Quran & Sejarah: Apakah Isa al Masih wafat di kayu salib?

Kita periksa pertanyaan ini secara rinci, menggunakan hilangnya Hajar Aswad dari Ka’bah (tahun 318 H) untuk menggambarkan masalah ini.

Mereka yang menyangkal bahwa Isa al Masih AS wafat di salib biasanya mengutip Ayat An- Nisa’ 157.

Dan Kami hukum juga mereka karena ucapan mereka, “Sesungguhnya kami telah membunuh Al-Masih, Isa putra Maryam,” yang mereka ejek dengan menamainya Rasul Allah padahal mereka tidak beriman kepadanya. Mereka mengatakan telah membunuhnya, padahal mereka tidak membunuhnya dan tidak pula menyalibnya, tetapi diserupakan bagi mereka orang yang dibunuh itu dengan Nabi Isa. Sesungguhnya mereka yang berselisih pendapat tentangnya, yakni tentang Nabi Isa, benar-benar dalam keragu-raguan tentang hal, yakni pembunuhan, itu. Mereka tidak mempunyai sedikit pun pengetahuan menyangkut hal itu, yakni tentang pembunuhan Nabi Isa, dan apa yang mereka katakan kecuali mengikuti persangkaan belaka, dan mereka tidak membunuhnya dengan yakin.

Surah An- Nisa’ 4: 157

Apakah Isa al Masih dibunuh?

Perhatikan ini tidak mengatakan bahwa Isa al Masih tidak mati. Dikatakan orang Yahudi ‘tidak membunuhnya …’ itu berbeda. Injil mencatat orang-orang Yahudi menangkap Nabi, dan Kayafas, Imam Besar menginterogasi dia tapi

28 Maka mereka membawa Yesus dari Kayafas ke gedung pengadilan. Ketika itu hari masih pagi. Mereka sendiri tidak masuk ke gedung pengadilan itu, supaya jangan menajiskan diri, sebab mereka hendak makan Paskah.

Yohanes 18:28

Pilatus adalah gubernur Romawi. Karena berada di bawah pendudukan Romawi, orang-orang Yahudi tidak memiliki wewenang untuk menghukum mati. Pilatus kemudian menyerahkan nabi itu kepada prajurit Romawi.

16 Akhirnya Pilatus menyerahkan Yesus kepada mereka untuk disalibkan. (19-16b) Mereka menerima Yesus.

Yohanes 19:16

Jadi pemerintah Romawi dan tentara Romawi adalah orang-orang yang menyalibnya – bukan orang Yahudi. Tuduhan murid-murid nabi kepada para pemimpin Yahudi yaitu

13 Allah Abraham, Ishak dan Yakub, Allah nenek moyang kita telah memuliakan Hamba-Nya, yaitu Yesus yang kamu serahkan dan tolak di depan Pilatus, walaupun Pilatus berpendapat, bahwa Ia harus dilepaskan.

Kisah Para Rasul 3:13

Orang-orang Yahudi menyerahkannya kepada orang-orang Romawi dan mereka menyalibnya. Setelah dia mati di kayu salib, tubuhnya ditempatkan di sebuah kuburan

41 Dekat tempat di mana Yesus disalibkan ada suatu taman dan dalam taman itu ada suatu kubur baru yang di dalamnya belum pernah dimakamkan seseorang.
42 Karena hari itu hari persiapan orang Yahudi, sedang kubur itu tidak jauh letaknya, maka mereka meletakkan mayat Yesus

ke situ.Yohanes 19: 41-42

An- Nisa’ 157 menyatakan bahwa orang-orang Yahudi tidak menyalibkan Isa al Masih. Itu betul. Orang-orang Romawilah yang melakukannya.

Surat Maryam dan kematian nabi

Surat Maryam mengklarifikasi apakah Isa al Masih mati atau tidak.

Dan kesejahteraan semoga dilimpahkan kepadaku, pada hari kelahiranku, pada hari wafatku, dan pada hari aku dibangkitkan hidup kembali.”Itulah Isa putra Maryam, (yang mengatakan) perkataan yang benar, yang mereka ragukan kebenarannya.

Surat Maryam 19: 33-34

Ini dengan jelas menyatakan bahwa Isa al Masih meramalkan dan berbicara tentang kematiannya yang akan datang, sebagaimana dicatat oleh Injil.

Teori ‘Yudas yang malah membunuh’

Ada disebutkan teori yang tersebar luas bahwa Yudas berubah terlihat seperti Isa al Masih. Kemudian orang-orang Yahudi menangkap Yudas (yang sekarang tampak seperti Isa), orang-orang Romawi menyalibkan Yudas (masih menyerupai Isa), dan akhirnya Yudas dimakamkan (masih terlihat seperti Isa). Dalam teori ini Isa al Masih pergi langsung ke surga tanpa mati. Meskipun baik Quran maupun Injil di manapun tidak menggambarkan skema rumit seperti itu, itu dipromosikan secara luas. Jadi mari kita periksa teori ini.

Isa al Masih dalam catatan sejarah

Sejarah sekuler mencatat beberapa referensi tentang Isa al Masih dan kematiannya. Mari kita lihat dua. Sejarawan Romawi Tacitus merujuk Isa al Masih ketika mencatat bagaimana Kaisar Romawi Nero menganiaya pengikut pertama nabi Isa pada 65 M. Tacitus menulis:

‘Nero.. menghukum dengan siksaan-siksaan yang sangat dahsyat, orang-orang yang biasa disebut Kristen, yang dibenci karena kebesaran mereka. Kristus, pendiri nama itu, dihukum mati oleh Pontius Pilate, perwakilan menguasa Yudea pada masa pemerintahan Tiberius; tetapi takhayul yang merusak, yang tertahan untuk suatu waktu, pecah kembali, tidak hanya melalui Yudea, tempat kejahatan itu berasal, tetapi melalui kota Roma juga.Tacitus. 

Sejarah XV. 44

Tacitus menegaskan bahwa Isa al Masih adalah:

  • 1) orang bersejarah;
  • 2) dieksekusi oleh Pontius Pilatus;
  • 3) para pengikutnya memulai gerakan mereka di Yudea (Yerusalem) setelah kematian nabi Isa al Masih ,
  • 4) pada tahun 65 M (zaman Nero) mereka telah menyebar dari Yudea ke Roma sehingga Kaisar Romawi merasa dia harus menghentikannya.

Yosefus adalah seorang pemimpin/sejarawan militer Yahudi yang menulis tentang sejarah Yahudi pada abad pertama. Dengan melakukan hal itu ia melingkupi kehidupan Isa al Masih dengan kata-kata ini:

‘Pada saat ini ada seorang yang bijak … Yesus. … baik, dan … berbudi luhur. Dan banyak orang dari antara orang-orang Yahudi dan bangsa-bangsa lain menjadi muridnya. Pilatus mengutuk Dia untuk disalibkan dan mati. Dan mereka yang telah menjadi murid-muridnya tidak meninggalkan pemuridannya. Mereka melaporkan bahwa Dia telah menampakkan diri kepada mereka tiga hari setelah penyaliban dan bahwa Dia hidup

Josephus. 90 AD. Barang antik xviii. 33

Yosefus menegaskan bahwa:

  • 1) Isa al Masih ada,
  • 2) Dia adalah seorang guru agama,
  • 3) Pilatus, gubernur Romawi, mengeksekusinya,
  • 4) Murid-muridnya secara terbuka mengumumkan kebangkitan Isa al Masih setelah itu.

Tampaknya dari catatan-catatan sejarah ini terlihat bahwa kematian nabi adalah peristiwa yang terkenal dan tak terbantahkan, dengan kebangkitannya yang diberitakan kepada dunia Romawi oleh para muridnya.

