Nabi Isa (AS) menyembuhkan: Dengan Otoritas Kata

Surah ‘Abasa (Surah 80) mencatat Nabi Muhammad SAW bertemu dengan seorang buta.

  Dia (Muhammad) berwajah masam dan berpaling,karena seorang buta telah datang kepadanya (Abdullah bin Ummi Maktum)Dan tahukah engkau (Muhammad) barangkali dia ingin menyucikan dirinya (dari dosa),

Surat ‘Abasa80: 1-3

Meskipun ada kesempatan untuk pemahaman spiritual, Nabi Muhammad SAW tidak menyembuhkan orang buta itu. Nabi Isa al Masih AS adalah unik di antara para nabi dalam hal dia bisa dan memang menyembuhkan orang buta. Dia memiliki otoritas yang tidak ditunjukkan oleh nabi lain, bahkan nabi seperti Nabi Musa (AS), Nabi Ibrahim (AS) dan Nabi Muhammad (SAW). Dia adalah satu-satunya nabi yang pernah memiliki wewenang untuk memenuhi tantangan khusus yang diberikan dalam Surah Ghafir (Surah 43)

Maka apakah engkau (Muhammad) dapat menjadikan orang yang tuli bisa mendengar, atau (dapatkah) engkau memberi petunjuk kepada orang yang buta (hatinya) dan kepada orang yang tetap dalam kesesatan yang nyata?

Surat Ghafir43: 40

Surah Al-Maidah (Surah 5) menggambarkan keajaiban Isa al Masih seperti ini:

Dan ingatlah ketika Allah berfirman, “Wahai Isa putra Maryam! Ingatlah nikmat-Ku kepadamu dan kepada ibumu sewaktu Aku menguatkanmu dengan Rohulkudus. Engkau dapat berbicara dengan manusia pada waktu masih dalam buaian dan setelah dewasa. Dan ingatlah ketika Aku mengajarkan menulis kepadamu, (juga) Hikmah, Taurat dan Injil. Dan ingatlah ketika engkau membentuk dari tanah berupa burung dengan seizin-Ku, kemudian engkau meniupnya, lalu menjadi seekor burung (yang sebenarnya) dengan seizin-Ku. Dan ingatlah ketika engkau menyembuhkan orang yang buta sejak lahir dan orang yang berpenyakit kusta dengan seizin-Ku. Dan ingatlah ketika engkau mengeluarkan orang mati (dari kubur menjadi hidup) dengan seizin-Ku. Dan ingatlah ketika Aku menghalangi Bani Israil (dari keinginan mereka membunuhmu) di kala waktu engkau mengemukakan kepada mereka keterangan-keterangan yang nyata, lalu orang-orang kafir di antara mereka berkata, “Ini tidak lain hanyalah sihir yang nyata.”

al-Maidah, Surah5: 110

Surah Ali-Imran (Surat 3) lebih lanjut menggambarkan otoritasnya dalam mukjizat

Dan sebagai Rasul kepada Bani Israil (dia berkata), “Aku telah datang kepada kamu dengan sebuah tanda (mukjizat) dari Tuhanmu, yaitu aku membuatkan bagimu (sesuatu) dari tanah berbentuk seperti burung, lalu aku meniupnya, maka ia menjadi seekor burung dengan izin Allah. Dan aku menyembuhkan orang yang buta sejak dari lahir dan orang yang berpenyakit kusta. Dan aku menghidupkan orang mati dengan izin Allah, dan aku beritahukan kepadamu apa yang kamu makan dan apa yang kamu simpan di rumahmu. Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat suatu tanda (kebenaran kerasulanku) bagimu, jika kamu orang beriman.Dan sebagai seorang yang membenarkan Taurat yang datang sebelumku, dan agar aku menghalalkan bagi kamu sebagian dari yang telah diharamkan untukmu. Dan aku datang kepadamu membawa suatu tanda (mukjizat) dari Tuhanmu. Karena itu, bertakwalah kepada Allah dan taatlah kepadaku.

Surat Al-Imran3:49-50

Orang buta melihat, orang kusta sembuh, orang mati dibangkitkan! Itulah sebabnya Surah al-Maidah (5: 110) mengatakan Isa al Masih AS menunjukkan ‘tanda-tanda yang jelas’ dan Surat Al-Imran (3: 49-50) menyatakan bahwa Tanda-Nya adalah ‘untuk Anda’ dari Tuhanmu. Tidakkah bodoh untuk mengabaikan arti dari tanda-tanda yang kuat ini?

Sebelumnya kita lihat bahwa Nabi Isa al Masih (AS) mengajar dengan otoritas besar, menggunakan otoritas yang hanya dimiliki oleh Al Masih. Tepat setelah selesai mengajarkan Khotbah di Bukit Injil ini mencatat bahwa:

1 Setelah Yesus turun dari bukit, orang banyak berbondong-bondong mengikuti Dia.2 Maka datanglah seorang yang sakit kusta kepada-Nya, lalu sujud menyembah Dia dan berkata: “Tuan, jika Tuan mau, Tuan dapat mentahirkan aku.”

3 Lalu Yesus mengulurkan tangan-Nya, menjamah orang itu dan berkata: Aku mau, jadilah engkau tahir.” Seketika itu juga tahirlah orang itu dari pada kustanya.4 Lalu Yesus berkata kepadanya: “Ingatlah,jangan engkau memberitahukan hal ini kepada siapapun, tetapi pergilah, perlihatkanlah dirimu kepada imam dan persembahkanlah persembahan yang diperintahkan Musa, sebagai bukti bagi mereka.”

(Matius8: 1-4)

Nabi Isa (AS) sekarang menunjukkan otoritasnya dengan menyembuhkan seorang pria dengan penyakit kusta. Dia hanya mengatakan ‘Bersihkan’ dan dia telah dibersihkan dan disembuhkan. Kata-katanya memiliki wewenang untuk menyembuhkan serta mengajar.

Kemudian Isa (AS) bertemu dengan ‘musuh’. Roma adalah penjajah tanah Yahudi yang dibenci pada waktu itu. Orang-orang Yahudi memandang orang-orang Romawi pada waktu itu seperti bagaimana perasaan sebagian orang Palestina terhadap orang Israel dewasa ini. Yang paling dibenci (oleh orang Yahudi) adalah tentara Romawi yang sering menyalahgunakan kekuasaan mereka. Yang lebih buruk lagi adalah para petugas militer Romawi – ‘perwira Romawi‘ yang memerintahkan para prajurit ini. Isa (AS) sekarang menghadapi ‘musuh’ yang dibenci tersebut. Inilah cara mereka bertemu:

Isa al Masih (AS) dan Seorang Perwira Romawi

5 Ketika Yesus masuk ke Kapernaum, datanglah seorang perwira mendapatkan Dia dan memohon kepada-Nya:6 “Tuan, hambaku terbaring di rumah karena sakit lumpuh dan ia sangat menderita.”

7 Yesus berkata kepadanya: “Aku akan datang menyembuhkannya.”

8 Tetapi jawab perwira itu kepada-Nya: “Tuan, aku tidak layak menerima Tuan di dalam rumahku, katakan saja sepatah kata, maka hambaku itu akan sembuh.9 Sebab aku sendiri seorang bawahan, dan di bawahku ada pula prajurit. Jika aku berkata kepada salah seorang prajurit itu: Pergi!, maka ia pergi, dan kepada seorang lagi: Datang!, maka ia datang, ataupun kepada hambaku: Kerjakanlah ini!, maka ia mengerjakannya.”

10 Setelah Yesus mendengar hal itu, heranlah Ia dan berkata kepada mereka yang mengikuti-Nya: “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya iman sebesar ini tidak pernah Aku jumpai pada seorangpun di antara orang Israel.11 Aku berkata kepadamu: Banyak orang akan datang dari Timur dan Barat dan duduk makan bersama-sama dengan Abraham, Ishak dan Yakub di dalam Kerajaan Sorga,12 sedangkan anak-anak Kerajaan itu akan dicampakkan ke dalam kegelapan yang paling gelap, di sanalah akan terdapat ratap dan kertak gigi.”

13 Lalu Yesus berkata kepada perwira itu: “Pulanglah dan jadilah kepadamu seperti yang engkau percaya.” Maka pada saat itu juga sembuhlah hambanya.

Matius8:5-13

Kata-kata Masih memiliki otoritas sedemikian rupa sehingga ia hanya mengucapkan perintah dan itu terjadi dari kejauhan! Tetapi yang membuat Isa (AS) terkagum-kagum adalah bahwa hanya ‘musuh’ kafir ini yang memiliki iman untuk mengakui kekuatan Firman-Nya – bahwa Masih memiliki wewenang untuk Mengatakan dan itu akan terjadi. Orang itu kita berharap tidak memiliki iman (karena dia berasal dari orang yang ‘salah’ dan agama ‘salah’), dari kata-kata Isa (AS), suatu hari akan bergabung dalam pesta surgawi dengan Ibrahim dan orang-orang benar lainnya, sementara orang-orang dari agama yang ‘benar’ dan orang-orang yang ‘benar’ tidak akan melakukannya. Isa (AS) memperingatkan kita bahwa bukan agama atau warisan yang menjamin surga.

Yesus membangkitkan anak perempuan seorang pemimpin sinagog yang mati

Ini tidak berarti bahwa Isa al Masih (AS) tidak menyembuhkan para pemimpin Yahudi. Faktanya, salah satu mukjizatnya yang paling kuat adalah membangkitkan putrinya yang sudah mati dari seorang pemimpin sinagog. Injil mencatatnya seperti ini:

  

40 Ketika Yesus kembali, orang banyak menyambut Dia sebab mereka semua menanti-nantikan Dia.41 Maka datanglah seorang yang bernama Yairus. Ia adalah kepala rumah ibadat. Sambil tersungkur di depan kaki Yesus ia memohon kepada-Nya, supaya Yesus datang ke rumahnya,42 karena anaknya perempuan yang satu-satunya, yang berumur kira-kira dua belas tahun, hampir mati. Dalam perjalanan ke situ Yesus didesak-desak orang banyak.

