomi, meninggalkannya sendirian dengan kedua menantu perempuannya. Naomi memutuskan untuk kembali ke tanah airnya Israel dan salah satu menantunya, Rut, memilih untuk menemaninya. Setelah lama absen, Naomi kembali ke kampung halamannya Betlehem sebagai janda miskin ditemani Rut, seorang imigran Moab (Arab) muda dan rentan.

Rut & Boas bertemu

Tanpa penghasilan, Rut keluar untuk mengumpulkan biji-bijian yang ditinggalkan oleh kru panen lokal di ladang. Hukum Syari’ah Nabi Musa (AS) dalam hal jaring pengaman sosial, memerintahkan pemanen untuk meninggalkan beberapa butir belakangan di ladang mereka sehingga orang miskin bisa mengumpulkan makanan. Tampaknya secara tidak disengaja, Rut mendapati dirinya memetik biji-bijian di ladang seorang tuan tanah kaya bernama Boas. Boas memperhatikan Rut, di antara yang lainnya, bekerja keras untuk mengumpulkan biji-bijian yang ditinggalkan oleh para pekerjanya. Dia menginstruksikan mandornya untuk meninggalkan biji-bijian ekstra di lapangan agar dia bisa mengumpulkan lebih banyak lagi. Dengan demikian, Boas menggambarkan kebalikan dari sifat orang jahat yang disebutkan dalam Surat al- Ma’un dan Rut telah terpenuhi kebutuhannya seperti yang dijabarkan dalam Surah adh- Dhuha.

Rut & Boas bertemu. Banyak seni telah dilakukan untuk menggambarkan pertemuan mereka

Karena dia bisa mengumpulkan banyak di ladangnya, Rut kembali ke ladang Boas setiap hari untuk mengumpulkan sisa biji-bijian. Boas, yang selalu menjadi pelindung, memastikan bahwa Rut tidak diganggu atau dianiaya oleh para pekerjanya. Rut dan Boas tertarik satu sama lain, tetapi karena perbedaan usia, status sosial, dan kebangsaan, keduanya tidak bergerak. Di sini Naomi bertindak sebagai penjodoh. Dia memerintahkan Rut untuk dengan berani berbaring di sisi Boas pada malam hari setelah dia merayakan pengumpulan panen. Boas memahami ini sebagai lamaran pernikahan dan memutuskan untuk menikahinya.

Penebus Kerabat

Tapi situasinya lebih rumit dari sekedar cinta di antara mereka. Naomi adalah kerabat Boas, dan karena Rut adalah menantu perempuannya, Boas dan Rut adalah kerabat karena pernikahan. Boas harus menikahinya sebagai ‘penebus kerabat ‘. Ini berarti bahwa di bawah Hukum Musa (AS) dia akan menikahinya ‘atas nama’ suami pertamanya (anak laki-laki Naomi) dan dengan demikian menafkahi dia. Ini berarti Boas membeli ladang keluarga Naomi. Meskipun hal itu akan merugikan Boas, itu bukanlah hambatan terbesar. Ada kerabat dekat lainnya yang memiliki hak pertama untuk membeli ladang keluarga Naomi (dan juga menikahi Rut). Jadi, pernikahan Rut dengan Boas bergantung pada apakah pria lain menginginkan tanggung jawab untuk menjaga Naomi dan Rut. Pada pertemuan publik para sesepuh kota, orang pertama ini menolak pernikahan karena membahayakan harta miliknya. Dengan demikian Boas bebas untuk membeli dan menebus harta keluarga Naomi dan menikahi Rut. Naomi, setelah bertahun-tahun mengalami kesusahan sekarang menemukan kelegaan, menggambarkan prinsip seperti disebukan dalam Surat Al-Insyirah.

Warisan Rut & Boas

Dalam persatuan mereka, mereka memiliki seorang anak, Obed, yang kemudian menjadi kakek dari Raja Dawud. Dawud dijanjikan bahwa ‘Sang Al-Masih‘ akan datang dari keluarganya. Nubuat lebih lanjut meramalkan kelahiran dari perawan dan akhirnya Nabi Isa Al-Masih (AS) itu lahir di Betlehem , kota yang sama dimana Ruth dan Boas telah bertemu jauh sebelumnya. Asmara, perkawinan dan keluarga garis mereka menghasilkan keturunan yang saat ini merupakan dasar untuk beberapa kalender modern, dan hari libur global seperti Natal & Paskah – tidaklah jelek untuk sebuah roman di sebuah desa berdebu lebih dari 3000 tahun yang lalu.

