HARI PENGHAKIMAN: AL-MASAD & AL-HADID, DAN SANG MASIH

Surat Al-Masad (Surat 111 – Serat Palem) memperingatkan kita tentang Penghakiman yang Menyala-nyala pada Hari Terakhir.

Binasalah kedua tangan Abu Lahab dan benar-benar binasa dia!Tidaklah berguna baginya hartanya dan apa yang dia usahakan.Kelak dia akan masuk ke dalam api yang bergejolak (neraka).Dan (begitu pula) istrinya, pembawa kayu bakar (penyebar fitnah).Di lehernya ada tali dari sabut yang dipintal.

Al-Masad 111: 1-5

Surat Al-Masad memperingatkan bahwa kita bisa binasa. Bahkan mereka yang dekat dengan kita, seperti istri kita, juga menghadapi ancaman hukuman pada Hari Penghakiman Terakhir.

Jadi apa yang bisa kita lakukan untuk mempersiapkan diri dalam menghadapi ujian dari Allah, yang mengetahui semua rahasia hidup kita yang memalukan?

Surat Al-Hadid (Surat 57 – Besi) memberitahu kita bahwa Dia telah mengirim Tanda-tanda untuk menuntun kita dari Kegelapan rahasia hidup kita yang memalukan menuju Terang.

Dan mengapa kamu tidak beriman kepada Allah, padahal Rasul mengajak kamu beriman kepada Tuhanmu? Dan Dia telah mengambil janji (setia)mu, jika kamu orang-orang mukmin.

Surat Al-Hadid 57: 9

Namun kita diperingatkan bahwa mereka yang telah hidup dalam Kegelapan akan mencari Terang dengan panik pada Hari itu.

Pada hari orang-orang munafik laki-laki dan perempuan berkata kepada orang-orang yang beriman, “Tunggulah kami! Kami ingin mengambil cahayamu.” (Kepada mereka) dikatakan, ”Kembalilah kamu ke belakang dan carilah sendiri cahaya (untukmu).” Lalu di antara mereka dipasang dinding (pemisah) yang berpintu. Di sebelah dalam ada rahmat dan di luarnya hanya ada azab,Orang-orang munafik memanggil orang-orang mukmin, “Bukankah kami dahulu bersama kamu?” Mereka menjawab, “Benar, tetapi kamu mencelakakan dirimu sendiri, dan hanya menunggu, meragukan (janji Allah) dan ditipu oleh angan-angan kosong sampai datang ketetapan Allah; dan penipu (setan) datang memperdaya kamu tentang Allah.

Surat al-Hadid 57: 13-14

Bagaimana jika kita belum hidup dengan sedemikian rupa untuk bisa mendapatkan Terang pada Hari itu? Apakah masih ada harapan bagi kita?

Nabi Isa AlMasih AS datang untuk membantu kita pada Hari itu. Dia berbicara dengan jelas bahwa Dia adalah Terang bagi kita yang berada dalam kegelapan yang memalukan. Dialah Terang yang akan kita perlukan pada Hari Penghakiman.

Maka Yesus berkata pula kepada orang banyak, kata-Nya: “Akulah terang dunia; barangsiapa mengikut Aku, ia tidak akan berjalan dalam kegelapan, melainkan ia akan mempunyai terang hidup.”
Kata orang-orang Farisi kepada-Nya: “Engkau bersaksi tentang diri-Mu, kesaksian-Mu tidak benar.”
Jawab Yesus kepada mereka, kata-Nya: “Biarpun Aku bersaksi tentang diri-Ku sendiri, namun kesaksian-Ku itu benar, sebab Aku tahu, dari mana Aku datang dan ke mana Aku pergi. Tetapi kamu tidak tahu, dari mana Aku datang dan ke mana Aku pergi.
Kamu menghakimi menurut ukuran manusia, Aku tidak menghakimi seorangpun,
dan jikalau Aku menghakimi, maka penghakiman-Ku itu benar, sebab Aku tidak seorang diri, tetapi Aku bersama dengan Dia yang mengutus Aku.
Dan dalam kitab Tauratmu ada tertulis, bahwa kesaksian dua orang adalah sah;
Akulah yang bersaksi tentang diri-Ku sendiri, dan juga Bapa, yang mengutus Aku, bersaksi tentang Aku.”
Maka kata mereka kepada-Nya: “Di manakah Bapa-Mu?” Jawab Yesus: “Baik Aku, maupun Bapa-Ku tidak kamu kenal. Jikalau sekiranya kamu mengenal Aku, kamu mengenal juga Bapa-Ku.”
Kata-kata itu dikatakan Yesus dekat perbendaharaan, waktu Ia mengajar di dalam Bait Allah. Dan tidak seorangpun yang menangkap Dia, karena saat-Nya belum tiba. Maka Yesus berkata pula kepada orang banyak: “Aku akan pergi dan kamu akan mencari Aku tetapi kamu akan mati dalam dosamu. Ke tempat Aku pergi, tidak mungkin kamu datang.” Maka kata orang-orang Yahudi itu: “Apakah Ia mau bunuh diri dan karena itu dikatakan-Nya: Ke tempat Aku pergi, tidak mungkin kamu datang?”Lalu Ia berkata kepada mereka: “Kamu berasal dari bawah, Aku dari atas; kamu dari dunia ini, Aku bukan dari dunia ini. Karena itu tadi Aku berkata kepadamu, bahwa kamu akan mati dalam dosamu; sebab jikalau kamu tidak percaya, bahwa Akulah Dia, kamu akan mati dalam dosamu.” Maka kata mereka kepada-Nya: “Siapakah Engkau?” Jawab Yesus kepada mereka: “Apakah gunanya lagi Aku berbicara dengan kamu? Banyak yang harus Kukatakan dan Kuhakimi tentang kamu; akan tetapi Dia, yang mengutus Aku, adalah benar, dan apa yang Kudengar dari pada-Nya, itu yang Kukatakan kepada dunia.” Mereka tidak mengerti, bahwa Ia berbicara kepada mereka tentang Bapa. Maka kata Yesus: “Apabila kamu telah meninggikan Anak Manusia, barulah kamu tahu, bahwa Akulah Dia, dan bahwa Aku tidak berbuat apa-apa dari diri-Ku sendiri, tetapi Aku berbicara tentang hal-hal, sebagaimana diajarkan Bapa kepada-Ku.
Dan Ia, yang telah mengutus Aku, Ia menyertai Aku. Ia tidak membiarkan Aku sendiri, sebab Aku senantiasa berbuat apa yang berkenan kepada-Nya.” Setelah Yesus mengatakan semuanya itu, banyak orang percaya kepada-Nya.

Yahya 8: 12-30

Isa AlMasih AS mengklaim wewenang agung sebagai ‘Terang Dunia’, dan ketika ditantang, ia merujuk pada ‘Hukum Taurat’. Ini adalah Taurat Musa AS yang menubuatkan kedatangannya dan wewenangnya. Nubuatan ini diikuti oleh Zabur dan para nabi berikutnya yang meramalkan rincian kedatangannya sehingga kita bisa tahu bahwa dia memang memiliki wewenang yang dia klaim. Apa itu Anak Manusia’ dan apa yang dimaksud oleh  Isa AlMasih dengan, ‘ketika kamu meninggikan Anak Manusia’? Apa artinya memiliki ‘terang Hidup’? Kita bisa melihatnya di sini. Lakukanlah hari ini, karena pada Hari Penghakiman kita tidak akan memiliki waktu lagi untuk mulai mencari, seperti yang diperingatkan dalam Surat Al-Hadid.

Maka pada hari ini tidak akan diterima tebusan dari kamu maupun dari orang-orang kafir. Tempat kamu di neraka. Itulah tempat berlindungmu, dan itulah seburuk-buruk tempat kembali.”

Surat Al-Hadid 57: 15

Beginilah cara Nabi Isa AlMasih mengakhiri ajarannya pada kesempatan ini.

 Maka kata-Nya kepada orang-orang Yahudi yang percaya kepada-Nya: “Jikalau kamu tetap dalam firman-Ku, kamu benar-benar adalah murid-Ku dan kamu akan mengetahui kebenaran, dan kebenaran itu akan memerdekakan kamu.” Jawab mereka: “Kami adalah keturunan Abraham dan tidak pernah menjadi hamba siapapun. Bagaimana Engkau dapat berkata: Kamu akan merdeka?”
Kata Yesus kepada mereka: “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya setiap orang yang berbuat dosa, adalah hamba dosa.
Dan hamba tidak tetap tinggal dalam rumah, tetapi anak tetap tinggal dalam rumah. Jadi apabila Anak itu memerdekakan kamu, kamupun benar-benar merdeka.” “Aku tahu, bahwa kamu adalah keturunan Abraham, tetapi kamu berusaha untuk membunuh Aku karena firman-Ku tidak beroleh tempat di dalam kamu. Apa yang Kulihat pada Bapa, itulah yang Kukatakan, dan demikian juga kamu perbuat tentang apa yang kamu dengar dari bapamu.”
Jawab mereka kepada-Nya: “Bapa kami ialah Abraham.” Kata Yesus kepada mereka: “Jikalau sekiranya kamu anak-anak Abraham, tentulah kamu mengerjakan pekerjaan yang dikerjakan oleh Abraham. Tetapi yang kamu kerjakan ialah berusaha membunuh Aku; Aku, seorang yang mengatakan kebenaran kepadamu, yaitu kebenaran yang Kudengar dari Allah; pekerjaan yang demikian tidak dikerjakan oleh Abraham. Kamu mengerjakan pekerjaan bapamu sendiri.” Jawab mereka: “Kami tidak dilahirkan dari zinah. Bapa kami satu, yaitu Allah.” Kata Yesus kepada mereka: “Jikalau Allah adalah Bapamu, kamu akan mengasihi Aku, sebab Aku keluar dan datang dari Allah. Dan Aku datang bukan atas kehendak-Ku sendiri, melainkan Dialah yang mengutus Aku. Apakah sebabnya kamu tidak mengerti bahasa-Ku? Sebab kamu tidak dapat menangkap firman-Ku.
Iblislah yang menjadi bapamu dan kamu ingin melakukan keinginan-keinginan bapamu. Ia adalah pembunuh manusia sejak semula dan tidak hidup dalam kebenaran, sebab di dalam dia tidak ada kebenaran. Apabila ia berkata dusta, ia berkata atas kehendaknya sendiri, sebab ia adalah pendusta dan bapa segala dusta.
Tetapi karena Aku mengatakan kebenaran kepadamu, kamu tidak percaya kepada-Ku. Siapakah di antaramu yang membuktikan bahwa Aku berbuat dosa? Apabila Aku mengatakan kebenaran, mengapakah kamu tidak percaya kepada-Ku? Barangsiapa berasal dari Allah, ia mendengarkan firman Allah; itulah sebabnya kamu tidak mendengarkannya, karena kamu tidak berasal dari Allah.”
Orang-orang Yahudi menjawab Yesus: “Bukankah benar kalau kami katakan bahwa Engkau orang Samaria dan kerasukan setan?”
Jawab Yesus: “Aku tidak kerasukan setan, tetapi Aku menghormati Bapa-Ku dan kamu tidak menghormati Aku.
Tetapi Aku tidak mencari hormat bagi-Ku: ada Satu yang mencarinya dan Dia juga yang menghakimi.
Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya barangsiapa menuruti firman-Ku, ia tidak akan mengalami maut sampai selama-lamanya.” Kata orang-orang Yahudi kepada-Nya: “Sekarang kami tahu, bahwa Engkau kerasukan setan. Sebab Abraham telah mati dan demikian juga nabi-nabi, namun Engkau berkata: Barangsiapa menuruti firman-Ku, ia tidak akan mengalami maut sampai selama-lamanya. Adakah Engkau lebih besar dari pada bapa kita Abraham, yang telah mati! Nabi-nabipun telah mati; dengan siapakah Engkau samakan diri-Mu?”
Jawab Yesus: “Jikalau Aku memuliakan diri-Ku sendiri, maka kemuliaan-Ku itu sedikitpun tidak ada artinya. Bapa-Kulah yang memuliakan Aku, tentang siapa kamu berkata: Dia adalah Allah kami,
padahal kamu tidak mengenal Dia, tetapi Aku mengenal Dia. Dan jika Aku berkata: Aku tidak mengenal Dia, maka Aku adalah pendusta, sama seperti kamu, tetapi Aku mengenal Dia dan Aku menuruti firman-Nya.Abraham bapamu bersukacita bahwa ia akan melihat hari-Ku dan ia telah melihatnya dan ia bersukacita.”
belum sampai lima puluh tahun dan Engkau telah melihat Abraham?”
Kata Yesus kepada mereka: “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya sebelum Abraham jadi, Aku telah ada.” Lalu mereka mengambil batu untuk melempari Dia; tetapi Yesus menghilang dan meninggalkan Bait Allah.

Yahya 8: 31-59

 

HARI PENGHAKIMAN: AT-TARIQ, AL ADIYAT, & SANG MASIH

Surat At-Tariq (Surat 86 – Sang Pendatang Malam) memperingatkan kita tentang Hari Penghakiman yang akan datang ketika:

Sungguh, Allah benar-benar kuasa untuk mengembalikannya (hidup setelah mati).Pada hari ditampakkan segala rahasia,maka manusia tidak lagi mempunyai suatu kekuatan dan tidak (pula) ada penolong.

Surat At-Tariq 86: 8-10

Surat At-Tariq memberitahu kita bahwa Allah akan menyelidiki semua pikiran dan perbuatan kita yang memalukan dan kita rahasiakan. Tak ada yang bisa melindungi kita dari ujian penghakiman-Nya. Surat Al-Adiyat (Surat 100 – Sang Pemburu yang Berlari Kencang) pun menggambarkan hari yang sama ketika:

sungguh, manusia itu sangat ingkar, (tidak bersyukur) kepada Tuhannyadan sesungguhnya dia (manusia) menyaksikan (mengakui) keingkarannya,dan sesungguhnya cintanya kepada harta benar-benar berlebihanMaka tidakkah dia mengetahui apabila apa yang di dalam kubur dikeluarkan,dan apa yang tersimpan di dalam dada dilahirkan?sungguh, Tuhan mereka pada hari itu Mahateliti terhadap keadaan mereka.

Surat Al-Adiyat 100: 6-11

Surat Al-Adiyat memperingatkan bahwa rahasia hidup kita yang memalukan sekalipun, yang selama ini kita tutup rapat-rapat, akan diumumkan karena Allah sangat mengenal apa yang kita lakukan.

Kita dapat menghindari pemikiran tentang Hari yang akan datang ini dan berharap bahwa kita bisa melewatinya. Namun Surat At-Tariq dan Al-Adiyat memiliki peringatan yang sangat jelas tentang Hari itu.

Apakah tidak lebih baik kalau kita mempersiapkannya? Namun bagaimana caranya?

Nabi Isa AlMasih AS datang bagi kita yang berusaha mempersiapkan diri untuk Hari itu. Dia berkata dalam Injil:

Sebab sama seperti Bapa membangkitkan orang-orang mati dan menghidupkannya, demikian juga Anak menghidupkan barangsiapa yang dikehendaki-Nya.
Bapa tidak menghakimi siapapun, melainkan telah menyerahkan penghakiman itu seluruhnya kepada Anak,
supaya semua orang menghormati Anak sama seperti mereka menghormati Bapa. Barangsiapa tidak menghormati Anak, ia juga tidak menghormati Bapa, yang mengutus Dia.
Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya barangsiapa mendengar perkataan-Ku dan percaya kepada Dia yang mengutus Aku, ia mempunyai hidup yang kekal dan tidak turut dihukum, sebab ia sudah pindah dari dalam maut ke dalam hidup.
Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya saatnya akan tiba dan sudah tiba, bahwa orang-orang mati akan mendengar suara Anak Allah, dan mereka yang mendengarnya, akan hidup.
Sebab sama seperti Bapa mempunyai hidup dalam diri-Nya sendiri, demikian juga diberikan-Nya Anak mempunyai hidup dalam diri-Nya sendiri. Dan Ia telah memberikan kuasa kepada-Nya untuk menghakimi, karena Ia adalah Anak Manusia.

Yahya 5: 21-27

Nabi Isa AlMasih AS mengklaim wewenang yang agung – bahkan wewenang untuk mengawasi Hari Penghakiman. Hal ini terbukti dalam bagaimana Taurat Nabi Musa menubuatkan wewenangnya dari Penciptaan dunia dalam enam hari. Penulis Zabur dan nabi-nabi berikutnya menubuatkan rincian tentang kedatangannya. Hal ini membuktikan bahwa ia telah diberi wewenang ini oleh Allah. Apa yang dimaksud oleh Nabi Isa dengan, “Barangsiapa yang mendengar firman-ku dan percaya bahwa Dia yang mengutus aku, memiliki hidup yang kekal dan tidak akan dihukum”? Kita bisa melihatnya di sini.

HARI PENGHAKIMAN: AL-HUMAZAH & SANG MASIH

Surah Al-Humazah (Surah 104 – Sang Pedagang) memperingatkan kita tentang Hari Penghakiman dengan cara ini:

Celakalah bagi setiap pengumpat dan pencela,yang mengumpulkan harta dan menghitung-hitungnyadia (manusia) mengira bahwa hartanya itu dapat mengekalkannyaSekali-kali tidak! Pasti dia akan dilemparkan ke dalam (neraka) Hu¯amah.Dan tahukah kamu apakah (neraka) Hu¯amah itu?(Yaitu) api (azab) Allah yang dinyalakan,

Al-Humazah 104: 1-6

Surah Al-Humazah menyampaikan bahwa Api murka Allah menanti kita, terutama jika kita telah berbuat serakah dan berbicara buruk tentang orang lain. Bagi mereka yang terus bermurah hati kepada semua orang yang meminta bantuan, yang tidak pernah merasa iri hati terhadap harta yang dimiliki oleh orang kaya, yang tidak pernah membicarakan keburukan orang lain, dan tidak pernah memperdebatkan uang dengan orang lain, mungkin dapat memiliki pengharapan bahwa mereka tidak akan hancur lebur karena murka Allah pada Hari itu.

Namun bagaimana dengan kita semua?

Nabi Isa AlMasih AS datang secara khusus bagi mereka yang takut terhadap murka Allah yang akan menimpa mereka. Seperti yang dia katakan dalam Injil:

Ia datang pada waktu malam kepada Yesus dan berkata: “Rabi, kami tahu, bahwa Engkau datang sebagai guru yang diutus Allah; sebab tidak ada seorangpun yang dapat mengadakan tanda-tanda yang Engkau adakan itu, jika Allah tidak menyertainya.”
Yesus menjawab, kata-Nya: “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya jika seorang tidak dilahirkan kembali, ia tidak dapat melihat Kerajaan Allah.”
Kata Nikodemus kepada-Nya: “Bagaimanakah mungkin seorang dilahirkan, kalau ia sudah tua? Dapatkah ia masuk kembali ke dalam rahim ibunya dan dilahirkan lagi?”
Jawab Yesus: “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya jika seorang tidak dilahirkan dari air dan Roh, ia tidak dapat masuk ke dalam Kerajaan Allah.
Apa yang dilahirkan dari daging, adalah daging, dan apa yang dilahirkan dari Roh, adalah roh.
Janganlah engkau heran, karena Aku berkata kepadamu: Kamu harus dilahirkan kembali.
Angin bertiup ke mana ia mau, dan engkau mendengar bunyinya, tetapi engkau tidak tahu dari mana ia datang atau ke mana ia pergi. Demikianlah halnya dengan tiap-tiap orang yang lahir dari Roh.”
Nikodemus menjawab, katanya: “Bagaimanakah mungkin hal itu terjadi?”
Jawab Yesus: “Engkau adalah pengajar Israel, dan engkau tidak mengerti hal-hal itu?
Aku berkata kepadamu, sesungguhnya kami berkata-kata tentang apa yang kami ketahui dan kami bersaksi tentang apa yang kami lihat, tetapi kamu tidak menerima kesaksian kami.
Kamu tidak percaya, waktu Aku berkata-kata dengan kamu tentang hal-hal duniawi, bagaimana kamu akan percaya, kalau Aku berkata-kata dengan kamu tentang hal-hal sorgawi?
Tidak ada seorangpun yang telah naik ke sorga, selain dari pada Dia yang telah turun dari sorga, yaitu Anak Manusia.
Dan sama seperti Musa meninggikan ular di padang gurun, demikian juga Anak Manusia harus ditinggikan,
supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya beroleh hidup yang kekal.
Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal.
Sebab Allah mengutus Anak-Nya ke dalam dunia bukan untuk menghakimi dunia, melainkan untuk menyelamatkannya oleh Dia.
Barangsiapa percaya kepada-Nya, ia tidak akan dihukum; barangsiapa tidak percaya, ia telah berada di bawah hukuman, sebab ia tidak percaya dalam nama Anak Tunggal Allah.
Dan inilah hukuman itu: Terang telah datang ke dalam dunia, tetapi manusia lebih menyukai kegelapan dari pada terang, sebab perbuatan-perbuatan mereka jahat.
Sebab barangsiapa berbuat jahat, membenci terang dan tidak datang kepada terang itu, supaya perbuatan-perbuatannya yang jahat itu tidak nampak;
tetapi barangsiapa melakukan yang benar, ia datang kepada terang, supaya menjadi nyata, bahwa perbuatan-perbuatannya dilakukan dalam Allah.”

Yahya 3: 13-21

Isa AlMasih AS mengklaim wewenang yang agung – ia bahkan mengklaim bahwa ia ‘datang dari surga’. Dalam sebuah percakapan dengan seorang Samaria (dijelaskan secara lebih rinci di sini), Sang Nabi mengklaim dirinya sebagai ‘air hidup’.

Jawab Yesus kepadanya: “Jikalau engkau tahu tentang karunia Allah dan siapakah Dia yang berkata kepadamu: Berilah Aku minum! niscaya engkau telah meminta kepada-Nya dan Ia telah memberikan kepadamu air hidup.”
Kata perempuan itu kepada-Nya: “Tuhan, Engkau tidak punya timba dan sumur ini amat dalam; dari manakah Engkau memperoleh air hidup itu?
Adakah Engkau lebih besar dari pada bapa kami Yakub, yang memberikan sumur ini kepada kami dan yang telah minum sendiri dari dalamnya, ia serta anak-anaknya dan ternaknya?”
Jawab Yesus kepadanya: “Barangsiapa minum air ini, ia akan haus lagi, tetapi barangsiapa minum air yang akan Kuberikan kepadanya, ia tidak akan haus untuk selama-lamanya. Sebaliknya air yang akan Kuberikan kepadanya, akan menjadi mata air di dalam dirinya, yang terus-menerus memancar sampai kepada hidup yang kekal.”

Yahya 4: 10-14

Wewenangnya atas klaim-klaim ini terbukti dalam bagaimana Taurat Nabi Musa menubuatkan wewenangnya dari Penciptaan dunia dalam enam hari. Kemudian Zabur dan nabi-nabi berikutnya menubuatkan seluk-beluk kedatangannya, yang menunjukkan bahwa kedatangannya direncanakan dari surga. Namun apa yang dimaksud nabi tersebut ketika dia berkata bahwa dia ‘harus ditinggikan’ sehingga ‘setiap orang yang percaya kepadanya dapat memiliki hidup kekal’? Hal itu dijelaskan di sini.