Hari 3 & 4 – Isa Al-Masih meramalkan masa depan dan kedatangannya kembali

Apa kesamaan pohon ara dengan bintang? Keduanya merupakan tanda-tanda akan datangnya peristiwa besar dan diberikan sebagai peringatan-peringatan bagi yang tidak siap. Surah At-Tin dimulai dengan:

Demi (buah) Tin dan (buah) Zaitun,

Surat At-Tin95: 1

Menandakan kedatangan

Sungguh, Kami telah menciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik-baiknya,kemudian Kami kembalikan dia ke tempat yang serendah-rendahnya

Surat At-Tin95: 4-5

Surat al-Mursalat (Para Utusan), Surah at-Takwir (Yang Menggulingkan), dan Surah al-Infitar (Membelah) berulang kali menyatakan bintang-bintang akan redup, dan ini menandakan kedatangan sesuatu yang menakjubkan:

Maka apabila bintang-bintang dihapuskan,dan apabila langit terbelahdan apabila gunung-gunung dihancurkan menjadi debu,

Surat al-Mursalat77: 8-10

 Apabila matahari digulung,dan apabila bintang-bintang berjatuhan,dan apabila gunung-gunung dihancurkan()

Surat at-Takwir81: 1-3

 Apabila langit terbelah,dan apabila bintang-bintang jatuh berserakan,dan apabila lautan dijadikan meluap,

Surat al-Infitar82: 1-3

Apa artinya ini? Nabi Isa Al-Masih (AS) menjelaskan dalam minggu terakhirnya. Pertama, sebuah ulasan singkat.

Setelah memasuki Yerusalem pada hari Minggu tanggal 9 Nisan menurut nabi Daniel dan Zakharia, dan kemudian memasuki Rumah Suci pada hari Senin tanggal 10 Nisan sesuai dengan peraturan Nabi Musa (AS) di Taurat untuk dipilih sebagai domba Allah, Nabi Isa Al-Masih (AS) ditolak oleh para pemimpin Yahudi. Bahkan, ketika dia sedang membersihkan Rumah Suci, mereka mulai merencanakan bagaimana cara membunuhnya. Injil mencatat apa yang nabi Isa Al-Masih lakukan selanjutnya:

Mengutuk Pohon Ara

17 Setelah mengatakan hal itu Isa meninggalkan mereka,(para pemimpin Yahudi di Rumah Suci pada hari Senin Hari 2, tanggal 10 Nisan) lalu pergi menuju ke Baitani untuk bermalam di sana.

18 Esok paginya (Selasa 11 Nisan, Hari 3), ketika Isa hendak kembali ke Kota Yerusalem, Ia merasa lapar.

19 Dilihat-Nya sebatang pohon ara di tepi jalan, lalu didekati-Nya pohon itu. Ternyata Ia tidak mendapati apa pun, selain dedaunan. Lalu, sabda-Nya kepada pohon itu, “Jangan berbuah lagi sampai selama-lamanya.” Seketika itu juga keringlah pohon itu.

(Matius 21: 17-19)

Banyak yang bertanya-tanya mengapa Isa Al-Masih berbicara dan melayukan pohon ara. Injil tidak secara langsung menjelaskan, tetapi para nabi sebelumnya dapat membantu kita memahami. Para nabi ini, ketika peringatan akan datangnya hukuman akan sering menggunakan gambaran pohon ara yang layu. Perhatikan bagaimana gambar pohon ara yang layu digunakan oleh para nabi sebelumnya dalam peringatan mereka:

12 Pohon anggur layu,
pohon ara merana.
Pohon delima, juga pohon kurma dan pohon apel—
semua pohon di padang layu.
Sungguh, kegirangan layu
dari antara bani Adam.

(Yo’el 1: 12)

9 “Aku mengazab kamu dengan kelayuan tanaman dan penyakit gandum.
Tamanmu yang banyak, kebun-kebun anggurmu, pohon-pohon aramu,
dan pohon-pohon zaitunmu dimakan habis oleh belalang pengerat.
Namun, kamu tidak juga kembali kepada-Ku,”
demikianlah firman Allah.