Membayangkan Kisah Cinta yang Lebih Besar

Kesopanan dan rasa hormat yang digunakan Boas yang kaya dan berkuasa dalam memperlakukan Rut, wanita asing yang miskin, adalah model yang bertolak belakang dengan pelecehan dan eksploitasi yang sekarang umum terjadi di hari # MeToo kita. Dampak bersejarah dari garis keluarga yang dihasilkan oleh romansa dan pernikahan ini, mengingatkan kita setiap kali kita mencatatkan tanggal di perangkat kita, memberi kisah cinta ini warisan yang abadi. Namun kisah cinta Rut & Boas juga merupakan gambaran dari cinta yang lebih besar – Anda dan saya diundang ke dalamnya.

Alkitab menggambarkan kita sebagai seperti Rut ketika ia mengatakan:

22 *Aku akan menaburkan dia bagi-Ku di bumi.
Lalu, Aku akan mengasihani Lo-Ruhama; Aku pun akan berfirman kepada Lo-Ami, ‘Engkaulah umat-Ku,’ dan ia akan berkata, ‘Ya Tuhanku.’”

(Hosea 2: 22)

Nabi Perjanjian Lama Hosea (sekitar 750 SM) menggunakan rekonsiliasi dalam pernikahannya yang rusak untuk menggambarkan Allah menjangkau kita dengan cinta-Nya. Seperti Rut yang memasuki negeri sebagai orang yang tidak dicintai, tetapi kemudian ditunjukkan kasih oleh Boas, Dia ingin menunjukkan kasih-Nya bahkan kepada kita yang merasa jauh dari kasih-Nya. Ini dikutip dalam Injil (Roma 9:25) untuk menunjukkan bagaimana Allah menjangkau luas untuk mencintai mereka yang jauh dari-Nya.

Bagaimana kasih-Nya diperlihatkan? Isa al Masih, keturunan dari Boas & Rut, sebagai laki-laki adalah ‘sanak saudara’ kita, seperti Boas bagi Rut. Dia membayar hutang dosa kita kepada Allah ketika dia disalibkan , dan karenanya dia

14 *Isa Al-Masih telah menyerahkan diri-Nya demi kita untuk menebus kita dari segala kejahatan dan untuk menyucikan bagi diri-Nya suatu umat milik-Nya sendiri yang rajin berbuat baik.

(Titus 2: 14)

Seperti halnya Boas adalah ‘penebus kerabat’ yang membayar harga untuk menebus Rut, Yesus adalah ‘penebus kerabat’ kita yang membayar (dengan nyawanya) untuk menebus kita.

Model untuk pernikahan kita

Cara Isa al Masih (dan Boas) membayar untuk menebus dan kemudian memenangkan model mempelai wanita tentang bagaimana kita bisa membangun pernikahan kita. Alkitab menjelaskan bagaimana membangun pernikahan kita:

21 Tunduklah seorang kepada yang lain dalam rasa hormat kepada Al-Masih.

22 *Hai istri-istri, tunduklah kepada suamimu seperti kepada Tuhan.

23 Karena suami adalah kepala istri, sama seperti Al-Masih adalah kepala jemaah. Dialah yang menyelamatkan tubuh.

24 Sebagaimana jemaah tunduk kepada Al-Masih, demikian jugalah hendaknya istri-istri tunduk kepada suami mereka dalam segala hal.

25 *Hai suami-suami, kasihilah istrimu, sama seperti Al-Masih telah mengasihi jemaah dan menyerahkan diri-Nya untuk jemaah itu.

26 *Hal itu dilakukan-Nya supaya Ia dapat menyucikan jemaah setelah Ia membersihkannya dengan air permandian dan firman,

27 dan supaya Ia dapat menempatkan jemaah di hadapan diri-Nya sendiri dalam keadaan mulia, tidak bernoda atau berkerut atau yang lain semacam itu, melainkan supaya jemaah itu suci dan tidak bercela.

28 Demikian pula halnya dengan suami-suami, hendaklah mereka mengasihi istri mereka seperti mereka mengasihi tubuh sendiri. Siapa mengasihi istrinya, ia mengasihi dirinya sendiri.

