Hari 1: Isa Al-Masih – Cahaya bagi Bangsa-Bangsa

Masuknya Minggu pra-Paskah Isa Al-Masih ke Yerusalem memulai minggu terakhirnya. Surat Al-Anbiya’ [21] memberi tahu kita bahwa:

Dan (ingatlah kisah Maryam) yang memelihara kehormatannya, lalu Kami tiupkan (roh) dari Kami ke dalam (tubuh)nya; Kami jadikan dia dan anaknya sebagai tanda (kebesaran Allah) bagi seluruh alam.

Surat Al-Anbiya’ 21: 91

Surat Al-Anbiya’ dengan jelas mengatakan bahwa Allah menjadikan Isa Al-Masih (AS) sebagai tanda untuk semua orang, bukan hanya untuk sebagian orang seperti Kristen atau Yahudi. Bagaimana nabi Isa Al-Masih membuat ‘tanda’ bagi kita semua? Penciptaan dunia oleh Allah adalah universal untuk semua orang. Jadi pada setiap hari minggu terakhir ini Isa Al-Masih (AS) berbicara dan bertindak dengan cara yang menunjuk kembali ke enam hari Penciptaan (Al-Qur’an dan Taurat mengajarkan bahwa Allah menciptakan segalanya dalam enam hari).

Kita mulai jalani setiap hari di minggu terakhir Isa Al-Masih, dengan memperhatikan bagaimana semua pengajaran dan tindakannya mengarah pada tanda-tanda penciptaan. Ini akan menunjukkan bahwa peristiwa setiap hari dalam minggu ini telah ditakdirkan oleh Allah sejak awal waktu – bukan oleh gagasan manusia karena manusia tidak dapat mengoordinasikan peristiwa yang dipisahkan dalam rentang ribuan tahun. Kita mulai pada hari Minggu – Hari Pertama.

Hari Pertama – Cahaya dalam Kegelapan

Surah An-Nur [24] memberikan perumpamaan ‘Cahaya’. Ini menyatakan:

Allah (pemberi) cahaya (kepada) langit dan bumi. Perumpamaan cahaya-Nya, seperti sebuah lubang yang tidak tembus, yang di dalamnya ada pelita besar. Pelita itu di dalam tabung kaca (dan) tabung kaca itu bagaikan bintang yang berkilauan, yang dinyalakan dengan minyak dari pohon yang diberkahi, (yaitu) pohon zaitun yang tumbuh tidak di timur dan tidak pula di barat, yang minyaknya (saja) hampir-hampir menerangi, walaupun tidak disentuh api. Cahaya di atas cahaya (berlapis-lapis), Allah memberi petunjuk kepada cahaya-Nya bagi orang yang Dia kehendaki, dan Allah membuat perumpamaan-perumpamaan bagi manusia. Dan Allah Maha Mengetahui segala sesuatu.

Surah An-Nur24: 35

Perumpamaan ini merujuk kembali pada Hari Pertama Penciptaan ketika Allah menciptakan Cahaya. Taurat menyatakan:

3 *Berfirmanlah Allah, “Jadilah terang.” Lalu, terang pun jadi.

4 Allah melihat bahwa terang itu baik, lalu dipisahkan-Nya terang itu dari gelap.

5 Allah menamai terang itu “siang” dan gelap itu “malam”. Jadilah petang dan jadilah pagi, itulah hari pertama.

6 *Berfirmanlah Allah, “Jadilah cakrawala di tengah-tengah segala air, dan hendaklah cakrawala itu memisahkan air dengan air.”

(Kejadian 1: 3-6)

Allah berfirman Cahaya menjadi ada pada Hari Pertama Penciptaan untuk menghilangkan kegelapan. Sebagai tanda untuk menunjukkan bahwa peristiwa-peristiwa pada jam itu direncanakan sejak Hari Pertama Penciptaan, Al-Masih berbicara tentang dirinya sebagai Cahaya yang mengusir kegelapan.

Cahaya bersinar pada bangsa-bangsa lain (yang bukan Yahudi)

Nabi Isa Al-Masih (AS) baru saja memasuki Yerusalem menunggang seekor keledai sebagaimana nabi Zakharia (AS) telah ramalkan 500 tahun sebelumnya, melakukannya pada hari yang tepat sesuai dengan ramalan nabi Daniel PBUH 550 tahun sebelumnya. Orang-orang Yahudi telah datang dari banyak negara untuk festival Paskah yang akan datang sehingga Yerusalem dipenuhi oleh peziarah Yahudi (seperti Mekah pada saat musim haji). Karena itu, kedatangan nabi telah menimbulkan kegemparan di antara orang-orang Yahudi. Tetapi bukan hanya orang-orang Yahudi yang memperhatikan kedatangan Isa Al-Masih. Injil mencatat apa yang terjadi tepat setelah ia memasuki Yerusalem.

