Hari 7 – Istirahat di hari Sabat

Nabi Isa al Masih telah dikhianati dan disalibkan pada hari raya Paskah orang Yahudi, yang sekarang dikenal sebagai Jumat Agung. Paskah dimulai Kamis malam saat matahari terbenam dan berakhir pada hari Jumat saat matahari terbenam – hari ke 6 dalam seminggu. Peristiwa terakhir pada hari itu adalah penguburan nabi yang telah wafat. Injil mencatat bagaimana para wanita yang mengikuti nabi menyaksikan ini.

 

23:55 Dan perempuan-perempuan yang datang bersama-sama dengan Yesus dari Galilea, ikut serta dan mereka melihat kubur itu dan bagaimana mayat-Nya dibaringkan.

23:56 Dan setelah pulang, mereka menyediakan rempah-rempah dan minyak mur. (23-56b) Dan pada hari Sabat mereka beristirahat menurut hukum Taurat

Lukas 23: 55-56

Para wanita ingin mempersiapkan jasad nabi tetapi waktu telah habis dan hari Sabat dimulai saat matahari terbenam Jumat malam. Ini adalah hari ke-7 dalam seminggu dan orang-orang Yahudi tidak diizinkan bekerja pada hari ini. Perintah ini kembali ke kisah penciptaan di Taurat. Allah telah menciptakan segalanya dalam 6 hari. Taurat menyatakan:

2 :1 Demikianlah diselesaikan langit dan bumi dan segala isinya.

2:2 Ketika Allah pada hari ketujuh telah menyelesaikan pekerjaan yang dibuat-Nya itu, berhentilah Ia pada hari ketujuh dari segala pekerjaan yang telah dibuat-Nya itu.

Kejadian 2: 1-2

Jadi para wanita, meskipun mereka ingin mempersiapkan jasadnya, patuh pada Taurat dan beristirahat.

Tetapi para kepala pemuka agama melanjutkan pekerjaan mereka pada hari Sabat. Injil mencatat pertemuan mereka dengan gubernur.

27:62 Keesokan harinya, yaitu sesudah hari persiapan, datanglah imam-imam kepala dan orang-orang Farisi bersama-sama menghadap Pilatus,

27:63 dan mereka berkata: “Tuan, kami ingat, bahwa si penyesat itu sewaktu hidup-Nya berkata: Sesudah tiga hari Aku akan bangkit.

27:64 Karena itu perintahkanlah untuk menjaga kubur itu sampai hari yang ketiga; jikalau tidak, murid-murid-Nya mungkin datang untuk mencuri Dia, lalu mengatakan kepada rakyat: Ia telah bangkit dari antara orang mati, sehingga penyesatan yang terakhir akan lebih buruk akibatnya dari pada yang pertama.”

27:65 Kata Pilatus kepada mereka: “Ini penjaga-penjaga bagimu, pergi dan jagalah kubur itu sebaik-baiknya.”

27:66 Maka pergilah mereka dan dengan bantuan penjaga-penjaga itu mereka memeterai kubur itu dan menjaganya.

Matius27: 62-66

Sehingga pada hari Sabat melihat para kepala pemuka agama bekerja untuk menempatkan pengawal di sekitar jasad di kubur. Jasad Nabi Isa al Masih AS beristirahat dalam kematian sementara para wanita beristirahat dalam ketaatan pada hari Sabat minggu suci itu. Garis waktu menunjukkan bagaimana istirahat mereka hari itu mencerminkan hari ke 7 Penciptaan di mana Taurat mengatakan bahwa Allah beristirahat dari Penciptaan.

https://lh3.googleusercontent.com/M6stwh9IMOzYhc6n006ysVvYAQENP_zd1NNsvcfQDAj0YQLR_YoMqpaUkh5AfCYi9lgZqSEHRNuvvqmig5eKxp0uJxIN9TwndgO-JQqHycqyojg1UnxiK8w3CwZtD4hBhBsZWIad

Istirahat dalam kematian di Sabat untuk Nabi Isa al Masih

Tapi ini hanya istirahat yang tenang sebelum penampilan kekuatan. Surat al-Fajr [89] mengingatkan kita betapa pentingnya Fajar setelah malam yang gelap. Istirahat dari Hari dapat mengungkapkan hal-hal aneh bagi ‘mereka yang mengerti’.

Demi fajar,demi malam yang sepuluhdemi yang genap dan yang ganjil,demi malam apabila berlalu.Adakah pada yang demikian itu terdapat sumpah (yang dapat diterima) bagi orang-orang yang berakal?

Surat al-Fajr89: 1-5

Keesokan harinya kemenangan menakjubkan terjadi seperti yang kita lihat di sini.

Kita lihat apa yang diungkapkan oleh istirahat siang hari berikutnya.

Hari 6 – Isa al Masih dan Jumat Agung

Surat ke-62 (Al-Jumu’ah) memberi tahu kita bahwa hari sholat berjamah yang utama untuk umat Islam adalah hari Jumat. Tetapi Surah al-Jumu’ah pertama-tama memberikan tantangan – yang diterima Nabi Isa AS dalam perannya sebagai Masih. Al-Jumu’ah, tepat sebelum menetapkan hari shalat menjadi hari Jumat, menyatakan:

Katakanlah (Muhammad), “Wahai orang-orang Yahudi! Jika kamu mengira bahwa kamulah kekasih Allah, bukan orang-orang yang lain, maka harapkanlah kematianmu, jika kamu orang yang benar.”Dan mereka tidak akan mengharapkan kematian itu selamanya disebabkan kejahatan yang telah mereka perbuat dengan tangan mereka sendiri. Dan Allah Maha Mengetahui orang-orang yang zhalim.

Surat 62 al-Jumu’ah: 6-7

Ayat-ayat dalam Surat al-Jumu’ah ini berarti bahwa jika kita adalah sahabat Allah yang sejati maka kita tidak akan takut mati. Tetapi karena mereka (dan kita) memiliki keraguan tentang seberapa baik amal perbuatan kita, kita menghindari kematian dengan segala cara. Tetapi pada hari Jumat ini, Hari 6 dari minggu terakhirnya, sebagai seorang Yahudi, Isa al Masih menghadapi ujian yang tepat ini – dan ia melakukannya dengan memulai dengan doa. Sebagaimana Injil menjelaskan tentang nabi:


26:37 Dan Ia membawa Petrus dan kedua anak Zebedeus serta-Nya. Maka mulailah Ia merasa sedih dan gentar,

26:38 lalu kata-Nya kepada mereka: “Hati-Ku sangat sedih, seperti mau mati rasanya. Tinggallah di sini dan berjaga-jagalah dengan Aku.”

26:39 Maka Ia maju sedikit, lalu sujud dan berdoa, kata-Nya: “Ya Bapa-Ku, jikalau sekiranya mungkin, biarlah cawan ini lalu dari pada-Ku, tetapi janganlah seperti yang Kukehendaki, melainkan seperti yang Engkau kehendaki.”

