Ajaran & peringatan Yesus setelah mengutuk pohon ara

1 Isa dan para pengikut-Nya hampir mendekati Yerusalem.
Mereka tiba di Baitfagi,
yang terletak di Bukit Zaitun.
Kemudian,
Ia menyuruh dua orang pengikut-Nya,

 

2 sabda-Nya kepada mereka,
“Pergilah ke desa yang ada di hadapanmu itu.
Di sana kamu segera akan mendapati seekor keledai betina yang tertambat beserta dengan anaknya.
Lepaskanlah keledai-keledai itu dan bawalah kepada-Ku.

 

3 Jika ada orang yang bertanya kepadamu,
katakanlah,
‘Sang Junjungan memerlukannya,’
maka orang itu akan segera menyuruhmu membawa kedua keledai itu.”

 

4 Hal itu terjadi supaya genaplah firman yang telah disampaikan Allah melalui nabi-Nya,

 

5 *“Katakanlah kepada putri Sion,
‘Lihatlah!
Rajamu datang kepadamu.
Ia rendah hati dan menunggang seekor keledai
serta seekor anak keledai beban yang muda.’”

 

6 Kemudian,
pergilah kedua pengikut-Nya itu dan melaksanakan apa yang disuruh oleh Isa kepada mereka.

 

7 Mereka membawa keledai itu dan juga anaknya.
Mereka membentangkan pakaian mereka di punggung keledai itu,
lalu Isa duduk di atasnya.

 

8 Sejumlah besar orang menghamparkan pakaian mereka di jalan,
sedangkan yang lain memotong beberapa ranting dari pepohonan,
kemudian menyerakkannya di jalan.

 

9 *Sebagian dari orang banyak itu berjalan mendahului Isa,
sedangkan sebagian lagi mengiringi-Nya dari belakang.
Sambil berjalan mereka berseru-seru,
“Segala puji bagi Anak Daud,
mubaraklah Dia yang datang atas nama Tuhan!
Segala puji di Tempat Yang Mahatinggi!”

 

10 Ketika Isa masuk ke Kota Yerusalem,
gemparlah seluruh penduduk kota itu,
lalu mereka bertanya,
“Siapakah gerangan orang ini?”

 

11 Jawab orang banyak yang mengiringi Isa,
“Dialah Isa,
nabi dari Kota Nazaret,
di wilayah Galilea.”

 

Isa Menyucikan Bait Allah
12 Kemudian,
Isa masuk ke Bait Allah dan mengusir semua orang yang sedang berjual beli di halaman Bait Allah.
Ia menjungkirbalikkan meja-meja penukar uang dan kursi-kursi penjual burung merpati.

 

13 *Sabda-Nya kepada mereka,
“Telah tertulis,
‘Rumah-Ku akan disebut rumah doa,’
tetapi kamu menjadikannya sarang penyamun.”

 

14 Orang-orang buta dan timpang datang kepada Isa di Bait Allah,
lalu Ia menyembuhkan mereka.

 

15 Tetapi,
ketika imam-imam kepala dan para ahli Kitab Suci Taurat melihat perbuatan ajaib yang dilakukan Isa dan mendengar anak-anak yang mengelu-elukan-Nya di Bait Allah,
“Segala puji bagi Anak Daud,”
mereka menjadi sangat marah.

 

16 *Kemudian,
mereka berkata kepada Isa,
“Engkau dengar apa yang diserukan oleh anak-anak itu?”
Sabda Isa,
“Ya,
Aku mendengarnya!
Belum pernahkah kamu baca,
‘Dari mulut anak-anak,
bahkan bayi-bayi yang sedang menyusu,
Tuhan telah menyediakan puji-pujian?’”

 

17 Setelah mengatakan hal itu Isa meninggalkan mereka,
lalu pergi menuju ke Baitani untuk bermalam di sana.

 

Isa Mengutuk Pohon Ara
18 Esok paginya,
ketika Isa hendak kembali ke Kota Yerusalem,
Ia merasa lapar.