  20 Di antara orang-orang yang datang untuk melaksanakan ibadah pada perayaan itu, ada juga beberapa orang Yunani.

21 Orang-orang itu datang kepada Filipus yang berasal dari Baitsaida, kota yang terletak di wilayah Galilea. Lalu, kata mereka kepadanya, “Tuan, kami ingin melihat Isa.”

22 Filipus memberitahukan hal itu kepada Andreas. Lalu, Andreas dan Filipus pergi memberitahukan hal itu kepada Isa.

(Yahya 12: 20-22)

Penghalang antara orang Yunani dan Yahudi pada zaman Nabi

Sangat tidak lumrah bagi orang Yunani, (yaitu orang-orang yang bukan Yahudi), berada di sebuah festival Yahudi. Orang-orang Yunani dan Romawi pada waktu itu, karena mereka percaya pada banyak tuhan (politeis), dianggap najis dan dijauhi oleh orang Yahudi. Dan kebanyakan orang Yunani hanya menganggap agama Yahudi yang percaya satu Tuhan (yang tak terlihat) dan festivalnya menjadi bodoh. Pada saat itu, hanya orang Yahudi yang percaya satu tuhan (monoteis). Jadi orang-orang ini secara teratur tetap terpisah satu sama lain. Karena masyarakat non-Yahudi, berlipat kali lebih besar daripada masyarakat Yahudi, orang-orang Yahudi hidup dalam semacam isolasi dari sebagian besar dunia. Agama mereka yang berbeda, pola makan halal, buku kenabian yang eksklusif telah menciptakan penghalang antara orang Yahudi dan orang bukan Yahudi, yang mana masing-masing pihak saling memusuhi.

Di zaman kita sekarang, yang mana politeisme dan penyembahan berhala telah ditolak oleh sebagian besar dunia, kita dapat dengan mudah melupakan betapa berbedanya hal ini pada masa Nabi ini. Bahkan, pada zaman Ibrahim (AS), hampir semua orang selain nabi itu sendiri adalah penyembah berhala. Pada masa Nabi Musa (AS), semua bangsa menyembah berhala, yang mana Firaun sendiri menyatakan sebagai salah satu tuhan. Bangsa Israel adalah ibarat sebuah pulau kecil monoteisme di lautan penyembahan berhala dari semua bangsa di sekitarnya. Tetapi nabi Yesaya (AS) (750 SM) telah diizinkan untuk melihat ke masa depan dan dia meramalkan perubahan untuk semua bangsa ini. Dia telah menulis:

1 *Dengarkanlah aku, hai pulau-pulau!
Perhatikanlah, hai bangsa-bangsa yang jauh!
Allah telah memanggil aku sejak dari kandungan.
Sejak dari perut ibuku Ia telah menyebut namaku.
 
5 Sekarang demikianlah firman Allah—
Ia membentuk aku sejak dari kandungan untuk menjadi hamba-Nya,
untuk membawa Yakub kembali kepada-Nya,
dan untuk mengumpulkan Israil kepada-Nya.
Aku ini mulia dalam pandangan Allah
dan Tuhanku adalah kekuatanku—
 
6 *firman-Nya, “Terlalu ringan bagimu untuk menjadi hamba-Ku,
untuk membangkitkan kembali suku-suku Yakub,
dan untuk mengembalikan orang-orang Israil yang masih terpelihara.
Aku akan menjadikan engkau terang bagi bangsa-bangsa
supaya engkau membawa keselamatan dari-Ku sampai ke ujung bumi.”
 

1 “Bangkitlah, bersinarlah, karena terangmu sudah datang
dan kemuliaan Allah terbit atasmu.

2 Sesungguhnya, kegelapan menutupi bumi
dan kelam pekat menutupi bangsa-bangsa,
tetapi Allah akan menyinari engkau
dan kemuliaan-Nya akan menjadi nyata bagimu.