43 Adalah seorang perempuan yang sudah dua belas tahun menderita pendarahan dan yang tidak berhasil disembuhkan oleh siapapun.44 Ia maju mendekati Yesus dari belakang dan menjamah jumbai jubah-Nya, dan seketika itu juga berhentilah pendarahannya.45 Lalu kata Yesus: “Siapa yang menjamah Aku?” Dan karena tidak ada yang mengakuinya, berkatalah Petrus: “Guru, orang banyak mengerumuni dan mendesak Engkau.”46 Tetapi Yesus berkata: “Ada seorang yang menjamah Aku, sebab Aku merasa ada kuasa keluar dari diri-Ku.”47 Ketika perempuan itu melihat, bahwa perbuatannya itu ketahuan, ia datang dengan gemetar, tersungkur di depan-Nya dan menceriterakan kepada orang banyak apa sebabnya ia menjamah Dia dan bahwa ia seketika itu juga menjadi sembuh.48 Maka kata-Nya kepada perempuan itu: “Hai anak-Ku, imanmu telah menyelamatkan engkau, pergilah dengan selamat!”49 Ketika Yesus masih berbicara, datanglah seorang dari keluarga kepala rumah ibadat itu dan berkata: “Anakmu sudah mati, jangan lagi engkau menyusah-nyusahkan Guru!”

50 Tetapi Yesus mendengarnya dan berkata kepada Yairus: “Jangan takut, percaya saja, dan anakmu akan selamat.”

51 Setibanya di rumah Yairus, Yesus tidak memperbolehkan seorangpun ikut masuk dengan Dia, kecuali Petrus, Yohanes dan Yakobus dan ayah anak itu serta ibunya.52 Semua orang menangis dan meratapi anak itu. Akan tetapi Yesus berkata: “Jangan menangis; ia tidak mati, tetapi tidur.”

53 Mereka menertawakan Dia, karena mereka tahu bahwa anak itu telah mati.
54 Lalu Yesus memegang tangan anak itu dan berseru, kata-Nya: “Hai anak bangunlah!”55 Maka kembalilah roh anak itu dan seketika itu juga ia bangkit berdiri. Lalu Yesus menyuruh mereka memberi anak itu makan.56 Dan takjublah orang tua anak itu, tetapi Yesus melarang mereka memberitahukan kepada siapapun juga apa yang terjadi itu.

Lukas8: 40-56)

Sekali lagi, hanya dengan Perintah Kata, Yesus membangkitkan seorang gadis muda dari kematian. Bukan agama atau kurangnya agama, menjadi Yahudi atau bukan, yang membuat Isa al Masih (AS) tidak melakukan mukjizat untuk menyembuhkan orang. Di mana pun ia menemukan iman, terlepas dari jenis kelamin, ras, atau agama mereka, ia akan menjalankan wewenang untuk menyembuhkan.

Isa al Masih (AS) menyembuhkan banyak orang, termasuk para teman

Injil juga mencatat bahwa Isa (AS) pergi ke rumah Peter, yang nantinya akan menjadi pembicara utama di antara 12 muridnya (sahabat). Ketika dia sampai di sana dia melihat kebutuhan dan melayani. Seperti ada tertulis:

  14 Setibanya di rumah Petrus, Yesuspun melihat ibu mertua Petrus terbaring karena sakit demam.

15 Maka dipegang-Nya tangan perempuan itu, lalu lenyaplah demamnya. Iapun bangunlah dan melayani Dia.

16 Menjelang malam dibawalah kepada Yesus banyak orang yang kerasukan setan dan dengan sepatah kata Yesus mengusir roh-roh itu dan menyembuhkan orang-orang yang menderita sakit.

17 Hal itu terjadi supaya genaplah firman yang disampaikan oleh nabi Yesaya: “Dialah yang memikul kelemahan kita dan menanggung penyakit kita.”

Matius 8: 14-17

Dia memiliki otoritas atas roh-roh jahat yang dia usir dari orang-orang hanya ‘dengan sepatah kata‘. Injil kemudian mengingatkan kita bahwa Zabur telah meramalkan bahwa penyembuhan ajaib akan menjadi tanda kedatangan Masih. Kenyataannya nabi Yesaya (AS) juga telah bernubuat di bagian lain dengan berbicara atas nama Masih yang akan datang bahwa:

 1 Roh Tuhan ALLAH ada padaku, oleh karena TUHAN telah mengurapi aku; Ia telah mengutus aku untuk menyampaikan kabar baik kepada orang-orang sengsara, dan merawat orang-orang yang remuk hati, untuk memberitakan pembebasan kepada orang-orang tawanan, dan kepada orang-orang yang terkurung kelepasan dari penjara,
2 untuk memberitakan tahun rahmat TUHAN dan hari pembalasan Allah kita, untuk menghibur semua orang berkabung,
3 untuk mengaruniakan kepada mereka perhiasan kepala ganti abu, minyak untuk pesta ganti kain kabung, nyanyian puji-pujian ganti semangat yang pudar, supaya orang menyebutkan mereka “pohon tarbantin kebenaran”, “tanaman TUHAN” untuk memperlihatkan keagungan-Nya.

Yesaya61: 1-3

Nabi Yesaya telah meramalkan (750 SM) bahwa Masih akan membawa ‘kabar baik‘ (= ‘Injil’) kepada orang miskin dan menghibur, membebaskan dan melepaskan orang. Mengajar, menyembuhkan orang sakit, dan membangkitkan orang mati adalah cara-cara nabi Isa (AS) memenuhi nubuat ini. Dan dia melakukan semua ini hanya dengan mengucapkan Firman otoritas kepada orang-orang, kepada penyakit, kepada roh-roh jahat dan bahkan kepada mati itu sendiri. Inilah mengapa Surah Al-Imran memanggilnya:

(Ingatlah), ketika para malaikat berkata, “Wahai Maryam! Sesungguhnya Allah menyampaikan kabar gembira kepadamu tentang sebuah kalimat (fir-man) dari-Nya (yaitu seorang putra), namanya Al-Masih Isa putra Maryam, seorang terkemuka di dunia dan di akhirat, dan termasuk orang-orang yang didekatkan (kepada Allah)

Surat3: 45 Al-Imran

Dan Injil, juga mengatakan tentang Isa AS

… dan namanya adalah Firman Tuhan.

Penyingkapan 19:13

Nabi Isa (AS), sebagai al Masih, memiliki otoritas berbicara sedemikian rupa sehingga ia juga disebut ‘Kata-kata dari Tuhan’ dan ‘Kata-kata Tuhan’. Karena inilah yang disebutnya dalam Kitab-Kitab Suci, kita bijaksana untuk menghormati dan mematuhi ajarannya. Selanjutnya kita lihat bagaimana Alam menaati Firman nya.

Al Masih Terungkap – melalui Mengajar dengan Otoritas (Wewenang)

Surat Al-‘Alaq (Surat 96) memberi tahu kita bahwa Allah mengajarkan kita hal-hal baru yang tidak kita ketahui sebelumnya.

Yang mengajar (manusia) dengan pena.Dia mengajarkan manusia apa yang tidak diketahuinya

Surat al-Alaq96:4-5

Surah Ar-Rum (Surat 30) menjelaskan lebih lanjut bahwa Allah melakukannya dengan memberikan pesan kepada para nabi sehingga kita dapat memahami di mana kesalahan kita dari menyembah Allah dengan benar.

Atau pernahkah Kami menurunkan kepada mereka keterangan, yang menjelaskan (membenarkan) apa yang (selalu) mereka persekutukan dengan Tuhan?

Surah Ar-Rum30:35

Para nabi ini memiliki wewenang dari Allah untuk menyatakan kepada kita di mana hubungan kita yang salah dengan Allah, baik dalam pikiran, ucapan, atau perilaku kita. Nabi Isa al Masih AS adalah guru seperti itu dan memiliki wewenang unik untuk mengungkap pikiran batin kita sehingga kita akan berpaling dari kesalahan apa pun di dalam diri kita. Kita lihat ini di sini. Kemudian kita lihat tanda dari otoritasnya (wewenangnya) yang diberikan melalui mukjizat penyembuhan.

Setelah Isa al Masih (AS) digoda oleh Setan (Iblis), ia mulai melayani sebagai seorang nabi dengan mengajar. Pengajaran terpanjangnya yang dicatat dalam Injil disebut Khotbah di Bukit. Anda dapat membaca lengkap Khotbah di Bukit di sini. Kita berikan sorotan di bawah ini, dan kemudian kita hubungkan dengan ajaran Isa al Masih dengan apa yang Nabi Musa ramalkan dalam Taurat.

Isa al Masih (AS) mengajarkan hal berikut:

21 Kamu telah mendengar yang difirmankan kepada nenek moyang kita: Jangan membunuh; siapa yang membunuh harus dihukum.

5:22 Tetapi Aku berkata kepadamu: Setiap orang yang marah terhadap saudaranya harus dihukum; siapa yang berkata kepada saudaranya: Kafir! harus dihadapkan ke Mahkamah Agama dan siapa yang berkata: Jahil! harus diserahkan ke dalam neraka yang menyala-nyala.