 

19 Dilihat-Nya sebatang pohon ara di tepi jalan,
lalu didekati-Nya pohon itu.
Ternyata Ia tidak mendapati apa pun,
selain dedaunan.
Lalu,
sabda-Nya kepada pohon itu,
“Jangan berbuah lagi sampai selama-lamanya.”
Seketika itu juga keringlah pohon itu.

 

20 Melihat hal itu para pengikut-Nya menjadi heran dan bertanya,
“Bagaimana mungkin pohon ara ini menjadi kering dalam sekejap?”

 

21 *Sabda Isa,
“Sesungguhnya,
Aku berkata kepadamu,
jika kamu percaya dan tidak bimbang,
maka kamu tidak hanya dapat melakukan apa yang telah Kulakukan terhadap pohon ara ini,
tetapi kamu pun dapat berkata kepada gunung itu,
‘Terangkatlah dan tercampaklah ke laut,’
dan hal itu akan terjadi.

 

22 Segala sesuatu yang kamu minta melalui doa akan kamu peroleh jika kamu percaya.”

 

Pertanyaan mengenai Wewenang Isa
23 Setelah Isa masuk ke Bait Allah,
datanglah para imam kepala dan para tua-tua kepada-Nya sementara Ia sedang mengajar.
Lalu,
mereka berkata,
“Apa wewenang-Mu melakukan semua itu?
Siapakah yang memberikan wewenang itu kepada-Mu?”

 

24 Jawab Isa kepada mereka,
“Aku pun hendak menanyakan kepadamu satu hal.
Jika kamu dapat memberitahukan jawabannya kepada-Ku,
maka Aku akan memberitahukan juga kepadamu wewenang yang Kumiliki untuk melakukan semua itu.

 

25 Dari manakah asalnya permandian Yahya?
Dari surga atau dari manusia?”
Lalu,
mereka membicarakannya di antara mereka,
“Jika kita katakan,
‘dari surga,’
maka Ia akan berkata,
‘Kalau begitu,
mengapa kamu tidak percaya kepadanya?’

 

26 Tetapi,
jika kita katakan,
‘dari manusia,’
kita takut kepada orang banyak yang mengakui bahwa Yahya adalah seorang nabi.”

 

27 Itulah sebabnya,

mereka menjawab, “Kami tidak tahu.” Kemudian, sabda Isa kepada mereka,
“Kalau begitu,
Aku pun tidak akan mengatakan kepadamu dari mana wewenang yang Kumiliki untuk melakukan semua itu.”

Ibarat tentang Dua Orang Anak
28 “Apakah pendapatmu mengenai hal ini?

Ada seorang bapak yang mempunyai dua anak laki-laki.
Kepada anak yang pertama ia berkata, ‘Hai anakku, pergilah dan bekerjalah hari ini di kebun anggur kita.’

29 Jawabnya,

‘Tidak mau!Tetapi kemudian, ia menyesal dan akhirnya pergi juga ke kebun anggur itu.

30 Bapak itu pun menemui anak bungsunya dan mengatakan hal yang sama.

Lalu, jawab si bungsu, ‘Ya,Bapa!’ Tetapi,ia tidak pergi.

31 Jadi,dari antara kedua anak itu,

siapakah yang melakukan kehendak bapaknya?”
Jawab mereka,
“Yang pertama.”
Sabda Isa kepada mereka,
“Sesungguhnya,
Aku berkata kepadamu,
para pemungut cukai dan perempuan-perempuan sundal akan mendahului kamu masuk ke dalam Kerajaan Allah.

32 *Karena ketika Yahya datang kepadamu untuk menunjukkan jalan yang benar,
kamu tidak mau percaya kepadanya.
Sedangkan para pemungut cukai dan perempuan-perempuan sundal mau percaya kepadanya.
Bahkan setelah melihat hal itu pun kamu tidak mau berubah dan percaya kepadanya.”

 

Ibarat tentang Penggarap-Penggarap Kebun Anggur
33 *“Dengarkanlah juga ibarat lainnya.