3 Bangsa-bangsa akan datang kepada terangmu,
dan raja-raja kepada cahaya yang terbit bagimu.

(Yesaya 60: 1-3)

Jadi nabi Yesaya telah menubuatkan bahwa ‘hamba’ Tuhan yang akan datang, kendati Yahudi (‘suku-suku Yakub’) akan menjadi ‘cahaya bagi bangsa-bangsa lain’ yang bukan Yahudi dan cahaya ini akan sampai ke ujung-unjung bumi. Tetapi bagaimana ini bisa terjadi dengan adanya penghalang antara orang-orang Yahudi dan orang-orang bukan Yahudi yang berlangsung ratusan tahun?

Hari itu ketika nabi Isa memasuki Yerusalem cahaya mulai menarik orang-orang bukan Yahudi yang kita lihat beberapa orang mendekati nabi. Di sini, di festival Yahudi ini orang-orang Yunani telah melakukan perjalanan ke Yerusalem untuk belajar tentang nabi Isa Al-Masih (AS). Tetapi apakah mereka, yang dianggap haram oleh orang-orang Yahudi, dapat melihat nabi? Mereka bertanya kepada teman-teman Isa, yang membawa permintaan itu kepada nabi. Apa yang akan dia katakan? Apakah dia akan mengizinkan orang-orang Yunani ini, yang tahu sedikit tentang agama yang baik, untuk bertemu dengannya? Injil berlanjut

23 Sabda Isa kepada keduanya, “Sudah tiba waktunya Anak Manusia dimuliakan.

24 Sesungguhnya, Aku berkata kepadamu, jika sebutir gandum tidak jatuh ke tanah dan mati, maka biji itu akan tetap satu butir saja. Tetapi sebaliknya, jika biji itu mati, maka ia akan berbuah banyak.

25 *Orang yang sayang terhadap nyawanya akan kehilangan nyawanya. Sedangkan orang yang membenci nyawanya di dunia ini akan memeliharanya untuk hidup yang kekal.

26 Siapa mengabdi kepada-Ku, ia harus mengikut Aku, dan di mana Aku berada, di situ jugalah abdi-Ku berada. Siapa mengabdi kepada-Ku, ia akan dihormati oleh Sang Bapa.

27 Sekarang hati-Ku galau. Apa yang akan Kukatakan? Ya Bapa, selamatkanlah Aku dari saat yang sukar ini? Justru untuk maksud itulah Aku sampai pada saat ini.

28 Ya Bapa, muliakanlah nama-Mu!” Lalu, terdengarlah suara dari surga yang mengatakan, “Sudah Kumuliakan dan akan Kumuliakan lagi!”

29 Kemudian, orang banyak yang berdiri di situ dan mendengar suara itu berkata, “Itu bunyi guruh.” Sedangkan yang lain lagi berkata, “Malaikat berbicara kepada-Nya.”

30 Sabda Isa kepada mereka, “Suara itu terdengar bukan demi kepentingan-Ku, melainkan demi kepentinganmu.

31 Sekaranglah dunia ini akan dihakimi, dan sekarang pula penguasa dunia ini akan dibuang ke luar.

32 Sedangkan Aku, apabila Aku ditinggikan dari atas bumi ini, Aku akan menarik semua orang datang kepada-Ku.”

33 Dengan sabda-Nya yang demikian itu Ia menggambarkan bagaimana cara Ia wafat.

34 *Lalu, jawab orang banyak itu kepada Isa, “Dari hukum Taurat, kami sudah mendengar bahwa Al-Masih itu kekal sampai selama-lamanya. Jadi, bagaimana mungkin Engkau berkata bahwa Anak Manusia harus ditinggikan? Siapakah Anak Manusia itu?”

35 Sabda Isa kepada mereka, “Tinggal beberapa waktu lagi terang ada di antara kamu. Berjalanlah selagi terang itu ada padamu, jangan sampai kamu dikuasai kegelapan. Orang yang berjalan dalam kegelapan tidak tahu ke mana ia pergi.

36 Selagi terang itu ada padamu, percayalah pada terang itu supaya kamu menjadi anak-anak terang.” Setelah Isa bersabda demikian, pergilah Ia untuk menyembunyikan diri dari mereka.
Mengapa Orang Israil Tidak Dapat Percaya

37 Sekalipun begitu banyak tanda ajaib yang telah diadakan Isa di hadapan mereka, tetap saja mereka tidak percaya kepada-Nya.