5:23 Sebab itu, jika engkau mempersembahkan persembahanmu di atas mezbah dan engkau teringat akan sesuatu yang ada dalam hati saudaramu terhadap engkau,

5:24 tinggalkanlah persembahanmu di depan mezbah itu dan pergilah berdamai dahulu dengan saudaramu, lalu kembali untuk mempersembahkan persembahanmu itu.

5:25 Segeralah berdamai dengan lawanmu selama engkau bersama-sama dengan dia di tengah jalan, supaya lawanmu itu jangan menyerahkan engkau kepada hakim dan hakim itu menyerahkan engkau kepada pembantunya dan engkau dilemparkan ke dalam penjara.

5:26 Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya engkau tidak akan keluar dari sana, sebelum engkau membayar hutangmu sampai lunas.

5:27 Kamu telah mendengar firman: Jangan berzinah.

5:28 Tetapi Aku berkata kepadamu: Setiap orang yang memandang perempuan serta menginginkannya, sudah berzinah dengan dia di dalam hatinya.

5:29 Maka jika matamu yang kanan menyesatkan engkau, cungkillah dan buanglah itu, karena lebih baik bagimu jika satu dari anggota tubuhmu binasa, dari pada tubuhmu dengan utuh dicampakkan ke dalam neraka.

5:30 Dan jika tanganmu yang kanan menyesatkan engkau, penggallah dan buanglah itu, karena lebih baik bagimu jika satu dari anggota tubuhmu binasa dari pada tubuhmu dengan utuh masuk neraka.

5:31 Telah difirmankan juga: Siapa yang menceraikan isterinya harus memberi surat cerai kepadanya.

5:32 Tetapi Aku berkata kepadamu: Setiap orang yang menceraikan isterinya kecuali karena zinah, ia menjadikan isterinya berzinah; dan siapa yang kawin dengan perempuan yang diceraikan, ia berbuat zinah.

5:33 Kamu telah mendengar pula yang difirmankan kepada nenek moyang kita: Jangan bersumpah palsu, melainkan peganglah sumpahmu di depan Tuhan.

5:34 Tetapi Aku berkata kepadamu: Janganlah sekali-kali bersumpah, baik demi langit, karena langit adalah takhta Allah,

5:35 maupun demi bumi, karena bumi adalah tumpuan kaki-Nya, ataupun demi Yerusalem, karena Yerusalem adalah kota Raja Besar;

5:36 janganlah juga engkau bersumpah demi kepalamu, karena engkau tidak berkuasa memutihkan atau menghitamkan sehelai rambutpun.

5:37 Jika ya, hendaklah kamu katakan: ya, jika tidak, hendaklah kamu katakan: tidak. Apa yang lebih dari pada itu berasal dari si jahat.

5:38 Kamu telah mendengar firman: Mata ganti mata dan gigi ganti gigi.

5:39 Tetapi Aku berkata kepadamu: Janganlah kamu melawan orang yang berbuat jahat kepadamu, melainkan siapapun yang menampar pipi kananmu, berilah juga kepadanya pipi kirimu.

5:40 Dan kepada orang yang hendak mengadukan engkau karena mengingini bajumu, serahkanlah juga jubahmu.

5:41 Dan siapapun yang memaksa engkau berjalan sejauh satu mil, berjalanlah bersama dia sejauh dua mil.

5:42 Berilah kepada orang yang meminta kepadamu dan janganlah menolak orang yang mau meminjam dari padamu.

5:43 Kamu telah mendengar firman: Kasihilah sesamamu manusia dan bencilah musuhmu.

5:44 Tetapi Aku berkata kepadamu: Kasihilah musuhmu dan berdoalah bagi mereka yang menganiaya kamu.

5:45 Karena dengan demikianlah kamu menjadi anak-anak Bapamu yang di sorga, yang menerbitkan matahari bagi orang yang jahat dan orang yang baik dan menurunkan hujan bagi orang yang benar dan orang yang tidak benar.

5:46 Apabila kamu mengasihi orang yang mengasihi kamu, apakah upahmu? Bukankah pemungut cukai juga berbuat demikian?

5:47 Dan apabila kamu hanya memberi salam kepada saudara-saudaramu saja, apakah lebihnya dari pada perbuatan orang lain? Bukankah orang yang tidak mengenal Allahpun berbuat demikian?

5:48 Karena itu haruslah kamu sempurna, sama seperti Bapamu yang di sorga adalah sempurna.”

Matius5:21-48

Al Masih dan Khotbah di Bukit

Isa al Masih (AS) mengajarkan dengan bentuk “Anda telah mendengar bahwa dikatakan … Tapi saya katakan …”. Dalam struktur ini ia mengutip pertama-tama dari Taurat, dan kemudian memperluas cakupan perintah ke motif (niat), pemikiran dan kata-kata. Isa al Masih mengajar dengan mengambil perintah ketat yang diberikan melalui Nabi Musa (AS) dan membuatnya lebih sulit untuk dilakukan!

Tetapi yang juga luar biasa adalah cara dia memperluas perintah Taurat. Dia melakukannya berdasarkan wewenangnya sendiri. Dia hanya mengatakan, ‘Tapi saya katakan …’ dan dengan itu dia meningkatkan cakupan perintah. Ini adalah satu hal yang sangat unik tentang pengajarannya. Seperti yang dikatakan Injil ketika dia menyelesaikan Khotbah ini

7:28 Dan setelah Yesus mengakhiri perkataan ini, takjublah orang banyak itu mendengar pengajaran-Nya,

7:29 sebab Ia mengajar mereka sebagai orang yang berkuasa, tidak seperti ahli-ahli Taurat mereka.

Matius7:28-29

Memang, Isa al Masih (AS) mengajar sebagai orang yang memiliki wewenang besar. Sebagian besar nabi hanyalah utusan yang menyampaikan pesan dari Allah, tetapi di sini berbeda. Mengapa Isa al Masih bisa melakukan ini? Karena ‘Masih‘ yang kami lihat di sini adalah gelar yang diberikan dalam Zabur tentang kedatangan, ia memiliki otoritas besar. Mazmur 2 dari Zabur, di mana Gelar ‘Masih’ pertama kali diberikan menggambarkan Allah berbicara kepada Masih dengan cara berikut

2:8 Mintalah kepada-Ku, maka bangsa-bangsa akan Kuberikan kepadamu menjadi milik pusakamu, dan ujung bumi menjadi kepunyaanmu.

Mazmur2:8

Al Masih diberi wewenang atas bangsa-bangsa, bahkan sampai ke ujung bumi. Jadi sebagai Al Masih, Isa memiliki wewenang untuk mengajar seperti yang dilakukannya.

Nabi dan Khotbah di Bukit

Kenyataannya, seperti yang kita lihat di sini, di Taurat, nabi Musa (AS) telah meramalkan kedatangan ‘Nabi’, yang akan dicatat dalam cara dia mengajar. Musa telah menulis

 
18:18 seorang nabi akan Kubangkitkan bagi mereka dari antara saudara mereka, seperti engkau ini; Aku akan menaruh firman-Ku dalam mulutnya, dan ia akan mengatakan kepada mereka segala yang Kuperintahkan kepadanya.

18:19 Orang yang tidak mendengarkan segala firman-Ku yang akan diucapkan nabi itu demi nama-Ku, dari padanya akan Kutuntut pertanggungjawaban.

Ulangan18: 18-19

Dalam mengajarkan cara dia melakukannya, Isa menggunakan wewenangnya sebagai Masih dan memenuhi nubuat Musa tentang Nabi yang akan datang yang akan mengajar dengan wewenang besar. Dia adalah Masih DAN Nabi.

Anda & saya dan Khotbah di Bukit

Jika Anda mempelajari dengan seksama Khotbah di Bukit untuk melihat bagaimana Anda harus taat maka Anda mungkin bingung. Bagaimana seseorang dapat menjalankan perintah-perintah semacam ini yang menyentuh hati dan niat kita? Apa maksud Isa al Masih dengan Khotbah ini? Kita bisa lihat jawabannya dari kalimat penutupnya.

 5:48 Karena itu haruslah kamu sempurna, sama seperti Bapamu yang di sorga adalah sempurna.”

Matius5: 48

Perhatikan bahwa ini adalah sebuah perintah, bukan sebuah saran. Syaratnya adalah kita menjadi sempurna! Mengapa? Karena Tuhan itu sempurna dan jika kita bersama-sama dengan Dia di Surga tidak ada yang kurang dari sempurna yang bisa dilakukan. Kita sering berpikir bahwa mungkin lebih baik daripada perbuatan buruk – itu sudah cukup. Tetapi jika itu yang terjadi, dan Allah membiarkan kita memasuki Surga, kita akan menghancurkan kesempurnaan Surga dan mengubahnya menjadi kekacauan yang kita miliki di dunia ini. Nafsu, keserakahan, kemarahan kita yang menghancurkan hidup kita di sini hari ini. Jika kita pergi ke Surga masih berpegang pada nafsu, keserakahan dan amarah maka Surga akan dengan cepat menjadi seperti dunia ini – penuh dengan masalah yang kita buat sendiri.

Bahkan, banyak dari pengajaran Isa al Masih berfokus pada hati batin kita daripada upacara lahiriah. Pertimbangkan bagaimana, dalam pengajaran lain, dia berfokus pada hati batiniah kita.

  7:20 Kata-Nya lagi: “Apa yang keluar dari seseorang, itulah yang menajiskannya,

7:21 sebab dari dalam, dari hati orang, timbul segala pikiran jahat, percabulan, pencurian, pembunuhan,

7:22 perzinahan, keserakahan, kejahatan, kelicikan, hawa nafsu, iri hati, hujat, kesombongan, kebebalan.