Latar Belakang Sejarah – dari Alkitab

Di sini disebutkan bagaimana kitab Kisah Para Rasul dalam Alkitab mencatat apa yang terjadi ketika para murid memproklamirkan kebangkitan Isa al Masih di Yerusalem, di Kuil, beberapa minggu setelah penyalibannya.

etika Petrus dan Yohanes sedang berbicara kepada orang banyak, mereka tiba-tiba didatangi imam-imam dan kepala pengawal Bait Allah serta orang-orang Saduki.
2 Orang-orang itu sangat marah karena mereka mengajar orang banyak dan memberitakan, bahwa dalam Yesus ada kebangkitan dari antara orang mati.
3 Mereka ditangkap dan diserahkan ke dalam tahanan sampai keesokan harinya, karena hari telah malam.
4 Tetapi di antara orang yang mendengar ajaran itu banyak yang menjadi percaya, sehingga jumlah mereka menjadi kira-kira lima ribu orang laki-laki.
5 Pada keesokan harinya pemimpin-pemimpin Yahudi serta tua-tua dan ahli-ahli Taurat mengadakan sidang di Yerusalem
6 dengan Imam Besar Hanas dan Kayafas, Yohanes dan Aleksander dan semua orang lain yang termasuk keturunan Imam Besar.
7 Lalu Petrus dan Yohanes dihadapkan kepada sidang itu dan mulai diperiksa dengan pertanyaan ini: “Dengan kuasa manakah atau dalam nama siapakah kamu bertindak demikian itu?”
8 Maka jawab Petrus, penuh dengan Roh Kudus: “Hai pemimpin-pemimpin umat dan tua-tua,
9 jika kami sekarang harus diperiksa karena suatu kebajikan kepada seorang sakit dan harus menerangkan dengan kuasa manakah orang itu disembuhkan,
10 maka ketahuilah oleh kamu sekalian dan oleh seluruh umat Israel, bahwa dalam nama Yesus Kristus, orang Nazaret, yang telah kamu salibkan, tetapi yang telah dibangkitkan Allah dari antara orang mati–bahwa oleh karena Yesus itulah orang ini berdiri dengan sehat sekarang di depan kamu.
11 Yesus adalah batu yang dibuang oleh tukang-tukang bangunan–yaitu kamu sendiri–,namun ia telah menjadi batu penjuru.
12 Dan keselamatan tidak ada di dalam siapapun juga selain di dalam Dia, sebab di bawah kolong langit ini tidak ada nama lain yang diberikan kepada manusia yang olehnya kita dapat diselamatkan.”
13 Ketika sidang itu melihat keberanian Petrus dan Yohanes dan mengetahui, bahwa keduanya orang biasa yang tidak terpelajar, heranlah mereka; dan mereka mengenal keduanya sebagai pengikut Yesus.
14 Tetapi karena mereka melihat orang yang disembuhkan itu berdiri di samping kedua rasul itu, mereka tidak dapat mengatakan apa-apa untuk membantahnya.
15 Dan setelah mereka menyuruh rasul-rasul itu meninggalkan ruang sidang, berundinglah mereka,
16 dan berkata: “Tindakan apakah yang harus kita ambil terhadap orang-orang ini? Sebab telah nyata kepada semua penduduk Yerusalem, bahwa mereka telah mengadakan suatu mujizat yang menyolok dan kita tidak dapat menyangkalnya.
17 Tetapi supaya hal itu jangan makin luas tersiar di antara orang banyak, baiklah kita mengancam dan melarang mereka, supaya mereka jangan berbicara lagi dengan siapapun dalam nama itu.”

Kisah Para Rasul 4: 1-17

17 Akhirnya mulailah Imam Besar dan pengikut-pengikutnya, yaitu orang-orang dari mazhab Saduki, bertindak sebab mereka sangat iri hati.
18 Mereka menangkap rasul-rasul itu, lalu memasukkan mereka ke dalam penjara kota.
19 Tetapi waktu malam seorang malaikat Tuhan membuka pintu-pintu penjara itu dan membawa mereka ke luar, katanya:
20 “Pergilah, berdirilah di Bait Allah dan beritakanlah seluruh firman hidup itu kepada orang banyak.”
21 Mereka mentaati pesan itu, dan menjelang pagi masuklah mereka ke dalam Bait Allah, lalu mulai mengajar di situ. Sementara itu Imam Besar dan pengikut-pengikutnya menyuruh Mahkamah Agama berkumpul, yaitu seluruh majelis tua-tua bangsa Israel, dan mereka menyuruh mengambil rasul-rasul itu dari penjara.
22 Tetapi ketika pejabat-pejabat datang ke penjara, mereka tidak menemukan rasul-rasul itu di situ. Lalu mereka kembali dan memberitahukan,
23 katanya: “Kami mendapati penjara terkunci dengan sangat rapihnya dan semua pengawal ada di tempatnya di muka pintu, tetapi setelah kami membukanya, tidak seorangpun yang kami temukan di dalamnya.”
24 Ketika kepala pengawal Bait Allah dan imam-imam kepala mendengar laporan itu, mereka cemas dan bertanya apa yang telah terjadi dengan rasul-rasul itu.
25 Tetapi datanglah seorang mendapatkan mereka dengan kabar: “Lihat, orang-orang yang telah kamu masukkan ke dalam penjara, ada di dalam Bait Allah dan mereka mengajar orang banyak.”
26 Maka pergilah kepala pengawal serta orang-orangnya ke Bait Allah, lalu mengambil kedua rasul itu, tetapi tidak dengan kekerasan, karena mereka takut, kalau-kalau orang banyak melempari mereka.
27 Mereka membawa keduanya dan menghadapkan mereka kepada Mahkamah Agama. Imam Besar mulai menanyai mereka,
28 katanya: “Dengan keras kami melarang kamu mengajar dalam Nama itu. Namun ternyata, kamu telah memenuhi Yerusalem dengan ajaranmu dan kamu hendak menanggungkan darah Orang itu kepada kami.”
29 Tetapi Petrus dan rasul-rasul itu menjawab, katanya: “Kita harus lebih taat kepada Allah dari pada kepada manusia.
30 Allah nenek moyang kita telah membangkitkan Yesus, yang kamu gantungkan pada kayu salib dan kamu bunuh.
31 Dialah yang telah ditinggikan oleh Allah sendiri dengan tangan kanan-Nya menjadi Pemimpin dan Juruselamat, supaya Israel dapat bertobat dan menerima pengampunan dosa.
32 Dan kami adalah saksi dari segala sesuatu itu, kami dan Roh Kudus, yang dikaruniakan Allah kepada semua orang yang mentaati Dia.”
33 Mendengar perkataan itu sangatlah tertusuk hati mereka dan mereka bermaksud membunuh rasul-rasul itu.
34 Tetapi seorang Farisi dalam Mahkamah Agama itu, yang bernama Gamaliel, seorang ahli Taurat yang sangat dihormati seluruh orang banyak, bangkit dan meminta, supaya orang-orang itu disuruh keluar sebentar.
35 Sesudah itu ia berkata kepada sidang: “Hai orang-orang Israel, pertimbangkanlah baik-baik, apa yang hendak kamu perbuat terhadap orang-orang ini!
36 Sebab dahulu telah muncul si Teudas, yang mengaku dirinya seorang istimewa dan ia mempunyai kira-kira empat ratus orang pengikut; tetapi ia dibunuh dan cerai-berailah seluruh pengikutnya dan lenyap.
37 Sesudah dia, pada waktu pendaftaran penduduk, muncullah si Yudas, seorang Galilea. Ia menyeret banyak orang dalam pemberontakannya, tetapi ia juga tewas dan cerai-berailah seluruh pengikutnya.
38 Karena itu aku berkata kepadamu: Janganlah bertindak terhadap orang-orang ini. Biarkanlah mereka, sebab jika maksud dan perbuatan mereka berasal dari manusia, tentu akan lenyap,
39 tetapi kalau berasal dari Allah, kamu tidak akan dapat melenyapkan orang-orang ini; mungkin ternyata juga nanti, bahwa kamu melawan Allah.” Nasihat itu diterima.
40 Mereka memanggil rasul-rasul itu, lalu menyesah mereka dan melarang mereka mengajar dalam nama Yesus. Sesudah itu mereka dilepaskan.
41 Rasul-rasul itu meninggalkan sidang Mahkamah Agama dengan gembira, karena mereka telah dianggap layak menderita penghinaan oleh karena Nama Yesus.

Kisah Para Rasul 5: 17-41

Perhatikan bagaimana para pemimpin Yahudi berusaha keras untuk menghentikan pesan mereka. Seperti pemerintah-pemerintah sekarang yang takut akan gerakan baru, mereka menangkap, mengancam, memukul dan akhirnya membunuh (beberapa) murid dengan maksud untuk mencoba menghentikan mereka. Para murid ini memproklamirkan pesan mereka di Yerusalem – kota yang sama di mana hanya beberapa minggu sebelumnya seseorang dengan penampilan Isa al Masih telah dieksekusi dan dimakamkan di depan umum. Tapi siapa yang dieksekusi? Nabi? Atau Yudas yang dibuat agar terlihat seperti dia?

Mari kita lihat kemungkinan alternatifnya dan lihat yang mana yang masuk akal.

Tubuh Isa al Masih dan makam

Hanya ada dua pilihan tentang kuburan. Entah kuburan itu kosong atau masih berisi mayat yang tampak seperti nabi. Tidak ada pilihan lain.