(Amos 4: 9)

19 Masih adakah benih dalam lumbung? Sampai sekarang pohon anggur, pohon ara, pohon delima, dan pohon zaitun belum memberi hasil.
Namun, mulai hari ini Aku akan memberi berkah.’”

(Hagai 2: 19)

4 *Semua penguasa langit akan hancur lumat,
dan langit akan digulung seperti gulungan kitab.
Semua tentara mereka akan luruh
seperti daun luruh dari pohon anggur,
seperti daun luruh dari pohon ara.

(Yesaya 34: 4)

13 “Aku akan menghabisi mereka sama sekali,”
demikianlah firman Allah.
“Tidak ada lagi buah pada pohon anggur.
Tidak ada lagi buah pada pohon ara, dedaunan akan luruh.
Apa yang Kukaruniakan kepada mereka
akan lenyap.”

(Yeremia 8: 13)

Nabi Hosea (AS) melangkah lebih jauh, menggunakan pohon ara sebagai metafora Israel dan kemudian mengucapkan kutukan:

10 *“Dahulu Kudapati Israil
seperti buah anggur di padang belantara.
Kulihat nenek moyangmu
seperti buah pertama pohon ara pada permulaan musim.
Akan tetapi, mereka pergi kepada Dewa Baal-Peor,
dan mengkhususkan diri bagi dewa keaiban
sehingga mereka jadi menjijikkan seperti apa yang mereka cintai itu.

11 Kemuliaan Efraim terbang seperti burung
sehingga tidak ada orang yang melahirkan, yang hamil, atau yang mengandung.

12 Sekalipun mereka membesarkan anak-anaknya,
akan Kugugurkan mereka sehingga tidak ada manusia lagi.
Ya, celakalah mereka
ketika Aku menjauhi mereka.

16 Efraim dipukul,
akarnya mengering,
mereka tidak berbuah.
Bahkan sekalipun mereka melahirkan anak,
akan Kumatikan buah kandungan yang mereka kasihi itu.”

17 Tuhanku akan membuang mereka
sebab mereka tidak mendengarkan Dia.
Mereka akan menjadi pengembara di antara bangsa-bangsa.

(Hosea 9: 10-12, 16-17); catatan Ephraim = Israel

Kutukan ini terpenuhi ketika Yerusalem pertama kali dihancurkan pada 586 SM (lihat di sini untuk sejarah orang Yahudi). Ketika nabi Isa Al-Masih melayukan pohon ara, ia secara simbolis meramalkan kehancuran Yerusalem dan pengasingan Yahudi yang akan datang dari tanah itu.

Setelah mengutuk pohon ara, Isa Al-Masih melanjutkan ke Kuil, mengajar orang-orang dan berdebat dengan para pemimpin Yahudi. Dia memberi banyak peringatan tentang Penghakiman Allah. Injil mencatat ajaran-ajaran itu dan semuanya ada di sini.

Nabi Meramalkan Tanda-Tanda Kedatangannya Kembali

Nabi Isa Al-Masih kemudian menyimpulkan dengan nubuat kelam tentang kehancuran Kuil Yahudi di Yerusalem. Pada waktu itu, kuil ini adalah salah satu bangunan paling mengesankan di seluruh Kekaisaran Romawi. Tetapi Injil mencatat bahwa dia melihat kehancurannya. Ini memulai diskusi tentang kedatangannya kembali ke bumi, dan tanda-tanda kedatangannya kembali. Injil mencatat ajarannya

1 Kemudian, Isa keluar dari Bait Allah, lalu pergi. Setelah itu, para pengikut-Nya datang kepada-Nya dan menunjuk ke arah bangunan-bangunan Bait Allah.

2 Sabda Isa kepada mereka, “Kamu lihat semua itu? Sesungguhnya, Aku berkata kepadamu, tidak satu batu pun yang akan tinggal tersusun di atas batu lainnya. Semuanya akan diruntuhkan.”

3 Ketika Isa sedang duduk di Bukit Zaitun, para pengikut-Nya datang kepada-Nya untuk bercakap-cakap sendirian dengan-Nya. Kata mereka, “Katakanlah kepada kami, kapan hal-hal itu akan terjadi dan apa tanda kedatangan Junjungan serta kesudahan zaman ini?”