7:23 Semua hal-hal jahat ini timbul dari dalam dan menajiskan orang,

Markus7: 20-23

Jadi kemurnian di dalam diri kita sangat penting dan standar yang dibutuhkan adalah kesempurnaan. Allah hanya akan membiarkan ‘sempurna’ ke dalam surga yang sempurna. Tetapi meskipun secara teori itu kedengarannya bagus, itu menimbulkan masalah besar: Bagaimana kita akan masuk ke Surga ini jika kita tidak sempurna? Ketidakmungkinan bagi kita untuk menjadi cukup sempurna dapat menyebabkan kita putus asa.

Tapi itulah yang dia inginkan! Ketika kita putus asa untuk menjadi cukup baik, ketika kita berhenti memercayai kebaikan kita sendiri maka kita menjadi ‘miskin dalam semangat’. Dan Isa al Masih, dalam memulai seluruh Khotbah ini, berkata:

5:3 “Berbahagialah orang yang miskin di hadapan Allah, karena merekalah yang empunya Kerajaan Sorga.

Matius5: 3

Awal dari kebijaksanaan bagi kita adalah untuk tidak mengabaikan ajaran-ajaran ini karena tidak berlaku untuk kita. Mereka melakukannya! Standarnya adalah ‘Sempurna‘. Ketika kita membiarkan standar itu meresap ke dalam diri kita, dan menyadari bahwa kita tidak mampu melakukannya, maka kita mulai menyusuri Jalan Lurus. Kita mulai dari Jalan Lurus ini

karena, mengenali kekurangan kita, kita mungkin lebih siap untuk menerima bantuan daripada jika kita berpikir kita bisa melakukannya dengan kemampuan kita sendiri.

Nabi Yahya (AS) Mempersiapkan Jalan

Surat Al-An’am (Surat 6– Binatang Ternak) memberi tahu kita bahwa kita perlu ‘bertobat’. Dikatakan

Dan apabila orang-orang yang beriman kepada ayat-ayat Kami datang kepadamu, maka katakanlah, “Salamun ‘alaikum (selamat sejahtera untuk kamu).” Tuhanmu telah menetapkan sifat kasih sayang pada diri-Nya, (yaitu) barang-siapa berbuat kejahatan di antara kamu karena kebodohan, kemudian dia bertobat setelah itu dan memperbaiki diri, maka Dia Maha Pengampun, Maha Penyayang

Surat Al-An’am6:54

Apa itu pertobatan? Beberapa ayat dalam Surat Hud (Surat 11) memberi tahu kita

“(Dan untuk berkhotbah demikian),‘ Carilah kamu pengampunan Tuhanmu, dan berbalik kepada-Nya dalam pertobatan; agar Dia dapat memberi Anda kenikmatan, baik (dan benar), untuk suatu jangka waktu yang ditentukan, dan melimpahkan rahmat-Nya yang melimpah kepada semua orang yang berlimpah dalam jasa! Tetapi jika kamu berbalik, maka aku kuatir kamu akan mendapat hukuman pada hari yang hebat:

QS. Hud 11: 3

Dan (Hud berkata), “Wahai kaumku! Mohonlah ampunan kepada Tuhanmu lalu bertobatlah kepada-Nya, niscaya Dia menurunkan hujan yang sangat deras, Dia akan menambahkan kekuatan di atas kekuatanmu, dan janganlah kamu berpaling menjadi orang yang berdosa.”

Surat Hud11:52

dan kepada kaum Tsamud (Kami utus) saudara mereka, Shalih. Dia berkata, “Wahai kaumku! Sembahlah Allah, tidak ada tuhan bagimu selain Dia. Dia telah menciptakanmu dari bumi (tanah) dan menjadikanmu pemakmurnya, karena itu mohonlah ampunan kepada-Nya, kemudian bertobatlah kepada-Nya. Sesungguhnya Tuhanku sangat dekat (rahmat-Nya) dan memperkenankan (doa hamba-Nya).” 

Surat Hud11:61

Dan mohonlah ampunan kepada Tuhanmu, kemudian bertobatlah kepada-Nya. Sungguh, Tuhanku Maha Penyayang, Maha Pengasih.” 

Surat Hud11:90

Pertobatan adalah ‘berpaling kepada’ Allah dalam pengakuan. Nabi Yahya (AS) banyak bicara tentang pertobatan dalam Injil yang kita lihat di sini.

Kita lihat bahwa Zabur diselesaikan oleh Nabi Maleakhi (AS) yang bernubuat bahwa seseorang akan datang untuk ‘mempersiapkan jalan’ (Maleakhi 3: 1). Kita kemudian lihat bagaimana Injil dibuka dengan pengumuman oleh Jibril tentang kelahiran nabi Yahya (AS) dan Masih (dan ia dari seorang perawan).

Nabi Yahya (AS) – dalam semangat dan kekuatan nabi Elia

Injil kemudian mencatat bahwa setelah kelahirannya Yahya (juga dikenal sebagai Yohanes Pembaptis – AS):


Adapun anak itu bertambah besar dan makin kuat rohnya. Dan ia tinggal di padang gurun sampai kepada hari ia harus menampakkan diri kepada Israel

Lukas1:80

Sementara dia hidup dalam kesendirian di padang belantara Injil mencatat bahwa:


Yohanes memakai jubah bulu unta dan ikat pinggang kulit, dan makanannya belalang dan madu hutan

Matius3:4

Semangat Yahya yang kuat (AS) menuntunnya untuk berpakaian dengan cara yang kasar dan memakan makanan liar dari hutan belantara. Tapi ini bukan hanya karena semangatnya – itu juga pertanda penting. Kita lihat pada penutupan Zabur bahwa Sang Penyiap yang dijanjikan datang akan datang dalam ‘roh Elia’. Elia adalah seorang nabi di awal Zabur yang juga pernah hidup dan makan di padang belantara dan berpakaian dengan sebuah:

pakaian dari rambut dan memiliki sabuk kulit di pinggangnya.”

2 Raja 1: 8

Jadi ketika Yahha (AS) hidup dan berpakaian dengan cara yang dia lakukan, itu untuk menunjukkan bahwa dia adalah Sang Penyiap yang akan datang yang telah dinubuatkan untuk datang dalam Roh Elia. Pakaiannya, dan kehidupannya dan makan di hutan belantara adalah tanda-tanda untuk menunjukkan bahwa ia datang dalam rencana yang dinubuatkan oleh Allah.

Injil – ditempatkan dengan kuat dalam sejarah

Kemudian Injil memberi tahu kita bahwa:

Dalam tahun kelima belas dari pemerintahan Kaisar Tiberius, ketika Pontius Pilatus menjadi wali negeri Yudea, dan Herodes raja wilayah Galilea, Filipus, saudaranya, raja wilayah Iturea dan Trakhonitis, dan Lisanias raja wilayah Abilene,
pada waktu Hanas dan Kayafas menjadi Imam Besar, datanglah firman Allah kepada Yohanes, anak Zakharia, di padang gurun.

Lukas3:1-2

Pernyataan ini memulai pelayanan kenabian Yahya (AS) dan ini sangat penting karena menandai dimulainya pelayanannya dengan menempatkannya di sebelah banyak penguasa terkenal dalam sejarah. Perhatikan referensi yang luas ini kepada para penguasa saat itu. Ini memungkinkan kita secara historis memeriksa banyak keakuratan kisah-kisah dalam Injil. Jika anda melakukannya, anda akan menemukan bahwa Kaisar Tiberius, Pontius Pilatus, Herodes, Philip, Lysanias, Hanas dan Kayafas adalah semua orang yang dikenal dari sejarawan Romawi dan Yahudi sekuler. Bahkan gelar yang berbeda yang diberikan kepada penguasa yang berbeda (mis. ‘Gubernur’ untuk Pontius Pilate, ‘Penguasa Wilayah’ untuk Herodes, dll.) telah diverifikasi secara historis benar dan akurat. Hal ini memungkinkan kita untuk membuat penilaian bahwa dari sudut pandang sejarah murni ini direkam dengan andal.

Kaisar Tiberius naik tahta Kekaisaran Romawi pada 14 M. Jadi ini adalah tahun ke 15 pemerintahannya berarti bahwa Yahya menerima pesan mulai tahun 29 Masehi.

Pesan Yahya – Bertobat dan Mengaku

Jadi apa pesannya? Seperti gaya hidupnya, pesannya sederhana, tetapi langsung dan kuat. Injil mengatakan bahwa:

 Pada waktu itu tampillah Yohanes Pembaptis di padang gurun Yudea dan memberitakan:”Bertobatlah, sebab Kerajaan Sorga sudah dekat!”

Matius3:1-2

Jadi bagian dari pesannya adalah pernyataan dari sebuah fakta – bahwa Kerajaan Surga “dekat”. Kita telah lihat bagaimana para nabi Zabur telah lama sebelumnya menubuatkan kedatanganKerajaan Allah‘. Yahya (AS) mengatakan bahwa itu sudah dekat.

Tetapi orang-orang tidak akan siap untuk Kerajaan kecuali mereka ‘bertobat’. Bahkan, jika mereka tidak ‘bertobat’ mereka akan merindukan Kerajaan ini. Bertobat berarti “mengubah pikiran Anda; mempertimbangkan kembali; atau, untuk berpikir secara berbeda. ”Tetapi tentang apa yang mereka pikirkan secara berbeda? Dengan melihat dua tanggapan orang-orang terhadap pesan Yahya (AS) kita dapat ketahui apa yang dia perintahkan agar mereka bertobat. Injil mencatat bahwa orang-orang menanggapi pesannya dengan:


Lalu sambil mengaku dosanya mereka dibaptis oleh Yohanes di sungai Yordan.