Mari kita asumsikan teori bahwa Yudas dibuat agar terlihat seperti nabi, telah disalibkan alih-alih dia, dan kemudian mayatnya (menyerupai nabi) ditempatkan di dalam kubur. Sekarang pikirkan tentang peristiwa selanjutnya yang kita tahu terjadi menurut sejarah. Yosefus, Tacitus dan Kisah Para Rasul semuanya memberi tahu kita bahwa para murid memulai pesan mereka di Yerusalem dan pihak berwenang di sana mengambil tindakan keras untuk menentang pesan para murid sesaat setelah penyaliban (Yudas yang mirip nabi – karena kita mengasumsikan teori ini). Tetapi teori ini menerima bahwa Yudas tetap mati. Dalam teori ini, mayat tetap berada di dalam kubur (tetapi masih berubah agar terlihat seperti nabi). Para murid, pemerintah, Tacitus, Yosefus – semua orang – akan secara keliru mengira mayat itu adalah milik nabi tetapi itu benar-benar mayat Yudas (tampak seperti nabi).

Ini menimbulkan pertanyaan. Mengapa para pemimpin Romawi dan Yahudi di Yerusalem harus mengambil langkah-langkah kuat seperti itu untuk menghentikan cerita kebangkitan jika mayat ini masih di dalam kubur, tepat di samping pesan-pesan publik para murid tentang nabi yang bangkit dari kematian? Jika mayat Yudas (terlihat seperti Isa al Masih) masih di dalam kubur itu, maka akan menjadi masalah sederhana bagi pihak berwenang untuk menunjukkan mayat ini kepada semua orang dan dengan demikian menyangkal para murid (yang mengatakan dia telah bangkit) tanpa harus memenjarakan, menyiksa dan akhirnya membunuh mereka. Alasan mereka tidak melakukannya adalah karena tidak ada mayat untuk ditunjukkan – makam itu kosong.

Hajar Aswad, Ka’bah, dan Masjid-masjid di Mekah dan Madinah sebagai gambaran perbandingan

Pada 930 M (318 H), Hajar Aswad dicuri dan disingkirkan dari Ka’bah di Mekah oleh kelompok Syiah yang menentang penguasa Abbasiyah pada waktu itu. Itu hilang selama 23 tahun sebelum kembali ke Ka’bah. Hajar Aswad bisa hilang.

Bayangkan situasi seperti itu di mana sekelompok orang secara terbuka menyatakan kepada orang banyak di Masjidil Haram Mekah bahwa Hajar Aswad tidak lagi berada di sudut timur Ka’bah. Pesan mereka begitu meyakinkan sehingga para peziarah di Masjid mulai percaya bahwa Hajar Aswad sudah hilang. Bagaimana mungkin Penjaga Dua Masjid Suci (Khādamal-Ḥaramayn aš-Šarīfayn) memerangi pesan seperti itu? Jika pesan itu salah dan Hajar Aswad masih ada di Ka’bah, cara terbaik bagi Penjaga untuk menghentikan pesan ini adalah dengan memperlihatkan kepada publik bahwa Hajar Aswad masih berada di Ka’bah seperti yang berlangsung selama berabad-abad. Maka ide ini akan didiskreditkan secara langsung. Kedekatan Hajar Aswad dengan Masjid di Mekah memungkinkan ini terjadi. Sebaliknya, jika Penjaga tidak dapat menunjukkan Hajar Aswad untuk menyangkal ide ini, maka itu benar-benar telah hilang seperti pada 318 H.   

Namun, jika kelompok ini berada di Masjid Nabawi di Madinah mengumumkan bahwa Hajar Aswad telah hilang dari Ka’bah di Mekah (450 km jauhnya) maka akan lebih sulit bagi Penjaga Dua Masjid Suci untuk menyangkal cerita mereka, karena lebih sulit untuk menunjukkan kepada orang-orang di Madinah Hajar Aswad yang begitu jauh.

Kedekatan objek suci dengan sengketa tentang hal itu membuatnya mudah untuk menyangkal atau membuktikan klaim tentang hal itu karena dekat untuk diperiksa. 

Pemimpin Yahudi yang menentang pesan kebangkitan tidak membantahnya dengan mayat

Prinsip ini berlaku untuk mayat Yudas/Isa di Yerusalem. Makam tempat mayat Yudas yang tampak (tampak seperti Isa) berbaring hanya beberapa meter dari Kuil tempat para murid Isa al Masih berteriak kepada orang banyak bahwa nabi telah bangkit dari kematian. Seharusnya mudah bagi para pemimpin Yahudi untuk mendiskreditkan pesan kebangkitan mereka hanya dengan menunjukkan mayat (tampak seperti Isa) di dalam kubur. Adalah fakta bahwa pesan kebangkitan (yang bisa dibantah dengan mayat yang masih ada di dalam kubur) dimulai di dekat kubur itu sendiri, di mana bukti dapat dilihat oleh semua orang. Para pemimpin Yahudi tidak membantah pesan mereka dengan menunjukkan mayat, karena tidak ada mayat untuk ditampilkan.

Ribuan orang percaya pesan kebangkitan di Yerusalem

Ribuan orang bertobat untuk mempercayai kebangkitan fisik Isa al Masih di Yerusalem pada saat ini. Jika Anda adalah salah satu dari orang-orang di kerumunan yang mendengarkan Petrus, bertanya-tanya apakah pesannya benar, apakah Anda tidak akan setidaknya mengambil istirahat makan siang untuk pergi ke makam dan melihat sendiri apakah masih ada mayat sana? Jika mayat Yudas (terlihat seperti nabi Isa al Masih) masih di dalam kubur, tidak ada yang akan percaya pada pesan para rasul. Tetapi sejarah mencatat bahwa mereka memperoleh ribuan pengikut mulai di Yerusalem. Itu tidak mungkin dengan tubuh yang tampak seperti nabi yang masih ada di Yerusalem. Tubuh Yudas yang tersisa di makam menyebabkan kemustahilan. Ini tidak masuk akal.

Teori tubuh Yudas tidak bisa menjelaskan kuburan yang kosong.  

Masalah dengan teori Yudas yang diubah agar menyerupai Isa al Masih dan kemudian disalibkan dan dimakamkan sebagai gantinya, berakhir dengan sebuah kuburan yang ditempati. Tetapi kuburan kosong adalah satu-satunya penjelasan bagi para murid untuk dapat memulai, hanya beberapa minggu kemudian pada hari Pentakosta, sebuah gerakan yang didasarkan pada kebangkitan nabi di kota yang sama dengan eksekusi.

Hanya ada dua pilihan, satu dengan mayat Yudas yang tampak seperti nabi yang tersisa di kuburan, dan kebangkitan Isa al Masih dengan kuburan kosong. Karena mayat yang tersisa di kuburan mengarah pada kemustahilan, maka Isa al Masih pasti mati di tangan orang-orang Romawi dan bangkit dari kubur seperti yang dinyatakan dengan jelas, menawarkan kepada kita anugrah hidupnya.

Untuk lebih lanjut menggali pertanyaan ini, peneliti Cumming meninjau pemahaman literatur Sunni oleh para ulama dan para cendekiawan.

Bagaimana Rut & Boas merupakan kisah cinta yang unik?

Jika Anda mau menyebuktan nama-nama besar tentang kisah cinta, Anda mungkin menyarankan yaitu antara Nabi Muhammad (SAW) dan Siti Khadijah, atau antara Nabi (SAW) dan istri kesayangannya Siti Aisyah, atau tentang Ali dan Siti Fatima. Dalam film dan sastra, Anda mungkin berpikir tentang: Romeo & Juliet, Beauty & the Beast, Ali dan Jasmin dalam film Aladdin, atau mungkin Cinderella & Prince Charming. Di dalamnya, sejarah, budaya pop, dan fiksi romantis bersatu dalam menawarkan kisah cinta penuh gairah yang memikat hati, emosi, dan imajinasi kita.

Hebatnya, cinta yang tumbuh antara Rut & Boas terbukti jauh lebih abadi dan mulia daripada semua hubungan cinta ini, dan nyatanya, masih mempengaruhi kehidupan miliaran dari kita yang hidup hari ini – lebih dari tiga ribu tahun setelah kekasih ini bertemu.

Surat Al Ma’un, Surat Adh-Dhuha, Surat Al Insyirah & Surat Al Mumtahanah dicontohkan pada Rut & Boas

Kisah Rut dan Boas menggambarkan prinsip-prinsip abadi dalam Surat-surat ini. Boas, dengan kebaikan kecilnya kepada Rut, adalah seorang pria yang sangat berlawanan sifat dengan orang jahat yang diperingatkan dalam Surat al- Ma’un [107]

Maka itulah orang yang menghardik anak yatim,dan tidak mendorong memberi makan orang miskin.