(Matius 24: 1-3)

Nabi mulai dengan memprediksi kehancuran total Rumah Suci Yahudi. Kita tahu dari sejarah bahwa ini terjadi pada tahun 70 SM. Kemudian pada malam hari [i] dia meninggalkan Rumah Allah dan berada di Bukit Zaitun di luar kota Yerusalem. Sejak hari Yahudi dimulai saat matahari terbenam, sekarang adalah awal dari hari ke-4 dalam minggu itu, Rabu tanggal 12 Nisan, ketika dia menjawab pertanyaan mereka dan mengajarkan tentang akhir zaman dan kedatangannya kembali.

4 Sabda Isa kepada mereka, “Perhatikan, jangan sampai kamu disesatkan orang.

5 Karena banyak orang akan datang dengan nama-Ku dan berkata, ‘Akulah Al-Masih,’ sehingga banyak orang akan mereka sesatkan.

6 Kamu akan mendengar peperangan dan berita-berita tentang peperangan. Namun ingatlah, jangan kamu gelisah. Karena hal-hal itu harus terjadi, tetapi itu belum kesudahannya.

7 Bangsa yang satu akan bangkit melawan bangsa lainnya, dan kerajaan yang satu melawan kerajaan lainnya. Selain itu, akan terjadi kelaparan dan gempa bumi di berbagai tempat,

8 tetapi semua itu barulah permulaan penderitaan.

9 *Pada masa itu kamu akan diserahkan untuk disiksa dan dihukum mati. Karena nama-Ku, kamu akan dibenci oleh semua orang.

10 Banyak orang akan goyah imannya karena apa yang terjadi sehingga mereka akan saling menyerahkan dan saling membenci.

11 Nabi-nabi palsu akan bermunculan dan banyak orang akan mereka sesatkan.

12 Karena kejahatan semakin bertambah, maka kasih kebanyakan orang akan menjadi tawar.

13 *Tetapi, orang yang tetap bertahan sampai kesudahannya akan diselamatkan.

14 Selain itu, Injil Kerajaan akan diberitakan ke seluruh dunia menjadi kesaksian bagi semua suku bangsa, kemudian barulah tiba masa kesudahannya.”

15 *“Sebab itu, apabila kamu melihat Pembinasa Keji berdiri di tempat suci sesuai dengan firman yang telah disampaikan Allah kepada Nabi Daniel—hendaklah para pembaca memperhatikannya—

16 maka pada saat itu, orang-orang yang berada di wilayah Yudea harus melarikan diri ke pegunungan,

17 *orang yang berada di sotoh rumah jangan turun untuk mengambil barang-barang yang ada di rumahnya,

18 dan orang yang berada di ladang jangan pulang untuk mengambil bajunya.

19 Celakalah para ibu yang pada masa itu sedang mengandung dan yang sedang menyusui anaknya!

20 Berdoalah supaya saat kamu melarikan diri itu tidak jatuh pada musim dingin atau pada hari Sabat.

21 *Karena pada waktu itu akan terjadi kesusahan besar yang belum pernah terjadi sejak permulaan dunia sampai sekarang, dan yang tidak akan pernah terjadi lagi.

22 Jika masa itu tidak dipersingkat, maka tidak ada seorang pun yang akan selamat. Tetapi, karena orang-orang pilihan-Nya, maka masa itu akan dipersingkat.

23 Pada masa itu jika ada orang berkata kepadamu, ‘Lihat, Al-Masih ada di sini,’ atau, ‘Lihat, Al-Masih ada di sana,’ jangan kamu percaya.

24 Karena akan datang banyak al-masih dan nabi yang palsu. Mereka akan memberikan tanda-tanda ajaib yang dahsyat serta juga berbagai mukjizat supaya kalau bisa, mereka menyesatkan orang-orang pilihan-Nya juga.