29 Karena belum pernah ada orang yang membenci tubuhnya sendiri, melainkan menjaga dan memeliharanya sebagaimana yang dilakukan Al-Masih terhadap jemaah-Nya—

30 sebab kita adalah anggota-anggota tubuh-Nya.

31 *Untuk itu seorang laki-laki akan meninggalkan bapak dan ibunya untuk hidup bersama-sama dengan istrinya, dan keduanya akan menjadi satu.

32 Hal ini adalah suatu rahasia yang besar, tetapi yang aku maksudkan adalah hubungan antara Al-Masih dengan jemaah.

33 Dengan demikian, hendaklah kamu masing-masing juga mengasihi istrimu seperti kamu mengasihi dirimu sendiri. Sebaliknya, hendaklah istri menghormati suaminya.

(Efesus 5: 21-33)

Saat Boas dan Rut menegakkan pernikahan mereka atas dasar cinta dan rasa hormat, dan perhatian Isa adalah model bagi para suami untuk mencintai istri mereka dengan pengorbanan, jadi kita sebaiknya membangun pernikahan kita di atas nilai-nilai yang sama ini.

Undangan Pernikahan untuk Anda dan saya

Seperti dalam semua kisah cinta yang baik, Alkitab ditutup dengan pernikahan. Sama seperti harga yang Boas bayar untuk menebus Rut membuka jalan bagi pernikahan mereka, harga yang dibayarkan Isa al Masih AS membuka jalan bagi pernikahan kita. Pernikahan itu bukan kiasan tetapi nyata, dan mereka yang menerima undangan pernikahannya disebut ‘Mempelai dari Kristus’. Seperti yang dikatakan:

7 Marilah kita bersukaria dan bersorak-sorai, serta memuliakan-Nya! Karena hari pernikahan Anak Domba telah tiba, dan mempelai perempuan-Nya sudah siap sedia.

Mereka yang menerima tawaran penebusan Yesus menjadi ‘pengantin’-Nya. Pernikahan surgawi ini ditawarkan kepada kita semua. Alkitab diakhiri dengan undangan ini bagi Anda dan saya untuk datang ke pernikahan-Nya

17 *Ruh dan pengantin perempuan itu berkata, “Marilah!” Hendaklah setiap orang yang mendengarnya berkata, “Marilah!” Siapa dahaga, hendaklah ia datang, dan siapa mau, hendaklah ia mengambil air hayat itu dengan cuma-cuma.

(Wahyu 22: 17)

Hubungan antara Rut & Boas adalah model cinta yang masih terasa hingga saat ini. Itu adalah gambaran cinta surgawi kepada Allah. Dia akan menikah sebagai Mempelai-Nya semua yang menerima lamaran pernikahan-Nya. Seperti halnya lamaran pernikahan lainnya, tawaran-Nya harus dipertimbangkan untuk melihat apakah Anda harus menerimanya. Mulailah di sini dengan ‘rencana’ yang diawali dengan Hazrat Adam, di sini untuk melihat bagaimana Hazrat Ibrahim meramalkan rencana tersebut, di sini bagaimana Nabi Musa menunjukkan bagaimana Penebus akan membayar harganya, dan di sini untuk melihat bagaimana ramalan itu sebelumnya sehingga kita bisa tahu itu benar-benar Allah/Proposal Allah.

Adaptasi lain dari Buku Rut dalam film

 

Pentakosta – Sang Penolong datang untuk memberikan Kekuatan & Bimbingan

 

Surat Al-Balad [90] mengacu pada saksi seluruh kota dan Surah An-Nasr [110] membayangkan kerumunan orang yang datang untuk menyembah Tuhan yang sejati.

Aku bersumpah dengan negeri ini (Mekah),dan engkau (Muhammad), bertempat di negeri (Mekah) ini,

Surat Al-Balad 90: 1-2

Apabila telah datang pertolongan Allah dan kemenangan,dan engkau melihat manusia berbondong-bondong masuk agama Allah,maka bertasbihlah dengan memuji Tuhanmu dan mohonlah ampunan kepada-Nya. Sungguh, Dia Maha Penerima tobat

Surat An-Nasr 110: 1-3

Tepat lima puluh hari setelah kebangkitan Isa Al-Masih (AS), visi yang ditangkap dalam Surat Al-Balad dan Surat An-Nasr terjadi. Kota itu adalah Yerusalem, dan para murid Isa Al-Masih adalah orang-orang bebas yang menjadi saksi kota itu, tetapi Ruh ALLAH yang bergerak di antara orang banyak di kota itulah yang menyebabkan perayaan, pujian dan pengampunan. Hari itu juga dapat kita alami hari ini, yang kita pelajari ketika kita memahami sejarah dari hari yang unik ini.