Surat al-Ma’un 107: 2-3

dan enggan (memberikan) bantuan

Surat al-Ma’un 107: 7

Rut adalah seorang contoh sempurna dari pengalaman yang dijelaskan dalam Surat Adh – Dhuha [93]

dan Dia mendapatimu sebagai seorang yang bingung, lalu Dia memberikan petunjuk,dan Dia mendapatimu sebagai seorang yang kekurangan, lalu Dia memberikan kecukupanMaka terhadap anak yatim janganlah engkau berlaku sewenang-wenang.Dan terhadap orang yang meminta-minta janganlah engkau menghardik(nya).Dan terhadap nikmat Tuhanmu hendaklah engkau nyatakan (dengan bersyukur).

Surat Adh- Dhuha 93: 7-11

Pengalaman Naomi, ibu mertua dalam kisah Rut merupakan penggambaran yang jelas dari prinsip-prinsip yang diberikan dalam Surat Al- Insyirah [94]

Bukankah Kami telah melapangkan dadamu (Muhammad)?dan Kami pun telah menurunkan bebanmu darimyang memberatkan punggungmu,dan Kami tinggikan sebutan (nama)mu bagimu.Maka sesungguhnya beserta kesulitan ada kemudahan,sesungguhnya beserta kesulitan itu ada kemudahan

.Surat Al-Inshirah 94: 1-6

Cara di mana Boas memeriksa pengungsi Rut yang dipercaya adalah contoh dalam mengamalkan prinsip-prinsip Surat Al- Mumtahanah [60]

Wahai orang-orang yang beriman! Apabila perempuan-perempuan mukmin datang berhijrah kepadamu, maka hendaklah kamu uji (keimanan) mereka. Allah lebih mengetahui tentang keimanan mereka; jika kamu telah mengetahui bahwa mereka (benar-benar) beriman maka janganlah kamu kembalikan mereka kepada orang-orang kafir (suami-suami mereka). Mereka tidak halal bagi orang-orang kafir itu dan orang-orang kafir itu tidak halal bagi mereka. Dan berikanlah kepada (suami) mereka mahar yang telah mereka berikan. Dan tidak ada dosa bagimu menikahi mereka apabila kamu bayar kepada mereka maharnya. Dan janganlah kamu tetap berpegang pada tali (pernikahan) dengan perempuan-perempuan kafir; dan hendaklah kamu minta kembali mahar yang telah kamu berikan; dan (jika suaminya tetap kafir) biarkan mereka meminta kembali mahar yang telah mereka bayar (kepada mantan istrinya yang telah beriman). Demikianlah hukum Allah yang ditetapkan-Nya di antara kamu. Dan Allah Maha Mengetahui, Mahabijaksana

Surat Al- Mumtahanah 60:10

Rut & Boas untuk hari ini

Romansa mereka juga merupakan gambaran cinta mistis dan spiritual yang ditawarkan kepada Anda dan saya oleh Allah. Kisah Rut dan Boas berhubungan dengan cinta lintas budaya & terlarang, imigrasi dan hubungan antara pria yang kuat dan wanita yang rentan – berlaku di era # MeToo saat ini. Ini terkait dengan hubungan Yahudi-Arab kuno. Itu menjadi cetak biru bagi kita bagaimana membangun pernikahan yang sehat. Dengan salah satu tolak ukur ini, kisah cinta Rut & Boas layak untuk diketahui.

Cinta mereka dicatat dalam Buku Rut di dalam Alkitab. Ini adalah buku pendek – panjangnya hanya 2.400 kata – dan sangat layak untuk dibaca (di sini ). Ini terjadi sekitar 1150 SM, menjadikannya yang tertua dari semua kisah cinta yang dicatat. Itu telah dibuat menjadi beberapa film.

Film Hollywood yang menggambarkan kisah Cinta Rut

Kisah Cinta Rut

Naomi dan suaminya, keduanya orang Yahudi, bersama kedua putranya meninggalkan Israel untuk menghindari kekeringan dan menetap di dekat negara Moab (sekarang Yordania). Setelah menikahi wanita lokal, kedua putranya meninggal, begitu pula suami Naomi, meninggalkannya sendirian dengan kedua menantu perempuannya. Naomi memutuskan untuk kembali ke tanah airnya Israel dan salah satu menantunya, Rut, memilih untuk menemaninya. Setelah lama absen, Naomi kembali ke kampung halamannya Betlehem sebagai janda miskin ditemani Rut, seorang imigran Moab (Arab) muda dan rentan.

Rut & Boas bertemu

Tanpa penghasilan, Rut keluar untuk mengumpulkan biji-bijian yang ditinggalkan oleh kru panen lokal di ladang. Hukum Syari’ah Nabi Musa (AS) dalam hal jaring pengaman sosial, memerintahkan pemanen untuk meninggalkan beberapa butir belakangan di ladang mereka sehingga orang miskin bisa mengumpulkan makanan. Tampaknya secara tidak disengaja, Rut mendapati dirinya memetik biji-bijian di ladang seorang tuan tanah kaya bernama Boas. Boas memperhatikan Rut, di antara yang lainnya, bekerja keras untuk mengumpulkan biji-bijian yang ditinggalkan oleh para pekerjanya. Dia menginstruksikan mandornya untuk meninggalkan biji-bijian ekstra di lapangan agar dia bisa mengumpulkan lebih banyak lagi. Dengan demikian, Boas menggambarkan kebalikan dari sifat orang jahat yang disebutkan dalam Surat al- Ma’un dan Rut telah terpenuhi kebutuhannya seperti yang dijabarkan dalam Surah adh- Dhuha.

Rut & Boas bertemu. Banyak seni telah dilakukan untuk menggambarkan pertemuan mereka

Karena dia bisa mengumpulkan banyak di ladangnya, Rut kembali ke ladang Boas setiap hari untuk mengumpulkan sisa biji-bijian. Boas, yang selalu menjadi pelindung, memastikan bahwa Rut tidak diganggu atau dianiaya oleh para pekerjanya. Rut dan Boas tertarik satu sama lain, tetapi karena perbedaan usia, status sosial, dan kebangsaan, keduanya tidak bergerak. Di sini Naomi bertindak sebagai penjodoh. Dia memerintahkan Rut untuk dengan berani berbaring di sisi Boas pada malam hari setelah dia merayakan pengumpulan panen. Boas memahami ini sebagai lamaran pernikahan dan memutuskan untuk menikahinya.

Penebus Kerabat

Tapi situasinya lebih rumit dari sekedar cinta di antara mereka. Naomi adalah kerabat Boas, dan karena Rut adalah menantu perempuannya, Boas dan Rut adalah kerabat karena pernikahan. Boas harus menikahinya sebagai ‘penebus kerabat ‘. Ini berarti bahwa di bawah Hukum Musa (AS) dia akan menikahinya ‘atas nama’ suami pertamanya (anak laki-laki Naomi) dan dengan demikian menafkahi dia. Ini berarti Boas membeli ladang keluarga Naomi. Meskipun hal itu akan merugikan Boas, itu bukanlah hambatan terbesar. Ada kerabat dekat lainnya yang memiliki hak pertama untuk membeli ladang keluarga Naomi (dan juga menikahi Rut). Jadi, pernikahan Rut dengan Boas bergantung pada apakah pria lain menginginkan tanggung jawab untuk menjaga Naomi dan Rut. Pada pertemuan publik para sesepuh kota, orang pertama ini menolak pernikahan karena membahayakan harta miliknya. Dengan demikian Boas bebas untuk membeli dan menebus harta keluarga Naomi dan menikahi Rut. Naomi, setelah bertahun-tahun mengalami kesusahan sekarang menemukan kelegaan, menggambarkan prinsip seperti disebukan dalam Surat Al-Insyirah.

Warisan Rut & Boas

Dalam persatuan mereka, mereka memiliki seorang anak, Obed, yang kemudian menjadi kakek dari Raja Dawud. Dawud dijanjikan bahwa ‘Sang Masih‘ akan datang dari keluarganya. Nubuat lebih lanjut meramalkan kelahiran dari perawan dan akhirnya Nabi Isa al Masih (AS) itu lahir di Betlehem , kota yang sama dimana Ruth dan Boas telah bertemu jauh sebelumnya. Asmara, perkawinan dan keluarga garis mereka menghasilkan keturunan yang saat ini merupakan dasar untuk beberapa kalender modern, dan hari libur global seperti Natal & Paskah – tidaklah jelek untuk sebuah roman di sebuah desa berdebu lebih dari 3000 tahun yang lalu.

Membayangkan Kisah Cinta yang Lebih Besar

Kesopanan dan rasa hormat yang digunakan Boas yang kaya dan berkuasa dalam memperlakukan Rut, wanita asing yang miskin, adalah model yang bertolak belakang dengan pelecehan dan eksploitasi yang sekarang umum terjadi di hari # MeToo kita. Dampak bersejarah dari garis keluarga yang dihasilkan oleh romansa dan pernikahan ini, mengingatkan kita setiap kali kita mencatatkan tanggal di perangkat kita, memberi kisah cinta ini warisan yang abadi. Namun kisah cinta Rut & Boas juga merupakan gambaran dari cinta yang lebih besar – Anda dan saya diundang ke dalamnya.

