Bulan Suci Ramadan – Bagaimana cara berpuasa?

Saat bulan puasa tiba, saya mendengar teman-teman saya mendiskusikan cara terbaik untuk berpuasa. Perbincangan ini biasanya berpusat pada kapan waktu terbaik untuk sahur dan berbuka. Saat Ramadan jatuh pada musim panas,  ketika matahari bersinar selama16 jam atau bahkan lebih di tempat kami tinggal, di bagian utara, muncul pertanyaan tentang apakah kita bisa memakai standar waktu siang yang lain (seperti selang waktu antara matahari terbit dan terbenam yang berlaku di Mekah) untuk berpuasa. Dalam hal ini, teman-teman saya mengikuti  aturan yang berbeda-beda menurut berbagai ulama, juga tentang apa yang boleh dan tidak boleh dilakukan selama bulan puasa.

Pertanyaan yang tidak kalah pentingnya dari diskusi di atas adalah, bagimana cara kita hidup supaya puasa kita menyenangkan hati Allah. Para Nabi telah menuliskan bahwa cara hidup yang benar akan menghasilkan puasa yang menyenangkan hati Allah. Hal ini tidak hanya penting pada masa nabi-nabi namun juga pada masa ini..

Nabi Yesaya A.S hidup pada masa orang-orang percaya melakukan kewajiban-kewajiban keagamaan mereka (seperti puasa dan doa) dengan sangat ketat. Mereka sangat religius.

Dawood writes Psalm, starting Zabur = Dawud menulis Mazmur, memulai Zabu

Tetapi, masa itu juga adalah masa kebobrokan (lihat Mengenalkan Zabur). Orang-orang pada saat itu terus berkelahi, berselisih, dan bertengkar. Oleh karena itu,  nabi membawa pesan ini kepada mereka.

True Fasting

 Puasa yang Sejati

1 “Berserulah kuat-kuat, jangan tahan-tahan!
Nyaringkanlah suaramu seperti sangkakala!
Beritahukanlah kepada umat-Ku pelanggaran-pelanggaran mereka
dan kepada kaum keturunan Yakub dosa-dosa mereka!
2 Mereka memang mencari hadirat-Ku hari demi hari
dan suka mengetahui jalan-jalan-Ku.
Seolah-olah bangsa yang melakukan kebenaran
dan tidak mengabaikan peraturan-peraturan Tuhannya,
mereka bertanya kepada-Ku tentang peraturan-peraturan yang benar,
mereka suka menghadap Allah.
3 Kata mereka, ‘Untuk apa kami berpuasa, padahal Engkau tidak melihatnya?
Untuk apa kami merendahkan diri, padahal Engkau tidak memperhatikannya?’
Sesungguhnya, pada hari puasamu kamu mencari kesenangan sendiri
dan menindas semua pekerjamu.
4 Sesungguhnya, kamu berpuasa hanya untuk berbantah, bertengkar,
dan memukul dengan tinju kefasikan.
Puasa seperti yang kamu lakukan hari ini
tidak akan membuat suaramu didengar di tempat tinggi.
5 Beginikah puasa yang Kukehendaki,
suatu hari bagi seseorang untuk merendahkan diri,
menundukkan kepalanya seperti gelagah,
dan menghamparkan kain kabung dan abu sebagai alas tidurnya?
Inikah yang kausebut puasa,
suatu hari yang dikenan Allah?
6 Bukankah puasa yang Kukehendaki
adalah supaya engkau membuka belenggu-belenggu kefasikan
dan melepaskan tali-tali kuk
supaya engkau melepas orang yang tertindas sebagai orang merdeka
dan mematahkan setiap kuk?
7 Bukankah supaya engkau membagikan rotimu kepada orang lapar
dan membawa ke rumahmu orang miskin yang terbuang—
apabila engkau melihat orang telanjang, engkau memberi dia pakaian,
dan tidak menyembunyikan diri dari darah dagingmu sendiri?
8 Maka, barulah terangmu akan merekah seperti fajar
dan kesembuhanmu akan datang dengan segera.
Kebenaranmu akan berjalan di depanmu
dan kemuliaan Allah akan menjadi penutup barisanmu.
9 Pada waktu itulah engkau akan berseru dan Allah akan menjawab,
engkau akan berteriak minta tolong dan Ia akan berfirman, ‘Ini Aku!’
Jika engkau menyingkirkan dari tengah-tengahmu kuk,
jari yang menuding-nuding, dan perkataan yang jahat;
10 jika engkau mengorbankan diri bagi orang lapar
dan memuaskan hati orang yang tertindas,
maka terangmu akan terbit di dalam gelap
dan kekelamanmu akan seperti tengah hari.
11 Allah akan selalu memimpin engkau,
akan memuaskan hatimu di tanah yang kering kerontang,
dan akan menguatkan tulang-tulangmu.
Engkau akan seperti taman yang diairi,
dan seperti mata air yang airnya tidak pernah mengecewakan.
12 Orang-orangmu akan membangun kembali tempat-tempat yang sudah lama rusak.
Engkau akan menegakkan kembali dasar yang sudah turun-temurun,
dan engkau akan disebut ‘yang menutup lubang-lubang tembok,’
‘yang membetulkan lorong-lorong tempat kediaman.’