Ada seorang tuan yang membuat kebun anggur,
lalu memagari sekelilingnya.Digalinya juga tempat untuk memeras anggur.
Selain itu, didirikannya pula menara jaga. Kemudian, ia menyewakannya kepada para penggarap sementara ia sendiri pergi ke negeri lain.

34 Ketika hampir tiba musim memetik buah,

ia mengutus hamba-hambanya kepada para penggarap itu untuk menerima hasil buahyangmenjadi bagiannya.
 35 Tetapi, para penggarap itu menangkap hamba-hamba yang datang itu.
Mereka memukul yang satu,
membunuh yang lain,
dan merajam yang lainnya lagi.

36 Kemudian, tuan itu mengutus lagi hamba-hambanya yang lain lebih banyak dari semula.

Meskipun begitu,
mereka pun mendapat perlakuan yang sama dengan hamba-hamba yang terdahulu.

 37 Akhirnya tuan itu mengutus anaknya kepada mereka,
pikirnya, ‘Mereka tentu akan menghormati anakku.’

38 Tetapi,

ketika para penggarap itu melihat anak tuan mereka,
berkatalah mereka satu kepada lainnya,
‘Dia adalah ahli warisnya.
Mari kita bunuh dia dan kita ambil warisannya!’

39 Lalu,

mereka menangkapnya,
mengeluarkannya dari kebun anggur itu,
dan membunuhnya.

40 Ketika pemilik kebun anggur itu datang,

apa yang akan ia perbuat terhadap para penggarap itu?”

41 Jawab orang-orang yang ada di situ,

“Celakalah mereka karena ia akan membinasakan orang-orang yang jahat itu,
lalu kebun anggur itu akan dipercayakannya kepada para penggarap lain yang akan menyerahkan hasilnya pada setiap musimnya.”

42 *Kemudian, sabda Isa,

“Belum pernahkah kamu baca dalam Kitab Suci,

‘Batu yang dibuang oleh tukang-tukang bangunan,
telah menjadi batu penjuru.
Hal ini terjadi dari pihak Tuhan,
dan merupakan hal yang ajaib di mata kita.’?

 

43 Sebab itu, Aku berkata padamu, Kerajaan Allah akan diambil darimu dan dipercayakan kepada suatu bangsa yang akan menghasilkan buah.
44 Siapa jatuh ke atas batu itu akan remuk,
dan siapa ditimpa oleh batu itu akan hancur luluh.”

 

45 Ketika para imam kepala dan orang-orang dari mazhab Farisi mendengar semua ibarat itu,
mereka tahu bahwa diri merekalah yang dibicarakan-Nya.
46 Kemudian,
mereka mencari jalan untuk menangkap-Nya,
tetapi mereka takut kepada orang banyak yang menganggap Isa seorang nabi
1 Kembali Isa bersabda kepada mereka melalui ibarat,

 

2 “Kerajaan Surga itu dapat diibaratkan dengan seorang raja yang mengadakan perjamuan nikah bagi anaknya.

 

3 Ia menyuruh hamba-hambanya menjemput orang-orang yang sudah diundangnya,
tetapi para undangan itu tidak mau datang.

 

4 Sang raja kembali menyuruh hamba-hambanya yang lain dengan pesan,
‘Katakanlah kepada para undangan itu:
Lihatlah,
jamuan sudah kusediakan,
lembu-lembu dan ternak peliharaan lain yang tambun-tambun pun sudah disembelih,
dan semuanya sudah tersedia.
Jadi,
hadirlah pada perjamuan nikah itu.’

 

5 Tetapi,
tetap saja mereka tidak mempedulikannya.
Adayang pergi ke ladangnya dan ada pula yang mengurus usahanya.

 

6 Bahkan ada yang menangkap hamba-hamba itu,
lalu menganiaya dan membunuh mereka.

 

7 Sang raja pun menjadi sangat murka,
lalu ia mengerahkan bala tentaranya untuk membinasakan para pembunuh itu dan membakar kota mereka.

 

8 Selanjutnya,
sabda raja kepada hamba-hambanya,
‘Jamuan pernikahan sudah tersedia,
tetapimereka yang telah diundang itu memang tidak layak diundang.

 

9 Sebab itu,
pergilah ke setiap persimpangan jalan dan ajaklah setiap orang yang kamu jumpai untuk hadir di perjamuan nikah ini.’

 

10 Kemudian,
hamba-hamba itu pergi ke jalan-jalan untuk mengundang setiap orang yang dijumpainya di sana,
yang jahat dan juga yang baik.
Akhirnya penuhlah tempat perjamuan nikah itu dengan para tamu.

 

11 Lalu,
sang raja pun masuk untuk melihat para tamu.
Ia melihat seorang yang tidak mengenakan pakaian yang layak dipakai untuk hadir di perjamuan nikah.

 

12 Lalu,
kata sang raja kepada orang itu,
‘Hai Saudara,
mengapa engkau masuk kemari dengan tidak mengenakan pakaian perjamuan?’
Tetapi,
orang itu diam saja.

 

13 *Maka,
berkatalah raja itu kepada para hambanya,
‘Ikatlah tangan dan kakinya,
lalu campakkanlah ia ke tempat yang paling gelap.
Di tempat itu ada ratapan dan kertak gigi.’

 

 

14 Karena banyak orang yang dipanggil,
tetapi hanya sedikit yang dipilih.”

 

Tentang Membayar Pajak kepada Kaisar

 

15 Setelah itu,
orang-orang dari mazhab Farisi itu pergi dan bermufakat tentang bagaimana cara menjerat Isa dari perkataan-Nya.

 

16 Kemudian,
mereka menyuruh para pengikut mereka beserta orang-orang Herodian bertanya kepada Isa,
“Wahai Guru,
kami tahu bahwa Engkau adalah orang yang jujur.
Engkau mengajarkan jalan Allah dengan jujur,
dan Engkau tidak merasa takut kepada siapa pun karena Engkau tidak memandang muka.

 

17 Karena itu,
katakanlah kepada kami bagaimana pendapat-Mu.
Bolehkah membayar pajak kepada Kaisar atau tidak?”

 

18 Tetapi,
Isa mengetahui kejahatan hati mereka.
Lalu,
sabda-Nya kepada mereka,
“Hai orang-orang munafik,
mengapa kamu mencobai Aku?

 

19 Tunjukkanlah kepada-Ku uang yang kamu pakai untuk membayar pajak.”
Mereka pun membawa sekeping uang dinar kepada-Nya.

 

20 Lalu,
sabda-Nya kepada mereka,
“Gambar dan cap siapakah ini?”

 

21 Jawab mereka,
“Gambar dan cap Kaisar.”
Kemudian,
sabda Isa kepada mereka,
“Serahkanlah kepada Kaisar apa yang seharusnya diserahkan kepada Kaisar,
dan serahkanlah kepada Allah apa yang seharusnya diserahkan kepada Allah.”

 

22 Mendengar jawaban itu mereka pun merasa heran,
kemudian pergi meninggalkan Isa.

 

Pertanyaan Orang-Orang dari Mazhab Saduki tentang Kebangkitan

 

23 *Pada hari itu juga datanglah kepada Isa orang-orang dari mazhab Saduki yang berpendapat bahwa kebangkitan orang mati itu tidak ada.
Kemudian,
mereka bertanya kepada-Nya,

 

24 *“Wahai Guru,
menurut firman yang disampaikan melalui Musa,
jika seorang suami meninggal tanpa meninggalkan anak,
maka saudaranya yang laki-laki harus memperistri janda almarhum itu supaya diperolehnya keturunan bagi almarhum.

 

25 Di antara kami ada tujuh orang bersaudara.
Saudara yang pertama meninggal setelah menikah.
Karena ia tidak mempunyai keturunan,
maka janda almarhum itu dinikahi oleh saudaranya.

 

26 Begitu juga dengan saudaranya yang kedua,
yang ketiga,
bahkan sampai yang ketujuh.

 

27 Pada akhirnya,
sesudah semuanya meninggal,
perempuan itu meninggal juga.

 

28 Pada hari kebangkitan nanti,
siapa dari ketujuh saudara itu yang akan menjadi suami dari perempuan itu?
Karena semuanya sudah menikahinya.”

 

29 Sabda Isa kepada mereka,
“Kamu sesat sebab kamu tidak mengerti isi Kitab Suci maupun kuasa Allah.

 

30 Pada hari kebangkitan,
orang-orang tidak akan menikah dan tidak akan dinikahkan.
Keadaan mereka di surga akan seperti para malaikat.

 

31 Sedangkan mengenai kebangkitan orang-orang mati,
belum pernahkah kamu baca apa yang telah disabdakan Allah kepadamu?

 

32 *‘Akulah Tuhan Ibrahim,
Ishak,
dan Yakub.’
Ia bukan Tuhan yang disembah oleh orang mati,
melainkan oleh orang hidup.”

 

33 Ketika orang banyak mendengar hal itu,
mereka merasa heran atas ajaran-Nya.

 

Hukum yang Terutama

 

34 Ketika orang-orang dari mazhab Farisi mendengar kabar bahwa Isa telah membungkam orang-orang dari mazhab Saduki,
berkumpullah mereka.

 

35 Kemudian,
salah seorang dari mereka,
yakni seorang ahli Kitab Suci Taurat,
datang dan bertanya kepada Isa untuk mencobai-Nya.
Ia bertanya,

 

36 “Wahai Guru,
perintah manakah yang paling utama dalam hukum Taurat?”

 

37 *Sabda Isa kepadanya,
“ ‘Kasihilah Allah,
Tuhanmu,
dengan segenap hatimu,
dengan segenap jiwamu,
dan dengan segenap akal budimu.’

 

38 Itulah perintah yang terutama dan yang pertama.

 

39 *Sedangkan perintah yang kedua,
yang sama dengan itu,
‘Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri.’

 

40 Pada kedua perintah inilah terhimpun seluruh hukum Taurat dan juga semua wahyu Allah yang dituliskan oleh para nabi.”

 

Hubungan antara Isa dan Daud

 

41 Pada waktu orang-orang dari mazhab Farisi sedang berkerumun,
bersabdalah Isa kepada mereka,

 

42 “Bagaimanakah pendapatmu tentang Al-Masih?
Anak siapakah Dia?”
Jawab mereka,
“Anak Daud!”

 

43 Sabda Isa,
“Kalau begitu,
bagaimana mungkin Daud dengan kuasa Ruh Allah menyebut-Nya ‘Junjungan’ ketika ia berkata,

 

 

44 *‘Tuhan bersabda kepada Junjungan:
Duduklah di sebelah kanan-Ku
sampai Aku menaruh musuh-musuh-Mu di bawah kaki-Mu.’

 

 

45 Jadi,
kalau Daud sendiri menyebut-Nya ‘Junjungan,’
bagaimana mungkin Dia adalah anaknya?”

 

46 Tidak seorang pun yang dapat menjawab-Nya,
dan sejak hari itu tidak seorang pun yang berani mengajukan pertanyaan kepada-Nya.
1 Kemudian,
bersabdalah Isa kepada orang banyak dan para pengikut-Nya,

 

2 “Para ahli Kitab Suci Taurat dan orang-orang dari mazhab Farisi telah menduduki kursi Musa.

 

3 Sebab itu,
turuti dan amalkan segala sesuatu yang mereka ajarkan,
tetapi jangan turuti akhlak mereka karena ajaran mereka tidak selaras dengan perbuatan mereka sendiri.

 

4 Mereka mengikat beban yang berat-berat,
lalu meletakkannya di atas bahu orang-orang,
padahal mereka sendiri sama sekali tidak mau menyentuhnya.

 

5 *Semua yang mereka lakukan,
mereka buat sedemikian rupa supaya dilihat orang.
Mereka memakai tali sembahyang yang lebar dan juga memanjangkan rumbai-rumbai yang ada pada jubah mereka.

 

6 Mereka menyukai tempat-tempat terhormat,
baik di tempat-tempat perjamuan maupun di rumah-rumah ibadah.

 

7 Mereka senang menerima salam dari orang di pasar-pasar dan menyukai sebutan ‘Guru’.

 

8 Tetapi,
janganlah kamu mau disebut ‘Guru’ karena Gurumu hanya satu dan kamu semua adalah saudara.

 

9 Lagi pula,
janganlah kamu menyebut ‘Bapa’ siapa pun di dunia ini karena Bapamu hanya satu,
yaitu Dia yang di surga.

 

10 Selain itu,
janganlah kamu mau disebut ‘pemimpin’ karena hanya satu Pemimpinmu,
yaitu Al-Masih.

 

11 *Sedangkan yang terbesar di antara kamu,
hendaklah ia menjadi abdi dari semuanya.

 

12 *Siapa meninggikan dirinya,
ia akan direndahkan.
Tetapi,
siapa merendahkan dirinya,
ia akan ditinggikan.

 

 

13 Celakalah kamu,
hai para ahli Kitab Suci Taurat dan orang-orang dari mazhab Farisi,
hai orang-orang yang munafik!
Kamu mengunci pintu-pintu Kerajaan Surga di hadapan orang-orang.
Kamu sendiri tidak mau masuk,
dan orang yang hendak masuk pun kamu halangi.

 

 

14 Celakalah kamu,
hai para ahli Kitab Suci Taurat dan orang-orang dari mazhab Farisi,
hai orang-orang yang munafik!
Kamu merampas rumah para janda dan berpura-pura suci dengan memanjang-manjangkan doamu.
Sebab itu,
kamu akan menerima hukuman yang lebih berat.

 

 

15 Celakalah kamu,
hai para ahli Kitab Suci Taurat dan orang-orang dari mazhab Farisi,
hai orang-orang yang munafik!
Kamu menjelajahi laut dan daratan hanya untuk membawa satu orang saja menjadi pemeluk agamamu,
tetapi setelah itu kamu menjadikan dia calon penghuni neraka yang dua kali lebih jahat daripada dirimu.
16 Celakalah kamu,
hai para pemimpin buta yang berkata,
‘Siapa bersumpah demi Bait Allah,
maka sumpahnya itu tidak sah.
Tetapi,
siapa bersumpah demi emas Bait Allah,
maka sumpahnya itu mengikatnya.’

 

17 Hai kamu,
orang-orang bodoh dan buta!
Mana yang lebih berarti,
emaskah atau Bait Allah yang menyucikan emas itu?

 

18 Kamu juga berkata,
‘Siapa bersumpah demi tempat pembakaran kurban,
maka sumpahnya itu tidak sah.
Tetapi,
siapa bersumpah demi kurban yang ada di atasnya,
maka sumpahnya itu mengikat.’

 

19 Hai kamu,
orang-orang buta!
Mana yang lebih berarti,
kurbankah atau tempat pembakaran kurban yang menyucikan kurban itu?

 

20 Ketahuilah bahwa orang yang bersumpah demi tempat pembakaran kurban,
berarti juga bersumpah demi tempat pembakaran kurban itu dan segala sesuatu yang ada di atasnya.

 

21 Orang yang bersumpah demi Bait Allah,
berarti juga bersumpah demi Bait Allah itu dan demi Tuhan yang bersemayam di situ,

 

22 *dan orang yang bersumpah demi surga,
berarti juga bersumpah demi arasy Allah dan demi Dia yang bersemayam di atasnya.

 

 

23 *Celakalah kamu,
hai para ahli Kitab Suci Taurat dan orang-orang dari mazhab Farisi,
hai orang-orang yang munafik!
Kamu membayar sepersepuluh dari selasih,
adas manis,
dan jintan,
tetapi segala sesuatu yang lebih penting yang juga tertulis dalam hukum Taurat seperti keadilan,
belas kasihan,
dan kesetiaan,
kamu abaikan.
Hal-hal itu memang patut kamu kerjakan,
tetapi yang lainnya jangan ditinggalkan.