Alkitab menggambarkan kita sebagai seperti Rut ketika ia mengatakan:

23 (2-22) Aku akan menaburkan dia bagi-Ku di bumi, dan akan menyayangi Lo-Ruhama, dan Aku berkata kepada Lo-Ami: Umat-Ku engkau! dan ia akan berkata: Allahku!”
Hosea2: 23

Nabi Perjanjian Lama Hosea (sekitar 750 SM) menggunakan rekonsiliasi dalam pernikahannya yang rusak untuk menggambarkan Allah menjangkau kita dengan cinta-Nya. Seperti Rut yang memasuki negeri sebagai orang yang tidak dicintai, tetapi kemudian ditunjukkan kasih oleh Boas, Dia ingin menunjukkan kasih-Nya bahkan kepada kita yang merasa jauh dari kasih-Nya. Ini dikutip dalam Injil (Roma 9:25) untuk menunjukkan bagaimana Allah menjangkau luas untuk mencintai mereka yang jauh dari-Nya.

Bagaimana kasih-Nya diperlihatkan? Isa al Masih, keturunan dari Boas & Rut, sebagai laki-laki adalah ‘sanak saudara’ kita, seperti Boas bagi Rut. Dia membayar hutang dosa kita kepada Allah ketika dia disalibkan , dan karenanya dia

memberikan dirinya sendiri bagi kita untuk menebus kita dari semua kejahatan dan untuk menyucikan bagi dirinya sendiri orang-orang yang menjadi miliknya, ingin melakukan apa yang baik.

Titus2: 14

Seperti halnya Boas adalah ‘penebus kerabat’ yang membayar harga untuk menebus Rut, Yesus adalah ‘penebus kerabat’ kita yang membayar (dengan nyawanya) untuk menebus kita.

Model untuk pernikahan kita

Cara Isa al Masih (dan Boas) membayar untuk menebus dan kemudian memenangkan model mempelai wanita tentang bagaimana kita bisa membangun pernikahan kita. Alkitab menjelaskan bagaimana membangun pernikahan kita:

 dan rendahkanlah dirimu seorang kepada yang lain di dalam takut akan Kristus.
Hai isteri, tunduklah kepada suamimu seperti kepada Tuhan,
karena suami adalah kepala isteri sama seperti Kristus adalah kepala jemaat. Dialah yang menyelamatkan tubuh.
Karena itu sebagaimana jemaat tunduk kepada Kristus, demikian jugalah isteri kepada suami dalam segala sesuatu.
Hai suami, kasihilah isterimu sebagaimana Kristus telah mengasihi jemaat dan telah menyerahkan diri-Nya baginya
untuk menguduskannya, sesudah Ia menyucikannya dengan memandikannya dengan air dan firman,
supaya dengan demikian Ia menempatkan jemaat di hadapan diri-Nya dengan cemerlang tanpa cacat atau kerut atau yang serupa itu, tetapi supaya jemaat kudus dan tidak bercela.
Demikian juga suami harus mengasihi isterinya sama seperti tubuhnya sendiri: Siapa yang mengasihi isterinya mengasihi dirinya sendiri.
Sebab tidak pernah orang membenci tubuhnya sendiri, tetapi mengasuhnya dan merawatinya, sama seperti Kristus terhadap jemaat,
karena kita adalah anggota tubuh-Nya.
Sebab itu laki-laki akan meninggalkan ayahnya dan ibunya dan bersatu dengan isterinya, sehingga keduanya itu menjadi satu daging.
Rahasia ini besar, tetapi yang aku maksudkan ialah hubungan Kristus dan jemaat. Bagaimanapun juga, bagi kamu masing-masing berlaku: kasihilah isterimu seperti dirimu sendiri dan isteri hendaklah menghormati suaminya.

Efesus 5: 21-33

Saat Boas dan Rut menegakkan pernikahan mereka atas dasar cinta dan rasa hormat, dan perhatian Isa adalah model bagi para suami untuk mencintai istri mereka dengan pengorbanan, jadi kita sebaiknya membangun pernikahan kita di atas nilai-nilai yang sama ini.

Undangan Pernikahan untuk Anda dan saya

Seperti dalam semua kisah cinta yang baik, Alkitab ditutup dengan pernikahan. Sama seperti harga yang Boas bayar untuk menebus Rut membuka jalan bagi pernikahan mereka, harga yang dibayarkan Isa al Masih AS membuka jalan bagi pernikahan kita. Pernikahan itu bukan kiasan tetapi nyata, dan mereka yang menerima undangan pernikahannya disebut ‘Mempelai dari Kristus’. Seperti yang dikatakan:

7 Marilah kita bersukacita dan bersorak-sorai, dan memuliakan Dia! Karena hari perkawinan Anak Domba telah tiba, dan pengantin-Nya telah siap sedia.

Wahyu 19: 7

Mereka yang menerima tawaran penebusan Yesus menjadi ‘pengantin’-Nya. Pernikahan surgawi ini ditawarkan kepada kita semua. Alkitab diakhiri dengan undangan ini bagi Anda dan saya untuk datang ke pernikahan-Nya

17 Roh dan pengantin perempuan itu berkata: “Marilah!” Dan barangsiapa yang mendengarnya, hendaklah ia berkata: “Marilah!” Dan barangsiapa yang haus, hendaklah ia datang, dan barangsiapa yang mau, hendaklah ia mengambil air kehidupan dengan cuma-cuma!

Wahyu22: 17

Hubungan antara Rut & Boas adalah model cinta yang masih terasa hingga saat ini. Itu adalah gambaran cinta surgawi kepada Allah. Dia akan menikah sebagai Mempelai-Nya semua yang menerima lamaran pernikahan-Nya. Seperti halnya lamaran pernikahan lainnya, tawaran-Nya harus dipertimbangkan untuk melihat apakah Anda harus menerimanya. Mulailah di sini dengan ‘rencana’ yang diawali dengan Hazrat Adam, di sini untuk melihat bagaimana Hazrat Ibrahim meramalkan rencana tersebut, di sini bagaimana Nabi Musa menunjukkan bagaimana Penebus akan membayar harganya, dan di sini untuk melihat bagaimana ramalan itu sebelumnya sehingga kita bisa tahu itu benar-benar Allah/Proposal Allah.

Adaptasi lain dari Buku Rut dalam film

 

Pentakosta – Sang Penolong datang untuk memberikan Kekuatan & Bimbingan

 

Surat Al-Balad [90] mengacu pada saksi seluruh kota dan Surah An-Nasr [110] membayangkan kerumunan orang yang datang untuk menyembah Tuhan yang sejati.

Aku bersumpah dengan negeri ini (Mekah),dan engkau (Muhammad), bertempat di negeri (Mekah) ini,

Surat Al-Balad 90: 1-2

Apabila telah datang pertolongan Allah dan kemenangan,dan engkau melihat manusia berbondong-bondong masuk agama Allah,maka bertasbihlah dengan memuji Tuhanmu dan mohonlah ampunan kepada-Nya. Sungguh, Dia Maha Penerima tobat

Surat An-Nasr 110: 1-3

Tepat lima puluh hari setelah kebangkitan Isa Al-Masih (AS), visi yang ditangkap dalam Surat Al-Balad dan Surat An-Nasr terjadi. Kota itu adalah Yerusalem, dan para murid Isa Al-Masih adalah orang-orang bebas yang menjadi saksi kota itu, tetapi Ruh ALLAH yang bergerak di antara orang banyak di kota itulah yang menyebabkan perayaan, pujian dan pengampunan. Hari itu juga dapat kita alami hari ini, yang kita pelajari ketika kita memahami sejarah dari hari yang unik ini.

 

Nabi Isa Al-Masih (AS) telah disalibkan pada hari Paskah tetapi kemudian bangkit dari kematian pada hari Minggu berikutnya . Dengan kemenangan atas kematian ini, dia sekarang menawarkan anugrah kehidupan kepada siapa pun yang akan menerimanya.  Setelah bersama dengan murid-muridnya selama 40 hari, sehingga mereka yakin akan kebangkitannya, ia kemudian naik ke surga. Tetapi sebelum dia naik dia memberikan instruksi ini:

19 *Sebab itu, pergilah, jadikanlah semua suku bangsa pengikut-Ku dan permandikanlah mereka dalam nama Sang Bapa, Sang Anak, dan Ruh Allah Yang Mahasuci.

20 Ajarlah mereka menaati segala sesuatu yang telah Kuperintahkan kepadamu dan ingatlah, Aku menyertai kamu sampai kesudahan zaman.”