 

Yesaya 58: 1-12

Bukankah janji mengenai hidup yang berkelimpahan karena puasa yang sejati itu luar biasa? Namun, orang-orang pada zaman itu tidak mendengarkan sang nabi dan tidak bertobat ( Pengajaran Nabi Yahya A.S tentang Pertobatan). Oleh karena itu, mereka dihakimi sesuai dengan nubuatan Nabi Musa A.S. Pesan ini tetap menjadi peringatan bagi kita sebab deskripsi Nabi Yesaya tentang perilaku mereka saat berpuasa mirip dengan yang kita lihat saat ini.

Puasa kita menjadi tidak berguna, meskipun kita sudah mengikuti aturan-aturan yang diizinkan oleh para imam kita, kalau kita masih gagal menyenangkan hati Allah melalui cara hidup kita yang menyakiti hati-Nya. Jadi, pahamilah cara untuk menerima belas kasih-Nya melalui Nabi Isa al Masih A.S.

HARI PENGHAKIMAN: AL-MASAD & AL-HADID, DAN SANG MASIH

Surat Al-Masad (Surat 111 – Serat Palem) memperingatkan kita tentang Penghakiman yang Menyala-nyala pada Hari Terakhir.

Binasalah kedua tangan Abu Lahab dan benar-benar binasa dia!Tidaklah berguna baginya hartanya dan apa yang dia usahakan.Kelak dia akan masuk ke dalam api yang bergejolak (neraka).Dan (begitu pula) istrinya, pembawa kayu bakar (penyebar fitnah).Di lehernya ada tali dari sabut yang dipintal.

Al-Masad 111: 1-5

Surat Al-Masad memperingatkan bahwa kita bisa binasa. Bahkan mereka yang dekat dengan kita, seperti istri kita, juga menghadapi ancaman hukuman pada Hari Penghakiman Terakhir.

Jadi apa yang bisa kita lakukan untuk mempersiapkan diri dalam menghadapi ujian dari Allah, yang mengetahui semua rahasia hidup kita yang memalukan?

Surat Al-Hadid (Surat 57 – Besi) memberitahu kita bahwa Dia telah mengirim Tanda-tanda untuk menuntun kita dari Kegelapan rahasia hidup kita yang memalukan menuju Terang.

Dan mengapa kamu tidak beriman kepada Allah, padahal Rasul mengajak kamu beriman kepada Tuhanmu? Dan Dia telah mengambil janji (setia)mu, jika kamu orang-orang mukmin.

Surat Al-Hadid 57: 9

Namun kita diperingatkan bahwa mereka yang telah hidup dalam Kegelapan akan mencari Terang dengan panik pada Hari itu.

Pada hari orang-orang munafik laki-laki dan perempuan berkata kepada orang-orang yang beriman, “Tunggulah kami! Kami ingin mengambil cahayamu.” (Kepada mereka) dikatakan, ”Kembalilah kamu ke belakang dan carilah sendiri cahaya (untukmu).” Lalu di antara mereka dipasang dinding (pemisah) yang berpintu. Di sebelah dalam ada rahmat dan di luarnya hanya ada azab,Orang-orang munafik memanggil orang-orang mukmin, “Bukankah kami dahulu bersama kamu?” Mereka menjawab, “Benar, tetapi kamu mencelakakan dirimu sendiri, dan hanya menunggu, meragukan (janji Allah) dan ditipu oleh angan-angan kosong sampai datang ketetapan Allah; dan penipu (setan) datang memperdaya kamu tentang Allah.

Surat al-Hadid 57: 13-14

Bagaimana jika kita belum hidup dengan sedemikian rupa untuk bisa mendapatkan Terang pada Hari itu? Apakah masih ada harapan bagi kita?

Nabi Isa Al-Masih AS datang untuk membantu kita pada Hari itu. Dia berbicara dengan jelas bahwa Dia adalah Terang bagi kita yang berada dalam kegelapan yang memalukan. Dialah Terang yang akan kita perlukan pada Hari Penghakiman.

12 *Isa kembali bersabda kepada orang banyak itu, “Akulah terang dunia. Orang yang mengikut Aku tidak akan berjalan dalam kegelapan, melainkan akan mempunyai terang hidup.” 13 *Lalu, kata orang-orang dari mazhab Farisi kepada-Nya, “Engkau memberi kesaksian mengenai diri-Mu sendiri. Kesaksian-Mu itu tidak benar.” 14 Sabda Isa kepada mereka, “Kendatipun Aku memberi kesaksian mengenai diri-Ku sendiri, kesaksian-Ku itu benar karena Aku tahu dari mana Aku datang dan ke mana Aku pergi. Sebaliknya, kamu tidak tahu dari mana Aku datang dan ke mana Aku pergi. 15 Kamu menghakimi dengan ukuran manusia, sedangkan Aku tidak menghakimi seorang pun. 16 Tetapi, kendatipun Aku menghakimi, penghakiman-Ku itu adil karena Aku tidak seorang diri, melainkan bersama-sama dengan Sang Bapa yang mengutus Aku. 17 Sudah tertulis juga dalam Kitab Suci Tauratmu bahwa kesaksian dua orang adalah sah. 18 Aku memberi kesaksian mengenai diri-Ku sendiri, dan Sang Bapa yang mengutus Aku pun memberi kesaksian mengenai Aku.” 19 Lalu, kata mereka kepada-Nya, “Di manakah Bapa-Mu itu?” Sabda Isa, “Kamu tidak mengenal Aku dan juga Bapa-Ku. Jika kamu mengenal Aku, tentu kamu mengenal juga Bapa-Ku.” 20 Perkataan itu disampaikan Isa di tempat perbendaharaan ketika Ia sedang mengajar di Bait Allah. Tetapi, tidak ada seorang pun yang berani menangkap Dia sebab waktu-Nya belum tiba. 21 Kemudian, Isa bersabda lagi kepada orang banyak itu, “Aku pergi dan kamu akan mencari Aku, tetapi kamu akan mati dalam dosamu. Ke tempat Aku pergi, kamu tidak dapat datang.” 22 Lalu, kata para pemimpin Israil itu, “Apakah Ia hendak bunuh diri? Sebab Ia berkata, ‘Ke tempat Aku pergi, kamu tidak dapat datang.’” 23 Sabda Isa kepada mereka, “Kamu berasal dari bawah, sedangkan Aku dari atas. Kamu dari dunia ini, sedangkan Aku bukan dari dunia ini. 24 Tadi Aku mengatakan kepadamu bahwa kamu akan mati dalam dosamu karena jika kamu tidak percaya bahwa Aku adalah Dia, maka kamu akan mati dalam dosamu.” 25 Lalu, kata mereka kepada-Nya, “Siapakah Engkau ini?” Sabda Isa kepada mereka, “Seperti telah Kukatakan kepadamu sejak semula. 26 Banyak yang hendak Kukatakan dan Kuhakimi mengenai kamu, tetapi Dia yang mengutus Aku itu benar. Apa yang Kudengar dari Dia, itu pulalah yang Kukatakan kepada dunia ini.” 27 Mereka tidak mengerti bahwa apa yang dikatakan-Nya kepada mereka adalah mengenai Sang Bapa. 28 Lalu, sabda Isa, “Apabila kamu sudah meninggikan Anak Manusia, pada saat itulah kamu akan tahu bahwa Akulah Dia. Kamu pun akan tahu bahwa tidak ada satu pun yang Kulakukan atas kehendak diri-Ku sendiri. Seperti diajarkan Sang Bapa kepada-Ku, demikianlah hal-hal itu Kukatakan. 29 Dia yang mengutus Aku, menyertai Aku. Ia tidak meninggalkan Aku seorang diri sebab Aku senantiasa melakukan apa yang berkenan kepada-Nya.” 30 Sabda Isa itu membuat banyak orang percaya kepada-Nya.

Yahya 8: 12-30

Isa Al-Masih AS mengklaim wewenang agung sebagai ‘Terang Dunia’, dan ketika ditantang, ia merujuk pada ‘Hukum Taurat’. Ini adalah Taurat Musa AS yang menubuatkan kedatangannya dan wewenangnya. Nubuatan ini diikuti oleh Zabur dan para nabi berikutnya yang meramalkan rincian kedatangannya sehingga kita bisa tahu bahwa dia memang memiliki wewenang yang dia klaim. Apa itu Anak Manusia’ dan apa yang dimaksud oleh  Isa Al-Masih dengan, ‘ketika kamu meninggikan Anak Manusia’? Apa artinya memiliki ‘terang Hidup’? Kita bisa melihatnya di sini. Lakukanlah hari ini, karena pada Hari Penghakiman kita tidak akan memiliki waktu lagi untuk mulai mencari, seperti yang diperingatkan dalam Surat Al-Hadid.

Maka pada hari ini tidak akan diterima tebusan dari kamu maupun dari orang-orang kafir. Tempat kamu di neraka. Itulah tempat berlindungmu, dan itulah seburuk-buruk tempat kembali.”

Surat Al-Hadid 57: 15

Beginilah cara Nabi Isa Al-Masih mengakhiri ajarannya pada kesempatan ini.