 

Nabi Isa Al-Masih (AS) telah disalibkan pada hari Paskah tetapi kemudian bangkit dari kematian pada hari Minggu berikutnya . Dengan kemenangan atas kematian ini, dia sekarang menawarkan anugrah kehidupan kepada siapa pun yang akan menerimanya.  Setelah bersama dengan murid-muridnya selama 40 hari, sehingga mereka yakin akan kebangkitannya, ia kemudian naik ke surga. Tetapi sebelum dia naik dia memberikan instruksi ini:

19 *Sebab itu, pergilah, jadikanlah semua suku bangsa pengikut-Ku dan permandikanlah mereka dalam nama Sang Bapa, Sang Anak, dan Ruh Allah Yang Mahasuci.

20 Ajarlah mereka menaati segala sesuatu yang telah Kuperintahkan kepadamu dan ingatlah, Aku menyertai kamu sampai kesudahan zaman.”

(Matius 28:19-20)

Dia berjanji akan selalu bersama mereka, namun dia meninggalkan mereka tak lama setelah itu ketika dia naik ke surga. Bagaimana mungkin dia masih bersama mereka (dan juga bersama kita) setelah dia naik?

Jawabannya ada pada apa yang terjadi beberapa saat kemudian. Pada perjamuan makan malam tepat sebelum penangkapannya, dia telah berjanji akan datangnya Penolong. Lima puluh hari setelah kebangkitannya (dan 10 hari setelah kenaikannya) janji ini terpenuhi. Hari ini disebut Hari Pentakosta atau Minggu Pentakosta. Ini merayakan hari yang luar biasa, tetapi bukan hanya apa yang terjadi hari itu tetapi kapan dan mengapa itu terjadi yang mengungkapkan tanda Allah, dan anugrah yang kuat untuk Anda.

Apa yang terjadi pada hari Pentakosta

Peristiwa lengkap dicatat dalam Kitab Kisah Para Rasul pasal 2 dari Alkitab. Pada hari itu, Roh Kudus turun kepada pengikut pertama Isa Al-Masih (AS) dan mereka mulai berbicara dengan suara keras dalam bahasa-bahasa dari seluruh dunia. Itu menimbulkan keributan sehingga ribuan orang yang berada di Yerusalem pada waktu itu keluar untuk melihat apa yang terjadi. Di depan orang banyak yang berkumpul, Petrus mengucapkan pesan Injil pertama dan “Pada hari itu jumlah umat beriman bertambah kira-kira tiga ribu orang” (Kisah Para Rasul 2:41). Jumlah pengikut Injil telah berkembang sejak hari Minggu Pentakosta itu.

Ringkasan Pentakosta ini tidak lengkap. Karena, sama seperti peristiwa-peristiwa Nabi lainnya, Pentakosta terjadi pada hari yang sama dengan Festival yang telah dimulai Taurat di masa Nabi Musa (AS).

Pentakosta dari Taurat Musa

Musa (AS) (1500 SM) telah mendirikan beberapa perayaan untuk dirayakan sepanjang tahun. Paskah adalah festival pertama tahun Yahudi. Isa telah disalibkan pada hari raya Paskah. Waktu yang tepat dari kematiannya dengan pengorbanan anak domba Paskah adalah tanda bagi kita.

Perayaan kedua adalah hari raya Buah Sulung, dan kita melihat bagaimana Nabi dibesarkan di hari perayaan ini. Karena kebangkitannya terjadi di ‘Buah Sulung’, itu adalah Janji bahwa kebangkitan kita akan mengikuti untuk semua orang yang mempercayainya. Kebangkitannya adalah ‘buah sulung’, sama seperti nama festival yang dinubuatkan.