(Matius 28:19-20)

Dia berjanji akan selalu bersama mereka, namun dia meninggalkan mereka tak lama setelah itu ketika dia naik ke surga. Bagaimana mungkin dia masih bersama mereka (dan juga bersama kita) setelah dia naik?

Jawabannya ada pada apa yang terjadi beberapa saat kemudian. Pada perjamuan makan malam tepat sebelum penangkapannya, dia telah berjanji akan datangnya Penolong. Lima puluh hari setelah kebangkitannya (dan 10 hari setelah kenaikannya) janji ini terpenuhi. Hari ini disebut Hari Pentakosta atau Minggu Pentakosta. Ini merayakan hari yang luar biasa, tetapi bukan hanya apa yang terjadi hari itu tetapi kapan dan mengapa itu terjadi yang mengungkapkan tanda Allah, dan anugrah yang kuat untuk Anda.

Apa yang terjadi pada hari Pentakosta

Peristiwa lengkap dicatat dalam Kitab Kisah Para Rasul pasal 2 dari Alkitab. Pada hari itu, Roh Kudus turun kepada pengikut pertama Isa Al-Masih (AS) dan mereka mulai berbicara dengan suara keras dalam bahasa-bahasa dari seluruh dunia. Itu menimbulkan keributan sehingga ribuan orang yang berada di Yerusalem pada waktu itu keluar untuk melihat apa yang terjadi. Di depan orang banyak yang berkumpul, Petrus mengucapkan pesan Injil pertama dan “Pada hari itu jumlah umat beriman bertambah kira-kira tiga ribu orang” (Kisah Para Rasul 2:41). Jumlah pengikut Injil telah berkembang sejak hari Minggu Pentakosta itu.

Ringkasan Pentakosta ini tidak lengkap. Karena, sama seperti peristiwa-peristiwa Nabi lainnya, Pentakosta terjadi pada hari yang sama dengan Festival yang telah dimulai Taurat di masa Nabi Musa (AS).

Pentakosta dari Taurat Musa

Musa (AS) (1500 SM) telah mendirikan beberapa perayaan untuk dirayakan sepanjang tahun. Paskah adalah festival pertama tahun Yahudi. Isa telah disalibkan pada hari raya Paskah. Waktu yang tepat dari kematiannya dengan pengorbanan anak domba Paskah adalah tanda bagi kita.

Perayaan kedua adalah hari raya Buah Sulung, dan kita melihat bagaimana Nabi dibesarkan di hari perayaan ini. Karena kebangkitannya terjadi di ‘Buah Sulung’, itu adalah Janji bahwa kebangkitan kita akan mengikuti untuk semua orang yang mempercayainya. Kebangkitannya adalah ‘buah sulung’, sama seperti nama festival yang dinubuatkan.

Tepatnya 50 hari setelah ‘Buah Sulung’ hari Minggu Taurat mengharuskan orang-orang Yahudi untuk merayakan Pentakosta (‘Pente’ untuk 50 tahun). Ini awalnya disebut Perayaan Minggu-minggu karena terhitung selama tujuh minggu. Orang Yahudi telah merayakan Perayaan Minggu-minggu selama 1500 tahun pada saat Nabi Isa Al-Masih (AS). Alasan mengapa adanya orang-orang dari seluruh dunia untuk mendengar pesan Petrus pada hari Roh Kudus turun ke Yerusalem adalah karena mereka benar-benar ada di sana untuk merayakan Pentakosta Taurat. Saat ini orang Yahudi terus merayakan Pentakosta tetapi menyebutnya Shavuot.

Kita membaca dalam Taurat bagaimana Perayaan Minggu-minggu akan dirayakan:

16 Sesudah tiba pada hari Sabat ketujuh, hitunglah lima puluh hari lagi, kemudian persembahkanlah persembahan bahan makanan yang baru untuk memuliakan Allah.

17 Dari tempat-tempat tinggalmu bawalah dua buah roti persembahan unjukan yang dibuat dari dua persepuluh efa tepung terbaik dan yang dibakar dengan ragi sebagai roti hasil pertama untuk dipersembahkan kepada Allah.

(Imamat 23: 16-17)

Ketepatan Pentakosta: Tanda dari Allah

Ada waktu yang betepatan dari Pentakosta ketika Roh Kudus turun kepada manusia karena terjadi pada hari yang sama dengan Perayaan Minggu-minggu (atau Pentakosta) Taurat. Penyaliban Isa Al-Masih terjadi pada Perayaan Paskah, kebangkitannya terjadi pada Perayaan Buah Sulung, dan kedatangan Roh Kudus pada Perayaan Minggu-minggu, adalah tanda-tanda yang jelas bagi kita dari Allah. Diantara banyak hari dalam setahun mengapa penyaliban, kebangkitan, dan kemudian kedatangan Roh Kudus terjadi tepat pada setiap hari dari tiga festival musim semi Taurat, kecuali jika ini untuk menunjukkan kepada kita rencana-Nya?

Events of the Injil occurred precisely on the three Spring Festivals of the Taurat

Peristiwa-peristiwa Injil terjadi tepat pada tiga Perayaan Musim Semi Taurat

Pentakosta: Penolong memberi Kekuatan Baru

Dalam menjelaskan tanda-tanda kedatangan Roh Kudus, Petrus menunjuk pada nubuat dari nabi Yoel yang meramalkan bahwa suatu hari Roh Allah akan mencurahkan ke atas semua orang. Peristiwa-peristiwa hari Pentakosta itu telah menggenapi nubuat.

Kita telah lihat bagaimana para nabi telah mengungkapkan kepada kita sifat alami kehausan rohani kita yang menuntun kita pada dosa. Para nabi juga meramalkan kedatangan Perjanjian Baru di mana Hukum Taurat akan tertulis di dalam hati kita, tidak hanya pada plakat atau dalam buku. Hanya dengan Hukum yang tertulis di hati kita, kita memiliki kekuatan dan kemampuan untuk mengikuti hukum. Kedatangan Roh Kudus pada Hari Pentakosta untuk besemayam di dalam orang yang beriman adalah penggenapan dari Janji ini.

Salah satu alasan mengapa Injil adalah ‘kabar baik’ yaitu Injil memberikan kekuatan untuk menjalani kehidupan yang lebih baik. Hidup sekarang adalah persatuan antara Allah dan manusia. Persatuan ini terjadi melalui berdiamnya Roh Allah – yang dimulai pada hari Minggu Pentakosta dari Kisah Para Rasul 2. Ini adalah Kabar Baik bahwa kehidupan sekarang dapat dijalani pada tingkat yang berbeda, dalam hubungan dengan Allah melalui Roh-Nya. Roh Kudus memberi kita bimbingan batin sejati – bimbingan dari Allah. Injil menjelaskannya seperti ini:

13 Di dalam Al-Masih itu pun kamu telah disegel dengan Ruh Allah yang dijanjikan-Nya ketika kamu mendengar firman kebenaran, yaitu Injil yang menyelamatkan kamu, dan ketika kamu percaya.

14 Ruh Allah adalah jaminan warisan kita sampai kita memperoleh penebusan yang menjadikan kita milik Allah untuk memuji kemuliaan-Nya.

(Efesus 1:13-14)

11 *Jika Ruh Dia, yang telah membangkitkan Isa dari antara orang mati, ada dalam dirimu, maka Dia, yang telah membangkitkan Isa Al-Masih dari antara orang mati itu, akan menghidupkan juga tubuhmu yang dapat mati itu oleh Ruh-Nya yang ada di dalam dirimu.

(Rum 8:11)

23 *Bukan mereka saja, melainkan juga kita, yang telah memperoleh buah sulung Ruh, mengerang dalam hati sementara kita menantikan pengangkatan sebagai anak, yaitu penebusan tubuh kita.

(Rum 8:23)

Ruh Allah yang tinggal di dalam adalah buah sulung yang kedua, karena Ruh adalah rasa pendahuluan – suatu jaminan – untuk menyempurnakan perubahan wujud kita menjadi ‘anak-anak Allah’.

 

Injil menawarkan kehidupan baru bukan dengan berusaha-tetapi-gagal untuk menaati Hukum.  Juga bukan kehidupan yang bergelimang dengan harta, status, kekayaan, dan semua kesenangan lain yang berlalu di dunia ini, yang telah ditemukan Sulaiman begitu kosong. Sebaliknya, Injil menawarkan kehidupan yang baru dan berlimpah dengan berdiamnya Roh Allah di dalam hati kita. Jika Allah menawarkan untuk bersemayam, memberdayakan dan membimbing kita – itu pasti Kabar Baik! Pentakosta Taurat, dengan perayaan roti yang dipanggang dengan ragi, menggambarkan kehidupan yang berkelimpahan ini. Presisi antara Pentakosta Lama dan Baru adalah sebuah tanda yang jelas bahwa ini adalah rencana Allah bagi kita untuk memiliki kehidupan yang berkelimpahan.