Matius3:6

Anda mungkin ingat dalam Kitab untuk Tanda Adam, bagaimana setelah mereka memakan buah terlarang, Adam dan Hawa:

‘Bersembunyi dari TUHAN, Allah, di antara pohon-pohon di taman.

Kejadian 3: 8

Sejak itu, kecenderungan untuk menyembunyikan dosa-dosa kita dan berpura-pura bahwa kita belum melakukannya adalah sangat wajar bagi kita. Mengaku dan bertobat dari dosa-dosa kita hampir mustahil untuk kita lakukan. Kita lihat di Tanda Putra Perawan bahwa para nabi seperti Dawud (AS) dan Muhammad (SAW) telah mengakui dosa-dosa mereka. Ini sangat sulit untuk kita lakukan karena membuat kita merasa bersalah dan malu – kita lebih suka melakukan hal lain selain ini. Tetapi inilah yang diberitakan Yahya (AS) bahwa orang-orang perlu lakukan untuk mempersiapkan diri bagi Kerajaan Tuhan yang akan datang.

Peringatan untuk para pemimpin agama yang tidak mau bertobat

Dan beberapa memang melakukan ini, tetapi tidak semua dengan jujur mengakui dan mengakui dosa-dosa mereka. Injil mengatakan bahwa:

Tetapi waktu ia melihat banyak orang Farisi dan orang Saduki datang untuk dibaptis, berkatalah ia kepada mereka: “Hai kamu keturunan ular beludak. Siapakah yang mengatakan kepada kamu, bahwa kamu dapat melarikan diri dari murka yang akan datang?
Jadi hasilkanlah buah yang sesuai dengan pertobatan.
Dan janganlah mengira, bahwa kamu dapat berkata dalam hatimu: Abraham adalah bapa kami! Karena aku berkata kepadamu: Allah dapat menjadikan anak-anak bagi Abraham dari batu-batu ini!
Kapak sudah tersedia pada akar pohon dan setiap pohon yang tidak menghasilkan buah yang baik, pasti ditebang dan dibuang ke dalam

Matius 3: 7-10

Orang-orang Farisi dan Saduki adalah guru-guru dari Hukum Musa. Mereka adalah yang paling religius dan bekerja keras menjaga semua ketaatan (doa, puasa, pengorbanan dll) yang diperintahkan oleh Hukum. Semua orang berpikir bahwa para pemimpin ini, dengan semua pembelajaran dan upaya keagamaan mereka adalah orang-orang yang pasti direstui oleh Allah. Tetapi nabi Yahya (AS) menyebut mereka ‘induk ular beludak’ dan memperingatkan mereka tentang Hukuman berupa api yang akan datang! Mengapa? Karena dengan tidak ‘menghasilkan buah sesuai dengan pertobatan’ ini menunjukkan bahwa mereka belum benar-benar bertobat. Mereka tidak mengakui dosa mereka tetapi menggunakan perayaan keagamaan mereka untuk menyembunyikan dosa-dosa mereka. Dan warisan agama mereka dari Nabi Ibrahim (AS), yang baik tentunya, telah membuat mereka bangga daripada bertobat.

Pengakuan Dawud sebagai teladan kita

Jadi kita bisa lihat dari peringatan Yahya bahwa pertobatan dan pengakuan dosa sangat penting. Bahkan tanpa itu kita tidak akan memasuki Kerajaan Allah. Dan dari peringatan itu kepada orang-orang Farisi dan Saduki pada hari itu kita dapat melihat betapa mudah dan wajar menyembunyikan dosa kita dalam agama. Jadi bagaimana dengan Anda dan saya? Ini tercatat sebagai peringatan bahwa kita juga tidak dengan keras kepala menolak untuk bertobat. Alih-alih membuat alasan untuk dosa-dosa kita, berpura-pura bahwa kita tidak melakukan dosa, atau menyembunyikannya kita harus mengikuti teladan Dawud (AS) yang ketika dia dihadapkan dengan dosanya berdoa dalam Zabur, berdoa denga pengakuan berikut:

 Untuk pemimpin biduan. Mazmur dari Daud, ketika nabi Natan datang kepadanya setelah ia menghampiri Batsyeba. Kasihanilah aku, ya Allah, menurut kasih setia-Mu, hapuskanlah pelanggaranku menurut rahmat-Mu yang besar!
Bersihkanlah aku seluruhnya dari kesalahanku, dan tahirkanlah aku dari dosaku!
Sebab aku sendiri sadar akan pelanggaranku, aku senantiasa bergumul dengan dosaku.Terhadap Engkau, terhadap Engkau sajalah aku telah berdosa dan melakukan apa yang Kauanggap jahat, supaya ternyata Engkau adil dalam putusan-Mu, bersih dalam penghukuman-Mu Sesungguhnya, dalam kesalahan aku diperanakkan, dalam dosa aku dikandung ibuku. Sesungguhnya, Engkau berkenan akan kebenaran dalam batin, dan dengan diam-diam Engkau memberitahukan hikmat kepadaku. Bersihkanlah aku dari pada dosaku dengan hisop, maka aku menjadi tahir, basuhlah aku, maka aku menjadi lebih putih dari salju! Biarlah aku mendengar kegirangan dan sukacita, biarlah tulang yang Kauremukkan bersorak-sorak kembali! Sembunyikanlah wajah-Mu terhadap dosaku, hapuskanlah segala kesalahanku! Jadikanlah hatiku tahir, ya Allah, dan perbaharuilah batinku dengan roh yang teguh! Janganlah membuang aku dari hadapan-Mu, dan janganlah mengambil roh-Mu yang kudus dari padaku! Bangkitkanlah kembali padaku kegirangan karena selamat yang dari pada-Mu, dan lengkapilah aku dengan roh yang rela!

Mazmur51:1-12

Buah dari Pertobatan

Dengan pengakuan dan pertobatan muncul harapan untuk hidup secara berbeda. Orang-orang bertanya kepada Yahya (AS) bagaimana mereka harus menunjukkan buah dari pertobatan mereka dan inilah bagaimana Injil mencatat diskusi ini:

Orang banyak bertanya kepadanya: “Jika demikian, apakah yang harus kami perbuat?”
Jawabnya: “Barangsiapa mempunyai dua helai baju, hendaklah ia membaginya dengan yang tidak punya, dan barangsiapa mempunyai makanan, hendaklah ia berbuat juga demikian.”
Ada datang juga pemungut-pemungut cukai untuk dibaptis dan mereka bertanya kepadanya:”Guru, apakah yang harus kami perbuat?”
Jawabnya: “Jangan menagih lebih banyak dari pada yang telah ditentukan bagimu.”
Dan prajurit-prajurit bertanya juga kepadanya: “Dan kami, apakah yang harus kami perbuat?” Jawab Yohanes kepada mereka: “Jangan merampas dan jangan memeras dan cukupkanlah dirimu dengan gajimu.”

Lukas3:10-14

Apakah Yahya adalah Masih?

Karena kekuatan pesannya, banyak orang bertanya-tanya apakah dia juga adalah Masih. Beginilah cara Injil mencatat diskusi ini:

Tetapi karena orang banyak sedang menanti dan berharap, dan semuanya bertanya dalam hatinya tentang Yohanes, kalau-kalau ia adalah Mesias,
Yohanes menjawab dan berkata kepada semua orang itu: “Aku membaptis kamu dengan air, tetapi Ia yang lebih berkuasa dari padaku akan datang dan membuka tali kasut-Nyapun aku tidak layak. Ia akan membaptis kamu dengan Roh Kudus dan dengan api.
Alat penampi sudah di tangan-Nya untuk membersihkan tempat pengirikan-Nya dan untuk mengumpulkan gandum-Nya ke dalam lumbung-Nya, tetapi debu jerami itu akan dibakar-Nya dalam api yang tidak terpadamkan.”
Dengan banyak nasihat lain Yohanes memberitakan Injil kepada orang banyak

Lukas3:15-18

Kesimpulan

Nabi Yahya (AS) datang untuk mempersiapkan orang-orang agar mereka siap untuk Kerajaan Tuhan. Tetapi dia tidak mempersiapkan mereka dengan memberi mereka lebih banyak Peraturan/Hukum, tetapi dengan memanggil mereka untuk bertobat dari dosa-dosa mereka dan untuk mengakui dosa-dosa mereka. Sebenarnya ini lebih sulit dilakukan daripada mengikuti lebih banyak pedoman karena itu memperlihatkan rasa malu dan rasa bersalah kita. Dan para pemimpin agama pada masa itu yang tidak dapat memaksa diri mereka untuk bertobat dan mengakui dosa-dosa mereka. Sebaliknya mereka menggunakan agama mereka untuk menyembunyikan dosa-dosa mereka. Tetapi karena pilihan yang mereka buat, mereka tidak siap untuk menerima Masih dan memahami Kerajaan Tuhan ketika dia datang dengan pesannya. Peringatan Yahya (AS) ini sama hubungannya dengan kita hari ini. Dia menuntut agar kita bertobat dari dosa-dosa kita dan mengakuinya. Akankah kita?

Kelahiran Masih: dinubuatkan oleh para nabi & diumumkan oleh Jibril

Kita telah merampungkan survei melalui Taurat & Zabur, kitab-kitab para nabi dari kaum Israel kuno. Kita lihat di penghujung kitab Zabur bahwa ada pola dalam mengantisipasi sebuah pemenuhan janji-janji di masa depan.

Tetapi lebih dari empat ratus tahun telah berlalu sejak Zabur ditutup. Kita lihat banyak kejadian politik dan keagamaan terjadi dalam sejarah kaum Israel sementara mereka menunggu sebuah pemenuhan janji-janji itu, tetapi tidak ada pesan baru dari nabi mana pun yang diberikan. Akan tetapi, kaum Israel, melalui pemerintahan Herodus Yang Agung, terus mengembangkan Kuil sampai menjadi struktur yang luar biasa, menarik orang-orang dari seluruh wilayah Romawi untuk beribadah, berkorban, dan berdoa. Namun, hati orang-orang, meskipun sangat religius dan sekarang menghindari penyembahan berhala yang telah menjerat mereka pada zaman para nabi sebelumnya, telah menjadi keras dan terfokus keluar. Sama seperti banyak dari kita hari ini, di tengah-tengah kegiatan keagamaan dan doa, hati orang-orang perlu berubah. Jadi, menjelang akhir pemerintahan Herodes Agung, sekitar tahun 5 SM, seorang utusan yang unik dikirim untuk membuat pengumuman yang luar biasa.

Surat Maryam (Surat 19) memberikan ringkasan pesan ini kepada Maria

Dan ceritakanlah (Muhammad) kisah Maryam di dalam Kitab (Al-Qur’an), (yaitu) ketika dia mengasingkan diri dari keluarganya ke suatu tempat di sebelah timur (Baitulmaqdis),lalu dia memasang tabir (yang melindunginya) dari mereka; lalu Kami mengutus roh Kami (Jibril) kepadanya, maka dia menampakkan diri di hadapannya dalam bentuk manusia yang sempurna.Dia (Maryam) berkata, “Sungguh, aku berlindung kepada Tuhan Yang Maha Pengasih terhadapmu, jika engkau orang yang bertakwa.”Dia (Jibril) berkata, “Sesungguhnya aku hanyalah utusan Tuhanmu, untuk menyampaikan anugerah kepadamu seorang anak laki-laki yang suci.Dia (Maryam) berkata, “Bagaimana mungkin aku mempunyai anak laki-laki, padahal tidak pernah ada orang (laki-laki) yang menyentuhku dan aku bukan seorang pezina!”Dia (Jibril) berkata, “Demikianlah.” Tuhanmu berfirman, “Hal itu mudah bagi-Ku, dan agar Kami menjadikannya suatu tanda (kebesaran Allah) bagi manusia dan sebagai rahmat dari Kami; dan hal itu adalah suatu urusan yang (sudah) diputuskan.”

Surat Maryam 19:16-21

Jibril mengumumkan kedatangan Yohanes Pembaptis (Yahya – AS)

Utusan ini adalah Jibril, juga dikenal dalam Alkitab sebagai malaikat Gabriel (Jibril). Hingga saat ini ia hanya dikirim kepada nabi Daniel (AS) berkenaan dengan pesan (lihat disini) tentang kapan Masih akan datang. Sekarang Jibril mendatangi seorang imam bernama Zakaria (AS) ketika dia memimpin shalat di Kuil. Dia dan istrinya Elizabeth sudah tua dan tidak memiliki anak. Tetapi Jibril menampakkan diri kepadanya dengan pesan berikut sebagaimana dicatat dalam Injil:

Tetapi malaikat itu berkata kepadanya: “Jangan takut, hai Zakharia, sebab doamu telah dikabulkan dan Elisabet, isterimu, akan melahirkan seorang anak laki-laki bagimu dan haruslah engkau menamai dia Yohanes.Engkau akan bersukacita dan bergembira, bahkan banyak orang akan bersukacita atas kelahirannya itu.Sebab ia akan besar di hadapan Tuhan dan ia tidak akan minum anggur atau minuman keras dan ia akan penuh dengan Roh Kudus mulai dari rahim ibunya;
ia akan membuat banyak orang Israel berbalik kepada Tuhan, Allah mereka, dan ia akan berjalan mendahului Tuhan dalam roh dan kuasa Elia untuk membuat hati bapa-bapa berbalik kepada anak-anaknya dan hati orang-orang durhaka kepada pikiran orang-orang benar dan dengan demikian menyiapkan bagi Tuhan suatu umat yang layak bagi-Nya.”
Lalu kata Zakharia kepada malaikat itu: “Bagaimanakah aku tahu, bahwa hal ini akan terjadi? Sebab aku sudah tua dan isteriku sudah lanjut umurnya.”
Jawab malaikat itu kepadanya: “Akulah Gabriel yang melayani Allah dan aku telah diutus untuk berbicara dengan engkau dan untuk menyampaikan kabar baik ini kepadamu.
Sesungguhnya engkau akan menjadi bisu dan tidak dapat berkata-kata sampai kepada hari, di mana semuanya ini terjadi, karena engkau tidak percaya akan perkataanku yang akan nyata kebenarannya pada waktunya.”

Lukas1:13-20

Zabur telah ditutup dengan janji bahwa Si Penyedia akan datang yang akan menjadi seperti Elia (AS). Jibril mengingatkan janji khusus ini dengan mengatakan bahwa putra Zakaria (AS) akan datang ‘dalam semangat dan kekuatan Elia’. Dia datang untuk ‘menyiapkan umat yang dipersiapkan untuk TUHAN’. Pengumuman ini berarti bahwa janji Si Penyedia tidak dilupakan – itu akan dipenuhi dalam kelahiran dan kehidupan putra Zakaria yang akan datang ini dan Elizabeth. Namun, karena Zakaria tidak percaya dengan pesan itu, ia dilanda kebisuan.

Jibril mengumumkan kelahiran dari seorang perawan.

Kedatangan Si Penyiap berarti bahwa seseorang sedang dipersiapkan untuk –  Masih atau Kristus atau Mesias – juga akan datang segera. Benar saja, beberapa bulan kemudian, Jibril kembali dikirim ke seorang wanita muda perawan bernama Maryam dengan pengumuman yang dicatat  dalam Injil sebagai berikut

Ketika malaikat itu masuk ke rumah Maria, ia berkata: “Salam, hai engkau yang dikaruniai, Tuhan menyertai engkau.”
Maria terkejut mendengar perkataan itu, lalu bertanya di dalam hatinya, apakah arti salam itu.Kata malaikat itu kepadanya: “Jangan takut, hai Maria, sebab engkau beroleh kasih karunia di hadapan Allah.
Sesungguhnya engkau akan mengandung dan akan melahirkan seorang anak laki-laki dan hendaklah engkau menamai Dia Yesus.
Ia akan menjadi besar dan akan disebut Anak Allah Yang Mahatinggi. Dan Tuhan Allah akan mengaruniakan kepada-Nya takhta Daud, bapa leluhur-Nya,
dan Ia akan menjadi raja atas kaum keturunan Yakub sampai selama-lamanya dan Kerajaan-Nya tidak akan berkesudahan.”
Kata Maria kepada malaikat itu: “Bagaimana hal itu mungkin terjadi, karena aku belum bersuami?”
Jawab malaikat itu kepadanya: “Roh Kudus akan turun atasmu dan kuasa Allah Yang Mahatinggi akan menaungi engkau; sebab itu anak yang akan kaulahirkan itu akan disebut kudus, Anak Allah.
Dan sesungguhnya, Elisabet, sanakmu itu, iapun sedang mengandung seorang anak laki-laki pada hari tuanya dan inilah bulan yang keenam bagi dia, yang disebut mandul itu.
Sebab bagi Allah tidak ada yang mustahil.”
Kata Maria: “Sesungguhnya aku ini adalah hamba Tuhan; jadilah padaku menurut perkataanmu itu.” Lalu malaikat itu meninggalkan dia.

Lukas1:28-38

Dalam pengumuman dari Jibril sendiri kita lihat judul yang membingungkan, ‘Anak Tuhan’. Saya membahasnya lebih jauh di artikel saya disini. Dalam artikel ini kita lanjutkan dengan pembahasan kelahiran.

Kelahiran nabi Yahya (Yohanes Pembaptis – AS)

Peristiwa berjalan persis seperti yang telah dinubuatkan oleh para nabi di dalam kitab Zabur. Nabi Maleakhi telah meramalkan bahwa seorang Penyiap datang dengan kekuatan Elia dan sekarang Jibril telah mengumumkan kelahirannya. Injil berlanjut dengan

 Kemudian genaplah bulannya bagi Elisabet untuk bersalin dan iapun melahirkan seorang anak laki-laki.
Ketika tetangga-tetangganya serta sanak saudaranya mendengar, bahwa Tuhan telah menunjukkan rahmat-Nya yang begitu besar kepadanya, bersukacitalah mereka bersama-sama dengan dia.

Maka datanglah mereka pada hari yang kedelapan untuk menyunatkan anak itu dan mereka hendak menamai dia Zakharia menurut nama bapanyatetapi ibunya berkata: “Jangan, ia harus dinamai Yohanes.”
Kata mereka kepadanya: “Tidak ada di antara sanak saudaramu yang bernama demikian.”
Lalu mereka memberi isyarat kepada bapanya untuk bertanya nama apa yang hendak diberikannya kepada anaknya itu.
Ia meminta batu tulis, lalu menuliskan kata-kata ini: “Namanya adalah Yohanes.” Dan merekapun heran semuanya.
Dan seketika itu juga terbukalah mulutnya dan terlepaslah lidahnya, lalu ia berkata-kata dan memuji Allah
Maka ketakutanlah semua orang yang tinggal di sekitarnya, dan segala peristiwa itu menjadi buah tutur di seluruh pegunungan Yudea
Dan semua orang, yang mendengarnya, merenungkannya dan berkata: “Menjadi apakah anak ini nanti?” Sebab tangan Tuhan menyertai dia.

Kelahiran Isa al Masih AS

Lukas1:57-66

Kelahiran Isa al Masih (Yesus Kristus – PBUH)

Nabi Yesaya (AS) telah menubuatkan ramalan unik (dijelaskan sepenuhnya disini) yaitu

Sebab itu Tuhan sendirilah yang akan memberikan kepadamu suatu pertanda: Sesungguhnya, seorang perempuan muda mengandung dan akan melahirkan seorang anak laki-laki, dan ia akan menamakan Dia Imanuel.

Yesaya7:14

Sekarang malaikat agung Jibril telah mengumumkan kelahirannya kepada Maria, bahkan ketika dia tetap seorang wanita perawan – sebagai penggenapan langsung dari nubuat ini yang telah diberikan sejak dulu. Ini adalah bagaimana Injil mencatat kelahiran Isa al Masih (Yesus – AS).

 Demikian juga Yusuf pergi dari kota Nazaret di Galilea ke Yudea, ke kota Daud yang bernama Betlehem,karena ia berasal dari keluarga dan keturunan Daud
supaya didaftarkan bersama-sama dengan Maria, tunangannya, yang sedang mengandung.
Ketika mereka di situ tibalah waktunya bagi Maria untuk bersalin,
dan ia melahirkan seorang anak laki-laki, anaknya yang sulung, lalu dibungkusnya dengan lampin dan dibaringkannya di dalam palungan, karena tidak ada tempat bagi mereka di rumah penginapan.
Di daerah itu ada gembala-gembala yang tinggal di padang menjaga kawanan ternak mereka pada waktu malam.
Tiba-tiba berdirilah seorang malaikat Tuhan di dekat mereka dan kemuliaan Tuhan bersinar meliputi mereka dan mereka sangat ketakutan.
Lalu kata malaikat itu kepada mereka: “Jangan takut, sebab sesungguhnya aku memberitakan kepadamu kesukaan besar untuk seluruh bangsa:
Hari ini telah lahir bagimu Juruselamat, yaitu Kristus, Tuhan, di kota Daud.
Dan inilah tandanya bagimu: Kamu akan menjumpai seorang bayi dibungkus dengan lampin dan terbaring di dalam palungan.”
Dan tiba-tiba tampaklah bersama-sama dengan malaikat itu sejumlah besar bala tentara sorga yang memuji Allah, katanya:
Kemuliaan bagi Allah di tempat yang mahatinggi dan damai sejahtera di bumi di antara manusia yang berkenan kepada-Nya.”
Setelah malaikat-malaikat itu meninggalkan mereka dan kembali ke sorga, gembala-gembala itu berkata seorang kepada yang lain: “Marilah kita pergi ke Betlehem untuk melihat apa yang terjadi di sana, seperti yang diberitahukan Tuhan kepada kita.”
Lalu mereka cepat-cepat berangkat dan menjumpai Maria dan Yusuf dan bayi itu, yang sedang berbaring di dalam palungan.
Dan ketika mereka melihat-Nya, mereka memberitahukan apa yang telah dikatakan kepada mereka tentang Anak itu.
Dan semua orang yang mendengarnya heran tentang apa yang dikatakan gembala-gembala itu kepada mereka.
Tetapi Maria menyimpan segala perkara itu di dalam hatinya dan merenungkannya.
Maka kembalilah gembala-gembala itu sambil memuji dan memuliakan Allah karena segala sesuatu yang mereka dengar dan mereka lihat, semuanya sesuai dengan apa yang telah dikatakan kepada mereka.
Dan ketika genap delapan hari dan Ia harus disunatkan, Ia diberi nama Yesus, yaitu nama yang disebut oleh malaikat sebelum Ia dikandung ibu-Nya.

Lukas2:4-21

Peran kedua nabi besar yang akan datang ini

Dua nabi besar lahir dalam selang waktu bulanan satu sama lain, keduanya dalam pemenuhan nubuat khusus yang diberikan ratusan tahun sebelumnya! Seperti apa kehidupan dan pesan mereka? Zakaria – AS ayah dari Yohanes Pembaptis (Yahya) – AS bernubuat tentang kedua putra yaitu:

 Dan Zakharia, ayahnya, penuh dengan Roh Kudus, lalu bernubuat, katanya:”Terpujilah Tuhan, Allah Israel, sebab Ia melawat umat-Nya dan membawa kelepasan baginya,
Ia menumbuhkan sebuah tanduk keselamatan bagi kita di dalam keturunan Daud, hamba-Nya ituseperti yang telah difirmankan-Nya sejak purbakala oleh mulut nabi-nabi-Nya yang kudusuntuk melepaskan kita dari musuh-musuh kita dan dari tangan semua orang yang membenci kita,
untuk menunjukkan rahmat-Nya kepada nenek moyang kita dan mengingat akan perjanjian-Nya yang kudus,
yaitu sumpah yang diucapkan-Nya kepada Abraham, bapa leluhur kita, bahwa Ia mengaruniai kita,
supaya kita, terlepas dari tangan musuh, dapat beribadah kepada-Nya tanpa takut,
dalam kekudusan dan kebenaran di hadapan-Nya seumur hidup kita.
Dan engkau, hai anakku, akan disebut nabi Allah Yang Mahatinggi; karena engkau akan berjalan mendahului Tuhan untuk mempersiapkan jalan bagi-Nya,
untuk memberikan kepada umat-Nya pengertian akan keselamatan yang berdasarkan pengampunan dosa-dosa mereka,
oleh rahmat dan belas kasihan dari Allah kita, dengan mana Ia akan melawat kita, Surya pagi dari tempat yang tinggi,
untuk menyinari mereka yang diam dalam kegelapan dan dalam naungan maut untuk mengarahkan kaki kita kepada jalan damai sejahtera.”

Lukas1:67-79

Zakaria (AS), menerima bacaan yang diilhami, menghubungkan kelahiran Isa (Yesus) dengan janji yang diberikan kepada Dawud (AS – lihat janji di sini) serta Ibrahim (AS – lihat janji di sini). Rencana Tuhan, yang dinubuatkan dan tumbuh selama berabad-abad, kini mencapai puncaknya. Tapi apa yang akan melibatkan rencana ini? Apakah itu penyelamatan dari musuh Romawi? Apakah itu hukum baru untuk menggantikan yang dari Nabi Musa (AS)? Apakah itu agama baru atau sistem politik? Tidak ada satupun dari ini (yang kita ingin hasilkan oleh manusia) disebutkan. Alih-alih rencana yang ditentukan adalah ‘memampukan kita untuk melayani dia tanpa rasa takut dalam kesucian dan kebenaran’ dengan ‘keselamatan melalui pengampunan dosa-dosa mereka’ dimotivasi oleh ‘belas kasihan lembut dari Tuhan kita’ bagi mereka yang ‘hidup … dalam bayang-bayang kematian ‘untuk’ membimbing kaki kita di jalan damai ‘. Sejak Adam kita telah dikutuk dengan permusuhan dan kematian karena berusaha untuk mendapatkan kebenaran dan pengampunan atas dosa-dosa kita. Dan di depan Adam, Hawa dan Setan, Allah telah mengumumkan sebuah rencana yang berpusat pada “keturunan” dari “perempuan”. Tentunya rencana semacam ini lebih baik daripada rencana untuk perang dan sistem pemikiran dan perilaku yang kita cari. Rencana ini akan memenuhi kebutuhan terdalam kita, bukan kebutuhan permukaan kita. Tetapi bagaimana rencana untuk Sang Penyiap dan Masih ini terungkap? Kita teruskan belajar tentang Kabar-kabar Baik dari Injil.

Zabur Menutup – dengan Janji Kedatangan Penyedia

Surat-Muddatstsir (Surat 74 – Yang Berjubah) menggambarkan Nabi SAW yang terbungkus jubahnya dengan tegas memberikan peringatannya tentang Hari Akhir

 Wahai orang yang berkemul (berselimut)!bangunlah, lalu berilah peringatan!dan agungkanlah Tuhanmu,

Surah al-Mudaththir 74:1-3

 Maka apabila sangkakala ditiup,maka itulah hari yang serba sulit,bagi orang-orang kafir tidak mudah.

Surah al-Mudaththir 74:8-10

Surah Al-Kafirun (Surah 109 – Orang-Orang Kafir) menggambarkan Nabi SAW dengan jelas menyebut jalan yang berbeda dari orang-orang kafir.

 Katakanlah (Muhammad), “Wahai orang-orang kafir!aku tidak akan menyembah apa yang kamu sembah,dan kamu bukan penyembah apa yang aku sembahdan aku tidak pernah menjadi penyembah apa yang kamu sembah,dan kamu tidak pernah (pula) menjadi penyembah apa yang aku sembah.Untukmu agamamu, dan untukku agamaku.”

Surah Al-Kafirun 109:1-6

Zabur ditutup dengan merujuk kembali kepada Nabi Elijah AS yang melakukan persis seperti yang dijelaskan oleh Surah Al-Mudatstsir dan Surat Al-Kafirun. Tetapi Zabur juga menanti kedatangan nabi lain yang akan menjadi seperti Elijah dan mempersiapkan hati kita. Kita mengenalnya sebagai Nabi Yahya AS.

Kedatangan Nabi Yahya (AS) Diramalkan

Kita lihat di Tanda Sang Hamba  bahwa Sang Hamba dijanjikan untuk datang. Tetapi seluruh janji kedatangannya seimbang pada pertanyaan penting. Yesaya 53 dimulai dengan pertanyaan

           Siapa yang percaya dengan pesan kami …? (Isaiah 53:1a)

Yesaya (AS) meramalkan bahwa Sang Hamba ini tidak akan mudah dipercaya, dan masalahnya bukan dengan pesan atau Tanda-Tanda Sang Hamba karena mereka akan tepat dalam waktu dengan siklus ‘Tujuh’ serta dengan nama  dan menentukan bahwa dia akan ‘terputus (terasingkan)‘. Masalahnya bukan karena tidak ada tanda-tanda yang cukup. Tidak, masalahnya adalah hati orang-orang itu keras. Jadi seseorang harus datang sebelum Sang Hamba datang untuk mempersiapkan orang untuk kedatangannya. Oleh karena itu nabi Yesaya (AS) memberikan pesan ini tentang orang yang akan mempersiapkan jalan bagi Sang Hamba. Dia menulis pesan ini dalam bukunya tentang Zabur dengan cara berikut

Ada suara yang berseru-seru: “Persiapkanlah di padang gurun jalan untuk TUHAN, luruskanlah di padang belantara jalan raya bagi Allah kita!
Setiap lembah harus ditutup, dan setiap gunung dan bukit diratakan; tanah yang berbukit-bukit harus menjadi tanah yang rata, dan tanah yang berlekuk-lekuk menjadi dataran;
maka kemuliaan TUHAN akan dinyatakan dan seluruh umat manusia akan melihatnya bersama-sama; sungguh, TUHAN sendiri telah mengatakannya.”

Yesaya 40: 3-5

Yesaya (AS) menulis tentang seseorang yang akan datang ‘di padang belantara’ untuk ‘mempersiapkan jalan bagi TUHAN’. Orang ini akan memuluskan rintangan sehingga ‘kemuliaan TUHAN akan terungkapkan’. Tetapi Yesaya tidak merinci bagaimana hal ini akan dilakukan.

Nabi Maleakhi – Nabi Zabur Terakhir

Nabi Yesaya, Maleakhi dan Elia (AS untuk mereke) ditunjukkan dalam garis waktu sejarah

Sekitar 300 tahun setelah Yesaya dating, Maleakhi (AS) yang menulis kitab terakhir Zabur. Dalam kitab terakhir ini Maleakhi (AS) menguraikan tentang apa yang dikatakan Yesaya tentang Persiapan yang akan datang. Dia menulis:

Kataku: Baiklah dengar, hai para kepala di Yakub, dan hai para pemimpin kaum Israel! Bukankah selayaknya kamu mengetahui keadilan,

Maleakhi 3: 1

Di sini sekali lagi utusan yang akan ‘menyiapkan jalan’ diprediksi. Setelah Penyedia ini datang maka ‘utusan perjanjian’ akan datang. Perjanjian apa yang dimaksud Maleakhi (AS)? Ingatlah bahwa Yeremia (AS) telah meramalkan bahwa Allah akan membuat perjanjian baru dengan menuliskannya di hati kita. Hanya dengan demikian kita dapat memuaskan dahaga kita yang selalu menuntun kita pada dosa. Ini adalah perjanjian yang sama yang dirujuk oleh Maleakhi (AS). Pemberian perjanjian itu akan ditandai oleh kedatangan Si Penyedia.

Maleakhi (AS) kemudian menutup seluruh Zabur dengan paragraf terakhir dari bukunya. Dalam paragraf terakhir dia sekali lagi melihat ke masa depan dan menulis:

Biarpun segala bangsa berjalan masing-masing demi nama allahnya, tetapi kita akan berjalan demi nama TUHAN Allah kita untuk selamanya dan seterusnya.
Pada hari itu, demikianlah firman TUHAN, Aku akan mengumpulkan mereka yang pincang, dan akan menghimpunkan mereka yang terpencar-pencar dan mereka yang telah Kucelakakan.

Maleakhi 4: 5-6

Apa yang Maleakhi (AS) maksudkan dengan ‘Elijah’ akan datang sebelum hari besar TUHAN? Siapakah Elijah? Dia adalah nabi lain yang belum kita lihat (kita tidak dapat melihat semua nabi-nabi Zabur karena itu akan membuat ini terlalu panjang tetapi melihatnya dalam garis waktu di atas). Elijah (AS) hidup sekitar 850 SM. Dia terkenal karena hidup di hutan belantara dan mengenakan pakaian bulu binatang dan makan makanan liar. Dia mungkin terlihat sangat aneh. Maleakhi (AS) menulis bahwa dalam beberapa cara Si Penyedia yang datang sebelum Perjanjian Baru akan menjadi seperti Elijah (AS).

Dan dengan pernyataan itu, Zabur selesai. Ini adalah pesan terakhir dalam Zabur dan ditulis sekitar 450 SM. Taurat dan Zabur penuh dengan janji-janji tentang hal-hal yang akan datang. Mari kita ulas beberapa.

Meninjau Janji Taurat & Zabur yang menunggu untuk dipenuhi

Maka dengan berakhirnya Zabur pada 450 SM orang-orang Yahudi hidup dalam mengantisipasi pemenuhan janji-janji yang hebat ini. Dan mereka terus menunggu dan menunggu. Satu generasi menggantikan yang lain dan kemudian yang lain akan datang – tanpa ada pemenuhan janji-janji tersebut.

Apa yang terjadi setelah Zabur selesai

Seperti yang kita lihat dalam Sejarah Bangsa Israel, Alexander Agung menaklukkan sebagian besar dunia yang dikenal pada 330 SM dan dari penaklukan ini orang-orang dan peradaban dunia mengadopsi bahasa Yunani. Karena bahasa Inggris dewasa ini telah menjadi bahasa universal untuk bisnis, pendidikan, dan sastra, pada waktu itu bahasa Yunani juga dominan. Guru-guru Yahudi menerjemahkan Taurat dan Zabur dari bahasa Ibrani ke bahasa Yunani sekitar 250 SM. Terjemahan ini disebut Septuaginta. Sebagaimana kita lihat di sini, dari sinilah kata ‘Kristus’ berasal dan kita lihat di sini bahwa dari sinilah nama ‘Yesus’ juga berasal.

Nabi Yesaya, Maleakhi dan Elia (AS untuk mereka) ditunjukkan dalam garis waktu sejarah

Selama masa ini (300 – 100 SM yang merupakan periode biru seperti yang ditunjukkan dalam garis waktu) ada persaingan militer yang sedang berlangsung antara Mesir dan Suriah dan dengan orang-orang Israel yang tinggal tepat di antara kedua kerajaan ini, mereka secara teratur terperangkap dalam pertempuran. Beberapa raja khusus Suriah berusaha untuk memaksakan agama Yunani (agama penyembah berhala) pada bangsa Israel dan menghapuskan pemujaan mereka terhadap Satu Tuhan. Beberapa pemimpin Yahudi memimpin pemberontakan untuk mempertahankan monoteisme mereka dan mengembalikan kemurnian ibadah yang dilakukan oleh Nabi Musa AS. Apakah para pemimpin agama ini memenuhi janji-janji yang ditunggu-tunggu orang Yahudi? Orang-orang ini, meskipun pengikut setia ibadah seperti yang diperintahkan dalam Taurat dan Zabur, tidak cocok dengan Tanda-Tanda Ramalan. Bahkan mereka sendiri bahkan tidak mengklaim sebagai nabi-nabi, hanya orang Yahudi yang saleh yang membela ibadah mereka terhadap penyembahan berhala.

Buku-buku sejarah tentang periode ini, menggambarkan perjuangan yang menjaga kemurnian ibadah ditulis. Buku-buku ini memberikan wawasan sejarah dan agama dan sangat berharga. Tetapi orang-orang Yahudi tidak menganggap mereka ditulis oleh para nabi dan karenanya buku-buku ini tidak dimasukkan dalam Zabur. Itu adalah buku-buku bagus, ditulis oleh orang-orang beragama, tetapi itu tidak ditulis oleh para nabi. Buku-buku ini dikenal sebagai Apokrifa (tulisan yang diragukan pengarangnya).

Tetapi karena buku-buku ini bermanfaat, mereka sering disertakan bersama Taurat dan Zabur untuk memberikan sejarah lengkap tentang orang-orang Yahudi. Setelah Injil dan pesan Isa al Masih (AS) ditulis, kitab Taurat, Zabur dan Injil digabungkan menjadi satu buku – Alkitab. Beberapa Alkitab dewasa ini bahkan akan memasukkan kitab-kitab Apokrifa ini, meskipun mereka bukan bagian dari Taurat, Zabur atau Injil.

Namun janji-janji yang diberikan dalam Taurat dan Zabur masih dipenuhi. Mengikuti pengaruh Yunani, Kekaisaran Romawi yang kuat berkembang dan menggantikan orang-orang Yunani untuk memerintah orang-orang Yahudi (ini adalah periode kuning yang muncul setelah warna biru pada garis waktu di atas). Bangsa Romawi memerintah dengan efisien tetapi keras. Pajaknya tinggi dan orang-orang Romawi tidak menoleransi perbedaan pendapat. Orang-orang Yahudi semakin merindukan pemenuhan janji-janji yang diberikan dalam Taurat dan Zabur, meskipun dalam penantian panjang ibadah mereka menjadi sangat kaku dan mereka mengembangkan banyak aturan tambahan bukan dari para nabi tetapi dari tradisi. ‘Perintah’ ekstra ini tampak seperti ide bagus ketika pertama kali disarankan tetapi mereka dengan cepat mengganti perintah asli Taurat dan Zabur di hati dan pikiran para guru Yahudi.

Dan akhirnya ketika sepertinya janji-janji itu sudah lama terlupakan oleh Allah, Malaikat Jibril yang perkasa datang untuk mengumumkan kelahiran Sang Penyedia yang telah lama ditunggu-tunggu. Kita mengenalnya hari ini sebagai Nabi Yahya (atau Yohanes Pembaptis – AS). Tetapi itu adalah awal dari Injil, yang kita lihat selanjutnya.