38 *Dengan demikian, genaplah firman yang telah disampaikan Allah melalui Nabi Yesaya,
“Ya Tuhan, siapakah yang percaya pada pemberitaan kami?
Kepada siapa tangan Tuhan dinyatakan?”

39 Itulah sebabnya, mereka tidak dapat percaya karena Yesaya pun telah menubuatkan,

40 *“Ia telah membuat mata mereka buta
dan hati mereka keras
supaya jangan mereka melihat dengan mata mereka,
dan mengerti di dalam hati mereka,
lalu bertobat sehingga Aku menyembuhkan mereka.”

41 Yesaya bernubuat begitu sebab ia telah melihat kemuliaan-Nya dan ia berbicara mengenai Dia.

42 Di antara para pemimpin banyak juga yang menjadi percaya kepada Isa. Tetapi, oleh karena orang-orang dari mazhab Farisi itu, mereka tidak mengakuinya dengan terus terang supaya mereka tidak dikucilkan dari rumah ibadah. 43 Mereka lebih menyukai pujian dari manusia daripada pujian dari Allah.
Firman Isa yang Menghakimi

44 Kemudian, berserulah Isa, sabda-Nya, “Orang yang percaya kepada-Ku berarti bukan percaya kepada-Ku, melainkan kepada Dia, yang mengutus Aku.

45 Orang yang melihat Aku berarti melihat Dia, yang mengutus Aku.

46 Aku datang ke dunia untuk menjadi terang supaya setiap orang yang percaya kepada-Ku tidak tetap tinggal di dalam kegelapan.

47 Jika seseorang mendengar perkataan-Ku, tetapi tidak melakukannya, maka bukan Aku yang akan menghakimi orang itu karena Aku datang bukan untuk menghakimi isi dunia ini, melainkan untuk menyelamatkannya.

48 Orang yang menolak Aku dan tidak menerima perkataan-Ku sudah ada hakimnya. Perkataan yang telah Kusampaikan itulah yang akan menghakiminya pada hari kiamat.

49 Karena apa yang Kukatakan bukan berasal dari diri-Ku sendiri, melainkan dari Sang Bapa, yaitu Dia yang mengutus Aku. Dialah yang telah berpesan kepada-Ku mengenai apa yang harus Kukatakan dan apa yang harus Kusampaikan.

50 Aku tahu bahwa pesan-Nya itu adalah hidup yang kekal. Sebab itu, apa yang Kukatakan, Kusampaikan sebagaimana telah disabdakan Sang Bapa kepada-Ku.”

(Yahya 12: 23-50)

Dalam pertukaran dramatis ini, termasuk bahkan suara dari surga, Nabi berkata bahwa ia akan ‘diangkat’ dan ini akan menarik ‘semua orang’ – bukan hanya orang Yahudi – kepada dirinya. Banyak orang Yahudi, meskipun mereka hanya menyembah satu Tuhan, tidak mengerti apa yang dikatakan nabi. Nabi Yesaya telah mengatakan itu karena hati mereka yang keras – ketidaksediaan mereka untuk tunduk berserah diri kepada Allah – yang merupakan akar masalahnya, bahkan ketika orang-orang lain secara diam-diam karena ketakutan.

Nabi Isa Al-Masih dengan berani mengklaim bahwa ia telah ‘datang ke dunia sebagai cahaya’ (ayat 46) yang ditulis oleh para nabi sebelumnya akan menyinari semua bangsa. Pada hari ketika dia memasuki Yerusalem, cahaya pertama mulai bersinar pada bangsa-bangsa lain. Apakah cahaya ini akan menyebar ke semua bangsa? Apa yang dimaksud nabi dengan ‘diangkat’? Kita lanjutkan minggu terakhir ini untuk memahami pertanyaan-pertanyaan ini.

Bagan berikut menelusuri setiap hari dalam minggu ini. Pada hari Minggu, hari pertama dalam minggu itu dia menggenapi tiga nubuat berbeda yang diberikan oleh tiga nabi sebelumnya. Pertama-tama dia memasuki Yerusalem dengan menunggang keledai seperti yang dinubuatkan oleh Zakharia. Kedua, dia melakukannya pada waktu yang dinubuatkan oleh Daniel. Ketiga, pesan dan mukjizatnya mulai menerangi minat orang-orang bukan Yahudi – yang telah dinubuatkan oleh nabi Yesaya akan bersinar sebagai cahaya bagi bangsa-bangsa dan tumbuh lebih terang bagi orang-orang di seluruh dunia

Acara Passion Week – Hari 1 – Minggu

Kitab Injil yang berubah keasliannya! Apa yang Al Qur’an katakan?