Tepatnya 50 hari setelah ‘Buah Sulung’ hari Minggu Taurat mengharuskan orang-orang Yahudi untuk merayakan Pentakosta (‘Pente’ untuk 50 tahun). Ini awalnya disebut Perayaan Minggu-minggu karena terhitung selama tujuh minggu. Orang Yahudi telah merayakan Perayaan Minggu-minggu selama 1500 tahun pada saat Nabi Isa Al-Masih (AS). Alasan mengapa adanya orang-orang dari seluruh dunia untuk mendengar pesan Petrus pada hari Roh Kudus turun ke Yerusalem adalah karena mereka benar-benar ada di sana untuk merayakan Pentakosta Taurat. Saat ini orang Yahudi terus merayakan Pentakosta tetapi menyebutnya Shavuot.

Kita membaca dalam Taurat bagaimana Perayaan Minggu-minggu akan dirayakan:

16 Sesudah tiba pada hari Sabat ketujuh, hitunglah lima puluh hari lagi, kemudian persembahkanlah persembahan bahan makanan yang baru untuk memuliakan Allah.

17 Dari tempat-tempat tinggalmu bawalah dua buah roti persembahan unjukan yang dibuat dari dua persepuluh efa tepung terbaik dan yang dibakar dengan ragi sebagai roti hasil pertama untuk dipersembahkan kepada Allah.

(Imamat 23: 16-17)

Ketepatan Pentakosta: Tanda dari Allah

Ada waktu yang betepatan dari Pentakosta ketika Roh Kudus turun kepada manusia karena terjadi pada hari yang sama dengan Perayaan Minggu-minggu (atau Pentakosta) Taurat. Penyaliban Isa Al-Masih terjadi pada Perayaan Paskah, kebangkitannya terjadi pada Perayaan Buah Sulung, dan kedatangan Roh Kudus pada Perayaan Minggu-minggu, adalah tanda-tanda yang jelas bagi kita dari Allah. Diantara banyak hari dalam setahun mengapa penyaliban, kebangkitan, dan kemudian kedatangan Roh Kudus terjadi tepat pada setiap hari dari tiga festival musim semi Taurat, kecuali jika ini untuk menunjukkan kepada kita rencana-Nya?

Events of the Injil occurred precisely on the three Spring Festivals of the Taurat

Peristiwa-peristiwa Injil terjadi tepat pada tiga Perayaan Musim Semi Taurat

Pentakosta: Penolong memberi Kekuatan Baru

Dalam menjelaskan tanda-tanda kedatangan Roh Kudus, Petrus menunjuk pada nubuat dari nabi Yoel yang meramalkan bahwa suatu hari Roh Allah akan mencurahkan ke atas semua orang. Peristiwa-peristiwa hari Pentakosta itu telah menggenapi nubuat.

Kita telah lihat bagaimana para nabi telah mengungkapkan kepada kita sifat alami kehausan rohani kita yang menuntun kita pada dosa. Para nabi juga meramalkan kedatangan Perjanjian Baru di mana Hukum Taurat akan tertulis di dalam hati kita, tidak hanya pada plakat atau dalam buku. Hanya dengan Hukum yang tertulis di hati kita, kita memiliki kekuatan dan kemampuan untuk mengikuti hukum. Kedatangan Roh Kudus pada Hari Pentakosta untuk besemayam di dalam orang yang beriman adalah penggenapan dari Janji ini.

Salah satu alasan mengapa Injil adalah ‘kabar baik’ yaitu Injil memberikan kekuatan untuk menjalani kehidupan yang lebih baik. Hidup sekarang adalah persatuan antara Allah dan manusia. Persatuan ini terjadi melalui berdiamnya Roh Allah – yang dimulai pada hari Minggu Pentakosta dari Kisah Para Rasul 2. Ini adalah Kabar Baik bahwa kehidupan sekarang dapat dijalani pada tingkat yang berbeda, dalam hubungan dengan Allah melalui Roh-Nya. Roh Kudus memberi kita bimbingan batin sejati – bimbingan dari Allah. Injil menjelaskannya seperti ini:

13 Di dalam Al-Masih itu pun kamu telah disegel dengan Ruh Allah yang dijanjikan-Nya ketika kamu mendengar firman kebenaran, yaitu Injil yang menyelamatkan kamu, dan ketika kamu percaya.

14 Ruh Allah adalah jaminan warisan kita sampai kita memperoleh penebusan yang menjadikan kita milik Allah untuk memuji kemuliaan-Nya.

(Efesus 1:13-14)

11 *Jika Ruh Dia, yang telah membangkitkan Isa dari antara orang mati, ada dalam dirimu, maka Dia, yang telah membangkitkan Isa Al-Masih dari antara orang mati itu, akan menghidupkan juga tubuhmu yang dapat mati itu oleh Ruh-Nya yang ada di dalam dirimu.