Apakah Para Malaikat di sisi Kanan & Kiri menolong di Hari Pembalasan?

 

Surat al- Haqqah [69] menggambarkan bagaimana Hari Pengadilan akan dibuka dengan tiupan Sangkakala.

Maka apabila sangkakala ditiup sekali tiup,dan diangkatlah bumi dan gunung-gunung, lalu dibenturkan keduanya sekali benturan.Maka pada hari itu terjadilah hari Kiamat,dan terbelahlah langit, karena pada hari itu langit menjadi rapuh.Dan para malaikat berada di berbagai penjuru langit. Pada hari itu delapan malaikat menjunjung ‘Arsy (singgasana) Tuhanmu di atas (kepala) mereka.Pada hari itu kamu dihadapkan (kepada Tuhanmu), tidak ada sesuatu pun dari kamu yang tersembunyi (bagi Allah).

Surat al- Haqqah 69: 13-18

Surat Qaf [50] juga menggambarkan Hari ketika Sangkakala Allah ditiup dan malaikat penjaga di sisi kanan dan kiri kita mengungkapkan catatan amal perbuatan dan kebaikan kita. Ayat ini berbunyi:

Dan sungguh, Kami telah menciptakan manusia dan mengetahui apa yang dibisikkan oleh hatinya, dan Kami lebih dekat kepadanya daripada urat lehernya.(Ingatlah) ketika dua malaikat mencatat (perbuatannya), yang satu duduk di sebelah kanan dan yang lain di sebelah kiri.Tidak ada suatu kata yang diucapkannya melainkan ada di sisinya malaikat pengawas yang selalu siap (mencatat).Dan datanglah sakaratul maut dengan sebenar-benarnya. Itulah yang dahulu hendak kamu hindari.Dan ditiuplah sangkakala. Itulah hari yang diancamkan.Setiap orang akan datang bersama (malaikat) penggiring dan (malaikat) saksi.Sungguh, kamu dahulu lalai tentang (peristiwa) ini, maka Kami singkapkan tutup (yang menutupi) matamu, sehingga penglihatanmu pada hari ini sangat tajam.Dan (malaikat) yang menyertainya berkata, “Inilah (catatan perbuatan) yang ada padaku.”

Surat Qaf50: 16-23

Ayah 20 mengatakan bahwa peringatan Sangkakala sudah diberikan (sebelum Al Qur’an diturunkan). Kapan ini diberikan? Itu diberikan oleh Isa al Masih (AS) ketika dia menubuatkan dalam Injil bahwa kembalinya ke bumi akan diumumkan oleh sangkakala Surga:

Dan Ia akan menyuruh keluar malaikat-malaikat-Nya dengan meniup sangkakala yang dahsyat bunyinya dan mereka akan mengumpulkan orang-orang pilihan-Nya dari keempat penjuru bumi, dari ujung langit yang satu ke ujung langit yang lain.
Matius24: 31

Apa yang terjadi setelah ini? Surat Qaf menggambarkan malaikat di sebelah kanan dan kiri kita, mencatat amal perbuatan kita. Karena Allah lebih dekat kepada kita daripada urat nadi di leher kita, Injil memberi tahu kita bahwa catatan perbuatan kita ini begitu luas sehingga sebenarnya adalah ‘buku’. Ini dijelaskan dalam sebuah visi yang diterima dan ditulis oleh Yohanes, seorang murid Isa al Masih AS dalam buku terakhir Injil. Seperti yang tertulis:

 Lalu aku melihat suatu takhta putih yang besar dan Dia, yang duduk di atasnya. Dari hadapan-Nya lenyaplah bumi dan langit dan tidak ditemukan lagi tempatnya.
Dan aku melihat orang-orang mati, besar dan kecil, berdiri di depan takhta itu. Lalu dibuka semua kitab. Dan dibuka juga sebuah kitab lain, yaitu kitab kehidupan. Dan orang-orang mati dihakimi menurut perbuatan mereka, berdasarkan apa yang ada tertulis di dalam kitab-kitab itu.
Maka laut menyerahkan orang-orang mati yang ada di dalamnya, dan maut dan kerajaan maut menyerahkan orang-orang mati yang ada di dalamnya, dan mereka dihakimi masing-masing menurut perbuatannya. Lalu maut dan kerajaan maut itu dilemparkanlah ke dalam lautan api. Itulah kematian yang kedua: lautan api.
Dan setiap orang yang tidak ditemukan namanya tertulis di dalam kitab kehidupan itu, ia dilemparkan ke dalam lautan api itu.

Wahyu 20: 11-15

Ini menyatakan bahwa semua akan diadili ‘sesuai dengan apa yang telah mereka lakukan’ sebagaimana dicatat dalam ‘buku-buku’. Jadi kita menyapa para malaikat di sebelah kanan dan kiri setelah kita salat, berharap mendapatkan manfaat dalam catatan amal perbuatan.

Kitab Kehidupan

Tetapi perhatikan ada buku lain, yang disebut ‘Kitab Kehidupan ‘, yang berbeda dari buku-buku catatan amal baik-buruk. Ini menyatakan bahwa ‘ siapa pun ‘ yang namanya tidak ditemukan tertulis dalam Kitab Kehidupan akan dibuang ke Danau Api (istilah lain untuk neraka). Jadi, bahkan jika daftar pahala baik kita yang ditatat oleh malaikat disebelah kanan kita sangat panjang, dan daftar dosa yang dicatat oleh malaikat di sisi kiri kita sangat pendek – bahkan kemudian – jika nama kita tidak ada dalam ‘Kitab Kehidupan’ kita masih dimasukkan ke Neraka. Apa ‘buku kehidupan’ ini dan bagaimana nama kita dicatat dalam buku ini?

Baik Taurat maupun Al-Qur’an menyatakan bahwa ketika Hazrat Adam berdosa, Allah mengusirnya dari Surga dan menjadikannya manusia. Ini berarti bahwa dia (dan kita anak-anaknya) terpisah dari Sumber Kehidupan. Inilah alasannya kita menjadi fana dan akan mati suatu hari. Nabi Isa al Masih AS datang untuk mengembalikan Hidup ini kepada kita agar nama kita dapat dimasukkan ke dalam Kitab Kehidupan. Seperti yang dia nyatakan

Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya barangsiapa mendengar perkataan-Ku dan percaya kepada Dia yang mengutus Aku, ia mempunyai hidup yang kekal dan tidak turut dihukum, sebab ia sudah pindah dari dalam maut ke dalam hidup.

Yohanes 5:24

Bagaimana Nabi Ibrahim AS meramalkan karunia kehidupan ini, dan mengapa Isa Al Masih dapat memberi kita kehidupan dijelaskan secara rinci di sini. Surat Qaf memperingatkan kita akan hal itu

(Allah berfirman), “Lemparkanlah olehmu berdua ke dalam neraka Jahanam semua orang yang sangat ingkar dan keras kepala,

Surat Qaf 50: 24

Jadi jika ada Kehidupan Kekal yang ditawarkan mengapa tidak diberi tahu tentang hal itu?

 

HARI PENGHAKIMAN: AL-INSHIQAQ & AT-TUR, DAN SANG MASIH

Surat Al-Inshiqaq (Surat 84 – Pemisahan) menggambarkan bagaimana bumi dan langit akan diguncang dan dihancurkan pada Hari Penghakiman.

Apabila langit terbelah,dan patuh kepada Tuhannya, dan sudah semestinya patuhdan apabila bumi diratakan,dan memuntahkan apa yang ada di dalamnya dan menjadi kosong,dan patuh kepada Tuhannya, dan sudah semestinya patuh.Wahai manusia! Sesungguhnya kamu telah bekerja keras menuju Tuhanmu, maka kamu akan menemui-Nya.Maka adapun orang yang catatannya diberikan dari sebelah kanannya,maka dia akan diperiksa dengan pemeriksaan yang mudah,dan dia akan kembali kepada keluarganya (yang sama-sama beriman) dengan gembira.Dan adapun orang yang catatannya diberikan dari sebelah belakang,maka dia akan berteriak, “Celakalah aku!”Dan dia akan masuk ke dalam api yang menyala-nyala (neraka)

Al-Inshiqaq 84:1-12

Surat Al-Inshiqaq memperingatkan bahwa mereka yang catatan perbuatannya tidak diberikan ke ‘tangan kanannya’ akan memasuki ‘api yang menyala-nyala’ pada Hari itu.

Apakah Anda tahu ke mana catatan perbuatan Anda akan diberikan? Ke tangan kanan Anda atau ke balik punggung Anda?