Matius26: 37-39

Sebelum kita melanjutkan kejadian-kejadian di Jumat ini, kita akan meninjau kembali kejadian-kejadian yang membawa ke doa Jumat ini. Musuh yang kita akui, Setan, telah memasuki Yudas pada Hari 5 untuk mengkhianati nabi Isa al Masih AS. Malam berikutnya pada Hari 6 nabi berbagi jamuan makan malam terakhirnya dengan teman-temannya (juga disebut murid-muridnya). Pada jamuan itu dia menjelaskan dengan teladan dan mengajar bagaimana kita harus saling mengasihi dan tentang kasih Allah yang besar bagi kita. Bagaimana tepatnya dia melakukan ini dijelaskan di sini dari Injil. Kemudian dia berdoa untuk semua orang-orang yang beriman – yang Anda dapat  baca di sini.

Injil menggambarkan apa yang terjadi selanjutnya setelah doa Jumat:

Penangkapan di Kebun

18:1 Setelah Yesus mengatakan semuanya itu keluarlah Ia dari situ bersama-sama dengan murid-murid-Nya dan mereka pergi ke seberang sungai Kidron. Di situ ada suatu taman dan Ia masuk ke taman itu bersama-sama dengan murid-murid-Nya.

18:2 Yudas, yang mengkhianati Yesus, tahu juga tempat itu, karena Yesus sering berkumpul di situ dengan murid-murid-Nya.

18:3 Maka datanglah Yudas juga ke situ dengan sepasukan prajurit dan penjaga-penjaga Bait Allah yang disuruh oleh imam-imam kepala dan orang-orang Farisi lengkap dengan lentera, suluh dan senjata.

18:4 Maka Yesus, yang tahu semua yang akan menimpa diri-Nya, maju ke depan dan berkata kepada mereka: “Siapakah yang kamu cari?”

18:5 Jawab mereka: “Yesus dari Nazaret.” Kata-Nya kepada mereka: “Akulah Dia.” Yudas yang mengkhianati Dia berdiri juga di situ bersama-sama mereka.

18:6 Ketika Ia berkata kepada mereka: “Akulah Dia,” mundurlah mereka dan jatuh ke tanah.

18:7 Maka Ia bertanya pula: “Siapakah yang kamu cari?” Kata mereka: “Yesus dari Nazaret.”

18:8 Jawab Yesus: “Telah Kukatakan kepadamu, Akulah Dia. Jika Aku yang kamu cari, biarkanlah mereka ini pergi.”

18:9 Demikian hendaknya supaya genaplah firman yang telah dikatakan-Nya: “Dari mereka yang Engkau serahkan kepada-Ku, tidak seorangpun yang Kubiarkan binasa.”

18:10 Lalu Simon Petrus, yang membawa pedang, menghunus pedang itu, menetakkannya kepada hamba Imam Besar dan memutuskan telinga kanannya. Nama hamba itu Malkhus.

18:11 Kata Yesus kepada Petrus: “Sarungkan pedangmu itu; bukankah Aku harus minum cawan yang diberikan Bapa kepada-Ku?”

18:12 Maka pasukan prajurit serta perwiranya dan penjaga-penjaga yang disuruh orang Yahudi itu menangkap Yesus dan membelenggu Dia.

18:13 Lalu mereka membawa-Nya mula-mula kepada Hanas, karena Hanas adalah mertua Kayafas, yang pada tahun itu menjadi Imam Besar;

Yohanes 18: 1-13

Nabi pergi ke taman di luar Yerusalem untuk berdoa. Di sana Yudas membawa tentara untuk menangkapnya. Jika kita menghadapi penangkapan, kita mungkin mencoba untuk melawan, lari atau bersembunyi. Tetapi nabi Isa al Masih AS tidak melawan atau lari. Dia dengan jelas mengakui bahwa dia memang nabi yang mereka cari. Pengakuannya yang jelas (“Saya adalah dia”) mengejutkan para prajurit dan rekan-rekannya melarikan diri. Nabi tunduk untuk ditangkap dan dibawa ke rumah Hanas untuk diinterogasi.

Interogasi Pertama

Injil mencatat bagaimana nabi diinterogasi di sana:


18:19 Maka mulailah Imam Besar menanyai Yesus tentang murid-murid-Nya dan tentang ajaran-Nya.

18:20 Jawab Yesus kepadanya: “Aku berbicara terus terang kepada dunia: Aku selalu mengajar di rumah-rumah ibadat dan di Bait Allah, tempat semua orang Yahudi berkumpul; Aku tidak pernah berbicara sembunyi-sembunyi.

18:21 Mengapakah engkau menanyai Aku? Tanyailah mereka, yang telah mendengar apa yang Kukatakan kepada mereka; sungguh, mereka tahu apa yang telah Kukatakan.”

18:22 Ketika Ia mengatakan hal itu, seorang penjaga yang berdiri di situ, menampar muka-Nya sambil berkata: “Begitukah jawab-Mu kepada Imam Besar?”

18:23 Jawab Yesus kepadanya: “Jikalau kata-Ku itu salah, tunjukkanlah salahnya, tetapi jikalau kata-Ku itu benar, mengapakah engkau menampar Aku?”

18:24 Maka Hanas mengirim Dia terbelenggu kepada Kayafas, Imam Besar itu.

Yohanes 18: 19-24

Nabi Isa al Masih AS dikirim dari mantan imam besar ke imam besar tahun itu untuk interogasi kedua.

Interogasi Kedua

Di sana dia akan diinterogasi di hadapan semua pemimpin. Injil mencatat interogasi lebih 

lanjut ini:


14:53 Kemudian Yesus dibawa menghadap Imam Besar. Lalu semua imam kepala, tua-tua dan ahli Taurat berkumpul di situ.

14:54 Dan Petrus mengikuti Dia dari jauh, sampai ke dalam halaman Imam Besar, dan di sana ia duduk di antara pengawal-pengawal sambil berdiang dekat api.

14:55 Imam-imam kepala, malah seluruh Mahkamah Agama mencari kesaksian terhadap Yesus supaya Ia dapat dihukum mati, tetapi mereka tidak memperolehnya.

14:56 Banyak juga orang yang mengucapkan kesaksian palsu terhadap Dia, tetapi kesaksian-kesaksian itu tidak sesuai yang satu dengan yang lain.

14:57 Lalu beberapa orang naik saksi melawan Dia dengan tuduhan palsu ini:

14:58 “Kami sudah mendengar orang ini berkata: Aku akan merubuhkan Bait Suci buatan tangan manusia ini dan dalam tiga hari akan Kudirikan yang lain, yang bukan buatan tangan manusia.”

14:59 Dalam hal inipun kesaksian mereka tidak sesuai yang satu dengan yang lain.

14:60 Maka Imam Besar bangkit berdiri di tengah-tengah sidang dan bertanya kepada Yesus, katanya: “Tidakkah Engkau memberi jawab atas tuduhan-tuduhan saksi-saksi ini terhadap Engkau?”

14:61 Tetapi Ia tetap diam dan tidak menjawab apa-apa. Imam Besar itu bertanya kepada-Nya sekali lagi, katanya: “Apakah Engkau Mesias, Anak dari Yang Terpuji?”

14:62 Jawab Yesus: “Akulah Dia, dan kamu akan melihat Anak Manusia duduk di sebelah kanan Yang Mahakuasa dan datang di tengah-tengah awan-awan di langit.”

14:63 Maka Imam Besar itu mengoyakkan pakaiannya dan berkata: “Untuk apa kita perlu saksi lagi?

14:64 Kamu sudah mendengar hujat-Nya terhadap Allah. Bagaimana pendapat kamu?” Lalu dengan suara bulat mereka memutuskan, bahwa Dia harus dihukum mati.

14:65 Lalu mulailah beberapa orang meludahi Dia dan menutupi muka-Nya dan meninju-Nya sambil berkata kepada-Nya: “Hai nabi, cobalah terka!” Malah para pengawalpun memukul Dia.

Markus 14: 53-65

Para pemimpin Yahudi mengutuk Nabi Isa al Masih sampai mati. Tetapi karena Yerusalem diperintah oleh Romawi, eksekusi hanya dapat disetujui oleh Gubernur Romawi. Maka mereka membawa nabi itu kepada Gubernur Romawi Pontius Pilatus. Injil juga mencatat apa yang terjadi pada saat yang bersamaan dengan Yudas Iskariot, orang yang telah mengkhianatinya.

Apa yang terjadi pada pengkhianat Yudas?

7:1 Ketika hari mulai siang, semua imam kepala dan tua-tua bangsa Yahudi berkumpul dan mengambil keputusan untuk membunuh Yesus.

27:2 Mereka membelenggu Dia, lalu membawa-Nya dan menyerahkan-Nya kepada Pilatus, wali negeri itu.

27:3 Pada waktu Yudas, yang menyerahkan Dia, melihat, bahwa Yesus telah dijatuhi hukuman mati, menyesallah ia. Lalu ia mengembalikan uang yang tiga puluh perak itu kepada imam-imam kepala dan tua-tua,

27:4 dan berkata: “Aku telah berdosa karena menyerahkan darah orang yang tak bersalah.” Tetapi jawab mereka: “Apa urusan kami dengan itu? Itu urusanmu sendiri!”

27:5 Maka iapun melemparkan uang perak itu ke dalam Bait Suci, lalu pergi dari situ dan menggantung diri.

27:6 Imam-imam kepala mengambil uang perak itu dan berkata: “Tidak diperbolehkan memasukkan uang ini ke dalam peti persembahan, sebab ini uang darah.”

27:7 Sesudah berunding mereka membeli dengan uang itu tanah yang disebut Tanah Tukang Periuk untuk dijadikan tempat pekuburan orang asing.

27:8 Itulah sebabnya tanah itu sampai pada hari ini disebut Tanah Darah.

Matius27: 1-8

Isa al Masih diinterogasi oleh Gubernur Romawi


27:11 Lalu Yesus dihadapkan kepada wali negeri. Dan wali negeri bertanya kepada-Nya: “Engkaukah raja orang Yahudi?” Jawab Yesus: “Engkau sendiri mengatakannya.”

27:12 Tetapi atas tuduhan yang diajukan imam-imam kepala dan tua-tua terhadap Dia, Ia tidak memberi jawab apapun.

27:13 Maka kata Pilatus kepada-Nya: “Tidakkah Engkau dengar betapa banyaknya tuduhan saksi-saksi ini terhadap Engkau?”

27:14 Tetapi Ia tidak menjawab suatu katapun, sehingga wali negeri itu sangat heran.

27:15 Telah menjadi kebiasaan bagi wali negeri untuk membebaskan satu orang hukuman pada tiap-tiap hari raya itu atas pilihan orang banyak.

27:16 Dan pada waktu itu ada dalam penjara seorang yang terkenal kejahatannya yang bernama Yesus Barabas.

27:17 Karena mereka sudah berkumpul di sana, Pilatus berkata kepada mereka: “Siapa yang kamu kehendaki kubebaskan bagimu, Yesus Barabas atau Yesus, yang disebut Kristus?”

27:18 Ia memang mengetahui, bahwa mereka telah menyerahkan Yesus karena dengki.

27:19 Ketika Pilatus sedang duduk di kursi pengadilan, isterinya mengirim pesan kepadanya: “Jangan engkau mencampuri perkara orang benar itu, sebab karena Dia aku sangat menderita dalam mimpi tadi malam.”

27:20 Tetapi oleh hasutan imam-imam kepala dan tua-tua, orang banyak bertekad untuk meminta supaya Barabas dibebaskan dan Yesus dihukum mati.

27:21 Wali negeri menjawab dan berkata kepada mereka: “Siapa di antara kedua orang itu yang kamu kehendaki kubebaskan bagimu?” Kata mereka: “Barabas.”

27:22 Kata Pilatus kepada mereka: “Jika begitu, apakah yang harus kuperbuat dengan Yesus, yang disebut Kristus?” Mereka semua berseru: “Ia harus disalibkan!”

27:23 Katanya: “Tetapi kejahatan apakah yang telah dilakukan-Nya?” Namun mereka makin keras berteriak: “Ia harus disalibkan!”

27:24 Ketika Pilatus melihat bahwa segala usaha akan sia-sia, malah sudah mulai timbul kekacauan, ia mengambil air dan membasuh tangannya di hadapan orang banyak dan berkata: “Aku tidak bersalah terhadap darah orang ini; itu urusan kamu sendiri!”

27:25 Dan seluruh rakyat itu menjawab: “Biarlah darah-Nya ditanggungkan atas kami dan atas anak-anak kami!”

27:26 Lalu ia membebaskan Barabas bagi mereka, tetapi Yesus disesahnya lalu diserahkannya untuk disalibkan.

Matius27: 11-26

Penyaliban, Kematian & Pemakaman Nabi Isa al Masih

Injil kemudian mencatat dengan sangat rinci bagaimana Nabi Isa al Masih disalibkan. Ini kisahnya:


27:27 Kemudian serdadu-serdadu wali negeri membawa Yesus ke gedung pengadilan, lalu memanggil seluruh pasukan berkumpul sekeliling Yesus.

27:28 Mereka menanggalkan pakaian-Nya dan mengenakan jubah ungu kepada-Nya.

27:29 Mereka menganyam sebuah mahkota duri dan menaruhnya di atas kepala-Nya, lalu memberikan Dia sebatang buluh di tangan kanan-Nya. Kemudian mereka berlutut di hadapan-Nya dan mengolok-olokkan Dia, katanya: “Salam, hai Raja orang Yahudi!”

27:30 Mereka meludahi-Nya dan mengambil buluh itu dan memukulkannya ke kepala-Nya.

27:31 Sesudah mengolok-olokkan Dia mereka menanggalkan jubah itu dari pada-Nya dan mengenakan pula pakaian-Nya kepada-Nya. Kemudian mereka membawa Dia ke luar untuk disalibkan.

27:32 Ketika mereka berjalan ke luar kota, mereka berjumpa dengan seorang dari Kirene yang bernama Simon. Orang itu mereka paksa untuk memikul salib Yesus.

27:33 Maka sampailah mereka di suatu tempat yang bernama Golgota, artinya: Tempat Tengkorak.

27:34 Lalu mereka memberi Dia minum anggur bercampur empedu. Setelah Ia mengecapnya, Ia tidak mau meminumnya.

27:35 Sesudah menyalibkan Dia mereka membagi-bagi pakaian-Nya dengan membuang undi.

27:36 Lalu mereka duduk di situ menjaga Dia.

27:37 Dan di atas kepala-Nya terpasang tulisan yang menyebut alasan mengapa Ia dihukum: “Inilah Yesus Raja orang Yahudi.”

27:38 Bersama dengan Dia disalibkan dua orang penyamun, seorang di sebelah kanan dan seorang di sebelah kiri-Nya.

27:39 Orang-orang yang lewat di sana menghujat Dia dan sambil menggelengkan kepala,

27:40 mereka berkata: “Hai Engkau yang mau merubuhkan Bait Suci dan mau membangunnya kembali dalam tiga hari, selamatkanlah diri-Mu jikalau Engkau Anak Allah, turunlah dari salib itu!”

27:41 Demikian juga imam-imam kepala bersama-sama ahli-ahli Taurat dan tua-tua mengolok-olokkan Dia dan mereka berkata:

27:42 “Orang lain Ia selamatkan, tetapi diri-Nya sendiri tidak dapat Ia selamatkan! Ia Raja Israel? Baiklah Ia turun dari salib itu dan kami akan percaya kepada-Nya.

27:43 Ia menaruh harapan-Nya pada Allah: baiklah Allah menyelamatkan Dia, jikalau Allah berkenan kepada-Nya! Karena Ia telah berkata: Aku adalah Anak Allah.”

27:44 Bahkan penyamun-penyamun yang disalibkan bersama-sama dengan Dia mencela-Nya demikian juga.

27:45 Mulai dari jam dua belas kegelapan meliputi seluruh daerah itu sampai jam tiga.

27:46 Kira-kira jam tiga berserulah Yesus dengan suara nyaring: “Eli, Eli, lama sabakhtani?” Artinya: Allah-Ku, Allah-Ku, mengapa Engkau meninggalkan Aku?

27:47 Mendengar itu, beberapa orang yang berdiri di situ berkata: “Ia memanggil Elia.”

27:48 Dan segeralah datang seorang dari mereka; ia mengambil bunga karang, mencelupkannya ke dalam anggur asam, lalu mencucukkannya pada sebatang buluh dan memberi Yesus minum.

27:49 Tetapi orang-orang lain berkata: “Jangan, baiklah kita lihat, apakah Elia datang untuk menyelamatkan Dia.”

27:50 Yesus berseru pula dengan suara nyaring lalu menyerahkan nyawa-Nya.

27:51 Dan lihatlah, tabir Bait Suci terbelah dua dari atas sampai ke bawah dan terjadilah gempa bumi, dan bukit-bukit batu terbelah,

27:52 dan kuburan-kuburan terbuka dan banyak orang kudus yang telah meninggal bangkit.

27:53 Dan sesudah kebangkitan Yesus, merekapun keluar dari kubur, lalu masuk ke kota kudus dan menampakkan diri kepada banyak orang.

27:54 Kepala pasukan dan prajurit-prajuritnya yang menjaga Yesus menjadi sangat takut ketika mereka melihat gempa bumi dan apa yang telah terjadi, lalu berkata: “Sungguh, Ia ini adalah Anak Allah.”

27:55 Dan ada di situ banyak perempuan yang melihat dari jauh, yaitu perempuan-perempuan yang mengikuti Yesus dari Galilea untuk melayani Dia.

27:56 Di antara mereka terdapat Maria Magdalena, dan Maria ibu Yakobus dan Yusuf, dan ibu anak-anak Zebedeus.

Matius27: 27-56

Injil menggambarkan bumi bergetar, batu terbelah, dan kuburan terbuka pada saat kematian nabi dengan gambaran yang sama seperti Surah Az-Zalzalah [99]

Apabila bumi diguncangkan dengan guncangan yang dahsyat,dan bumi telah mengeluarkan beban-beban berat (yang dikandung)nyaDan manusia bertanya, “Apa yang terjadi pada bumi ini?”Pada hari itu bumi menyampaikan beritanya,karena sesungguhnya Tuhanmu telah memerintahkan (yang sedemikian itu) padanya.Pada hari itu manusia keluar dari kuburnya dalam keadaan berkelompok-kelompok, untuk diperlihatkan kepada mereka (balasan) semua perbuatannya.

Surat Al-Zalzalah 99: 1-6

Surat Al-Zalzalah mengantisipasi tentang Hari Pembalasan. Rincian kematian Isa al Masih yang berhubungan dengan Al-Zalzalah adalah sebagai Tanda bahwa kematiannya adalah pembayaran yang diperlukan untuk Hari Kedatangan itu.

‘Tusukan’ di sisinya

Injil Yohanes mencatat detail yang menarik dalam penyaliban. Dinyatakan:


19:31 Karena hari itu hari persiapan dan supaya pada hari Sabat mayat-mayat itu tidak tinggal tergantung pada kayu salib–sebab Sabat itu adalah hari yang besar–maka datanglah orang-orang Yahudi kepada Pilatus dan meminta kepadanya supaya kaki orang-orang itu dipatahkan dan mayat-mayatnya diturunkan.

19:32 Maka datanglah prajurit-prajurit lalu mematahkan kaki orang yang pertama dan kaki orang yang lain yang disalibkan bersama-sama dengan Yesus;

19:33 tetapi ketika mereka sampai kepada Yesus dan melihat bahwa Ia telah mati, mereka tidak mematahkan kaki-Nya,

19:34 tetapi seorang dari antara prajurit itu menikam lambung-Nya dengan tombak, dan segera mengalir keluar darah dan air.

19:35 Dan orang yang melihat hal itu sendiri yang memberikan kesaksian ini dan kesaksiannya benar, dan ia tahu, bahwa ia mengatakan kebenaran, supaya kamu juga percaya.

19:36 Sebab hal itu terjadi, supaya genaplah yang tertulis dalam Kitab Suci: “Tidak ada tulang-Nya yang akan dipatahkan.”

19:37 Dan ada pula nas yang mengatakan: “Mereka akan memandang kepada Dia yang telah mereka tikam.”

Yohanes 19: 31-37

Yohanes melihat tentara Romawi menikam sisi Isa al Masih dengan tombak. Keluarlah darah dan air terpisah, menunjukkan bahwa nabi telah meninggal karena gagal jantung.

Injil mencatat peristiwa terakhir pada hari itu – pemakaman.

27:57 Menjelang malam datanglah seorang kaya, orang Arimatea, yang bernama Yusuf dan yang telah menjadi murid Yesus juga.

27:58 Ia pergi menghadap Pilatus dan meminta mayat Yesus. Pilatus memerintahkan untuk menyerahkannya kepadanya.

27:59 Dan Yusufpun mengambil mayat itu, mengapaninya dengan kain lenan yang putih bersih,

27:60 lalu membaringkannya di dalam kuburnya yang baru, yang digalinya di dalam bukit batu, dan sesudah menggulingkan sebuah batu besar ke pintu kubur itu, pergilah ia.

27:61 Tetapi Maria Magdalena dan Maria yang lain tinggal di situ duduk di depan kubur itu.

Matius 27: 57-61

Hari 6 – Jumat Agung

Setiap hari dalam kalender Yahudi dimulai saat matahari terbenam. Maka hari 6 dari minggu itu dimulai dengan Nabi membagikan jamuan terakhirnya dengan para muridnya. Pada akhir hari ia telah ditangkap, diadili berkali-kali, disalibkan, ditikam dengan tombak, dan dimakamkan. Hari ini sering disebut sebagai ‘Jumat Agung’. Itu menimbulkan pertanyaan: Bagaimana mungkin hari pengkhianatan, penyiksaan dan kematian seorang nabi dapat disebut sebagai ‘baik’? Mengapa Jumat Agung dan bukan ‘Jumat Buruk’?

Ini adalah pertanyaan besar yang kita jawab dengan melanjutkan kisah Injil di hari-hari berikutnya. Tetapi sebuah petunjuk ditemukan dalam garis waktu jika kita perhatikan bahwa Jumat ini terjadi pada hari suci tanggal 14 Nisan, hari Paskah yang sama dengan orang Yahudi mengorbankan seekor domba untuk pembebasan mereka dari kematian di Mesir 1500 tahun sebelumnya.

https://lh5.googleusercontent.com/NcufELdgKDZwNKLQu-y0YiObozzNJm9mLTX5tswmpcjP6GIzePwT5QuSRrjw6BgaIiyu2NrVRCqERM7Oy7nSCAghOk4R01FVJS8iekPmA9Wp3SKl5nahr05rnYDg0UMeNjfqrALX

Hari 6 – Jumat – minggu terakhir dalam kehidupan Isa al Masih dibandingkan dengan peraturan Taurat

Sebagian besar kisah manusia berakhir pada saat kematian mereka, tetapi Injil berlanjut sehingga kita dapat memahami mengapa hari ini dapat dianggap sebagai Jumat Agung. Hari berikutnya adalah hari Sabat – Hari 7.

Tetapi pertama-tama mari kita kembali ke surat Al-Jumu’ah, melanjutkan dari ayat yang kita pelajari.

Katakanlah, “Sesungguhnya kematian yang kamu lari dari padanya, ia pasti menemui kamu, kemudian kamu akan dikembalikan kepada (Allah), yang mengetahui yang gaib dan yang nyata, lalu Dia beritakan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan.”Wahai orang-orang yang beriman! Apabila telah diseru untuk melaksanakan shalat pada hari Jum‘at, maka segeralah kamu mengingat Allah dan tinggalkanlah jual beli. Yang demikian itu lebih baik bagimu jika kamu mengetahui.

Surat 62 al-Jumu’ah: 8-9

Isa al Masih, mengambil tantangan dari Ayat 6 & 7 dalam Surat al-Jumu’ah, tidak melarikan diri dari kematian, tetapi memulai dengan doa menghadapi ujian besar ini, membuktikan bahwa ia adalah ‘teman bagi Allah’. Apakah tidak pantas jika mengingat keberaniannya, bahwa umat Islam kemudian diperintahkan untuk menetapkan hari Jumat sebagai hari untuk melaksanakan sholat berjamah utama di masjid? Seolah-olah Allah tidak ingin kita melupakan pelayanan nabi.

Hari 5 – Setan turun untuk menyerang al-Masih

Nabi Isa al Masih AS telah menubuatkan tanda-tanda kedatangannya kembali ke bumi pada Hari ke-4 dari minggu terakhirnya. Injil kemudian menceritakan bagaimana para pemimpin agama ingin menangkapnya. Setan (atau Iblis) menggunakan ini sebagai cara untuk menyerang nabi – musuh yang diakuinya. Berikut bagaimana ini tercatat.

22:1 Hari raya Roti Tidak Beragi, yang disebut Paskah, sudah dekat.

22:2 Imam-imam kepala dan ahli-ahli Taurat mencari jalan, bagaimana mereka dapat membunuh Yesus, sebab mereka takut kepada orang banyak.

22:3 Maka masuklah Iblis ke dalam Yudas, yang bernama Iskariot, seorang dari kedua belas murid itu.

22:4 Lalu pergilah Yudas kepada imam-imam kepala dan kepala-kepala pengawal Bait Allah dan berunding dengan mereka, bagaimana ia dapat menyerahkan Yesus kepada mereka.

22:5 Mereka sangat gembira dan bermupakat untuk memberikan sejumlah uang kepadanya.

22:6 Ia menyetujuinya, dan mulai dari waktu itu ia mencari kesempatan yang baik untuk menyerahkan Yesus kepada mereka tanpa setahu orang banyak.

Lukas22: 1-6

Kita lihat bahwa Setan memanfaatkan konflik ini untuk ‘merasuki’ Yudas untuk mengkhianati nabi. Ini seharusnya tidak mengejutkan kita. Surat al-Fatir [35] dan Surat Yasin [36] mengatakan tentang Setan bahwa:

Sungguh, setan itu musuh bagimu, maka perlakukanlah ia sebagai musuh, karena sesungguhnya setan itu hanya mengajak golongannya agar mereka menjadi penghuni neraka yang menyala-nyala.

Surat Fatir 35: 6

Bukankah Aku telah memerintahkan kepadamu wahai anak cucu Adam agar kamu tidak menyembah setan? Sungguh, setan itu musuh yang nyata bagi kamu,

Surat Yasin 36: 60

Menjelang akhir Injil, Setan digambarkan dalam sebuah pandangan:


12:7 Maka timbullah peperangan di sorga. Mikhael dan malaikat-malaikatnya berperang melawan naga itu, dan naga itu dibantu oleh malaikat-malaikatnya,

12:8 tetapi mereka tidak dapat bertahan; mereka tidak mendapat tempat lagi di sorga.

12:9 Dan naga besar itu, si ular tua, yang disebut Iblis atau Satan, yang menyesatkan seluruh dunia, dilemparkan ke bawah; ia dilemparkan ke bumi, bersama-sama dengan malaikat-malaikatnya.

Penyingkapan 12: 7-9

Setan juga musuh Anda, digambarkan sebagai naga yang kuat dengan cukup cerdik untuk menyesatkan seluruh dunia. Musuh ini, sebagaimana dinubuatkan di Taman bersama Hazrat Adam, mengambil kendali Yudas untuk menghancurkan nabi Isa al Masih AS. Seperti yang dicatat Injil:

16 Dan mulai saat itu ia mencari kesempatan yang baik untuk menyerahkan Yesus.

Matius 26:16

Hari berikutnya – Hari 6 – adalah Festival Paskah yang Nabi Musa AS telah mulai 1500 tahun sebelumnya. Bagaimana Setan, melalui Yudas, menemukan kesempatannya pada hari suci ini? Kita lihat ini selanjutnya.