(Rum 8:11)

23 *Bukan mereka saja, melainkan juga kita, yang telah memperoleh buah sulung Ruh, mengerang dalam hati sementara kita menantikan pengangkatan sebagai anak, yaitu penebusan tubuh kita.

(Rum 8:23)

Ruh Allah yang tinggal di dalam adalah buah sulung yang kedua, karena Ruh adalah rasa pendahuluan – suatu jaminan – untuk menyempurnakan perubahan wujud kita menjadi ‘anak-anak Allah’.

 

Injil menawarkan kehidupan baru bukan dengan berusaha-tetapi-gagal untuk menaati Hukum.  Juga bukan kehidupan yang bergelimang dengan harta, status, kekayaan, dan semua kesenangan lain yang berlalu di dunia ini, yang telah ditemukan Sulaiman begitu kosong. Sebaliknya, Injil menawarkan kehidupan yang baru dan berlimpah dengan berdiamnya Roh Allah di dalam hati kita. Jika Allah menawarkan untuk bersemayam, memberdayakan dan membimbing kita – itu pasti Kabar Baik! Pentakosta Taurat, dengan perayaan roti yang dipanggang dengan ragi, menggambarkan kehidupan yang berkelimpahan ini. Presisi antara Pentakosta Lama dan Baru adalah sebuah tanda yang jelas bahwa ini adalah rencana Allah bagi kita untuk memiliki kehidupan yang berkelimpahan.

Apakah Para Malaikat di sisi Kanan & Kiri menolong di Hari Pembalasan?

 

Surat al- Haqqah [69] menggambarkan bagaimana Hari Pengadilan akan dibuka dengan tiupan Sangkakala.

Maka apabila sangkakala ditiup sekali tiup,dan diangkatlah bumi dan gunung-gunung, lalu dibenturkan keduanya sekali benturan.Maka pada hari itu terjadilah hari Kiamat,dan terbelahlah langit, karena pada hari itu langit menjadi rapuh.Dan para malaikat berada di berbagai penjuru langit. Pada hari itu delapan malaikat menjunjung ‘Arsy (singgasana) Tuhanmu di atas (kepala) mereka.Pada hari itu kamu dihadapkan (kepada Tuhanmu), tidak ada sesuatu pun dari kamu yang tersembunyi (bagi Allah).

Surat al- Haqqah 69: 13-18

Surat Qaf [50] juga menggambarkan Hari ketika Sangkakala Allah ditiup dan malaikat penjaga di sisi kanan dan kiri kita mengungkapkan catatan amal perbuatan dan kebaikan kita. Ayat ini berbunyi:

Dan sungguh, Kami telah menciptakan manusia dan mengetahui apa yang dibisikkan oleh hatinya, dan Kami lebih dekat kepadanya daripada urat lehernya.(Ingatlah) ketika dua malaikat mencatat (perbuatannya), yang satu duduk di sebelah kanan dan yang lain di sebelah kiri.Tidak ada suatu kata yang diucapkannya melainkan ada di sisinya malaikat pengawas yang selalu siap (mencatat).Dan datanglah sakaratul maut dengan sebenar-benarnya. Itulah yang dahulu hendak kamu hindari.Dan ditiuplah sangkakala. Itulah hari yang diancamkan.Setiap orang akan datang bersama (malaikat) penggiring dan (malaikat) saksi.Sungguh, kamu dahulu lalai tentang (peristiwa) ini, maka Kami singkapkan tutup (yang menutupi) matamu, sehingga penglihatanmu pada hari ini sangat tajam.Dan (malaikat) yang menyertainya berkata, “Inilah (catatan perbuatan) yang ada padaku.”

Surat Qaf50: 16-23

Ayah 20 mengatakan bahwa peringatan Sangkakala sudah diberikan (sebelum Al Qur’an diturunkan). Kapan ini diberikan? Itu diberikan oleh Isa Al-Masih (AS) ketika dia menubuatkan dalam Injil bahwa kembalinya ke bumi akan diumumkan oleh sangkakala Surga:

31 Ia akan menyuruh para malaikat-Nya meniup nafiri dengan bunyi yang dahsyat, lalu para malaikat itu akan mengumpulkan orang-orang pilihan-Nya dari keempat penjuru bumi, dari ujung langit yang satu sampai ke ujung langit lainnya.