 

24 Hai kamu,
para pemimpin buta!
Nyamuk kamu tapis,
tetapi unta kamu telan.

 

 

25 Celakalah kamu,
hai para ahli Kitab Suci Taurat dan orang-orang dari mazhab Farisi,
hai orang-orang yang munafik!
Kamu hanya membersihkan bagian luar dari cawan dan pinggan,
sedangkan bagian dalamnya penuh dengan rampasan dan ketamakan.

 

26 Hai kamu,
orang-orang dari mazhab Farisi yang buta!
Bersihkanlah lebih dahulu bagian dalam dari cawan itu maka luarnya pun akan menjadi bersih.

 

 

27 *Celakalah kamu,
hai para ahli Kitab Suci Taurat dan orang-orang dari mazhab Farisi,
hai orang-orang yang munafik!
Kamu sama seperti makam yang dikapur putih,
luarnya tampak indah,
tetapi bagian dalamnya penuh dengan tulang-belulang orang mati dan semua yang najis.

 

28 Begitu jugalah kamu!
Di hadapan orang,
kamu kelihatan seperti orang yang bertakwa dan berakhlak,
tetapi di balik apa yang nampak,
kamu penuh dengan kemunafikan dan kejahatan.

 

 

29 Celakalah kamu,
hai para ahli Kitab Suci Taurat dan orang-orang dari mazhab Farisi,
hai orang-orang yang munafik!
Kamu membangun makam para nabi dan menghiasi nisan-nisan orang saleh,

 

30 lalu kamu berkata,
‘Jika kami hidup pada zaman nenek moyang kami,
maka kami tidak akan turut serta dengan orang-orang yang menumpahkan darah para nabi ini.’

 31 Dengan demikian,

kamu sendiri memberi kesaksian bahwa kamu adalah anak cucu dari orang-orang yang telah membunuh nabi-nabi itu.

 

32 Jadi,
genapilah apa yang telah diperbuat oleh nenek moyangmu itu!

 

33 *Hai kamu yang berperilaku seperti ular,
bahkan seperti ular berbisa!
Bagaimana kamu dapat melepaskan diri dari hukuman neraka?

 

34 Lihat!
Aku akan mengutus kepadamu nabi-nabi,
orang-orang bijaksana,
dan para ahli kitab.
Tetapi,
sebagian dari mereka akan kamu jatuhi hukuman mati dan kamu salibkan,
sedangkan sebagian lagi akan kamu sesah di rumah-rumah ibadahmu dan akan kamu kejar-kejar dari satu kota ke kota lainnya.

 

35 *Dengan demikian,
darah semua orang saleh yang tertumpah di bumi ini akan ditanggungkan kepada kamu,
mulai dari darah Habil,
yang tidak bersalah itu,
sampai darah Zakharia bin Berekhya,
yang telah kamu bunuh di antara bangunan Bait Allah dan tempat pembakaran kurban.

 

36 Sesungguhnya,
Aku berkata kepadamu,
semuanya itu akan ditanggungkan kepada generasi ini.”

 

Keluhan terhadap Yerusalem

 

37 “Hai Yerusalem,
Yerusalem!
Kota yang menjatuhkan hukuman mati bagi para nabi dan yang merajam semua orang yang diutus kepadamu!
Berulangkali Aku hendak mengumpulkan anak-anakmu seperti seekor induk ayam yang mengumpulkan anak-anaknya di bawah kepaknya,
tetapi kamu tidak mau!

 

38 Karena itu,
rumahmu akan ditinggalkan dan menjadi sunyi.

 

39 *Aku berkata kepadamu,
mulai saat ini kamu tidak akan melihat Aku lagi sampai suatu saat kamu berkata,
‘Mubaraklah Dia yang datang dalam nama Tuhan.’”