Hari 1: Isa al Masih – Cahaya bagi Bangsa-Bangsa

Masuknya Minggu pra-Paskah Isa al Masih ke Yerusalem memulai minggu terakhirnya. Surat Al-Anbiya’ [21] memberi tahu kita bahwa:

Dan (ingatlah kisah Maryam) yang memelihara kehormatannya, lalu Kami tiupkan (roh) dari Kami ke dalam (tubuh)nya; Kami jadikan dia dan anaknya sebagai tanda (kebesaran Allah) bagi seluruh alam.

Surat Al-Anbiya’ 21: 91

Surat Al-Anbiya’ dengan jelas mengatakan bahwa Allah menjadikan Isa al Masih AS sebagai tanda untuk semua orang, bukan hanya untuk sebagian orang seperti Kristen atau Yahudi. Bagaimana nabi Isa al Masih membuat ‘tanda’ bagi kita semua? Penciptaan dunia oleh Allah adalah universal untuk semua orang. Jadi pada setiap hari minggu terakhir ini Isa al Masih AS berbicara dan bertindak dengan cara yang menunjuk kembali ke enam hari Penciptaan (Al-Qur’an dan Taurat mengajarkan bahwa Allah menciptakan segalanya dalam enam hari).

Kita mulai jalani setiap hari di minggu terakhir Isa al Masih, dengan memperhatikan bagaimana semua pengajaran dan tindakannya mengarah pada tanda-tanda penciptaan. Ini akan menunjukkan bahwa peristiwa setiap hari dalam minggu ini telah ditakdirkan oleh Allah sejak awal waktu – bukan oleh gagasan manusia karena manusia tidak dapat mengoordinasikan peristiwa yang dipisahkan dalam rentang ribuan tahun. Kita mulai pada hari Minggu – Hari Pertama.

Hari Pertama – Cahaya dalam Kegelapan

Surah An-Nur [24] memberikan perumpamaan ‘Cahaya’. Ini menyatakan:

Allah (pemberi) cahaya (kepada) langit dan bumi. Perumpamaan cahaya-Nya, seperti sebuah lubang yang tidak tembus, yang di dalamnya ada pelita besar. Pelita itu di dalam tabung kaca (dan) tabung kaca itu bagaikan bintang yang berkilauan, yang dinyalakan dengan minyak dari pohon yang diberkahi, (yaitu) pohon zaitun yang tumbuh tidak di timur dan tidak pula di barat, yang minyaknya (saja) hampir-hampir menerangi, walaupun tidak disentuh api. Cahaya di atas cahaya (berlapis-lapis), Allah memberi petunjuk kepada cahaya-Nya bagi orang yang Dia kehendaki, dan Allah membuat perumpamaan-perumpamaan bagi manusia. Dan Allah Maha Mengetahui segala sesuatu.

Surah An-Nur24: 35

Perumpamaan ini merujuk kembali pada Hari Pertama Penciptaan ketika Allah menciptakan Cahaya. Taurat menyatakan:

  1:1 Pada mulanya Allah menciptakan langit dan bumi.

1:2 Bumi belum berbentuk dan kosong; gelap gulita menutupi samudera raya, dan Roh Allah melayang-layang di atas permukaan air.

1:3 Berfirmanlah Allah: “Jadilah terang.” Lalu terang itu jadi.

1:4 Allah melihat bahwa terang itu baik, lalu dipisahkan-Nyalah terang itu dari gelap.

1:5 Dan Allah menamai terang itu siang, dan gelap itu malam. Jadilah petang dan jadilah pagi, itulah hari pertama.

1:6 Berfirmanlah Allah: “Jadilah cakrawala di tengah segala air untuk memisahkan air dari air.”

Kejadian1: 3-6

Allah berfirman Cahaya menjadi ada pada Hari Pertama Penciptaan untuk menghilangkan kegelapan. Sebagai tanda untuk menunjukkan bahwa peristiwa-peristiwa pada jam itu direncanakan sejak Hari Pertama Penciptaan, Al Masih berbicara tentang dirinya sebagai Cahaya yang mengusir kegelapan.

Cahaya bersinar pada bangsa-bangsa lain (yang bukan Yahudi)

Nabi Isa al Masih AS baru saja memasuki Yerusalem menunggang seekor keledai sebagaimana nabi Zakharia AS telah ramalkan 500 tahun sebelumnya, melakukannya pada hari yang tepat sesuai dengan ramalan nabi Daniel PBUH 550 tahun sebelumnya. Orang-orang Yahudi telah datang dari banyak negara untuk festival Paskah yang akan datang sehingga Yerusalem dipenuhi oleh peziarah Yahudi (seperti Mekah pada saat musim haji). Karena itu, kedatangan nabi telah menimbulkan kegemparan di antara orang-orang Yahudi. Tetapi bukan hanya orang-orang Yahudi yang memperhatikan kedatangan Isa al Masih. Injil mencatat apa yang terjadi tepat setelah ia memasuki Yerusalem.

   12:20 Di antara mereka yang berangkat untuk beribadah pada hari raya itu, terdapat beberapa orang Yunani.

12:21 Orang-orang itu pergi kepada Filipus, yang berasal dari Betsaida di Galilea, lalu berkata kepadanya: “Tuan, kami ingin bertemu dengan Yesus.”

12:22 Filipus pergi memberitahukannya kepada Andreas; Andreas dan Filipus menyampaikannya pula kepada Yesus.

Yohanes 12: 20-22

Penghalang antara orang Yunani dan Yahudi pada zaman Nabi

Sangat tidak lumrah bagi orang Yunani, (yaitu orang-orang yang bukan Yahudi), berada di sebuah festival Yahudi. Orang-orang Yunani dan Romawi pada waktu itu, karena mereka percaya pada banyak tuhan (politeis), dianggap najis dan dijauhi oleh orang Yahudi. Dan kebanyakan orang Yunani hanya menganggap agama Yahudi yang percaya satu Tuhan (yang tak terlihat) dan festivalnya menjadi bodoh. Pada saat itu, hanya orang Yahudi yang percaya satu tuhan (monoteis). Jadi orang-orang ini secara teratur tetap terpisah satu sama lain. Karena masyarakat non-Yahudi, berlipat kali lebih besar daripada masyarakat Yahudi, orang-orang Yahudi hidup dalam semacam isolasi dari sebagian besar dunia. Agama mereka yang berbeda, pola makan halal, buku kenabian yang eksklusif telah menciptakan penghalang antara orang Yahudi dan orang bukan Yahudi, yang mana masing-masing pihak saling memusuhi.

Di zaman kita sekarang, yang mana politeisme dan penyembahan berhala telah ditolak oleh sebagian besar dunia, kita dapat dengan mudah melupakan betapa berbedanya hal ini pada masa Nabi ini. Bahkan, pada zaman Ibrahim AS, hampir semua orang selain nabi itu sendiri adalah penyembah berhala. Pada masa Nabi Musa AS, semua bangsa menyembah berhala, yang mana Firaun sendiri menyatakan sebagai salah satu tuhan. Bangsa Israel adalah ibarat sebuah pulau kecil monoteisme di lautan penyembahan berhala dari semua bangsa di sekitarnya. Tetapi nabi Yesaya AS (750 SM) telah diizinkan untuk melihat ke masa depan dan dia meramalkan perubahan untuk semua bangsa ini. Dia telah menulis:

  49:1 Dengarkanlah aku, hai pulau-pulau, perhatikanlah, hai bangsa-bangsa yang jauh! TUHAN telah memanggil aku sejak dari kandungan telah menyebut namaku sejak dari perut ibuku.

49:2 Ia telah membuat mulutku sebagai pedang yang tajam dan membuat aku berlindung dalam naungan tangan-Nya. Ia telah membuat aku menjadi anak panah yang runcing dan menyembunyikan aku dalam tabung panah-Nya.

49:3 Ia berfirman kepadaku: “Engkau adalah hamba-Ku, Israel, dan olehmu Aku akan menyatakan keagungan-Ku.”

49:4 Tetapi aku berkata: “Aku telah bersusah-susah dengan percuma, dan telah menghabiskan kekuatanku dengan sia-sia dan tak berguna; namun, hakku terjamin pada TUHAN dan upahku pada Allahku.”

49:5 Maka sekarang firman TUHAN, yang membentuk aku sejak dari kandungan untuk menjadi hamba-Nya, untuk mengembalikan Yakub kepada-Nya, dan supaya Israel dikumpulkan kepada-Nya–maka aku dipermuliakan di mata TUHAN, dan Allahku menjadi kekuatanku–,firman-Nya:

49:6 “Terlalu sedikit bagimu hanya untuk menjadi hamba-Ku, untuk menegakkan suku-suku Yakub dan untuk mengembalikan orang-orang Israel yang masih terpelihara. Tetapi Aku akan membuat engkau menjadi terang bagi bangsa-bangsa supaya keselamatan yang dari pada-Ku sampai ke ujung bumi.”

Yesaya 49: 1, 5-6

  60:1 Bangkitlah, menjadi teranglah, sebab terangmu datang, dan kemuliaan TUHAN terbit atasmu.

60:2 Sebab sesungguhnya, kegelapan menutupi bumi, dan kekelaman menutupi bangsa-bangsa; tetapi terang TUHAN terbit atasmu, dan kemuliaan-Nya menjadi nyata atasmu.

60:3 Bangsa-bangsa berduyun-duyun datang kepada terangmu, dan raja-raja kepada cahaya yang terbit bagimu.

Yesaya 60: 1-3

Jadi nabi Yesaya telah menubuatkan bahwa ‘hamba’ Tuhan yang akan datang, kendati Yahudi (‘suku-suku Yakub’) akan menjadi ‘cahaya bagi bangsa-bangsa lain’ yang bukan Yahudi dan cahaya ini akan sampai ke ujung-unjung bumi. Tetapi bagaimana ini bisa terjadi dengan adanya penghalang antara orang-orang Yahudi dan orang-orang bukan Yahudi yang berlangsung ratusan tahun?

Hari itu ketika nabi Isa memasuki Yerusalem cahaya mulai menarik orang-orang bukan Yahudi yang kita lihat beberapa orang mendekati nabi. Di sini, di festival Yahudi ini orang-orang Yunani telah melakukan perjalanan ke Yerusalem untuk belajar tentang nabi Isa al Masih AS. Tetapi apakah mereka, yang dianggap haram oleh orang-orang Yahudi, dapat melihat nabi? Mereka bertanya kepada teman-teman Isa, yang membawa permintaan itu kepada nabi. Apa yang akan dia katakan? Apakah dia akan mengizinkan orang-orang Yunani ini, yang tahu sedikit tentang agama yang baik, untuk bertemu dengannya? Injil berlanjut

12:23 Tetapi Yesus menjawab mereka, kata-Nya: “Telah tiba saatnya Anak Manusia dimuliakan.

12:24 Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya jikalau biji gandum tidak jatuh ke dalam tanah dan mati, ia tetap satu biji saja; tetapi jika ia mati, ia akan menghasilkan banyak buah.

12:25 Barangsiapa mencintai nyawanya, ia akan kehilangan nyawanya, tetapi barangsiapa tidak mencintai nyawanya di dunia ini, ia akan memeliharanya untuk hidup yang kekal.

12:26 Barangsiapa melayani Aku, ia harus mengikut Aku dan di mana Aku berada, di situpun pelayan-Ku akan berada. Barangsiapa melayani Aku, ia akan dihormati Bapa.

12:27 Sekarang jiwa-Ku terharu dan apakah yang akan Kukatakan? Bapa, selamatkanlah Aku dari saat ini? Tidak, sebab untuk itulah Aku datang ke dalam saat ini.

12:28 Bapa, muliakanlah nama-Mu!” Maka terdengarlah suara dari sorga: “Aku telah memuliakan-Nya, dan Aku akan memuliakan-Nya lagi!”

12:29 Orang banyak yang berdiri di situ dan mendengarkannya berkata, bahwa itu bunyi guntur. Ada pula yang berkata: “Seorang malaikat telah berbicara dengan Dia.”

12:30 Jawab Yesus: “Suara itu telah terdengar bukan oleh karena Aku, melainkan oleh karena kamu.

12:31 Sekarang berlangsung penghakiman atas dunia ini: sekarang juga penguasa dunia ini akan dilemparkan ke luar;

12:32 dan Aku, apabila Aku ditinggikan dari bumi, Aku akan menarik semua orang datang kepada-Ku.”

12:33 Ini dikatakan-Nya untuk menyatakan bagaimana caranya Ia akan mati.

12:34 Lalu jawab orang banyak itu: “Kami telah mendengar dari hukum Taurat, bahwa Mesias tetap hidup selama-lamanya; bagaimana mungkin Engkau mengatakan, bahwa Anak Manusia harus ditinggikan? Siapakah Anak Manusia itu?”

12:35 Kata Yesus kepada mereka: “Hanya sedikit waktu lagi terang ada di antara kamu. Selama terang itu ada padamu, percayalah kepadanya, supaya kegelapan jangan menguasai kamu; barangsiapa berjalan dalam kegelapan, ia tidak tahu ke mana ia pergi.

12:36 Percayalah kepada terang itu, selama terang itu ada padamu, supaya kamu menjadi anak-anak terang.” Sesudah berkata demikian, Yesus pergi bersembunyi dari antara mereka.

12:37 Dan meskipun Yesus mengadakan begitu banyak mujizat di depan mata mereka, namun mereka tidak percaya kepada-Nya,

12:38 supaya genaplah firman yang disampaikan oleh nabi Yesaya: “Tuhan, siapakah yang percaya kepada pemberitaan kami? Dan kepada siapakah tangan kekuasaan Tuhan dinyatakan?”

12:39 Karena itu mereka tidak dapat percaya, sebab Yesaya telah berkata juga:

12:40 “Ia telah membutakan mata dan mendegilkan hati mereka, supaya mereka jangan melihat dengan mata, dan menanggap dengan hati, lalu berbalik, sehingga Aku menyembuhkan mereka.”

12:41 Hal ini dikatakan oleh Yesaya, karena ia telah melihat kemuliaan-Nya dan telah berkata-kata tentang Dia.

12:42 Namun banyak juga di antara pemimpin yang percaya kepada-Nya, tetapi oleh karena orang-orang Farisi mereka tidak mengakuinya berterus terang, supaya mereka jangan dikucilkan.

12:43 Sebab mereka lebih suka akan kehormatan manusia dari pada kehormatan Allah.

12:44 Tetapi Yesus berseru kata-Nya: “Barangsiapa percaya kepada-Ku, ia bukan percaya kepada-Ku, tetapi kepada Dia, yang telah mengutus Aku;

12:45 dan barangsiapa melihat Aku, ia melihat Dia, yang telah mengutus Aku.

12:46 Aku telah datang ke dalam dunia sebagai terang, supaya setiap orang yang percaya kepada-Ku, jangan tinggal di dalam kegelapan.

12:47 Dan jikalau seorang mendengar perkataan-Ku, tetapi tidak melakukannya, Aku tidak menjadi hakimnya, sebab Aku datang bukan untuk menghakimi dunia, melainkan untuk menyelamatkannya.

12:48 Barangsiapa menolak Aku, dan tidak menerima perkataan-Ku, ia sudah ada hakimnya, yaitu firman yang telah Kukatakan, itulah yang akan menjadi hakimnya pada akhir zaman.

12:49 Sebab Aku berkata-kata bukan dari diri-Ku sendiri, tetapi Bapa, yang mengutus Aku, Dialah yang memerintahkan Aku untuk mengatakan apa yang harus Aku katakan dan Aku sampaikan.

12:50 Dan Aku tahu, bahwa perintah-Nya itu adalah hidup yang kekal. Jadi apa yang Aku katakan, Aku menyampaikannya sebagaimana yang difirmankan oleh Bapa kepada-Ku.”

Yohanes 12: 23-50

Dalam pertukaran dramatis ini, termasuk bahkan suara dari surga, Nabi berkata bahwa ia akan ‘diangkat’ dan ini akan menarik ‘semua orang’ – bukan hanya orang Yahudi – kepada dirinya. Banyak orang Yahudi, meskipun mereka hanya menyembah satu Tuhan, tidak mengerti apa yang dikatakan nabi. Nabi Yesaya telah mengatakan itu karena hati mereka yang keras – ketidaksediaan mereka untuk tunduk berserah diri kepada Allah – yang merupakan akar masalahnya, bahkan ketika orang-orang lain secara diam-diam karena ketakutan.

Nabi Isa al Masih dengan berani mengklaim bahwa ia telah ‘datang ke dunia sebagai cahaya’ (ayat 46) yang ditulis oleh para nabi sebelumnya akan menyinari semua bangsa. Pada hari ketika dia memasuki Yerusalem, cahaya pertama mulai bersinar pada bangsa-bangsa lain. Apakah cahaya ini akan menyebar ke semua bangsa? Apa yang dimaksud nabi dengan ‘diangkat’? Kita lanjutkan minggu terakhir ini untuk memahami pertanyaan-pertanyaan ini.

Bagan berikut menelusuri setiap hari dalam minggu ini. Pada hari Minggu, hari pertama dalam minggu itu dia menggenapi tiga nubuat berbeda yang diberikan oleh tiga nabi sebelumnya. Pertama-tama dia memasuki Yerusalem dengan menunggang keledai seperti yang dinubuatkan oleh Zakharia. Kedua, dia melakukannya pada waktu yang dinubuatkan oleh Daniel. Ketiga, pesan dan mukjizatnya mulai menerangi minat orang-orang bukan Yahudi – yang

nabi Yesaya telah menubuatkan akan bersinar sebagai cahaya bagi bangsa-bangsa dan tumbuh lebih terang bagi orang-orang di seluruh dunia

https://lh3.googleusercontent.com/10Dq2fpG3pOwJZZfovM7EzDvXNfSn9QJa6tXB7kRG0kjKgefPMkRjNA7o2qjbJgO3SqvP5y-rQGSmfug8U5J99Wl2rsCiFGS9gCb4NJXCPPBsIm7126rJWP_jpJ-5zr_Bu99VU4H

Kitab Injil yang berubah keasliannya! Apa yang Al Qur’an katakan?

Saya punya banyak teman Muslim. Saya juga percaya pada Allah dan sebagai pengikut Injil sudah biasa bagi saya berdiskusi dengan teman-teman Muslim tentang keyakinan dan iman. Pada hakikatnya ada begitu banyak kesamaan yang kita miliki, lebih dari apa yang saya miliki dengan orang-orang sekuler Barat baik yang tidak beriman kepada Allah, atau menemukan iman yang tidak relevan dengan kehidupan mereka. Namun hampir tanpa pengecualian dalam percakapan, saya mendengar klaim bahwa Injil (dan Zabur dan Taurat yang dikenal dengan istilah AlKitab) telah rusak, atau telah berubah, sehingga pesan yang kita baca hari ini sudah terdegradasi dan penuh kesalahan dari apa yang pertama kali terinspirasi dan ditulis oleh para nabi dan pengikut dari Allah. Hal ini bukanlah klaim yang kecil, karena itu berarti bahwa kita tidak bisa lagi mempercayai Alkitab sebagai kitab bacaan untuk mengungkapkan kebenaran Allah. Saya sudah membaca dan mempelajari baik Injil (Al Kitab) dan Al-Qur’an, dan sudah mulai mempelajari Sunnah. Apa yang saya temukan yang ternyata mengejutkan adalah bahwa semangat tentang keraguan Alkitab, meskipun begitu umumnya hari ini, saya tidak menemukannya di Al Qur’an. Bahkan, saya kaget bagaimana serius Al Qur’an mengemukakan Al Kitab. Akan saya tunjukkan disini apa yang saya maksud.

Apa yang Alquran katakan tentang Injil (Al Kitab)

Katakanlah: Hai Ahli Kitab! kamu tidak dipandang sedikitpun hingga kamu menegakkan ajaran-ajaran Taurat, Injil dan wahyu yang diturunkan kepadamu dari Tuhamnu. Sesungguhnya apa yang diturunkan kepadamu dari Tuhanmu akan menambah kedurhakaan dan kekafiran kepada kebanyakan dari mereka. Surah Al Maida 5:68 (Lihat juga 4: 136)

Jika engkau ragu untuk apa yang Kami telah diturunkan kepadamu, maka tanyakanlah kepada orang yang telah membaca kitab sebelum kamu: Sesungguhnya telah datang Kebenaran yang memang datang kepadamu dari Tuhanmu: jadi janganlah sekali kali termasuk orang yang meragu. Surah Yunus 10:94

Saya amati hal ini menyatakan bahwa wahyu yang diberikan kepada ‘Ahli Kitab’ (Kristen dan Yahudi) datang dari Allah. Sekarang teman-teman Muslim saya mengatakan ini berlaku untuk wahyu asli yang diturunkan, tapi karena aslinya telah berubah maka itu tidak berlaku dengan Kitab Suci hari ini. Tapi pesan bagian kedua menegaskan mereka yang telah membaca (present tense seperti dalam ‘telah membaca’ bukan masa lalu) kitab suci Yahudi. Hal ini tidak berbicara tentang wahyu yang asli, tetapi kitab suci ketika Al Qur’an diturunkan. Hal ini diungkapkan kepada Nabi Muhammad (SAW) selama periode tahun sekitar 600 Masehi. Jadi pesan bagian ini menyetujui kitab suci Yahudi sebagaimana yang ada di 600 Masehi. Ayat-ayat lain juga menunjukkan hal yang serupa. Coba disimak:

Dan Kami tidak mengutus sebelum kamu, kecuali orang-orang lelaki yang Kami beri wahyu kepada mereka; maka bertanyalah kepada orang yang mempunyai pengetahuan jika kamu tidak mengetahui. Surah An Nahl 16:43.

Kami tiada mengutus rasul-rasul sebelum kamu, melainkan beberapa orang laki-laki yang Kami beru wahyu kepada mereka, maka tanyakanlah olehmu kepada orang-orang yang berilmu, jika kamu tidak mengetahui. Surah Al Anbiya’ 21: 7

Semua ini menerangkan tentang para rasul sebelum Nabi Muhammad (SAW). Tapi, yang terpenting, mereka menegaskan bahwa pesan yang diberikan oleh Allah untuk rasul-rasul / nabi masih dalam zaman kepemilikan (pada 600 AD) oleh pengikut mereka. Wahyu yang diturunkan sebelumnya belum rusak ketika memasuki waktu kerasulan Nabi Muhammad (SAW).

 Al-Qur’an mengatakan bahwa kata Allah tidak dapat diubah

Tetapi dalam arti yang lebih kuat hal yang menerangkan bahwa kemungkinan Al Kitab ini berubah tidak didukung oleh Al-Qur’an. Coba lihat kembali Al Maida 5:68 (The Law … Injil … adalah wahyu yang datang dari Tuhan), dan pertimbangkan hal berikut:

Dan sesungguhnya telah didustakan rasul-rasul sebelum kamu, akan tetapi mereka sabar terhadap pendustaan dan penganiayaan terhadap mereka, sampai datang pertolongan Kami kepada mereka. Tak ada seorangpun yang dapat merobah kalimat-kalimat Allah. Dan sesungguhnya telah datang kepadamu sebahagian dari berita rasul-rasul itu. Surah Al An’am 6:34

Telah sempurnalah kalimat Tuhanmu, sebagai kalimat yang benar dan adil. Tidak ada yang dapat merobah-robah kalimat-kalimat-Nya dan dialah yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui. Surah Al An’am 6: 115

Bagi mereka berita gembira di dalam kehidupan di dunia dan di akhirat. Tidak ada perobahan bagi kalimat-kalimat Allah.  Surah Yunus 10:64

Dan bacakanlah apa yang diwahyukan kepadamu, yaitu kitab Tuhanmu. Tidak ada yang dapat merobah kalimat-kalimatNya. Surah Al Kahfi 18:27

Jadi, jika kita sepakat bahwa para nabi sebelumnya Muhammad (SAW) diberi wahyu oleh Allah (seperti Al Maida 5: 68-69 katakan), dan karena ayat-ayat ini, berkali-kali, mengatakan sangat jelas bahwa tidak ada yang dapat mengubah kata-kata Allah, bagaimana orang percaya bahwa Taurat, Zabur dan Injil (Alkitab) telah rusak atau diubah oleh orang? Hal ini akan memerlukan penolakan Al Quran itu sendiri untuk mempercayai bahwa Al Kitab telah rusak atau berubah.

Faktanya, ide yang menilai berbagai macam wahyu dari Allah baik atau lebih buruk daripada yang lain, meskipun diyakini kalangan luas, tidak didukung dalam Al Qur’an.

Katakanlah: “Kami beriman kepada Allah, dan wahyu yang diberikan kepada kita, dan untuk Ibrahim, Ismail, Ishak, Yakub, dan yang diberikan kepada Musa dan Yesus, dan yang diberikan kepada (semua) nabi dari Tuhan: Kami tidak membuat perbedaan antara satu dan yang lain dari mereka: dan kita tunduk kepada Allah (dalam Islam) “Surah Al Baqarah 2: 136 (Lihat juga 2: 285).

Jadi seharusnya tidak ada perbedaan dalam cara kita memperlakukan semua wahyu. Ini mencakup penelitian kami dari semua itu. Dengan kata lain, kita harus mempelajari semua Kitab suci. Bahkan saya mendesak orang Kristen untuk mempelajari Al Qur’an dan menganjurkan umat Islam untuk mempelajari Al Kitab.

Untuk mempelajari buku-buku ini membutuhkan waktu dan keberanian. Akan banyak pertanyaan yang muncul. Tentunya ini akan berharga buat kita di alam yang fana ini – mempelajari semua buku yang diwahyukan kepada para nabi. Saya faham, meskipun telah mengambil waktu dan keberanian saya untuk mempelajari semua kitab suci, dan itu telah menimbulkan banyak pertanyaan dalam pikiran saya, semua itu menjadi pengalaman yang berharga dan saya merasa ada berkah Allah di dalamnya. Saya harap Anda akan terus mengeksplorasi beberapa artikel dan pelajaran di website ini. Mungkin tempat yang baik untuk memulai adalah artikel tentang apa yang hadits dan Nabi Muhammad (SAW) pikirkan dan gunakan tentang Taurat, Zabur dan Injil (buku-buku yang membentuk Al Kitab = Injil). Klik artikel ini di sini. Jika Anda ingin tahu secara ilmiah tentang bagaimana keandalan buku-buku kuno ditentukan, dan apakah Al Kitab dianggap handal atau rusak secara ilmiah, silahkan lihat artikel di sini.  (segera akan datang)