25 Sebab itu, perhatikanlah, Aku sudah lebih dahulu mengatakannya kepadamu.

26 *Jadi, jika ada orang yang berkata kepadamu, ‘Lihatlah, Ia ada di padang belantara,’ jangan kamu ke sana! Atau, ‘Lihatlah, Ia ada di kamar-Nya,’ jangan kamu percaya!

27 Karena sama seperti kilat memancarkan cahayanya dari timur ke barat, demikianlah pula kedatangan Anak Manusia kelak.

28 *Di mana ada bangkai, di situlah burung nasar berkumpul.”

29 *“Segera setelah masa kesusahan itu, matahari akan menjadi gelap, bulan tidak akan bercahaya, bintang-bintang di langit akan berguguran, dan semua kuasa langit akan diguncangkan.

30 *Lalu, akan terlihat tanda Anak Manusia di langit. Semua suku bangsa di bumi ini akan meratap, dan mereka akan melihat Anak Manusia datang di awan-awan dengan kuasa serta kemuliaan-Nya yang besar.

31 Ia akan menyuruh para malaikat-Nya meniup nafiri dengan bunyi yang dahsyat, lalu para malaikat itu akan mengumpulkan orang-orang pilihan-Nya dari keempat penjuru bumi, dari ujung langit yang satu sampai ke ujung langit lainnya.

(Matius 24: 4-31)

Di sini nabi Isa Al-Masih memandang melewati penghancuran Rumah Suci yang akan datang. Dia mengajarkan bahwa periode dari penghancuran Rumah Suci hingga kedatangnnya kembali akan ditandai dengan meningkatnya kejahatan, gempa bumi, kelaparan, perang, dan penganiayaan terhadap para pengikutnya. Meski begitu, ia meramalkan bahwa Injil akan ‘diajarkan di seluruh dunia’ (ayat 14). Ketika dunia mempelajari tentang Al-Masih, akan ada semakin banyak nabi palsu dan klaim palsu tentang dia dan kedatangannya kembali. Tanda sebenarnya dari kedatangannya di tengah-tengah perang, kekacauan, dan kesusahan adalah gangguan yang tak terbantahkan terhadap matahari, bulan, dan bintang-bintang. Entah bagaimana mereka akan menjadi gelap.

Kita bisa melihat bahwa perang, kesusahan dan gempa bumi meningkat – sehingga waktu kedatangannya kembali semakin dekat. Tetapi masih belum ada kekacauan di surga – jadi dia belum kembali. Tapi seberapa dekat kita? Untuk menjawab pertanyaan ini, Isa Al-Masih melanjutkan


32 Kamu dapat menarik pelajaran melalui ibarat tentang pohon ara. Apabila ranting-rantingnya melembut dan bertunas, kamu tahu bahwa musim panas hampir tiba.

33 Begitu juga apabila kamu melihat semua hal itu terjadi, ketahuilah bahwa waktunya sudah dekat, sudah di ambang pintu.

34 Sesungguhnya, Aku berkata kepadamu, semua itu akan terjadi sebelum generasi ini lenyap.

35 Langit dan bumi akan lenyap, tetapi perkataan-Ku tidak akan lenyap.

(Matius 24: 32-35)

Ingat pohon ara, lambang Israel, yang telah ia kutuk dan layu sehari sebelumnya? Ketika Rumah Suci dihancurkan pada tahun 70 M, pelayuan Israel terjadi dan tetap layu selama ribuan tahun. Nabi memberi tahu kita untuk mencari pucuk-pucuk hijau dan dedaunan yang keluar dari pohon ara – dan kemudian kita akan tahu waktunya akan “dekat”. Dalam 70 tahun terakhir kita semua telah menyaksikan ‘pohon ara’ ini mulai menghijau dan menumbuhkan daun lagi. Ini dimulainya kelahiran kembali Israel modern, dan berlanjut ketika orang-orang Yahudi mulai kembali ke Israel, memulai irigasi dan lahan pertanian lagi. Memang benar, ini telah menambah perang, kesusahan dan kesulitan bagi banyak orang di zaman kita, tetapi ini seharusnya tidak mengejutkan kita karena nabi telah memperingatkan tentang hal ini dalam pengajarannya. Dalam banyak hal, masih ada kematian pada ‘pohon’ ini, tetapi daun pohon ara mulai menghijau.