Saya punya banyak teman Muslim. Saya juga percaya pada Allah dan sebagai pengikut Injil sudah biasa bagi saya berdiskusi dengan teman-teman Muslim tentang keyakinan dan iman. Pada hakikatnya ada begitu banyak kesamaan yang kita miliki, lebih dari apa yang saya miliki dengan orang-orang sekuler Barat baik yang tidak beriman kepada Allah, atau menemukan iman yang tidak relevan dengan kehidupan mereka. Namun hampir tanpa pengecualian dalam percakapan, saya mendengar klaim bahwa Injil (dan Zabur dan Taurat yang dikenal dengan istilah AlKitab) telah rusak, atau telah berubah, sehingga pesan yang kita baca hari ini sudah terdegradasi dan penuh kesalahan dari apa yang pertama kali terinspirasi dan ditulis oleh para nabi dan pengikut dari Allah. Hal ini bukanlah klaim yang kecil, karena itu berarti bahwa kita tidak bisa lagi mempercayai Alkitab sebagai kitab bacaan untuk mengungkapkan kebenaran Allah. Saya sudah membaca dan mempelajari baik Injil (Al Kitab) dan Al-Qur’an, dan sudah mulai mempelajari Sunnah. Apa yang saya temukan yang ternyata mengejutkan adalah bahwa semangat tentang keraguan Alkitab, meskipun begitu umumnya hari ini, saya tidak menemukannya di Al Qur’an. Bahkan, saya kaget bagaimana serius Al Qur’an mengemukakan Al Kitab. Akan saya tunjukkan disini apa yang saya maksud.

Apa yang Alquran katakan tentang Injil (Al Kitab)

Katakanlah: Hai Ahli Kitab! kamu tidak dipandang sedikitpun hingga kamu menegakkan ajaran-ajaran Taurat, Injil dan wahyu yang diturunkan kepadamu dari Tuhamnu. Sesungguhnya apa yang diturunkan kepadamu dari Tuhanmu akan menambah kedurhakaan dan kekafiran kepada kebanyakan dari mereka. Surah Al Maida 5:68 (Lihat juga 4: 136)

Jika engkau ragu untuk apa yang Kami telah diturunkan kepadamu, maka tanyakanlah kepada orang yang telah membaca kitab sebelum kamu: Sesungguhnya telah datang Kebenaran yang memang datang kepadamu dari Tuhanmu: jadi janganlah sekali kali termasuk orang yang meragu. Surah Yunus 10:94

Saya amati hal ini menyatakan bahwa wahyu yang diberikan kepada ‘Ahli Kitab’ (Kristen dan Yahudi) datang dari Allah. Sekarang teman-teman Muslim saya mengatakan ini berlaku untuk wahyu asli yang diturunkan, tapi karena aslinya telah berubah maka itu tidak berlaku dengan Kitab Suci hari ini. Tapi pesan bagian kedua menegaskan mereka yang telah membaca (present tense seperti dalam ‘telah membaca’ bukan masa lalu) kitab suci Yahudi. Hal ini tidak berbicara tentang wahyu yang asli, tetapi kitab suci ketika Al Qur’an diturunkan. Hal ini diungkapkan kepada Nabi Muhammad (SAW) selama periode tahun sekitar 600 Masehi. Jadi pesan bagian ini menyetujui kitab suci Yahudi sebagaimana yang ada di 600 Masehi. Ayat-ayat lain juga menunjukkan hal yang serupa. Coba disimak:

Dan Kami tidak mengutus sebelum kamu, kecuali orang-orang lelaki yang Kami beri wahyu kepada mereka; maka bertanyalah kepada orang yang mempunyai pengetahuan jika kamu tidak mengetahui. Surah An Nahl 16:43.

Kami tiada mengutus rasul-rasul sebelum kamu, melainkan beberapa orang laki-laki yang Kami beru wahyu kepada mereka, maka tanyakanlah olehmu kepada orang-orang yang berilmu, jika kamu tidak mengetahui. Surah Al Anbiya’ 21: 7

Semua ini menerangkan tentang para rasul sebelum Nabi Muhammad (SAW). Tapi, yang terpenting, mereka menegaskan bahwa pesan yang diberikan oleh Allah untuk rasul-rasul / nabi masih dalam zaman kepemilikan (pada 600 AD) oleh pengikut mereka. Wahyu yang diturunkan sebelumnya belum rusak ketika memasuki waktu kerasulan Nabi Muhammad (SAW).

 Al-Qur’an mengatakan bahwa kata Allah tidak dapat diubah

Tetapi dalam arti yang lebih kuat hal yang menerangkan bahwa kemungkinan Al Kitab ini berubah tidak didukung oleh Al-Qur’an. Coba lihat kembali Al Maida 5:68 (The Law … Injil … adalah wahyu yang datang dari Tuhan), dan pertimbangkan hal berikut:

Dan sesungguhnya telah didustakan rasul-rasul sebelum kamu, akan tetapi mereka sabar terhadap pendustaan dan penganiayaan terhadap mereka, sampai datang pertolongan Kami kepada mereka. Tak ada seorangpun yang dapat merobah kalimat-kalimat Allah. Dan sesungguhnya telah datang kepadamu sebahagian dari berita rasul-rasul itu. Surah Al An’am 6:34

Telah sempurnalah kalimat Tuhanmu, sebagai kalimat yang benar dan adil. Tidak ada yang dapat merobah-robah kalimat-kalimat-Nya dan dialah yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui. Surah Al An’am 6: 115

Bagi mereka berita gembira di dalam kehidupan di dunia dan di akhirat. Tidak ada perobahan bagi kalimat-kalimat Allah.  Surah Yunus 10:64

Dan bacakanlah apa yang diwahyukan kepadamu, yaitu kitab Tuhanmu. Tidak ada yang dapat merobah kalimat-kalimatNya. Surah Al Kahfi 18:27

Jadi, jika kita sepakat bahwa para nabi sebelumnya Muhammad (SAW) diberi wahyu oleh Allah (seperti Al Maida 5: 68-69 katakan), dan karena ayat-ayat ini, berkali-kali, mengatakan sangat jelas bahwa tidak ada yang dapat mengubah kata-kata Allah, bagaimana orang percaya bahwa Taurat, Zabur dan Injil (Alkitab) telah rusak atau diubah oleh orang? Hal ini akan memerlukan penolakan Al Quran itu sendiri untuk mempercayai bahwa Al Kitab telah rusak atau berubah.

Faktanya, ide yang menilai berbagai macam wahyu dari Allah baik atau lebih buruk daripada yang lain, meskipun diyakini kalangan luas, tidak didukung dalam Al Qur’an.

Katakanlah: “Kami beriman kepada Allah, dan wahyu yang diberikan kepada kita, dan untuk Ibrahim, Ismail, Ishak, Yakub, dan yang diberikan kepada Musa dan Yesus, dan yang diberikan kepada (semua) nabi dari Tuhan: Kami tidak membuat perbedaan antara satu dan yang lain dari mereka: dan kita tunduk kepada Allah (dalam Islam) “Surah Al Baqarah 2: 136 (Lihat juga 2: 285).

Jadi seharusnya tidak ada perbedaan dalam cara kita memperlakukan semua wahyu. Ini mencakup penelitian kami dari semua itu. Dengan kata lain, kita harus mempelajari semua Kitab suci. Bahkan saya mendesak orang Kristen untuk mempelajari Al Qur’an dan menganjurkan umat Islam untuk mempelajari Al Kitab.

Untuk mempelajari buku-buku ini membutuhkan waktu dan keberanian. Akan banyak pertanyaan yang muncul. Tentunya ini akan berharga buat kita di alam yang fana ini – mempelajari semua buku yang diwahyukan kepada para nabi. Saya faham, meskipun telah mengambil waktu dan keberanian saya untuk mempelajari semua kitab suci, dan itu telah menimbulkan banyak pertanyaan dalam pikiran saya, semua itu menjadi pengalaman yang berharga dan saya merasa ada berkah Allah di dalamnya. Saya harap Anda akan terus mengeksplorasi beberapa artikel dan pelajaran di website ini. Mungkin tempat yang baik untuk memulai adalah artikel tentang apa yang hadits dan Nabi Muhammad (SAW) pikirkan dan gunakan tentang Taurat, Zabur dan Injil (buku-buku yang membentuk Al Kitab = Injil). Klik artikel ini di sini. Jika Anda ingin tahu secara ilmiah tentang bagaimana keandalan buku-buku kuno ditentukan, dan apakah Al Kitab dianggap handal atau rusak secara ilmiah, silahkan lihat artikel di sini.  (segera akan datang)