Rangkuman Hari 5

Garis waktu menunjukkan bagaimana pada hari ke-5 minggu ini, naga besar, Setan, bergerak untuk menyerang musuh terbesarnya – Nabi Isa al Masih AS.

https://lh4.googleusercontent.com/a0_sSpGN5HOo0hDAB0zCOMcgHYpuXej8_zQ33pMrgeoflZWRMjQJOyyOSbq_3h59GSj9qJH-DnBMeguNj6k0B8g2c0nNwpET87zQi8sumP_oMUN_6ZvbOI1bde9OpFMyEfT1YWU_

Setan, Naga Besar, merasuki Yudas untuk menyerang Nabi Isa al Masih

Hari 3 & 4 – Isa al Masih meramalkan masa depan dan kedatangannya kembali

Apa kesamaan pohon ara dengan bintang? Keduanya merupakan tanda-tanda akan datangnya peristiwa besar dan diberikan sebagai peringatan-peringatan bagi yang tidak siap. Surah At-Tin dimulai dengan:

Demi (buah) Tin dan (buah) Zaitun,

Surat At-Tin95: 1

Menandakan kedatangan

Sungguh, Kami telah menciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik-baiknya,kemudian Kami kembalikan dia ke tempat yang serendah-rendahnya

Surat At-Tin95: 4-5

Surat al-Mursalat (Para Utusan), Surah at-Takwir (Yang Menggulingkan), dan Surah al-Infitar (Membelah) berulang kali menyatakan bintang-bintang akan redup, dan ini menandakan kedatangan sesuatu yang menakjubkan:

Maka apabila bintang-bintang dihapuskan,dan apabila langit terbelahdan apabila gunung-gunung dihancurkan menjadi debu,

Surat al-Mursalat77: 8-10

 Apabila matahari digulung,dan apabila bintang-bintang berjatuhan,dan apabila gunung-gunung dihancurkan()

Surat at-Takwir81: 1-3

 Apabila langit terbelah,dan apabila bintang-bintang jatuh berserakan,dan apabila lautan dijadikan meluap,

Surat al-Infitar82: 1-3

Apa artinya ini? Nabi Isa al Masih AS menjelaskan dalam minggu terakhirnya. Pertama, sebuah ulasan singkat.

Setelah memasuki Yerusalem pada hari Minggu tanggal 9 Nisan menurut nabi Daniel dan Zakharia, dan kemudian memasuki Rumah Suci pada hari Senin tanggal 10 Nisan sesuai dengan peraturan Nabi Musa AS di Taurat untuk dipilih sebagai domba Allah, Nabi Isa al Masih AS ditolak oleh para pemimpin Yahudi. Bahkan, ketika dia sedang membersihkan Rumah Suci, mereka mulai merencanakan bagaimana cara membunuhnya. Injil mencatat apa yang nabi Isa al Masih lakukan selanjutnya:

Mengutuk Pohon Ara

Dan dia meninggalkan mereka (para pemimpin Yahudi di Rumah Suci pada hari Senin Hari 2, tanggal 10 Nisan) dan pergi ke luar kota ke tempat dia bermalam.

Pagi-pagi sekali (Selasa 11 Nisan, Hari 3), ketika Yesus sedang dalam perjalanan kembali ke kota, ia lapar. Melihat pohon ara di tepi jalan, dia pergi ke sana tetapi tidak menemukan apa pun di sana kecuali daun-daun. Kemudian dia berkata, “Semoga kamu tidak pernah berbuah lagi!” Segera pohon itu layu.

Matius 21: 17-19

Banyak yang bertanya-tanya mengapa Isa al Masih berbicara dan melayukan pohon ara. Injil tidak secara langsung menjelaskan, tetapi para nabi sebelumnya dapat membantu kita memahami. Para nabi ini, ketika peringatan akan datangnya hukuman akan sering menggunakan gambaran pohon ara yang layu. Perhatikan bagaimana gambar pohon ara yang layu digunakan oleh para nabi sebelumnya dalam peringatan mereka:

12 Pohon anggur sudah kering dan pohon ara sudah merana; pohon delima, juga pohon korma dan pohon apel, segala pohon di padang sudah mengering. Sungguh, kegirangan melayu dari antara anak-anak manusia.

Yoel1: 12

   9 “Aku telah memukul kamu dengan hama dan penyakit gandum, telah melayukan taman-tamanmu dan kebun-kebun anggurmu, pohon-pohon ara dan pohon-pohon zaitunmu dimakan habis oleh belalang, namun kamu tidak berbalik kepada-Ku,” demikianlah firman TUHAN.

Amos4: 9

apakah benih masih tinggal tersimpan dalam lumbung, dan apakah pohon anggur dan pohon ara, pohon delima dan pohon zaitun belum berbuah? Mulai dari hari ini Aku akan memberi berkat!”

Hagai 2: 19

   4 Segenap tentara langit akan hancur, dan langit akan digulung seperti gulungan kitab, segala tentara mereka akan gugur seperti daun yang gugur dari pohon anggur, dan seperti gugurnya daun pohon ara.

Yesaya 34: 4

   13 Aku mau memungut hasil mereka, demikianlah firman TUHAN, tetapi tidak ada buah anggur pada pohon anggur, tidak ada buah ara pada pohon ara, dan daun-daunan sudah layu; sebab itu Aku akan menetapkan bagi mereka orang-orang yang akan melindas mereka.”

Yeremia8: 13

Nabi Hosea AS melangkah lebih jauh, menggunakan pohon ara sebagai metafora Israel dan kemudian mengucapkan kutukan:

  9:10 Seperti buah-buah anggur di padang gurun Aku mendapati Israel dahulu; seperti buah sulung sebagai hasil pertama pohon ara Aku melihat nenek moyangmu. Tetapi mereka itu telah pergi kepada Baal-Peor dan telah membaktikan diri kepada dewa keaiban, sehingga mereka menjadi kejijikan sama seperti apa yang mereka cintai itu.

9:11 Kemuliaan Efraim terbang seperti burung: tiada yang melahirkan, yang hamil dan yang mengandung!

9:12 Sekalipun mereka membesarkan anak-anaknya, Aku akan membuat mereka bulus, sehingga tidak ada manusia lagi. Sungguh, celakalah juga mereka pada waktu Aku menjauh dari pada mereka!

9:13 Efraim, seperti yang Aku lihat, telah membuat anak-anaknya menjadi binatang perburuan; Efraim terpaksa menyerahkan anak-anaknya kepada si pembunuh.

9:14 Berilah kepada mereka, ya TUHAN–apakah yang hendak Kauberi? Berilah kepada mereka kandungan yang mandul dan buah dada yang kering.

9:15 Segala kejahatan mereka terjadi di Gilgal, sungguh, di sana Aku mulai membenci mereka. Oleh karena jahatnya perbuatan-perbuatan mereka Aku akan menghalau mereka dari rumah-Ku. Aku tidak akan mengasihi mereka lagi, semua pemuka mereka adalah pemberontak.

9:16 Efraim telah dipukul, akarnya telah menjadi kering, mereka tidak akan menghasilkan buah. Bahkan sekalipun mereka melahirkan anak, Aku akan mematikan buah kandungannya yang berharga.

9:17 Allahku akan membuang mereka, sebab mereka tidak mendengarkan Dia, maka mereka akan mengembara di antara bangsa-bangsa.

Hosea 9: 10-12, 16-17; catatan Ephraim = Israel

Kutukan ini terpenuhi ketika Yerusalem pertama kali dihancurkan pada 586 SM (lihat di sini untuk sejarah orang Yahudi). Ketika nabi Isa al Masih melayukan pohon ara, ia secara simbolis meramalkan kehancuran Yerusalem dan pengasingan Yahudi yang akan datang dari tanah itu.

Setelah mengutuk pohon ara, Isa al Masih melanjutkan ke Kuil, mengajar orang-orang dan berdebat dengan para pemimpin Yahudi. Dia memberi banyak peringatan tentang Penghakiman Allah. Injil mencatat ajaran-ajaran itu dan semuanya ada di sini.

Nabi Meramalkan Tanda-Tanda Kedatangannya Kembali

Nabi Isa al Masih kemudian menyimpulkan dengan nubuat kelam tentang kehancuran Kuil Yahudi di Yerusalem. Pada waktu itu, kuil ini adalah salah satu bangunan paling mengesankan di seluruh Kekaisaran Romawi. Tetapi Injil mencatat bahwa dia melihat kehancurannya. Ini memulai diskusi tentang kedatangannya kembali ke bumi, dan tanda-tanda kedatangannya kembali. Injil mencatat ajarannya

  24:1 Sesudah itu Yesus keluar dari Bait Allah, lalu pergi. Maka datanglah murid-murid-Nya dan menunjuk kepada bangunan-bangunan Bait Allah.

24:2 Ia berkata kepada mereka: “Kamu melihat semuanya itu? Aku berkata kepadamu, sesungguhnya tidak satu batupun di sini akan dibiarkan terletak di atas batu yang lain; semuanya akan diruntuhkan.”

24:3 Ketika Yesus duduk di atas Bukit Zaitun, datanglah murid-murid-Nya kepada-Nya untuk bercakap-cakap sendirian dengan Dia. Kata mereka: “Katakanlah kepada kami, bilamanakah itu akan terjadi dan apakah tanda kedatangan-Mu dan tanda kesudahan dunia?”

Matius24: 1-3

Nabi mulai dengan memprediksi kehancuran total Rumah Suci Yahudi. Kita tahu dari sejarah bahwa ini terjadi pada tahun 70 SM. Kemudian pada malam hari [i] dia meninggalkan Rumah Allah dan berada di Bukit Zaitun di luar kota Yerusalem. Sejak hari Yahudi dimulai saat matahari terbenam, sekarang adalah awal dari hari ke-4 dalam minggu itu, Rabu tanggal 12 Nisan, ketika dia menjawab pertanyaan mereka dan mengajarkan tentang akhir zaman dan kedatangannya kembali.

  24:4 Jawab Yesus kepada mereka: “Waspadalah supaya jangan ada orang yang menyesatkan kamu!

24:5 Sebab banyak orang akan datang dengan memakai nama-Ku dan berkata: Akulah Mesias, dan mereka akan menyesatkan banyak orang.

24:6 Kamu akan mendengar deru perang atau kabar-kabar tentang perang. Namun berawas-awaslah jangan kamu gelisah; sebab semuanya itu harus terjadi, tetapi itu belum kesudahannya.

24:7 Sebab bangsa akan bangkit melawan bangsa, dan kerajaan melawan kerajaan. Akan ada kelaparan dan gempa bumi di berbagai tempat.

24:8 Akan tetapi semuanya itu barulah permulaan penderitaan menjelang zaman baru.

24:9 Pada waktu itu kamu akan diserahkan supaya disiksa, dan kamu akan dibunuh dan akan dibenci semua bangsa oleh karena nama-Ku,

24:10 dan banyak orang akan murtad dan mereka akan saling menyerahkan dan saling membenci.

24:11 Banyak nabi palsu akan muncul dan menyesatkan banyak orang.

24:12 Dan karena makin bertambahnya kedurhakaan, maka kasih kebanyakan orang akan menjadi dingin.

24:13 Tetapi orang yang bertahan sampai pada kesudahannya akan selamat.

24:14 Dan Injil Kerajaan ini akan diberitakan di seluruh dunia menjadi kesaksian bagi semua bangsa, sesudah itu barulah tiba kesudahannya.”

24:15 “Jadi apabila kamu melihat Pembinasa keji berdiri di tempat kudus, menurut firman yang disampaikan oleh nabi Daniel–para pembaca hendaklah memperhatikannya–

24:16 maka orang-orang yang di Yudea haruslah melarikan diri ke pegunungan.

24:17 Orang yang sedang di peranginan di atas rumah janganlah ia turun untuk mengambil barang-barang dari rumahnya,

24:18 dan orang yang sedang di ladang janganlah ia kembali untuk mengambil pakaiannya.

24:19 Celakalah ibu-ibu yang sedang hamil atau yang menyusukan bayi pada masa itu.

24:20 Berdoalah, supaya waktu kamu melarikan diri itu jangan jatuh pada musim dingin dan jangan pada hari Sabat.

24:21 Sebab pada masa itu akan terjadi siksaan yang dahsyat seperti yang belum pernah terjadi sejak awal dunia sampai sekarang dan yang tidak akan terjadi lagi.

24:22 Dan sekiranya waktunya tidak dipersingkat, maka dari segala yang hidup tidak akan ada yang selamat; akan tetapi oleh karena orang-orang pilihan waktu itu akan dipersingkat.

24:23 Pada waktu itu jika orang berkata kepada kamu: Lihat, Mesias ada di sini, atau Mesias ada di sana, jangan kamu percaya.

24:24 Sebab Mesias-mesias palsu dan nabi-nabi palsu akan muncul dan mereka akan mengadakan tanda-tanda yang dahsyat dan mujizat-mujizat, sehingga sekiranya mungkin, mereka menyesatkan orang-orang pilihan juga.

24:25 Camkanlah, Aku sudah mengatakannya terlebih dahulu kepadamu.

24:26 Jadi, apabila orang berkata kepadamu: Lihat, Ia ada di padang gurun, janganlah kamu pergi ke situ; atau: Lihat, Ia ada di dalam bilik, janganlah kamu percaya.

24:27 Sebab sama seperti kilat memancar dari sebelah timur dan melontarkan cahayanya sampai ke barat, demikian pulalah kelak kedatangan Anak Manusia.

24:28 Di mana ada bangkai, di situ burung nazar berkerumun.”

24:29 “Segera sesudah siksaan pada masa itu, matahari akan menjadi gelap dan bulan tidak bercahaya dan bintang-bintang akan berjatuhan dari langit dan kuasa-kuasa langit akan goncang.

24:30 Pada waktu itu akan tampak tanda Anak Manusia di langit dan semua bangsa di bumi akan meratap dan mereka akan melihat Anak Manusia itu datang di atas awan-awan di langit dengan segala kekuasaan dan kemuliaan-Nya.

24:31 Dan Ia akan menyuruh keluar malaikat-malaikat-Nya dengan meniup sangkakala yang dahsyat bunyinya dan mereka akan mengumpulkan orang-orang pilihan-Nya dari keempat penjuru bumi, dari ujung langit yang satu ke ujung langit yang lain.

Matius24: 4-31

Di sini nabi Isa al Masih memandang melewati penghancuran Rumah Suci yang akan datang. Dia mengajarkan bahwa periode dari penghancuran Rumah Suci hingga kedatangnnya kembali akan ditandai dengan meningkatnya kejahatan, gempa bumi, kelaparan, perang, dan penganiayaan terhadap para pengikutnya. Meski begitu, ia meramalkan bahwa Injil akan ‘diajarkan di seluruh dunia’ (ayat 14). Ketika dunia mempelajari tentang al Masih, akan ada semakin banyak nabi palsu dan klaim palsu tentang dia dan kedatangannya kembali. Tanda sebenarnya dari kedatangannya di tengah-tengah perang, kekacauan, dan kesusahan adalah gangguan yang tak terbantahkan terhadap matahari, bulan, dan bintang-bintang. Entah bagaimana mereka akan menjadi gelap.

Kita bisa melihat bahwa perang, kesusahan dan gempa bumi meningkat – sehingga waktu kedatangannya kembali semakin dekat. Tetapi masih belum ada kekacauan di surga – jadi dia belum kembali. Tapi seberapa dekat kita? Untuk menjawab pertanyaan ini, Isa al Masih melanjutkan


24:32 Tariklah pelajaran dari perumpamaan tentang pohon ara: Apabila ranting-rantingnya melembut dan mulai bertunas, kamu tahu, bahwa musim panas sudah dekat.

24:33 Demikian juga, jika kamu melihat semuanya ini, ketahuilah, bahwa waktunya sudah dekat, sudah di ambang pintu.

24:34 Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya angkatan ini tidak akan berlalu, sebelum semuanya ini terjadi.

24:35 Langit dan bumi akan berlalu, tetapi perkataan-Ku tidak akan berlalu.

Matius24: 32-35

Ingat pohon ara, lambang Israel, yang telah ia kutuk dan layu sehari sebelumnya? Ketika Rumah Suci dihancurkan pada tahun 70 M, pelayuan Israel terjadi dan tetap layu selama ribuan tahun. Nabi memberi tahu kita untuk mencari pucuk-pucuk hijau dan dedaunan yang keluar dari pohon ara – dan kemudian kita akan tahu waktunya akan “dekat”. Dalam 70 tahun terakhir kita semua telah menyaksikan ‘pohon ara’ ini mulai menghijau dan menumbuhkan daun lagi. Ini dimulainya kelahiran kembali Israel modern, dan berlanjut ketika orang-orang Yahudi mulai kembali ke Israel, memulai irigasi dan lahan pertanian lagi. Memang benar, ini telah menambah perang, kesusahan dan kesulitan bagi banyak orang di zaman kita, tetapi ini seharusnya tidak mengejutkan kita karena nabi telah memperingatkan tentang hal ini dalam pengajarannya. Dalam banyak hal, masih ada kematian pada ‘pohon’ ini, tetapi daun pohon ara mulai menghijau.

Ini seharusnya membuat kita berhati-hati dan waspada di zaman kita karena Nabi memperingatkan kita dari kelalaian dan keacuhan mengenai kedatangnnya kembali.

24:36 Tetapi tentang hari dan saat itu tidak seorangpun yang tahu, malaikat-malaikat di sorga tidak, dan Anakpun tidak, hanya Bapa sendiri.”

24:37 “Sebab sebagaimana halnya pada zaman Nuh, demikian pula halnya kelak pada kedatangan Anak Manusia.

24:38 Sebab sebagaimana mereka pada zaman sebelum air bah itu makan dan minum, kawin dan mengawinkan, sampai kepada hari Nuh masuk ke dalam bahtera,

24:39 dan mereka tidak tahu akan sesuatu, sebelum air bah itu datang dan melenyapkan mereka semua, demikian pulalah halnya kelak pada kedatangan Anak Manusia.

24:40 Pada waktu itu kalau ada dua orang di ladang, yang seorang akan dibawa dan yang lain akan ditinggalkan;

24:41 kalau ada dua orang perempuan sedang memutar batu kilangan, yang seorang akan dibawa dan yang lain akan ditinggalkan.

24:42 Karena itu berjaga-jagalah, sebab kamu tidak tahu pada hari mana Tuhanmu datang.

24:43 Tetapi ketahuilah ini: Jika tuan rumah tahu pada waktu mana pada malam hari pencuri akan datang, sudahlah pasti ia berjaga-jaga, dan tidak akan membiarkan rumahnya dibongkar.

24:44 Sebab itu, hendaklah kamu juga siap sedia, karena Anak Manusia datang pada saat yang tidak kamu duga.”

24:45 “Siapakah hamba yang setia dan bijaksana, yang diangkat oleh tuannya atas orang-orangnya untuk memberikan mereka makanan pada waktunya?

24:46 Berbahagialah hamba, yang didapati tuannya melakukan tugasnya itu, ketika tuannya itu datang.

24:47 Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya tuannya itu akan mengangkat dia menjadi pengawas segala miliknya.

24:48 Akan tetapi apabila hamba itu jahat dan berkata di dalam hatinya:

24:49 Tuanku tidak datang-datang, lalu ia mulai memukul hamba-hamba lain, dan makan minum bersama-sama pemabuk-pemabuk,

24:50 maka tuan hamba itu akan datang pada hari yang tidak disangkakannya, dan pada saat yang tidak diketahuinya,

24:51 dan akan membunuh dia dan membuat dia senasib dengan orang-orang munafik. Di sanalah akan terdapat ratapan dan kertakan gigi.”

Matius24: 36-51

Isa al Masih terus mengajarkan dalam Injil tentang kedatangannya kembali dan kaitannya ada di sini.

Ringkasan Hari 3 dan Hari 4

Garis waktu yang diperbarui menunjukkan bagaimana nabi Isa al Masih mengutuk pohon ara pada Hari 3 – Selasa – menjelang perdebatan panjang dengan para pemimpin Yahudi. Tindakan ini secara simbolis adalah ramalan Israel. Kemudian, pada hari Rabu, Hari 4, ia menggambarkan tanda-tanda kedatangannya kembali – yang terbesar adalah gelapnya semua benda langit.

https://lh4.googleusercontent.com/_7ssXyysDcR87DqdgJCDmYfTT0eqbVcDGJdIvjcLuCq01ZolCyyRTpP6xWeQw-0QOFlgU_q4qh_N-UVJCowcdp4CqtRzV2DrwEh5ZjmIR_WVW8LvjlVXdGcIAuAJBBp6AfZ_E8ts

Tanda-tanda Isa al Masih pada Hari 3 dan 4 dari minggu terakhirnya dibandingkan dengan peraturan Taurat

Kemudian dia memperingatkan kita semua untuk berhati-hati mengawasi kedatangannya kembali. Karena sekarang kita dapat melihat pohon ara menjadi hijau lagi, kita harus hidup dengan hati-hati dan waspada.

Injil mencatat selanjutnya bagaimana Setan (Iblis) bergerak melawan nabi pada Hari 5, yang kita lihat selanjutnya.

[i] Menggambarkan setiap hari dalam minggu itu, kitab Lukas merangkum bahwa:

Lukas21: 37