Ini seharusnya membuat kita berhati-hati dan waspada di zaman kita karena Nabi memperingatkan kita dari kelalaian dan keacuhan mengenai kedatangnnya kembali.

36 *Tetapi, mengenai kapan hari dan waktunya, tidak seorang pun yang tahu, malaikat-malaikat yang di surga tidak, Sang Anak pun tidak, hanya Sang Bapa saja.”

37 *“Sama seperti telah terjadi pada zaman Nabi Nuh, demikianlah juga akan terjadi pada saat kedatangan Anak Manusia nanti.

38 Karena pada zaman itu, yakni sebelum air bah melanda, mereka makan, minum, menikah dan menikahkan sampai pada hari Nuh masuk ke dalam bahtera.

39 *Mereka tidak peduli dengan apa yang akan terjadi sampai saatnya air bah itu datang dan membinasakan semuanya. Begitu jugalah halnya dengan kedatangan Anak Manusia nanti.

40 Pada waktu itu jika ada dua orang sedang berada di ladangnya, yang seorang akan diambil dan yang lain akan ditinggalkan.

41 Demikian pula jika ada dua orang perempuan sedang menggiling di penggilingan, yang seorang akan diambil dan yang lain ditinggalkan.

42 Sebab itu, berjaga-jagalah, karena kamu tidak tahu kapan Junjunganmu datang.

43 *Tetapi, ketahuilah juga jika tuan rumah sudah tahu kapan saatnya pencuri akan datang, tentu ia akan berjaga-jaga dan tidak akan membiarkan rumahnya dimasuki.

44 Jadi, kamu harus selalu siap sedia karena Anak Manusia akan datang pada waktu yang tidak kamu sangka.”

45 “Hamba seperti apakah yang akan disebut setia dan bijak, yang dipercaya oleh tuannya untuk mengatur seisi rumahnya serta menyediakan makanan pada waktunya?

46 Berbahagialah hamba yang kedapatan sedang melakukan tugasnya pada waktu tuannya datang.

47 Sesungguhnya, Aku berkata kepadamu, ia akan mempercayakan seluruh harta miliknya kepada hamba itu.

48 Tetapi, jika seorang hamba yang jahat berkata dalam hatinya, ‘Tuanku masih lama baru kembali,’

49 lalu mulai memukuli semua hamba yang lain, dan makan minum dengan para pemabuk,

50 maka tiba-tiba tuannya datang pada hari yang tidak ia sangka-sangka dan pada waktu yang tidak ia ketahui.

51 Kemudian, ia akan disesah oleh tuannya dan ditempatkan bersama-sama dengan orang-orang munafik. Di tempat itu ada ratapan dan kertak gigi.”

(Matius 24: 36-51)

Isa Al-Masih terus mengajarkan dalam Injil tentang kedatangannya kembali dan kaitannya ada di sini.

Ringkasan Hari 3 dan Hari 4

Garis waktu yang diperbarui menunjukkan bagaimana nabi Isa Al-Masih mengutuk pohon ara pada Hari 3 – Selasa – menjelang perdebatan panjang dengan para pemimpin Yahudi. Tindakan ini secara simbolis adalah ramalan Israel. Kemudian, pada hari Rabu, Hari 4, ia menggambarkan tanda-tanda kedatangannya kembali – yang terbesar adalah gelapnya semua benda langit.

Kemudian dia memperingatkan kita semua untuk berhati-hati mengawasi kedatangannya kembali. Karena sekarang kita dapat melihat pohon ara menjadi hijau lagi, kita harus hidup dengan hati-hati dan waspada.

Injil mencatat selanjutnya bagaimana Setan (Iblis) bergerak melawan nabi pada Hari 5, yang kita lihat selanjutnya.

[i] Menggambarkan setiap hari dalam minggu itu, kitab Lukas merangkum bahwa: 37 *Setiap hari Isa mengajar di Bait Allah, sedangkan pada waktu malam Ia keluar dan pergi bermalam di Bukit Zaitun

(Lukas 21: 37)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *