Kelahiran Al-Masih: dinubuatkan oleh para nabi & diumumkan oleh Jibril

Kita telah merampungkan survei melalui Taurat & Zabur, kitab-kitab para nabi dari kaum Israel kuno. Kita lihat di penghujung kitab Zabur bahwa ada pola dalam mengantisipasi sebuah pemenuhan janji-janji di masa depan.

Tetapi lebih dari empat ratus tahun telah berlalu sejak Zabur ditutup. Kita lihat banyak kejadian politik dan keagamaan terjadi dalam sejarah kaum Israel sementara mereka menunggu sebuah pemenuhan janji-janji itu, tetapi tidak ada pesan baru dari nabi mana pun yang diberikan. Akan tetapi, kaum Israel, melalui pemerintahan Herodus Yang Agung, terus mengembangkan Kuil sampai menjadi struktur yang luar biasa, menarik orang-orang dari seluruh wilayah Romawi untuk beribadah, berkorban, dan berdoa. Namun, hati orang-orang, meskipun sangat religius dan sekarang menghindari penyembahan berhala yang telah menjerat mereka pada zaman para nabi sebelumnya, telah menjadi keras dan terfokus keluar. Sama seperti banyak dari kita hari ini, di tengah-tengah kegiatan keagamaan dan doa, hati orang-orang perlu berubah. Jadi, menjelang akhir pemerintahan Herodes Agung, sekitar tahun 5 SM, seorang utusan yang unik dikirim untuk membuat pengumuman yang luar biasa.

Surat Maryam (Surat 19) memberikan ringkasan pesan ini kepada Maria

Dan ceritakanlah (Muhammad) kisah Maryam di dalam Kitab (Al-Qur’an), (yaitu) ketika dia mengasingkan diri dari keluarganya ke suatu tempat di sebelah timur (Baitulmaqdis),lalu dia memasang tabir (yang melindunginya) dari mereka; lalu Kami mengutus roh Kami (Jibril) kepadanya, maka dia menampakkan diri di hadapannya dalam bentuk manusia yang sempurna.Dia (Maryam) berkata, “Sungguh, aku berlindung kepada Tuhan Yang Maha Pengasih terhadapmu, jika engkau orang yang bertakwa.”Dia (Jibril) berkata, “Sesungguhnya aku hanyalah utusan Tuhanmu, untuk menyampaikan anugerah kepadamu seorang anak laki-laki yang suci.Dia (Maryam) berkata, “Bagaimana mungkin aku mempunyai anak laki-laki, padahal tidak pernah ada orang (laki-laki) yang menyentuhku dan aku bukan seorang pezina!”Dia (Jibril) berkata, “Demikianlah.” Tuhanmu berfirman, “Hal itu mudah bagi-Ku, dan agar Kami menjadikannya suatu tanda (kebesaran Allah) bagi manusia dan sebagai rahmat dari Kami; dan hal itu adalah suatu urusan yang (sudah) diputuskan.”

Surat Maryam 19:16-21

Jibril mengumumkan kedatangan Yohanes Pembaptis (Yahya – AS)

Utusan ini adalah Jibril, juga dikenal dalam Alkitab sebagai malaikat Gabriel (Jibril). Hingga saat ini ia hanya dikirim kepada nabi Daniel (AS) berkenaan dengan pesan (lihat disini) tentang kapan Masih akan datang. Sekarang Jibril mendatangi seorang imam bernama Zakaria (AS) ketika dia memimpin shalat di Kuil. Dia dan istrinya Elizabeth sudah tua dan tidak memiliki anak. Tetapi Jibril menampakkan diri kepadanya dengan pesan berikut sebagaimana dicatat dalam Injil:

13 Lalu, kata malaikat itu kepadanya, “Jangan takut, hai Zakharia. Permintaanmu telah didengar dan istrimu, Elisabet, akan melahirkan seorang anak laki-laki untukmu. Engkau harus menamainya Yahya. 14 Engkau akan berbahagia dan gembira, dan banyak orang pun akan senang dengan kelahiran anak itu. 15 *Ia akan menjadi orang yang besar di mata Tuhan. Ia tidak akan minum anggur atau minuman keras, dan ia akan dikuasai oleh Ruh Allah sejak dalam rahim ibunya. 16 Ia akan memimpin banyak orang dari bani Israil kembali kepada Allah, Tuhan mereka. 17 *Dengan ruh dan kuasa Nabi Ilyas, ia akan berjalan mendahului Tuhan untuk membuat hati bapak-bapak kembali kepada anak-anaknya dan orang-orang durhaka kembali kepada hikmah orang-orang benar. Dengan demikian, ia menyiapkan bagi Tuhan suatu umat yang layak bagi-Nya.” 18 Maka, kata Zakharia kepada malaikat itu, “Bagaimana hamba dapat meyakininya? Hamba sudah tua dan istri hamba pun sudah lanjut usia.” 19 *Maka, jawab malaikat itu, “Aku ini Jibrail, yang selalu siap sedia di hadapan Allah. Aku diutus untuk berbicara kepadamu dan memberitakan kabar baik ini kepadamu. 20 Sesungguhnya, semua itu akan menjadi kenyataan pada waktunya. Akan tetapi, karena engkau tidak percaya pada kata-kataku, maka engkau akan menjadi bisu dan tidak dapat berbicara sampai saatnya semua itu terjadi.”

(Lukas 1:13-20)

Zabur telah ditutup dengan janji bahwa Si Penyedia akan datang yang akan menjadi seperti Elia (AS). Jibril mengingatkan janji khusus ini dengan mengatakan bahwa putra Zakaria (AS) akan datang ‘dalam semangat dan kekuatan Elia’. Dia datang untuk ‘menyiapkan umat yang dipersiapkan untuk TUHAN’. Pengumuman ini berarti bahwa janji Si Penyedia tidak dilupakan – itu akan dipenuhi dalam kelahiran dan kehidupan putra Zakaria yang akan datang ini dan Elizabeth. Namun, karena Zakaria tidak percaya dengan pesan itu, ia dilanda kebisuan.

Jibril mengumumkan kelahiran dari seorang perawan.

Kedatangan Si Penyiap berarti bahwa seseorang sedang dipersiapkan untuk –  Masih atau Kristus atau Mesias – juga akan datang segera. Benar saja, beberapa bulan kemudian, Jibril kembali dikirim ke seorang wanita muda perawan bernama Maryam dengan pengumuman yang dicatat  dalam Injil sebagai berikut

28 Malaikat itu datang menemui Maryam dan berkata, “Salam, hai engkau, yang memperoleh anugerah. Tuhan besertamu.” 29 Maryam terkejut mendengar perkataan itu dan berpikir, “Salam apakah ini?” 30 Kata malaikat itu kepadanya, “Jangan takut, Maryam, karena engkau memperoleh anugerah Allah. 31 *Engkau akan mengandung dan melahirkan seorang anak laki-laki, dan engkau harus menamai-Nya Isa. 32 *Ia akan menjadi besar dan akan disebut Sang Anak yang datang dari Allah Yang Mahatinggi. Allah, Tuhan kita, akan memberikan kepada-Nya takhta Daud, nenek moyang-Nya. 33 Ia akan memerintah keturunan Yakub untuk selama-lamanya dan kerajaan-Nya tidak akan berkesudahan.” 34 Maka, kata Maryam kepada malaikat itu, “Bagaimana hal ini akan terjadi? Karena bukankah hamba belum pernah disentuh oleh seorang laki-laki pun?” 35 Jawab malaikat itu, “Ruh Allah akan datang atasmu dan kuasa Allah Yang Mahatinggi akan meliputi engkau. Sebab itu, anak yang akan dilahirkan itu akan disebut suci, Sang Anak yang datang dari Allah. 36 Sesungguhnya, Elisabet, sanak saudaramu itu, sedang mengandung seorang anak laki-laki pada masa tuanya ini. Memang dahulu ia dikatakan mandul, tetapi sekarang usia kandungannya sudah enam bulan. 37 *Sebab bagi Allah tidak ada satu pun yang mustahil.” 38 Maryam berkata, “Sesungguhnya, aku ini hamba Tuhan, terjadilah pada hamba seperti yang Tuan katakan.” Lalu, malaikat itu pergi meninggalkannya.

(Lukas 1:28-38)

Dalam pengumuman dari Jibril sendiri kita lihat judul yang membingungkan, ‘Anak Tuhan’. Saya membahasnya lebih jauh di artikel saya disini. Dalam artikel ini kita lanjutkan dengan pembahasan kelahiran.

Kelahiran nabi Yahya (Yohanes Pembaptis – AS)

Peristiwa berjalan persis seperti yang telah dinubuatkan oleh para nabi di dalam kitab Zabur. Nabi Maleakhi telah meramalkan bahwa seorang Penyiap datang dengan kekuatan Elia dan sekarang Jibril telah mengumumkan kelahirannya. Injil berlanjut dengan

 57 Setelah genap bulannya bagi Elisabet untuk bersalin, ia melahirkan seorang anak laki-laki. 58 Tetangga-tetangganya dan kaum keluarganya mendengar bahwa Tuhan telah melimpahkan rahmat-Nya kepada Elisabet. Maka, mereka pun bergembira bersama-sama dengannya. 59 *Pada hari yang kedelapan datanglah mereka untuk mengkhitankan anak itu. Mereka hendak menamainya Zakharia, seperti nama ayahnya, 60 tetapi ibunya berkata, “Jangan, ia harus diberi nama Yahya.” 61 Mereka berkata, “Dalam keluargamu tidak ada seorang pun yang namanya begitu.” 62 Lalu, dengan isyarat mereka bertanya kepada Zakharia, ayahnya, apa nama yang hendak diberikannya kepada anaknya itu. 63 Zakharia meminta sebuah batu tulis dari mereka, lalu menulis demikian, “Namanya Yahya.” Mereka semua heran. 64 Seketika itu juga mulut Zakharia dapat berbicara lagi dan lidahnya tidak lagi kaku, lalu ia memuliakan Allah.
65 Orang-orang yang tinggal di sekitarnya menjadi takut. Semua peristiwa yang terjadi dibicarakan orang di seluruh daerah pegunungan Yudea. 66 Setiap orang yang mendengar tentang hal itu berkata dalam hatinya, “Apa gerangan yang akan terjadi dengan anak itu nanti?” Karena tangan Tuhan menyertai dia.

(Lukas 1:57-66)

Kelahiran Isa Al-Masih (Yesus Kristus – PBUH)

Nabi Yesaya (AS) telah menubuatkan ramalan unik (dijelaskan sepenuhnya disini) yaitu

14 *Sebab itu, Tuhan sendiri akan memberikan tanda kepadamu: Sesungguhnya, seorang perempuan mudab akan mengandung dan melahirkan seorang anak laki-laki. Ia akan menamainya Imanuel.c 

(Yesaya7:14)

Sekarang malaikat agung Jibril telah mengumumkan kelahirannya kepada Maryam, bahkan ketika dia tetap seorang wanita perawan – sebagai penggenapan langsung dari nubuat ini yang telah diberikan sejak dulu. Ini adalah bagaimana Injil mencatat kelahiran Isa Al-Masih (Yesus – AS).

4 Yusuf pun berangkat dari Kota Nazaret di Galilea ke Baitlahim, kota Daud, di wilayah Yudea sebab ia dari keluarga dan keturunan Daud. 5 Ia pergi mendaftarkan diri bersama Maryam, tunangannya, yang pada waktu itu sedang mengandung.
6 Ketika mereka di sana, tibalah waktunya bagi Maryam untuk melahirkan. 7 Ia melahirkan seorang anak laki-laki, anaknya yang sulung. Maryam membungkus-Nya dengan kain bedung, lalu membaringkan-Nya di dalam palungan karena tidak ada tempat bagi mereka untuk menginap.
8 Di daerah itu ada beberapa orang gembala yang sedang menjaga kawanan ternak mereka di padang pada waktu malam. 9 Tiba-tiba malaikat Tuhan berdiri di dekat mereka dan cahaya kemuliaan Tuhan menyinari mereka. Mereka pun sangat ketakutan. 10 Malaikat itu berkata, “Jangan takut. Aku membawa kabar baik bagimu, yaitu kabar yang mendatangkan kesukaan besar bagi seluruh bangsa. 11 Hari ini telah lahir bagimu di kota Daud seorang Penyelamat, yaitu Al-Masih, Junjungan kita. 12 Inilah tandanya: Kamu akan menjumpai bayi yang dibungkus dengan kain bedung dan berbaring di palungan.” 13 Tiba-tiba bersama-sama dengan malaikat itu hadir banyak sekali tentara surgawi. Mereka memuji Allah dan berkata,
14 “Kemuliaan bagi Allah di tempat yang mahatinggi, sejahtera di bumi bagi orang yang berkenan di hati Allah.”
15 Kemudian, malaikat-malaikat itu meninggalkan gembala-gembala itu dan kembali ke surga. Lalu, gembala-gembala itu berkata satu sama lain, “Mari kita ke Baitlahim melihat semua yang terjadi, seperti yang diberitahukan Tuhan kepada kita.” 16 Mereka pun segera pergi, lalu mendapati Maryam, Yusuf, dan bayi itu, yang sedang berbaring di palungan. 17 Setelah mereka melihat bayi itu, mereka memberitakan kepada orang-orang, apa yang dikatakan oleh malaikat mengenai anak itu. 18 Semua orang yang mendengar apa yang diceritakan oleh gembala-gembala itu merasa heran. 19 Akan tetapi, Maryam menyimpan semua hal itu di dalam hatinya dan merenungkannya. 20 Lalu, gembala-gembala itu pulang sambil memuji dan memuliakan Allah sebab semua yang mereka dengar dan mereka lihat, sama seperti apa yang telah disampaikan malaikat itu kepada mereka.
21 *Setelah delapan hari, tibalah waktunya bagi bayi itu untuk dikhitan. Mereka menamai-Nya Isa, seperti yang dikatakan oleh malaikat kepada mereka sebelum Ia ada di dalam kandungan.

(Lukas 2:4-21)

Peran kedua nabi besar yang akan datang ini

Dua nabi besar lahir dalam selang waktu bulanan satu sama lain, keduanya dalam pemenuhan nubuat khusus yang diberikan ratusan tahun sebelumnya! Seperti apa kehidupan dan pesan mereka? Zakaria – AS ayah dari Yohanes Pembaptis (Yahya) – AS bernubuat tentang kedua putra yaitu:

67 Zakharia, ayah anak itu, dikuasai oleh Ruh Allah, lalu bernubuat,
68 “Segala puji bagi Allah, Tuhan bani Israil.
Ia telah melawat umat-Nya dan membebaskan mereka.
69 Ia menetapkan bagi kita Penyelamat yang berkuasa
dari antara keturunan Daud, hamba-Nya,
70 seperti yang telah difirmankan-Nya
melalui nabi-nabi-Nya yang suci sejak dahulu kala.
71 Dialah yang menyelamatkan kita dari musuh-musuh kita
dan dari tangan semua orang yang membenci kita.
72 Hal itu dilakukan-Nya untuk menunjukkan belas kasihan-Nya kepada nenek moyang kita
dan untuk mengingat perjanjian-Nya yang suci,
73 yaitu sumpah yang diucapkan-Nya kepada Ibrahim, nenek moyang kita,
74 untuk melepaskan kita dari tangan musuh-musuh kita
supaya tanpa takut kita dapat beribadah kepada-Nya
75 dalam kesucian dan kesalehan di hadapan-Nya seumur hidup kita.
76 *Engkau, anakku, akan disebut nabi Allah Yang Mahatinggi
karena engkau akan mendahului Tuhan untuk mempersiapkan jalan bagi-Nya
77 dan untuk memberi pengertian kepada umat-Nya
mengenai keselamatan yang didasarkan atas pengampunan dosa-dosa mereka
78 karena kemurahan hati Tuhan kita.
Bagaikan sinar surya di pagi hari dari tempat yang tinggi,
demikian Ia datang melawat kita
79 *untuk menyinari orang yang hidup dalam kegelapan
dan yang berada dalam bayang-bayang maut,
serta mengarahkan langkah kita kepada jalan kesentosaan.”

(Lukas 1:67-79)

Zakaria (AS), menerima bacaan yang diilhami, menghubungkan kelahiran Isa (Yesus) dengan janji yang diberikan kepada Dawud (AS – lihat janji di sini) serta Ibrahim (AS – lihat janji di sini). Rencana Tuhan, yang dinubuatkan dan tumbuh selama berabad-abad, kini mencapai puncaknya. Tapi apa yang akan melibatkan rencana ini? Apakah itu penyelamatan dari musuh Romawi? Apakah itu hukum baru untuk menggantikan yang dari Nabi Musa (AS)? Apakah itu agama baru atau sistem politik? Tidak ada satupun dari ini (yang kita ingin hasilkan oleh manusia) disebutkan. Alih-alih rencana yang ditentukan adalah ‘memampukan kita untuk melayani dia tanpa rasa takut dalam kesucian dan kebenaran’ dengan ‘keselamatan melalui pengampunan dosa-dosa mereka’ dimotivasi oleh ‘belas kasihan lembut dari Tuhan kita’ bagi mereka yang ‘hidup … dalam bayang-bayang kematian ‘untuk’ membimbing kaki kita di jalan damai ‘. Sejak Adam kita telah dikutuk dengan permusuhan dan kematian karena berusaha untuk mendapatkan kebenaran dan pengampunan atas dosa-dosa kita. Dan di depan Adam, Hawa dan Setan, Allah telah mengumumkan sebuah rencana yang berpusat pada “keturunan” dari “perempuan”. Tentunya rencana semacam ini lebih baik daripada rencana untuk perang dan sistem pemikiran dan perilaku yang kita cari. Rencana ini akan memenuhi kebutuhan terdalam kita, bukan kebutuhan permukaan kita. Tetapi bagaimana rencana untuk Sang Penyiap dan Masih ini terungkap? Kita teruskan belajar tentang Kabar-kabar Baik dari Injil.

Kitab Injil yang berubah keasliannya! Apa yang Al Qur’an katakan?

Saya punya banyak teman Muslim. Saya juga percaya pada Allah dan sebagai pengikut Injil sudah biasa bagi saya berdiskusi dengan teman-teman Muslim tentang keyakinan dan iman. Pada hakikatnya ada begitu banyak kesamaan yang kita miliki, lebih dari apa yang saya miliki dengan orang-orang sekuler Barat baik yang tidak beriman kepada Allah, atau menemukan iman yang tidak relevan dengan kehidupan mereka. Namun hampir tanpa pengecualian dalam percakapan, saya mendengar klaim bahwa Injil (dan Zabur dan Taurat yang dikenal dengan istilah AlKitab) telah rusak, atau telah berubah, sehingga pesan yang kita baca hari ini sudah terdegradasi dan penuh kesalahan dari apa yang pertama kali terinspirasi dan ditulis oleh para nabi dan pengikut dari Allah. Hal ini bukanlah klaim yang kecil, karena itu berarti bahwa kita tidak bisa lagi mempercayai Alkitab sebagai kitab bacaan untuk mengungkapkan kebenaran Allah. Saya sudah membaca dan mempelajari baik Injil (Al Kitab) dan Al-Qur’an, dan sudah mulai mempelajari Sunnah. Apa yang saya temukan yang ternyata mengejutkan adalah bahwa semangat tentang keraguan Alkitab, meskipun begitu umumnya hari ini, saya tidak menemukannya di Al Qur’an. Bahkan, saya kaget bagaimana serius Al Qur’an mengemukakan Al Kitab. Akan saya tunjukkan disini apa yang saya maksud.

Apa yang Alquran katakan tentang Injil (Al Kitab)

Katakanlah: Hai Ahli Kitab! kamu tidak dipandang sedikitpun hingga kamu menegakkan ajaran-ajaran Taurat, Injil dan wahyu yang diturunkan kepadamu dari Tuhamnu. Sesungguhnya apa yang diturunkan kepadamu dari Tuhanmu akan menambah kedurhakaan dan kekafiran kepada kebanyakan dari mereka. Surah Al Maida 5:68 (Lihat juga 4: 136)

Jika engkau ragu untuk apa yang Kami telah diturunkan kepadamu, maka tanyakanlah kepada orang yang telah membaca kitab sebelum kamu: Sesungguhnya telah datang Kebenaran yang memang datang kepadamu dari Tuhanmu: jadi janganlah sekali kali termasuk orang yang meragu. Surah Yunus 10:94

Saya amati hal ini menyatakan bahwa wahyu yang diberikan kepada ‘Ahli Kitab’ (Kristen dan Yahudi) datang dari Allah. Sekarang teman-teman Muslim saya mengatakan ini berlaku untuk wahyu asli yang diturunkan, tapi karena aslinya telah berubah maka itu tidak berlaku dengan Kitab Suci hari ini. Tapi pesan bagian kedua menegaskan mereka yang telah membaca (present tense seperti dalam ‘telah membaca’ bukan masa lalu) kitab suci Yahudi. Hal ini tidak berbicara tentang wahyu yang asli, tetapi kitab suci ketika Al Qur’an diturunkan. Hal ini diungkapkan kepada Nabi Muhammad (SAW) selama periode tahun sekitar 600 Masehi. Jadi pesan bagian ini menyetujui kitab suci Yahudi sebagaimana yang ada di 600 Masehi. Ayat-ayat lain juga menunjukkan hal yang serupa. Coba disimak:

Dan Kami tidak mengutus sebelum kamu, kecuali orang-orang lelaki yang Kami beri wahyu kepada mereka; maka bertanyalah kepada orang yang mempunyai pengetahuan jika kamu tidak mengetahui. Surah An Nahl 16:43.

Kami tiada mengutus rasul-rasul sebelum kamu, melainkan beberapa orang laki-laki yang Kami beru wahyu kepada mereka, maka tanyakanlah olehmu kepada orang-orang yang berilmu, jika kamu tidak mengetahui. Surah Al Anbiya’ 21: 7

Semua ini menerangkan tentang para rasul sebelum Nabi Muhammad (SAW). Tapi, yang terpenting, mereka menegaskan bahwa pesan yang diberikan oleh Allah untuk rasul-rasul / nabi masih dalam zaman kepemilikan (pada 600 AD) oleh pengikut mereka. Wahyu yang diturunkan sebelumnya belum rusak ketika memasuki waktu kerasulan Nabi Muhammad (SAW).

 Al-Qur’an mengatakan bahwa kata Allah tidak dapat diubah

Tetapi dalam arti yang lebih kuat hal yang menerangkan bahwa kemungkinan Al Kitab ini berubah tidak didukung oleh Al-Qur’an. Coba lihat kembali Al Maida 5:68 (The Law … Injil … adalah wahyu yang datang dari Tuhan), dan pertimbangkan hal berikut:

Dan sesungguhnya telah didustakan rasul-rasul sebelum kamu, akan tetapi mereka sabar terhadap pendustaan dan penganiayaan terhadap mereka, sampai datang pertolongan Kami kepada mereka. Tak ada seorangpun yang dapat merobah kalimat-kalimat Allah. Dan sesungguhnya telah datang kepadamu sebahagian dari berita rasul-rasul itu. Surah Al An’am 6:34

Telah sempurnalah kalimat Tuhanmu, sebagai kalimat yang benar dan adil. Tidak ada yang dapat merobah-robah kalimat-kalimat-Nya dan dialah yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui. Surah Al An’am 6: 115

Bagi mereka berita gembira di dalam kehidupan di dunia dan di akhirat. Tidak ada perobahan bagi kalimat-kalimat Allah.  Surah Yunus 10:64

Dan bacakanlah apa yang diwahyukan kepadamu, yaitu kitab Tuhanmu. Tidak ada yang dapat merobah kalimat-kalimatNya. Surah Al Kahfi 18:27

Jadi, jika kita sepakat bahwa para nabi sebelumnya Muhammad (SAW) diberi wahyu oleh Allah (seperti Al Maida 5: 68-69 katakan), dan karena ayat-ayat ini, berkali-kali, mengatakan sangat jelas bahwa tidak ada yang dapat mengubah kata-kata Allah, bagaimana orang percaya bahwa Taurat, Zabur dan Injil (Alkitab) telah rusak atau diubah oleh orang? Hal ini akan memerlukan penolakan Al Quran itu sendiri untuk mempercayai bahwa Al Kitab telah rusak atau berubah.

Faktanya, ide yang menilai berbagai macam wahyu dari Allah baik atau lebih buruk daripada yang lain, meskipun diyakini kalangan luas, tidak didukung dalam Al Qur’an.

Katakanlah: “Kami beriman kepada Allah, dan wahyu yang diberikan kepada kita, dan untuk Ibrahim, Ismail, Ishak, Yakub, dan yang diberikan kepada Musa dan Yesus, dan yang diberikan kepada (semua) nabi dari Tuhan: Kami tidak membuat perbedaan antara satu dan yang lain dari mereka: dan kita tunduk kepada Allah (dalam Islam) “Surah Al Baqarah 2: 136 (Lihat juga 2: 285).

Jadi seharusnya tidak ada perbedaan dalam cara kita memperlakukan semua wahyu. Ini mencakup penelitian kami dari semua itu. Dengan kata lain, kita harus mempelajari semua Kitab suci. Bahkan saya mendesak orang Kristen untuk mempelajari Al Qur’an dan menganjurkan umat Islam untuk mempelajari Al Kitab.

Untuk mempelajari buku-buku ini membutuhkan waktu dan keberanian. Akan banyak pertanyaan yang muncul. Tentunya ini akan berharga buat kita di alam yang fana ini – mempelajari semua buku yang diwahyukan kepada para nabi. Saya faham, meskipun telah mengambil waktu dan keberanian saya untuk mempelajari semua kitab suci, dan itu telah menimbulkan banyak pertanyaan dalam pikiran saya, semua itu menjadi pengalaman yang berharga dan saya merasa ada berkah Allah di dalamnya. Saya harap Anda akan terus mengeksplorasi beberapa artikel dan pelajaran di website ini. Mungkin tempat yang baik untuk memulai adalah artikel tentang apa yang hadits dan Nabi Muhammad (SAW) pikirkan dan gunakan tentang Taurat, Zabur dan Injil (buku-buku yang membentuk Al Kitab = Injil). Klik artikel ini di sini. Jika Anda ingin tahu secara ilmiah tentang bagaimana keandalan buku-buku kuno ditentukan, dan apakah Al Kitab dianggap handal atau rusak secara ilmiah, silahkan lihat artikel di sini.  (segera akan datang)