31 Kemudian, Isa bersabda kepada orang-orang Israil yang percaya itu, “Jika kamu tetap tinggal dalam perkataan-Ku, kamu adalah pengikut-Ku yang sesungguhnya. 32 Kamu akan mengenal kebenaran, dan kebenaran itu akan memerdekakan kamu.” 33 *Jawab mereka kepada-Nya, “Kami adalah keturunan Nabi Ibrahim. Belum pernah kami menjadi hamba siapa pun. Apa maksud perkataan-Mu, ‘Kamu akan merdeka’?” 34 Sabda Isa kepada mereka, “Sesungguhnya, Aku berkata kepadamu, siapa berbuat dosa, ia adalah hamba dosa. 35 Seorang hamba tidak akan tinggal dalam rumah tuannya untuk selamanya, tetapi seorang anak akan tinggal untuk selamanya. 36 Jika Sang Anak memerdekakan kamu, maka kamu akan benar-benar merdeka.”
Keturunan Nabi Ibrahim yang Tidak Berasal dari Allah
37 “Aku tahu bahwa kamu adalah keturunan Ibrahim. Tetapi, kamu mencari jalan untuk membunuh Aku karena perkataan-Ku tidak mendapat tempat dalam dirimu. 38 Aku berkata-kata tentang apa yang Aku lihat pada Sang Bapa. Kamu pun demikian. Kamu melakukan apa yang kamu dengar dari bapamu.” 39 Jawab mereka kepada-Nya, “Ibrahim adalah bapak kami.” Sabda Isa kepada mereka, “Jika kamu adalah anak-anak Ibrahim, tentunya kamu melakukan apa yang dilakukan oleh Ibrahim. 40 Tetapi sebaliknya, apa yang kamu lakukan sekarang adalah berusaha membunuh Aku, padahal Aku mengatakan kebenaran kepadamu, yaitu kebenaran yang Kudengar dari Allah sendiri. Ibrahim tidak melakukan perbuatan yang demikian. 41 Kamu melakukan apa yang dilakukan oleh bapamu.” Kata mereka kepada-Nya, “Kami lahir bukan dari zina. Kami hanya mempunyai satu Bapa, yaitu Allah.” 42 Lalu, Isa bersabda kepada mereka, “Jika Allah adalah Bapamu, kamu akan mengasihi Aku karena Aku datang dan hadir dari Allah. Aku datang bukan atas kehendak-Ku sendiri. Dialah yang mengutus Aku. 43 Mengapa kamu tidak mengerti apa yang Kukatakan? Sebab kamu tidak tahan mendengar perkataan-Ku. 44 Kamu berasal dari bapamu, yaitu Iblis, dan kamu ingin melakukan kehendak bapamu. Dia adalah pembunuh dari mulanya dan tidak tinggal dalam kebenaran karena memang kebenaran itu tidak ada di dalam dirinya. Ketika ia berkata bohong, ia berbicara dari nalurinya sendiri karena ia adalah pembohong dan bapa dari semua pembohong. 45 Tetapi sebaliknya, karena Aku mengatakan kebenaran, kamu tidak percaya kepada-Ku. 46 Siapa di antara kamu yang dapat menunjukkan bahwa Aku berdosa? Jika Aku mengatakan kebenaran, mengapa kamu tidak percaya kepada-Ku? 47 Siapa berasal dari Allah, ia mendengarkan firman Allah. Kamu tidak mendengarkannya karena kamu tidak berasal dari Allah.”
48 Kata para pemimpin Israil kepada Isa, “Benar bukan apa kata kami? Engkau adalah seorang Samaria yang kerasukan setan!” 49 Sabda Isa, “Aku tidak kerasukan setan. Aku menghormati Bapa-Ku, tetapi kamu menghina Aku. 50 Aku tidak mencari kemuliaan untuk diri sendiri. Ada Satu yang mengusahakannya, yaitu Dia yang akan menghakimi. 51 Sesungguhnya, Aku berkata kepadamu, jika seseorang menaati perkataan-Ku, ia tidak akan melihat maut sampai selama-lamanya.” 52 Kata para pemimpin Israil kepada-Nya, “Sekarang kami tahu bahwa Engkau kerasukan setan. Ibrahim dan semua nabi sudah meninggal, tetapi Engkau berkata, ‘Jikalau seseorang menaati perkataan-Ku, ia tidak akan merasakan maut sampai selama-lamanya.’ 53 Apakah Engkau lebih besar daripada Ibrahim, bapak kami yang sudah meninggal itu? Nabi-nabi pun sudah meninggal. Jadi, menurut anggapan-Mu, siapakah diri-Mu?” 54 Sabda Isa, “Jika Aku memuliakan diri-Ku sendiri, maka kemuliaan-Ku itu tidak ada artinya. Bapa-Kulah yang memuliakan Aku. Kamu berkata bahwa Ia adalah Tuhanmu, 55 padahal kamu tidak mengenal Dia. Tetapi, Aku mengenal Dia. Jika Aku berkata bahwa Aku tidak mengenal Dia, Aku pun menjadi pembohong sama seperti kamu, tetapi Aku mengenal Dia dan Aku menaati firman-Nya. 56 Bapakmu, Ibrahim, gembira karena ia akan melihat hari-Ku. Ia bahkan telah melihatnya dan merasa gembira.” 57 Kemudian, kata para pemimpin Israil kepada-Nya, “Umur-Mu belum mencapai lima puluh tahun, tetapi Engkau sudah melihat Ibrahim?” 58 Sabda Isa kepada mereka, “Sesungguhnya, Aku berkata kepadamu, sebelum Ibrahim ada, Aku ada.” 59 Lalu, mereka semua memungut batu hendak merajam Dia, tetapi Isa bersembunyi, lalu keluar dari Bait Allah.

Yahya 8: 31-59