(Matius 24: 31)

Apa yang terjadi setelah ini? Surat Qaf menggambarkan malaikat di sebelah kanan dan kiri kita, mencatat amal perbuatan kita. Karena Allah lebih dekat kepada kita daripada urat nadi di leher kita, Injil memberi tahu kita bahwa catatan perbuatan kita ini begitu luas sehingga sebenarnya adalah ‘buku’. Ini dijelaskan dalam sebuah visi yang diterima dan ditulis oleh Yohanes, seorang murid Isa Al-Masih AS dalam buku terakhir Injil. Seperti yang tertulis:

11 *Kemudian, aku melihat arasy putih yang besar dan Dia yang duduk di atasnya. Di hadapan-Nya bumi dan langit lenyap, tak ditemukan lagi.

12 Aku melihat orang-orang mati, besar dan kecil, berdiri di hadapan arasy itu. Lalu, kitab-kitab pun dibuka. Dibuka pula sebuah kitab yang lain, yaitu kitab hayat. Orang-orang mati dihakimi menurut perbuatan mereka, berdasarkan apa yang tertulis dalam kitab-kitab itu.

13 Laut menyerahkan semua orang mati yang ada di dalamnya. Demikian juga maut dan alam maut menyerahkan semua orang mati yang ada di dalamnya, lalu mereka semua dihakimi menurut perbuatan masing-masing.

14 Kemudian, maut dan alam maut dicampakkan ke dalam lautan api. Itulah kematian yang kedua, yaitu lautan api.

15 Setiap orang yang namanya tidak tertulis dalam kitab hayat itu dicampakkan ke dalam lautan api itu.

(Wahyu 20: 11-15)

Ini menyatakan bahwa semua akan diadili ‘sesuai dengan apa yang telah mereka lakukan’ sebagaimana dicatat dalam ‘buku-buku’. Jadi kita menyapa para malaikat di sebelah kanan dan kiri setelah kita salat, berharap mendapatkan manfaat dalam catatan amal perbuatan.

Kitab Kehidupan

Tetapi perhatikan ada buku lain, yang disebut ‘Kitab Kehidupan ‘, yang berbeda dari buku-buku catatan amal baik-buruk. Ini menyatakan bahwa ‘ siapa pun ‘ yang namanya tidak ditemukan tertulis dalam Kitab Kehidupan akan dibuang ke Danau Api (istilah lain untuk neraka). Jadi, bahkan jika daftar pahala baik kita yang ditatat oleh malaikat disebelah kanan kita sangat panjang, dan daftar dosa yang dicatat oleh malaikat di sisi kiri kita sangat pendek – bahkan kemudian – jika nama kita tidak ada dalam ‘Kitab Kehidupan’ kita masih dimasukkan ke Neraka. Apa ‘buku kehidupan’ ini dan bagaimana nama kita dicatat dalam buku ini?

Baik Taurat maupun Al-Qur’an menyatakan bahwa ketika Hazrat Adam berdosa, Allah mengusirnya dari Surga dan menjadikannya manusia. Ini berarti bahwa dia (dan kita anak-anaknya) terpisah dari Sumber Kehidupan. Inilah alasannya kita menjadi fana dan akan mati suatu hari. Nabi Isa al Masih AS datang untuk mengembalikan Hidup ini kepada kita agar nama kita dapat dimasukkan ke dalam Kitab Kehidupan. Seperti yang dia nyatakan

24 Sesungguhnya, Aku berkata kepadamu, orang yang mendengarkan perkataan-Ku serta percaya kepada Dia yang mengutus Aku memperoleh hidup yang kekal dan tidak akan dihukum. Ia sudah berpindah dari dalam maut ke dalam hidup.

(Yahya 5:24)

Bagaimana Nabi Ibrahim AS meramalkan karunia kehidupan ini, dan mengapa Isa Al-Masih dapat memberi kita kehidupan dijelaskan secara rinci di sini. Surat Qaf memperingatkan kita akan hal itu

(Allah berfirman), “Lemparkanlah olehmu berdua ke dalam neraka Jahanam semua orang yang sangat ingkar dan keras kepala,

Surat Qaf 50: 24

Jadi jika ada Kehidupan Kekal yang ditawarkan mengapa tidak diberi tahu tentang hal itu?