Surat At-Tur (Surat 52 – Gunung) menjelaskan secara rinci tentang goncangan yang dialami oleh bumi dan manusia pada Hari Penghakiman.

tidak sesuatu pun yang dapat menolaknya,pada hari (ketika) langit berguncang sekeras-kerasnya,dan gunung berjalan (berpindah-pindah).Maka celakalah pada hari itu bagi orang-orang yang mendustakan.

Surat At-Tur 52:8-11

Maka biarkanlah mereka hingga mereka menemui hari (yang dijanjikan kepada) mereka, pada hari itu mereka dibinasakan,(yaitu) pada hari (ketika) tipu daya mereka tidak berguna sedikit pun bagi mereka dan mereka tidak akan diberi pertolongan.Dan sesungguhnya bagi orang-orang yang zhalim masih ada azab selain itu. Tetapi kebanyakan mereka tidak mengetahui.

Surat At-Tur 52: 45-47)

Apakah Anda yakin bahwa Anda tidak ‘melakukan kesalahan’ dan tidak pernah memperlakukan kebenaran ‘sebagai kepalsuan’ (berbohong) sehingga Anda dapat melewati penghakiman pada Hari itu?

Nabi Isa Al-Masih AS datang untuk membantu mereka yang tidak yakin ke mana catatan perbuatan mereka akan diberikan pada Hari Penghakiman. Dia datang untuk menolong mereka yang tidak memiliki seorang pun yang dapat membantu. Dia berkata dalam Injil:

10:7 Kemudian, Isa kembali bersabda kepada mereka, “Sesungguhnya, Aku berkata kepadamu, Akulah pintu bagi domba-domba itu.

10:8 Semua orang yang datang mendahului Aku adalah pencuri dan penyamun, dan domba-domba itu tidak mendengarkan mereka.

10:9 Akulah pintu. Jika seseorang masuk melalui Aku, ia akan selamat dan akan keluar masuk serta mendapatkan makanan.

10:10 Pencuri datang hanya untuk mencuri, membunuh, dan membinasakan. Sebaliknya, Aku datang dengan maksud supaya domba-domba itu mempunyai hidup, dan mempunyainya berlimpah-limpah.

10:11 Akulah gembala yang baik. Gembala yang baik menyerahkan nyawanya bagi domba-dombanya.

10:12 Sedangkan seorang upahan dan yang bukan gembala, yaitu yang bukan pemilik domba-domba itu, akan meninggalkan domba-domba itu dan melarikan diri apabila ia melihat serigala datang. Dengan demikian, serigala akan merebut domba-domba itu, lalu mencerai-beraikan mereka.

10:13 Ia lari sebab ia adalah seorang upahan dan tidak peduli dengan domba-domba itu.

10:14 Akulah gembala yang baik. Aku mengenal domba-domba-Ku dan domba-domba-Ku mengenal Aku,

10:15 sama seperti Sang Bapa mengenal Aku dan Aku mengenal Sang Bapa. Aku menyerahkan nyawa-Ku bagi domba-domba-Ku.

10:16 Pada-Ku masih ada domba-domba lain yang bukan dari kawanan ini. Domba-domba itu pun harus Kubawa dan suara-Ku akan mereka dengar. Domba-domba itu akan menjadi satu kawanan dengan satu gembala.

10:17 Sang Bapa mengasihi Aku karena Aku menyerahkan nyawa-Ku untuk mengambilnya kembali.

10:18 Tak seorang pun mengambilnya dari Aku, tetapi Aku menyerahkannya atas kehendak-Ku sendiri. Aku memiliki wewenang untuk menyerahkannya, dan juga wewenang untuk mengambilnya kembali. Perintah ini Kuterima dari Bapa-Ku.”

Yahya 10: 7-18

Nabi Ia Al-Masih mengklaim wewenang yang agung untuk melindungi ‘domba-dombanya’ dan memberikan kehidupan kepada mereka – bahkan untuk Hari yang akan datang itu. Apakah dia memang memiliki wewenang itu? Taurat Musa AS meramalkan wewenangnya, bahkan sejak Penciptaan dunia dalam enam hari. Kemudian Zabur dan para nabi berikutnya menubuatkan rincian tentang kedatangannya sehingga kita dapat mengetahui bahwa kedatangannya memang benar-benar merupakan rencana dari surga. Tetapi bagaimana seseorang menjadi ‘domba-dombanya’ dan apa yang dia maksud dengan ‘aku menyerahkan hidupku untuk domba-dombaku’? Kita bisa melihatnya di sini.

Ajaran Nabi Isa Al-Masih selalu memisah-misahkan orang. Hal ini juga berlaku pada masa dia hidup. Ini merupakan akhir dari diskusi tersebut dan alasan mengapa orang-orang yang mendengarnya terbagi-bagi.

10:19 Kemudian, terjadi lagi perselisihan di antara orang-orang Israil karena semua yang disabdakan Isa.

10:20 Banyak dari mereka yang berkata, “Ia kerasukan setan dan gila! Mengapa kamu mendengarkan-Nya?”

10:21 Ada pula yang berkata, “Itu bukan perkataan orang yang kerasukan setan. Adakah setan yang membuat mata orang buta dapat melihat?”

10:22 Hari raya Pentahbisan Bait Allah di Yerusalem telah tiba, dan saat itu bertepatan dengan musim dingin.

10:23 Isa berjalan-jalan di Bait Allah, di Serambi Sulaiman.

10:24 Lalu, orang-orang Israil mengelilingi-Nya serta berkata, “Berapa lama lagi Engkau membuat hati kami bimbang? Jika Engkau memang Al-Masih, katakanlah kepada kami secara terus terang.”

10:25 Sabda Isa kepada mereka, “Sudah Kukatakan kepadamu, tetapi kamu tidak juga percaya. Semua pekerjaan yang Aku perbuat dalam nama Bapa-Ku, itulah yang menjadi saksi bagi-Ku,

10:26 tetapi kamu tidak percaya sebab kamu bukan termasuk kawanan domba-domba-Ku.

10:27 Domba-domba-Ku mendengarkan suara-Ku. Aku mengenal mereka dan mereka mengikuti Aku.

10:28 Aku memberikan hidup kekal kepada mereka dan mereka tidak akan binasa sampai selama-lamanya. Selain itu, tak seorang pun akan merebut mereka dari tangan-Ku.

10:29 Bapa-Ku, yang memberikan mereka kepada-Ku, lebih besar daripada semuanya sehingga tak seorang pun dapat merebut mereka dari tangan Sang Bapa.

10:30 Aku dan Sang Bapa satu adanya.”

10:31 Lalu, orang-orang Israil kembali memungut batu hendak merajam Isa.

10:32 Sabda Isa kepada mereka, “Banyak perbuatan baik dari Bapa-Ku yang Kutunjukkan kepadamu. Jadi, karena perbuatan yang manakah kamu hendak merajam Aku?”

10:33 Jawab orang-orang Israil kepada-Nya, “Kami hendak merajam Engkau bukan karena perbuatan baik yang Kaulakukan, melainkan karena penghujahan. Engkau hanya seorang manusia, tetapi Engkau menyamakan dirimu dengan Allah.”

10:34 Sabda Isa kepada mereka, “Bukankah telah tertulis di dalam Kitab Suci Tauratmu, ‘Aku sudah bersabda: Kamu adalah ilahi’?

10:35 Jadi, jika orang-orang itu disebut sebagai ilahi karena firman Allah ditujukan kepada mereka (padahal Kitab Suci tidak dapat dibatalkan),

10:36 masakan kamu berkata kepada Dia yang dikuduskan oleh Sang Bapa dan yang diutus-Nya ke dalam dunia ini, ‘Engkau menghujah,’ hanya karena Aku berkata, ‘Aku adalah Sang Anak yang datang dari Allah’?

10:37 Jika Aku tidak melakukan pekerjaan-pekerjaan Bapa-Ku, jangan percaya kepada-Ku.

10:38 Tetapi, jika Aku melakukannya dan kamu tidak percaya kepada-Ku, percayalah karena pekerjaan-pekerjaan itu supaya kamu tahu dan mengerti bahwa Sang Bapa di dalam Aku, dan Aku di dalam Sang Bapa.”

10:39 Mereka kembali mencari jalan untuk menangkap Isa, tetapi Ia lolos dari tangan mereka.

10:40 Kemudian, Isa pergi lagi ke seberang Sungai Yordan, ke tempat Yahya mula-mula mempermandikan orang-orang yang bertobat, lalu tinggallah Ia di situ.

10:41 Banyak orang datang kepada-Nya dan berkata, “Nabi Yahya tidak membuat satu tanda ajaib pun, tetapi semua yang dikatakannya mengenai orang ini memang benar.”

10:42 Di situ pun banyak orang menjadi percaya kepada Isa.

Yahya 10: 19-42